Search This Blog

Friday, August 13, 2010

Terima Kasih Semuanya....


Alhamdulillah...
Tidak terasa, sudah lebih dari sebulan ijab kabul di ucapkan, dan selama itu pula kami menjalankan kehidupan kami yang baru sebagai suami-istri. Tidak ada kata lain yang dapat mengambarkan kebahagiaan kami berdua disaat kami di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kami. Mendampingi kami, membantu kami dan saling bahu membahu untuk mewujudkan hari pernikahan kami seperti apa yang selama ini kami impikan.

Untuk orang tua kami...
Tidak ada yang dapat kami lakukan untuk membalas segala rasa sayang yang di berikan untuk kami. Sejak detik pertama kami menghirup nafas kehidupan hingga kami menapaki fase pernikahan. Hanya yang terbaik di berikan kepada kami, dan hanya kebahagiaan yang kami rasakan sebagai anak yang di lahirkan oleh orang tua yang sangat mencintai kami. Terima kasih kepada Ibu-Ibu kami yang telah melahirkan dan merawat kami, terima kasih Papa dan Abah yang selalu mendidik dan membimbing kami. Terima kasih untuk semua doa dan nasehat yang selalu di berikan untuk kami. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, limpahan rizki yang halal dan kebahagiaan untuk orang tua kami. Amien.


Untuk abang-abang dan mas-mas kami..
Sebagai anak yang terakhir di tengah keluarga, baik aku maupun si Mas, kehadiran abang-abang dan mas-mas kami merupakan berkah bagi kami. Pada merekalah kami merasakan cinta kakak kepada adik. Mulai dari mengajak kami bermain dan tertawa di masa kecil, hingga mengurus pernikahan kami. Rasa cinta itu pula mengingatkan kami, betapa beruntungnya kami. Bersama ipar-ipar kami dan keponakan-keponakan kami yang kami sayangi, tanpa kenal lelah mereka mempermudah semua urusan kami. Rasa cinta yang kami rasakan, membuat kami tidak merasa sendiri. Semoga Allah SWT selalu memberikan mereka kesehatan, limpahan rizki yang halal, dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarga. Amien.

Untuk sanak saudara kami...
Kehadiran mereka baik sebelum maupun sesudah acara membuat kami terharu. Segala gelak tawa dan canda ceria menjadi hiburan di saat-saat melelahkan. Tanpa kehadiran mereka, jelas acara yang berlangsung berhari-hari tidak akan berjalan seperti apa yang kami harapkan. Pagi, siang dan malam, kehadiran sanak keluarga kerumah kami menanyakan segala yang harus di lakukan dan menawarkan bantuan, seakan tak ada henti. Mulai dari lamaran, akad nikah hingga resepsi baik di Jambi maupun di Malang, tidak akan terwujud tanpa campur tangan sanak-saudara kami. Semoga Allah SWT selalu memberikan mereka kesehatan, limpahan rizki yang halal, dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarga. Amien.


Untuk teman-teman kami...
Betapa beruntungnya kami memiliki sahabat dan teman-teman yang kami sayangi. Sahabat yang datang membantu kami, memberikan semangat kepada kami, dan menyumbangkan tenaga dan fikiran untuk membahagiakan kami. Keberadaan mereka bagaikan air yang melegakan dahaga kami. Bagaimana teman-teman kami yang lama tidak berjumpa, baik karena jarak maupun waktu, mengirimkan ucapan selamat dan doa yang di sampaikan kepada kami, memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami berdua. Terima kasih telah menjadi teman-teman kami, baik yang di kehidupan sehari-hari maupun di dunia maya, kehadiran kalian membuat kehidupan kami selalu berseri. Semoga Allah SWT selalu memberikan teman-teman kami kesehatan, limpahan rizki yang halal, dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarga. Amien.










*Big Big Hugs*

Camelia & Hasyim
Jambi, 13 Agustus 2010

Tuesday, June 29, 2010

Peanut Butter Cookies

Akhirnya, aku sempat-sempatin juga buat posting kue kering yang aku bikin kemarin lusa (tapi baru aku panggang kemarin). Kebetulan aja waktu bikin kue aku pulang ke rumah lebih cepat setelah check lab di rumah sakit. Kak Ika lanjut jalan sama Dea yang sedang liburan di Jakarta, sedangkan aku langsung minta pulang aja. Akhir-akhir ini aku emang gampang capek dan memang harus bedrest, tapi gimana mau bedrest, adaaaaa aja yang mesti di urusin buat wedding. Tapi, setelah ngadon kue, malamnya aku mau aja di ajak Papa yang kebetulan datang jalan ke mal belanja perlengkapan kamar, makanya manggang kuenya di tunda dulu...hehehehe... *always says yes to shopping!*

Anyway, bulan ini emang gak begitu menyenangkan. Abisnya, aku harus di rawat segala di rumah sakit gara-gara demam berdarah. Untung ada si Tona dan keponakannya Mauly yang nungguin di rumah sakit. Boseeeeen banget!!! Sebelumya, si Mas yang pulang ke Malang dalam keadaan rada demam, tenyata kena DB dan harus di rawat di sana. Selang beberapa hari si Mas keluar dari rumah sakit, aku lagi yang masuk tanggal 3 lalu dan baru keluar tanggal 10. Sebel banget deh, mana panas ku gak tanggung-tanggung, 45C....heran deh! sampe dokternya bilang, aku itu DB-nya text book sekali, semua yang ada di buku tentang DB, ada sama aku, mulai dari panasnya, merah-merahnya, sampe infeksinya. GREAT!!! *bete* mana panasnya baru turun hari ke 4, semua makanan terasa pahit (sempet nuduh rumah sakitnya masakannya gak enak...hehehe) badan pun rasanya gak enak banget. Belum lagi infus yang sekali pasang ada 3 macam...pokoknya kapooookkkk!!!

Nah, abis DB, aku mesti check lab lagi untuk memastikan trombosit udah ok, sekalian aja aku test TORCH karena mau married, waduuuhhh....beneran deh, buat yang mau married, jangan tunda untuk test TORCH, kalau bisa malah jauh-jauh hari, jadi kalo hasilnya gak begitu memuaskan, bisa langsung diambil tindakan. Jangan seperti aku, udah mepet, ternyata baru ketauan ada rubella. Terpaksa nanti menunda punya anak dulu sampai pengobatannya selesai *hiiiks!* Parahnya, untuk pengobatan rubella ini, aku di sarankan ke seorang professor di rumah sakit yang sama, eeehh...baru ketauan kalo liverku sedang bengkak, jadi pengobatan belum bisa di mulai, sampe livernya oke lagi... belum lagi kadar gula tinggi , mulai minum obat diabetes juga. S E B E L B U A N G E T!!!!! Makanya aku di suruh bedrest. Tapi alhamdulillah, semalam ke dokter, livernya mulai membaik, berlahan tapi pasti...*optimis*

So, balik ke my cookies...
Kue ini rasanya sangat familiar sama aku. Pernah aku beberapa kali berusaha nyari resep kue yang aku suka waktu jaman SMP dulu. Tapi gak berhasil. Ternyata, ini resepnya. Kalo bu Fat di bagian atasnya di beri kacang tanah cincang, yang aku makan dulu atasnya seperti kue yang aku buat ini, tapi di bagian tengahnya ada sebutir kacang yang seolah-olah ada "suprise". Selama ini, aku nyari resepnya berdasarkan kacang yang ada di dalam kue. Gak taunya, itu variasi yang jualan aja, resep kue-nya, ya ini. Gak nyeseeeeelll udah nyobain.... kue-nya beneran seperti yang dulu aku cicipi. Bikinnya, gampang banget! aku ngaduknya malah pake sendok makan aja... *pemalas*...hihihihi....

Pokoknya suka! suka! suka! bakalan jadi tambahan varian kue kering lebaran nanti niiih... selai kacangnya, aku pake merk lokal aja, rasanya gak kalah sama yang impor *beneran* lumayan dompet friendly. Si Dea suka banget, dia bolak-balik ngambil, mungkin karena rasanya manis agak gurih, si Dea jadi doyan. Kak Ika pun juga ngasih jempol tuuuh... Next time, aku kasih sebutir kacang bulet di tengahnya, supaya mirip banget sama yang aku makan dulu. Tapi, liat ntar deh, kayaknya bakalan lama kalo ngisi satu per-satu....hihihihi... (penjual kue yang aku beli dulu rajin amat ya...whoa ha ha ha)

Hiiks! ini jadi postingan terakhir aku di Jakarta, masih single, duduk sendiri sambil senyum-senyum nge-blog. Kira-kira bakalan kangen gak ya aku nanti suasana begini...? Setelah ini, aku pulang ke Jambi, dan kembali ke Jakarta udah berdua, udah jadi nyonyah... wuiiih...rasanya gak percaya deeh!

Naaah...ini resepnya yaaa.... *big big hugs*



PEANUT BUTTER COOKIES
by. Fatmah Bahalwan

Bahan :

250 gr tepung terigu
90 gr gula halus
125 gr selai kacang halus/peanut butter
110 ml minyak sayur
1 sdm susu bubuk
1/2 sdt garam
1 sdm mentega

Bahan polesan :

2 btr kuning telur kocok lepas
Kacang tanah cincang secukupnya (aku gak pake)

Caranya :

1. Aduk rata : Gula halus, selai kacang, minyak sayur, susu bubuk, garam dan mentega hingga rata.
2. Tuang tepung terigu, aduk rata, bentuk bulat, tata dalam loyang.
3. Poles bagian atasnya dengan bahan olesan dan hias dengan kacang tanah cincang.
4. Panggang dalam oven suhu 150C hingga kuning kecoklatan.

Tuesday, June 1, 2010

Lemon Posset and Cardamom Shortbread

Aku lagi ada hobi baru nih... sukaaaa banget ngeliat video masak online (dasar kupeeerr!! hihihihi). Senang deh bisa dapat resep dan ngeliat langsung pembuatannya.... hum..rasanya jadi lebih yakin gitu..hehehe... Nah, beberapa hari ini, aku suka main ke website carnation-uk di sana lumayan banyak pudcasts-nya. Loadingnya cepat dan resepnya rata-rata simple tapi keliatan yummmmyyyy banget! aku naksir berat waktu ngeliat video Lemon Posset, gak tau karena chefnya ganteng *ehem* atau karena emang aku lagi lapar aja, keliatannya mengundang sekaleee... apa lagi cara bikinnya gampang banget dan bahan-bahannya ada semua di kulkas. Lumayanlah, buat nyicil ngabisin barang-barang. Udah janji sama si Mas gak bakalan ngisi kulkas sampe penuh. Soale waktu itu, dia bela-belain banget dorong-dorong kulkas keluar dan ngebersihin sampe bener-bener bersih... setelah itu, besoknya dia gak nongol lagi ke rumah, kecapean...hahahaha... so, makin cepat habis isinya, makin baik.

Tapi tetap tadi pagi minta pak Di ke warung beli susu kental manis. Iiiihh...kangen banget deh sama susu ini. Sejak ada susu UHT ukuran jumbo dan banyak minuman berbasis susu lainnya yang enak-enak, susu jenis ini jadi terlupakan. Dulu waktu kecil, kalo maen ke rumah teman selalu ada susu kaleng ini (waktu kecil dulu, aku bilangnya susu kaleng), termasuk juga di rumahku. Aku dulu tau banget bikinnya, dengan takaran yang gak pernah salah (cukup sekitar 1 cm dari dasar gelas, gelas apapun itu...hehehe) pake air es dalam botol soale blom ada dispenser...hehehehe....aduk-aduk....waaaahhh, rasanya bikin hepiiiiii banget!

Soooo...
Pilihanku jatuh sama resep lemon posset ini, bahannya gampang banget, simple dan bisa dibuat tanpa alat apa pun. Trus, ada shortbread-nya juga, salah satu resep kue yang mau aku coba dari dulu-dulu tapi gak jadi. Aku suka banget sama shortbread sejak tinggal di asrama waktu jaman kuliah di UK dulu. Awalnya karena suka sama kemasannya yang keliatan Inggris banget dengan motif tartan kotak-kotak. Tapi lama-lama suka sendiri, selain murah, emang enak juga. Beberapa kali mau beli di supermarket yang jual barang-barang import, tapi selalu gak jadi, abisnya, mahal banget siiih....ujung-ujungnya malah beli yang lain-lain...*sama aja ya!*...hehehehe... Ternyata, bikin shortbread sendiri mudah banget. Aku tadi malah gak pake mikser sama sekali seperti chef yang di video itu. Hasilnya???? enak dan renyah!

Aku mulai dengan bikin shortbreadnya dulu, soale lebih lama di banding lemon posset yang tinggal campur-campur aja. Sempat punya niat ngilangin kapulaga-nya, soalnya aku biasanya beli shortbread yang biasa aja. Tapi, karena aku juga punya kapulaga hijau, ya udah deh, sekalian di pake aja, daripada gak abis-abis nantinya. Biji kapulaga yang sudah aku keluarkan, aku giling pake grinder aja. Senang deh bikinnya, gak perlu mikser sama sekali. Setelah selesai, aromanya kuat banget, kayak rada-rada bau bunga gitu. Gak kebayang gimana rasanya kecampur lemon. Tapi, yah tentu saja chef lebih tau dari pada daku yang chef amatiran, jadi tetap aja aku campur ke adonan. Ternyata emang enak banget jadinya. Cuma next time, aku harus giling lebih halus lagi, kalo kegigit rada annoying soale.

Setelah jadi, mencetaknya pun rada tricky, adonannya lembut. Akupun kebiasaan seperti bikin kue kering biasa, gilasnya ketipisan. Padahal jelas-jelas koq di resep ada ukuran ketebalannya. Waktu aku bikin rada tebelan, baru deh gampang nyetaknya. O ya, sebaiknya, di gilas diantara dua plastik (aku pake silpat), jadi gampang ngelepasnya. Ehem..karena malas pake cetakan cookie yang lucu-lucu (udah ngepak-ngepak nih, kamar mau di jebol biar nyambung sama gudang, jadi kamarku bisa lebih besar...ntar kan buat berdua *cieee*...hihihi) jadi aku kasih "stempel" aja di atas nya, ada inisial aku dan si Mas (C & H) dan ada juga edisi khusus buat blog... whoa ha ha ha ha...

Next, aku bikin lemon possetnya. Ini lebih meragukan lagi, soalnya susu kental yang di gunakan banyak banget, bisa eneg dah gue... Tapiiiii....ternyata...Oh..oh...oooh... so soft and soooo creamy....love it! love it! love it! enaaaak banget. Apalagi setelah aku diamkan di kulkas hingga memadat...wuiiih... seperti custard yang lembuuuut banget dan aroma lemonya, iiih...bener-bener bikin seger. Kalo gak ingat lagi mati-matian ngurusin badan, udah pasti aku abisin.... ehem...padahal sudah abis banyak juga, semua lemon posset yang di foto, udah ludes sebelum aku berangkat ngeliat pesanan sandal wedding sore tadi...hihihihi...

Eits lupa, kalo gak suka atau ribet bikin shortbread, lemon posset udah enak banget di makan begitu aja. Aku pernah makan di salah satu cafe (karena pelayannya sok banget, males ah nyebutin namanya...*keki berat*) lemon posset di sajikan dalam gelas-gelas mungil. Kalo di video, chefnya nambah daun mint yang di tumbuk dan di beri tambahan air lemon. Karena aku masih sulit terima rasa mint selain di permen atau pasta gigi (mint tea, kalo kepepet), jadi aku gak pake, cukup aku taburi dengan lemon zest biar rasanya gak terlalu rame...

Coba berkunjung ke websitenya aja kalo mau liat cara pembuatannya. Disini aku copy paste resepnya yaaa....


LEMON POSSET
By. Phil Vickery (www.carnation.co.uk)

Ingredients

  • 397g can Carnation Condensed Milk
  • 150ml carton double cream
  • finely grated zest and juice of 4 large unwaxed lemons (about 150ml)

To serve:

  • 1tbsp chopped mint leaves
  • 1tsp granulated sugar
  • squeeze of lemon juice

METHOD :
  1. Whisk the condensed milk and cream together until thick and very light; 4 or 5 minutes.
  2. Add the lemon juice and zest and whip for a few seconds only as the mixture will thicken very quickly.
  3. Spoon the lemon cream into ramekins, or a large trifle bowl and then chill for at least an hour, or overnight.
  4. To serve, muddle the mint leaves with the sugar and lemon juice and sprinkle a little onto the lemon cream.

Most creamy mousses need some sort of setting agent, gelatine being the most popular. Here, the reaction between the acid from the fruit, the condensed milk and the cream, make a great setting combination.

Tips

Serve this with fresh raspberries and a crisp shortbread biscuit; see our recipe for Cardamom Shortbreads.



CARDAMOM SHORTBREAD
By. Phil Vickery (www.carnation.co.uk)

Ingredients

  • 225g (8oz) plain flour
  • 115g (4oz) cornflour
  • 225g (8oz) unsalted butter, softened
  • 55g (2oz) caster sugar
  • 55g (2oz) icing sugar, sieved
  • 12 green cardamoms
METHOD :
  1. Sieve the flour and cornflour together.
  2. Beat the butter and sugars together in a bowl until soft and fluffy.
  3. Split open the cardamom pods and place the seeds into a pestle and mortar and grind to a powder. Add the cardamom powder to the butter and sugar mixture along with the flour and cornflour and then knead well to make a dough.
  4. Shape into a ball then flatten and wrap in cling film. Chill for about 15 minutes.
  5. Preheat the oven to 180°C, 350°F, Gas Mark 4. Grease 2 baking sheets.
  6. Roll out the dough to about 5mm (¼”) thick then use a 7cm (2¾”) diameter cutter to cut out the biscuits.
  7. Place on the baking sheets then bake for about 12-15 minutes, or until pale golden brown. Allow to cool slightly on the baking sheets before transferring to a rack to cool completely.

Monday, May 31, 2010

Nasi Goreng Apel


Mau posting kegiatan ku kemarin aaah... kenangan gak terlupa soalnya...hihihihi...

Ceritanya, kemarin itu, ada lomba bikin nasi goreng yang di selenggarakan sama salah satu radio swasta (panitia-nya sih bilangnya lomba bikin sarapan, tapi, yang mesti di bikin nasi goreng, sarapan gak selalu nasi goreng kan? so, lomba nasi goreng aja...*maksa*...hahahaha). Jauh-jauh hari udah diumumin di milis bagi yang mau ikutan bisa daftar bareng. Lombanya sendiri semula lomba tumis-tumis, tau-tau ganti jadi lomba nasi goreng. So, aku yang semula masih mikir-mikir dulu buat ikutan (abisnya takut gak jadi ikutan, mesti ngurusin ini itu, kan gak enak), akhirnya ikutin juga setelah merasakan hangatnya komporan mom Elly di YM..hehehehe...

Hari Kamis lalu aku ke Bandung sama si Muna ngeliat foto pre-wed. Kita balik lagi ke Jakarta hari itu juga dan sepupuku si Tona dan keponakannya Mauly, aku ajak ke Jakarta sekalian. Kali ini, aku rada semangat trial n' error dulu buat bikin nasi goreng. Nah, hari Sabtu pagi, aku jalan kaki deh ke pastrad dekat rumah sama si Tona. Selain mo belanja, juga sekalian berharap, bisa membantu menurunkan berat badan ku yang gak ada kemajuan...hahahaha... Setelah belanja buat rumah, aku beli udang sama kucai, beli doank belum ada ide buat apaan. Di rumah, aku ngeliat apple granny smith sisa bikin apple crumble yang masih bengong aja di meja gak ada yang doyan. Yo wis, aku campur aja sama nasi goreng...ogah rugi...hehehhe...

Langsung deh jreng jreng di dapur, udangnya di potong kecil-kecil dan dibikin dengan bumbu seminimal mungkin. Bukannya aku sok minimalis sama bumbu, tapi aku emang parah banget kalo masak, jadi bumbu yang sedikit artinya sedikit pula kesalahanku nanti....hahahaha... anyway, setelah jadi, di cicipi sama si Tona (minus udang, doi alergi..hihihi), katanya lumayan gak malu-maluin lah....siiip. Gak malu-maluin, udah lebih dari cukup deh, aku gak berharap menang koq, asal jadi nasi goreng aja udah untuuung....hehehehe... tapi aku suka koq, apelnya bener-bener memperkaya rasa, ada asam-manisnya. Seperti menambah nenas dalam masakkan, bedanya, kalo apel ada "kriuk" nya...

Too bad deh, Sabtu sore si Tona pulang, si Mauly mau ikutan try out. Aku yang semula mau ngajak pak Di ke supermarket buat beli bahan nasi goreng lagi, terpaksa batal. Bang Baraq sama teman-temannya datang dari Jambi minta jemput di bandara. Sebenarnya bisa aja aku nyetir sendiri, tapi emang lagi malas aja *gak heran deh!* aku putusin buat mampir di supermarket 24 jam di pinggir jalan besar dekat rumah, tentu aja mereka gak jual udang, tapi nanti aku ganti sosis aja. Malamnya, semua bahan aku siapin, sudah di potong-potong dan dimasukkan ke wadahnya masing-masing. Udah mewanti-wanti diri sendiri supaya gak ada yang ketinggalan.

Karena jam 6 sudah harus ada di depan hotel Nikko tempat acara berlangsung, jam setengah lima pagi aku sudah siap-siap. Rasa-rasanya semua udah, tinggal beli sosis aja. Sampe supermarket, ternyata mereka jual sayuran juga. Karena rasanya gak perlu, aku langsung ke tempat sosis, eeeh...ada smoked beef, kayaknya pake smoked beef lebih enak, gak jadi deh sosis, smoked beef aja. Nyampe jalan Thamrin, ternyata pada di tutup sana sini, syukurlah karena belum jam 6, mobil bisa nganterin aku sampe depan panggung acaranya. Udah hepi banget karena rasanya semua sesuai rencana, eee alaaaahhh...ternyata dompetku ketinggalan di mobil! huuu...sebel! terpaksa deh pak Di yang udah mau nyampe rumah puter balik lagi nganterin dompet. Apesnya, jalanan sudah benar-benar di tutup, jadi aku jalan kaki ke Sarinah, tempat pak Di parkir.

Selesai urusan dompet, para peserta udah boleh siap-siap di tempat masing-masing. Lumayan, uang pendaftaran 100rb dapat kompor portable mungil. Huum...padahal aku juga baru beli kompor begini, waktu itu aku bilang ke si Mas, mau diet jadi mau makan sayur yang di bikin shabu-shabu aja...baru ke pake buat bikin apple crumble doang, setelah itu, kompornya tiarap di bawah meja...boro-boro buat nyabu...hehehe...anyway, back ke acara lomba, pas nyusun-nyusun, aku baru sadar telor masih ketinggalan di kulkas...aduuuhhh...blom lagi ngeliat peserta lain bawa sayur2an buat garnish, lha, aku malah gak mikirin garnish... yaah...amatir banget deh gue! untunglah dapat tetangga masak baik hati, mba' Yanti Saleh (yang ngajarin aku bikin pempek itu lho!) ngasih telor dan mba' Yenny agogo (yang terkenal sama MBAnya) ngasih daun selada buat garnish. Jadi nasgorku gak parah-parah amat penampilannya...hihihihi...

Sayangnya, komporku apinya gak gede, gak tau kenapa. Jadi masaknya lamaaa... tapi syukurlah jadi juga nasgornya. Di susun seadanya aja abisnya aku mati ide juga. Mending ngeliatin tetangga sebelah. Waaah...mba' Yanti dahsyat deh finishing nasgornya. Pake wadah dari kelapa dan di sajikan dengan salad dan payung mungil, cantiiiik banget! tau-tau udah ada pengumuman kalo nasi gorengnya silahkan di makan, soalnya yang masuk nominasi yang di bawa ke depan. Aku sama mba' Yanti langsung bengong dan ketawa cekikikkan, soale bingung juga apa yang di nilai, lha, kita aja baru selesai...hihihihi... tapi no problem, tradisi anggota milis yang anggotanya hepi terus, makan rame-rame! semua nasi goreng di jejer di meja dan mulai icip-icip bareng. Nasi gorengnya enak -enak banget. Ada nasi goreng mba' Yenny Agogo, puedeeess n' nendang buanget! trus nasi goren kecombrangnya Ina Larizz...banyak deh, sampe kenyaaaang banget! (ya iyalah, nyicipnya cuma sesendok, tapi yang di cicipi seabrek-abrek...hahaha).

Acara lanjut sama sesi bernarsis di kamera, foto-foto. Trus di kasih tau, kalo nanti ada door prize berdasarkan nomer peserta. Pas aku buka tas berisi peralatan buat nyari nomerku, terdengar pengumuman yang menyebutkan angka-angka...itu nomerku!!!! MC nya nanya ada gak orangnya? aku langsung bilang ada, tapi karena arena masak sama panggung lumayan jauh, MCnya gak dengar, padahal aku udah teriak2 ada sambil lari-lari. Eeeh...enak aja MCnya bilang, gak ada ya? hangus! huu...sebel! aku langsung berhenti gak mood. Tapi gak taunya mas Wisnu, salah satu moderator milis NCC, lari-lari minta nomerku dan lari ke panggung. Gak tau deh mas Wisnu bilang apa, akhirnya aku tetap dapat hadiah...horeeeee!!! Makasih mas!! *hepi! hepi!*... mau tau hadiahnya apa??? ya kompor lagi!! sama persis!! huuu...hahahaha... tapi tetap besyukur deh, jadinya aku punya 3 kompor portable di rumah. Kalo udah married nanti, si Mas gak perlu beliin aku kompor kayaknya...hahahaha...

Pulang acara, rasanya capek banget, apalagi aku malam sebelumnya gak tidur gara-gara chat sama si Corey, temanku di Amrik dulu. Mata meredup dan mulai terasa pegel, rasanya mau pulang aja. Tapi mom Elly ngajak ke markas NCC di Matraman, yo wis, lanjuuuttt... lagian pak Di lagi di bandara nganterin bang Baraq. Jadi aku sama mom Elly di anterin sama Lily Tyu ke Matraman...aseeeeekk!. Sampe matraman lanjut makan nasi goreng lagi...hahaha... nasi goreng belacan mom elly dan nasi goreng tutug oncomnya bu Fat. Uenaaak dan kenyaaaang... seru deh dengerin cerita bu Fat yang dapat pelatihan cake decorating di UK. Hebat ya! setelah jam 4 sore, baru deh di jemput pak Di. O ya, sebelum pulang, dapat magnet lucu gambar prajurit Inggris dari bu Fat! horeeeee....

O ya, ini resep nasi gorengnya...


NASI GORENG APEL

by. Camelia

Bahan :

2 piring nasi putih dingin
3 lembar smoked beef, potong kotak (bisa juga udang)
1/2 bawang bombay, potong kotak kecil
1/2 apel hijau, buang bagian tengahnya iris tipis kecil
1 sdt merica putih bubuk
3 sdm kecap asin
1 siung bawang putih, keprek
2 sdm kucai yang sudah di iris tipis
1 butir telur, kocok lepas
Garam secukupnya
Minyak sayur secukupnya
Margarine secukupnya

Caranya :

1. Panaskan minyak sayur, lalu tambahkan margarine. Masukkan bawang putih, tumis hingga layu lalu singkirkan bawang putih dari minyak.

2. Masukkan bawang bombay, tumis hingga wangi, masukkan smoked beef dan telur kocok, setelah agak matang orak arik telur hingga matang, tambahkan apel, setelah agak layu, masukkan nasi, aduk aduk dan masukkan bahan lainya. Aduk rata.

3. Cicipi, beri garam secukupnya. Sajikan.

Tuesday, May 25, 2010

Apple Crumble


"Baunya koq manis??..."


Gitu kata si Mas kemarin waktu baru datang jemput dan masuk ke ruang tamu. Yep, aromanya emang kemana-mana waktu aku bikin apple crumble ini kemarin. Sukaaaaaa banget bau caramel dan cinnamonnya... so seductive deh *duileee...*. Ini emang hasil uji coba resep dari majalah Femina. Aku suka sekalee liat chef yang ngasih resep, namanya chef Karen Carlotta. Abisnya, chefnya masih muda, trus dessertnya bener-bener menunjukkan kalo keluar dari tangan seorang chef. Jadi walaupun muda, sexy, dan cantik, chef yang satu ini bener-bener bisa bikin dessert. Gak kayak chef yang suka pamer aurat di tv tapi ngeliat makanan yang dibikin, malah membuat daku berfikir itu chef gak pede sama masakannya sendiri, jadi mesti menonjolkan hal-hal yang gak perlu... hihihihi....ssssttttt!!! *bisik-bisik* anyway, semua resep yang di berikan chef KC di majalah keliatannya enak-enak banget.

Semula aku sempat bingung mau nyoba yang mana, setelah dipilih-pilih, mau bikin antara chocolate pudding apa apple crumble ini. Naaah...kebetulan aja lagi jalan sama si Mas, ngeliat apple granny smith yang mengkilap dan hijaunya keliatan suegeeer banget. Maka, resep pertama pilihanku jatuh sama apple crumble yang super crumbly ini! Seperti biasa, beli bahannya udah seminggu lalu, baru sempat bikin kemaren...itu pun pake acara heboh karamel gosong segala. Si Mas terbengong-bengong ngeliat asap keluar dari wajan, tapi gak bisa berbuat apapun soale aku lagi sibuk beres-beres kamar...hahahahha...

Suka deh motong-motong apple yang crunchy. Kreeesssh! gitu bunyinya. Buat ku, cuma senang bunyinya doang, makannya gak. Aku emang gak begitu doyan buah (not healthy! jangan di tiru!). Ada sih beberapa buah yang aku suka, seperti mangga, pisang, manggis...buah-buah tropislah. Tapi kalo ada aja, kalo gak ada, aku juga gak berusaha beli buah..hehehe... nah, untuk apple, aku sukanya emang di olah lagi. Dulu waktu sama host family, suka banget di traktir apple pie, crisp, crumble sampe cobbler. Kayaknya mereka satu angkatan deh, cuma beda jurusan aja..*apaaaaa coba!*. Menurutku, apple sama cinnamon memang meant to be deh. Paaaasss banget!

Kalo apple crumble chef KC ini, rada beda dari yang pernah aku cicipi. Pake almond cake segala di bagian atasnya, trus applenya pun dimasak dengan gula yang di karamelkan dulu, trus di campur krim kental seperti toffee. Semula, aku agak ragu sama kombinasinya. Ternyata.....it works!!! Bayangin aja, bagian bawah ada apple cinnamon dengan saus caramel yang bubbly, trus almond cakenya yang crunchy tapi moist dan di atasnya ada taburan crumbs yang nambah tekstur extra di mulut...seru banget euy! kali ini aku bikin apple crumblenya pake ramekins mungil, supaya bisa diambil porsi secukupnya dan gak perlu keliatan berantakan saat disajikan kalo di panggang dalam wadah besar sekaligus. Di tambah es krim vanilla di bagian atasnya..yummm..yuummm....Cantik kaaan? *narsis abis*

Tadi pagi, akupun sarapan pake apple crumble ini. Tinggal di masukkan ke oven, trus beberapa menit aja, keliatan bagian bawahnya kembali bubbly. Warm apple crumble in the morning...aaaahhhh....heavenly!

Abis jemput laptop siang tadi, aku sama si Mas langsung ke tanah abang buat nambah seragam. Rasanya gak sabaaaaarrrr banget pengen pulang ke rumah buat ngeblog...selain pengen posting apple crumble, aku juga udah kangen banget sama laptop tersayang setelah kelamaan nginep di service centernya....hihihihihi...si Mas yang pamit pulang ke Malang buat persiapan keluarga di sana pun cuma dapat anggukkan dan lambaian tangan bubbye doang, soale aku ngeblog sambil menikmati warm apple crumble yang paaasss banget hujan-hujan begini...jadi gak nyadar sampe si Mas say good bye berkali-kali...whoa ha ha ha

Ntar mau nyoba resep chef KC yang lain lagi, mudah-mudahan daku tidak berubah fikiran di tengah-tengah seperti biasa. Kapan ya chef KC ini punya tv show sendiri yang hanya ngebahas desserts aja kayak Anna Olson. Daku pasti dengan senang hati duduk di depan tv... apalagi kalo beliau berpakaian yang manis dan gak vulgar di acara itu, jadi aku tetap nyaman kalo mesti nonton bareng si Mas...ehem...abisnya dia specialty private dining gitu, kan tidak semua orang bisa ber-private dining-ria....(mudah-mudahan one day aku bisa hire private chef sendiri ya! Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn!!! hahahahahaha....).

Resepnya, ini ya...



APPLE CRUMBLE
by. Chef Karen Charlotta (Majalah Femina)

Bahan :

Caramelized Apple :
400 gr aple granny smith, kupas, potong dadu 2 cm (kalo gak ada bisa diganti apel malang)
1/8 sdt garam
1/4 sdt kulit kayu manis bubuk
100 gr kismis
50 gr air
100 gr gula pasir
40 gr mentega tawar
100 ml krim kental

Almond Cake :
1 butir telur ayam
2 kuning telur ayam
75 gr gula palem
10 gr tepung custard
75 gr almond bubuk
10 gr tepung terigu serba guna

Crumble :
25 gr gula pasir
25 gr mentega tawar
75 gr tepung terigu serba guna, ayak

Pelengkap :
Gula bubuk (aku gak pake)
Es krim vanilli siap beli

Cara Membuat :

Caramelized Apple :
Aduk rata apel, garam, kayu manis bubuk, dan kismis. Sisihkan. Didihkan air dan gula, masak hingga menjadi karamel. Tambahkan mentega dan campuran apel. Aduk-aduk hingga apel lunak (hati-hati ya, supaya apel gak hancur). Tuangi krim kental, aduk rata. Tuang ke dalam wadah saji. Sisihkan.

Almond Cake :
Kocok telur dan gula hingga kental, masukkan sisa bahan, aduk rata. Tuang diatas caramelized apple. Sisihkan.

Crumble :
Aduk semua bahan dengan tangan hingga berbutir, taburi diatas almond cake.

Panggang dalam oven panas suhu 170 C selama 30 menit. Angkat.

Penyajian : taburi gula bubuk, sajikan bersama es krim vanilli (anget-anget juga enak..nyam..)

Friday, May 7, 2010

Coffee Marble Cake

Duuuh...kuenyaaang..
Tadi abis refleksi sama kak Ika n' Dea, trus muter-muter sekitar kawasan Murni nyari sate. Jadi kenyang deh. Hum...buat yang belum pernah ke Jambi, kawasan ini wajib kunjung buat wisata kuliner malam. Ada makanan yang biasa seperti sate, nasi goreng, seafood, sampe mie celor dan martabak India, di sini tempatnya. Aku dari kecil sering banget sama ortu ku makan di sini. Padahal ortu ku itu dulu tugasnya di kabupaten yang jaraknya 1 jam dari kota Jambi. Sambil ngantuk-ngantuk aku tetap hepi kalo di ajak ortu maem di sana sebelum pulang ke kabupaten. Ada satu toko tempat keluarga ku suka mangkal namanya Mentari (kalo gak salah, gak pernah meratiin sih..hihihi) di situ kwetiau nya enak dan satenya juga. Di tempat itu pertama kali little me and my brother nyoba susu beruang (gak yakin namanya itu, tapi ada gambar beruang...bear brand..hihihi) plus sirup coco pandan plus es batu. Saking doyannya, Papaku sampe sering beliin kita susu yang dulunya di kaleng pendek itu. Ibuku pun selalu nyetok sirupnya di rumah. Apalagi kalo bulan puasa, belanjaan wajib tuh. Sampai sekarangpun, aku sahurnya itu...teteeeuup pake es (padahal subuh ya!). Udah sugesti kalo minum itu, gak berasa lapar...hahahaha...

Enough about murni...
Ini postingan ku yang kedua nyambung yang tadi setelah terpotong ajakan kak Ika buat refleksi. Aku emang ada kenangan tersendiri sama cake marmer. Waktu aku SMP, aku di suruh Ibuku ke rumah tante Aini (kakak Ibuku) yang punya hotel. Tanteku ini jago masak dan jago bikin kue. Orangnya baiiik banget, suaranya lembut dan sayaaaang banget sama aku. Tiap kali ortu ku tugas dan mesti meninggalkan rumah cukup lama, Tante Ainilah penyelamat perutku dan abangku dari masakan ngasal para asisten rumah tangga. Dua kali sehari, supir hotel bakalan nganterin rantangan berisi lauk pauk yang enak-enak. Bahkan pake acara nanya aku mau minta di masakin apa. Tentu saja, tante Aini sebel kalo Ibuku nanya berapa kateringnya. Dia selalu bilang, anak-anaknya makan gak ada yang bayar. Wajarkan waktu terakhir Ibuku sakit-sakitan, beliau cerita ke aku kalo kangen banget sama tante Aini yang sudah lebih dulu meninggalkan kami (beliau wafat aku masih di Amrik). Duuh....jadi kangen sama Ibu dan Tanteku itu, alfatihah ya buat mereka....

O ya, tante Aini juga punya satu anak perempuan, kak Peni. Beliau beberapa tahun lebih tua dari aku dan udah seperti kakak perempuan beneran buat aku (mungkin karena kita sama-sama anak perempuan satu-satunya kali ya). Nah, waktu itu pas dekat lebaran, Ibuku nyuruh ikutan waktu kak Peni dan tante Aini yang mau bikin kue. Aku diantar ibuku ke hotel beliau (kebetulan tante memang tinggal di belakang hotelnya) lengkap dengan margarine, telor, tepung yang seabrek-abrek. Tante Aini menyambut aku dengan senyam senyum, apalagi ngeliat aku yang cemberut aja di tinggalin Ibuku yang lanjut shopping buat persiapan puasa...hehehe... Aku gak ingat kue apa aja yang di ajarkan tante Aini, tapi aku ingat sama cake marmer. Aku masih ingat jelas tante ngajarin aku cara mencairkan margarine dan nyodorin sendok, lalu aku disuruh muter-muter adonan coklatnya pake tangkai sendok. Aku langsung kagum melihat coklatnya jadi kayak batik. Duuuh...kalo tante ku itu tau sekarang aku suka baking suka rela tanpa cemberut, dia bisa terharu kali ya... (terharu atau gak yakin ya...hehehe)

Beberapa hari terakhir, aku pengeeeen banget makan cake marmer seperti yang dulu. Tapi males bikinnya...(yeeee!) lagian, setiap resep cake marmer yang aku temui, selalu menteganya di kocok dan tidak di cairkan. Akhirnya tadi pagi aku iseng aja nyoba bikin cake marmer versi sendiri. Aku dapat gambaran dari resep bolu gulung ekonomis itu, soale margarinnya kan di cairkan. Mulai deh aku bikin-bikin. Untuk warna coklatnya, aku pake kopi Jambi yang wangiiiii.... biar beda maksudnya (padahal emang gak punya coklat bubuk...hihihihi). Ternyata, kopinya bikin kuenya jadi wangiiii banget waktu di oven. So, aku benar-benar rekomen, kalo bikin kue ini pake kopi Indonesia aja, yang bijinya masih terasa (gak instant). Rasanya???hum...baik rasa maupun teksturnya mirip sama bolu jadul yang di ajarkan tanteku dulu. Yang bikin beda, waktu kegigit bagian berwarna hitam, mulai terasa kopinya. Udah dapat pujian kayak kak Ika, yang katanya kalo bikin lagi, harus tetap pake kopi. Siiip deh...namanya jadi Coffee Marble Cake donk!

Ini resepnya...



COFFEE MARBLE CAKE

by. Camelia

Bahan :
4 btr telur utuh
2 butir kuning telur
75 gr tepung terigu
25 gr susu bubuk
90 gr gula pasir
1/2 sdt vanilli bubuk
1oo gr margarine, cairkan

Larutan kopi :
1 sdm kopi bubuk (jangan yang instant ya, kopi tubruk aja)
larutkan dengan 2 sdm air panas(hingga berubah menjadi pasta)


Caranya :
  • Siapkan loyang, olesi margarine dan taburi tepung, sisihkan.
  • Kocok telur dan gula pasir, vanilli hingga benar-benar kental dan berjejak
  • Masukkan tepung, susu bubuk dan aduk balik hingga rata, lalu masukkan margarine cair, aduk balik hingga benar benar rata.
  • Ambil beberapa sendok adonan, campur dengan larutan kopi aduk rata.
  • Tuang adonan tanpa kopi ke dalam loyang (aku pake loyang kotak ukuran 18 cm) lalu tuang adonan berkopi diatasnya, sebarkan ke beberapa tempat.
  • Gunakan tangkai sendok, aduk adonan berkopi dengan gerakan memutar hingga berbentuk marmer.
  • Panggang di oven hingga matang.

PS : Untuk anak-anak, ganti kopi dengan pasta cokelat adza.


Jelly Roll Cake

Kali ini mau posting resep bolu gulung *lagi*. Aku bikinnya sih hari Rabu lalu. Padahal ceritanya mau di bikin Selasa, biar bisa pamer sama sanak keluarga yang rapat panitia di rumah, tapiii...biasaaa... di tunda melulu. Pagi di tunda siang, siang ditunda sore...eh malam tamu udah berdatangan. Tapi bagus juga gak jadi, lha kalo bikin paling satu gulung, sanak keluarga yang di undang lebih dari seratus orang...hahahahaha... Tapi senang deh, rapat panitanya berjalan lancar, semua keluarga besar antusias walaupun seragamnya kurang...biasa, kadang adaaaa aja yang lupa namanya di masukkan ke daftar...hehehehe... no problem, pokoke ntar di tambah yaaa... biar semua kebagian seragam...iiih, koq malah ngomongin seragam...hihihihi...kena wedding syndrome nih...

Anyway,
Aku emang milih resep ini dari Paula Deen. Abisnya aku suka banget sama dia. Dia tipikal ibu-ibu yang baik hati tuh. Sayang sama anak-anaknya dan selalu senyum. Aku "jatuh hati" pertama kali sama Paula Deen waktu lihat dia di acaranya Oprah, personality-nya yang bikin orang langsung ngerasa connected sama dia. Hangat dan menyenangkan. Dia lucu deh waktu di tanya Oprah soal resep-resepnya yang banyak pake bahan-bahan full lemak, katanya "Sayakan tukang masak kamu, bukan dokter"...hehehehe... mantap kaaan??? di tambah southern accent nya yang bikin gregetan, mantap deh bu Paula jadi salah satu pembawa acara masak kesukaanku.So, gara-gara sukses sama bolu gulung ekonomis beberapa waktu lalu, aku jadi ketagihan bikin bolu yang di gulung (disamping daku ogah rugi udah bela-belain beli loyang *medit.com*..hihihi). Aku hepi banget ketemu resep Jelly roll cake ini. Hum...kebetulan si Dea juga libur 3 hari (anak kelas 6 pada UAN tuuh...good luck kids!), dia jadi asistenku bikin jelly roll, jadi tukang memasukkan tepung dan lainnya...udah ahli tuh dia..hehehehe... Kali ini kita pake selai strawberry aja (si dea paginya bela-belain beli selai morin). Tapi pas di gulung, dia malah minta bagian gak pake selai, oke deeeh, seperempatnya gak di olesi selai, polos aja, dan ternyata emang langsung ludes dihabisin Dea.

Jelly roll cake ini bikinnya rada beda. Semula aku persimis, soale kuning telurnya setelah di kocok dan di masukkan gula dan tepung, jadi kentaaaaaal banget. Seperti gak proposional gitu. Tapi langsung lega setelah di masukkin putih telur, adonan menjadi ringan banget. Seperti sponge cake gitu. Gak perlu pake mentega segala, udah ringan. Naaah, pas ngegulungnya unik, kertas rotinya di taburi gula dulu, jadi setelah digulung, gulanya nempel (beberapa ada yang runtuh juga siih) di bagian kulitnya. Hasilnya gak se-moist bolu gulung ala Indonesia. Rada kering gitu (apa lagi kalo dibiarkan kena angin, tambah kering) tapi aku suka rasanya. Mungkin next time, aku pake isi whipped cream dan potongan-potongan buah, pasti lebih segar. Nah, yang jadi masalah, rasa manisnya. Padahal aku cuma pake 1/2 cup gula, tetep aja kemanisan. Mungkin karena resep Amerika ya, terlalu manis buat selera kita. Padahal di sononya malah di tambah taburan gula halus sebelum di sajikan. Soo... kalo aku nyobain lagi, gulanya definietly aku kurangi rada banyak.

Setelah cake di potong, aku ajak Dea ke depan rumah buat di foto...dia semangat banget cari property buat nambah atribut fotonya. Dia sendiri milih pajangan kristal punya almarhumah Neneknya (Ibuku) dulu, dan bela-belain jadi tukang pegang...hehehehe...Jepreeetsss!! yang megang dapat jatah mejeng di blog bibi Lia...hihihihi...

Ini resepnya yaaa...



Old South Jelly Roll Cake

by. Paula Deen


Ingredients:

3/4 cake flour, sifted
1 tablespoon vanilla
3/4 cup sugar
4 eggs, separated
3/4 teaspoon baking powder
1/4 teaspoon salt

Garnish:
Confectioner’s sugar for dusting, sifted
1 cup jam or jelly, stirred well
whipped cream

Directions

Preheat oven to 400 degrees.

In a small bowl beat egg whites until stiff but not dry and set aside. In another bowl, beat the egg yolks until light. Gradually add the sugar and vanilla, and mix well.

Sift together the flour, baking powder, and salt. Add the sifted flour mixture to the egg yolk mixture. Fold in the egg whites into the egg mixture and pour the batter into a 15x10x1-inch jelly roll pan lined with wax paper.

Bake for 8 to 10 minutes or until cake is golden.

Loosen edges of cake, invert cake onto a towel dusted with confectioners sugar. Gently peel wax paper off cake. Trim 1/4-inch of hard crust off each long side of the jelly roll cake. Begin with the narrow side and roll the cake and towel up together. Cool cake on rack seam side down for 10 to 15 minutes.

Once cake has cooled, gently unroll and spread cake with jam or jelly and re-roll. Sprinkle with confectioner’s sugar or cover with whipped cream.

Saturday, May 1, 2010

Bolu Gulung Ekonomis

Akhirnya, kesampaian juga niatku bikin bolu gulung sendiri... sebenarnya, ini gara-gara mau bikin chiffon buat chiffon week yang ntah kenapa, udah 2x nyoba, gagaaaaalll 'mlulu... padahal bikinnya di bantu kak Ika lho. Sekali di Jakarta, ok deh gagal soale kita emang improve bikin resep sendiri (sok tau deh gue!), lha di Jambi, kemarin lusa kita bikin lagi, juga ikut-ikutan gatot. padahal udah ikut resep plek! aaah...sutralah. Dari pada depress mikirin chiffon, sorenya aku minta si Muji (supirnya Bokap) buat beli loyang bolu gulung dan selai. Mintanya blueberry, eh yang di beli strawberry. Kiloan pulak!. Karena udah malam, baru kemarin aku nyoba bikin bolu gulung ekonomis yang resepnya aku ambil dari blog doyan kue-nya mba' Mawar.

Udah lamaaaa banget pengen nyoba bikin bolu gulung panggang. Tapi belum nemu resep yang pas. Rata-rata resepnya buat loyang yang gede, gak muat buat oven listrik mungilku dan aku paling males kalo mesti ngerubah ukuran resep (maklum, matematika ku ngepas..hehehehe). Nah, pas lagi jalan ke blog-nya mba' Mawar, ketemu sama resep ini. Senang deh, selain ukurannya gak besar (aku pake loyang 24x24 cm), aku juga suka karena resepnya tanpa emulsi. Aku senang deh resep-resep yang gak pake emulisifier, bukan apa-apa, soale aku jarang nyetok. Lagian, resep begini, bisa di bikin di mana saja. Termasuk di luar negeri yang emulsifier (bangsa TBM, SP, Ovalet dll) susah di dapat. Pokoknya resep ini masih original bangeeet....aseeeekkk!!

Tapi kemarin, di tengah-tengah pemanggangan, lampu mateeeee!! hiks! mana adonan belum mengembang sempurna walaupun udah matang. Bolunya rada mengkerut, trus ada lapisan tipis yang rada keras di bagian bawahnya...duuuh, bisa jadi karena aku ngoles loyangnya dengan mentega dan di taburi tepung, jadinya malah bikin lapisan sendiri. Anyway, bolu yang semi-gagal itu aku olesi selai strawberry yang di beli si Muji. Ngegulungnya masih kacau dan lepas-lepas. Yang bikin sebel, selainya kelewat encer, malah netes kemana-mana. Tapi untuk rasa bolunya, aku suka banget! kayak bolu gulung nanas murah-meriah yang sering di jual di pasar Jambi. Apalagi semalam bang Iqbal bilang enak...*cihuuy*. Humm...kembali membulatkan tekad (duileee...bikin kue aja mbuletin tekad..giliran beres-beres kamar, males...hihihihi) untuk bikin lagi hari ini. Pas ke supermarket semalam sama kak Ika dan Dea, aku ambil sebotol selai nenas, buat filling bolu gulung yang baru.

Nah, pagi tadi disaat rumah sepiiii banget,, aku mulai kasak kusuk sendiri di pantry. Karena bahannya simple dan bikinnya gampaaang banget, bikinnya pun cepat. Kali ini, loyangnya cuma aku olesi mentega aja (embeer...di blognya mba' Mawar juga udah di bilang olesi mentega aja...gue aja yang gak nyimak...hahahaha) dan pengadukan mentega cair, juga bener-bener di aduk balik hingga rata, supaya gak ada endapan mentega yang bikin bantet. Setelah selesai, tinggal di panggang di iringi doa supaya PLN gak matiin lampu lagi...*huh!* dan hasilnyaaa...??? Taadaa!!! berhasil! berhasil! Suka deh ngolesin selai nenes-nya, kali ini selainya padat dan ada serat nenas-nya (aku pake selai Morin *cinta deh ama produk Indonesia yang enak-enak*), jadi pas di gulung gak bleber kemana-mana.

Sayangnya, di rumah gak ada pisau kue dan pisau si Umi kurang pas di pake buat motong bolu gulung, jadinya gak rapi deeh... tapi yang penting rasanya donk! enak dan familiar banget. Kak Ika aja langsung bilang, mirip bolu gulung nenas yang sering kita beli...hihihi...yep, one of my childhood favorite!

Ini resepnya ya...



BOLU GULUNG EKONOMIS

Source : Blog Doyan Kue-nya Mawar


bahan:

5 butir telur
90 gr gula pasir halus
50 gr tepung terigu
10 gr tepung maizena
10 gr susu bubuk
90 gr margarin cair
butter cream atau selai



Cara Membuat:

1. Kocok telur dan gula hingga kental dan mengembang
2. Masukkan tepung terigu, maizena dan susu bubuk sambil diayak, aduk rata
3. Masukkan margarin cair sedikit demi sedikit, aduk rata
4. Tuang adonan kedalam loyang yang sudah dioles mentega dan dialasi kertas roti, panggang dengan suhu 190 derajat selama 25 menit.
5. Oesi cake dengan selai atau butter cream (tunggu hingga dingin) sesuai selera, gulung (dengan bantuan kertas roti) dan padatkan. Siap dihidangkan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Anniversary

Daisypath Anniversary tickers

Ava

Lilypie Kids Birthday tickers

Eijaz

Lilypie Fourth Birthday tickers