Search This Blog

Saturday, April 9, 2011

Cannoli

Gara-gara nonton Cake Boss, salah satu acara favoriteku, aku jadi penasaran cannoli itu rasanya gimana. Keliatannya sih enak banget, soalnya di acara itu di lihatin gimana para pembeli rela antri di depan toko saat ada promo conneli murah, trus, aku ngeliat lagi si canolli di beberapa film yang aku tonton...wuiiih...makin penasaran sama tabung ber-krim ini. Langsung deh aku cek di internet, ternyata, cannoli termasuk dessert Italia yang lumayan terkenal juga (walaupun gak se-familiar Tiramisu), tepatnya dari Sicilia. Malah banyak banget penggemarnya, yang emang dari kecil suka cannoli sampe udah Kakek-Nenek, masiiiih aja suka cannoli. Apalagi, bahannya sepertinya gak sulit-sulit amat, masih bisa di usahakanlah. Mulailah aku nyari resepnya, dari beberapa resep, aku pilih resep dari Allrecipes di sini. Ternyata untuk fillingnya, juga macam-macam, tapi karena pertama kali, aku ngikut aja apa yang ada di resep.

So, aku mulai bikin list kalo ke Jakarta, mesti beli apa aja. Lega banget pas ke supermarket gede di Jambi ada jual ricotta cheese, tumben banget. Itu supermarket rada aneh, kadang barangnya ada, kadang gak ada...kebetulan aja pas aku ke sana emang lagi ada, langsung deh beli 4 sekalian. Jadi pas aku ke Jakarta bulan lalu, aku cuma perlu beli orange peel aja (manisan kulit jeruk). Eh..sekalian belanja yang lain-lain juga...biasa...nyetok...hehehe... setelah bahan terkumpul, eitttsss.... daku gak punya cetakannya. Udah sempat mikir mau beli rolling pin kecil aja, tapi rasanya sayang banget. Toh kelihatannya, cetakan cannoli shells itu cuma pipa besi doang. Untung deh ada mas Rofiq, temannya si Mas. Aku cerita kalo butuh pipa besi stainless diameter 2,5 cm dan ukuran panjangnya serkitar 15 cm. Mas Rofiq janji akan bikinin, dan minggu lalu, dia sendiri yang ngasih ke aku 6 buah potongan-potongan besi idaman *lebay*...hehehe...Horeeee!!!!

Kemarin, rumah lagi sepiiii banget, si Mas kerja, Papa ke Jakarta, kak Ika n' the gank udah pindah ke rumah baru-nya dan sepupuku si Tona, sibuk ngurusin taman di rumah baru juga...daku kesepian....hiiiikssss!!! Jadi deh aku memaksakan diri mulai bikin cannoli shells di pantry. Cara pembuatannya, sebenarnya gampang banget. Di resep tertulis menggunakan masala wine. Of course, aku gak pake, jadi aku ganti dengan susu. Cuka-nya, aku ganti dengan parutan kulit lemon. Saat adonan terasa kering, aku gak menambahkan susu kedalam adonan, tapi justru tanganku yang aku celupkan ke susunya. Tiap menguleni dan terasa kering, aku celupkan lagi. Dengan cara itu, aku gak perlu khawatir adonanku akan lembek karena kebanyakan cairan.

Prosesnya seperti membuat kulit pangsit. Setelah bahan di campur, aku coba menggilas adonan dengan rolling pin, hasilnya tebal dan mudah berkerut...ehem...di resep emang di suruh pake gilingan pasta, emang dasar aku aja yang mau menggampangkan masalah...hehehee... akhirnya, dengan persimis, aku ambil gilingan pasta ku. Sejak di beli, cuma di pake sekali aja. Waktu itu ngotot mesti beli karena mau nyoba bikin pastel ala keluarganya si Mas. Tapi giliran di coba, ribet banget dan adonannya justru ancur, aku jadi malas berurusan sama gilingan pasta lagi...*biasaaa!*. Kali ini, aku berusaha sabar *cieee*, adonannya aku giling mulai dari ukuran paling besar, no 1 hingga ke no 7. Aku tidak menggilas adonan hingga ke nomer yang paling tipis, karena waktu aku coba, jadinya ketipisan dan mudah sobek saat di potong. Untung aku pernah kursus bikin mie di NCC, jadi aku tau gimana caranya supaya adonan gak lengket dan sobek. Secretnya, taburi tepung teruuussss...hehehe... sebelum di giling, taburi tepung depan belakang, lakukan itu terus setiap kali masuk kedalam gilingannya.

Waktu menggoreng juga harus hati-hati, karena cetakannya kan besi panas. Untuk itu, penjepit mutlak di butuhkan. Juga harus hati-hati saat mengangkatnya, karena masih berminyak, tabungnya bisa lepas dari kulitnya, perhatikan agar gak jatuh ya, besinya sedang panas banget lho. Menggorengnya pun jangan menggunakan minyak yang terlalu panas, karena ada besinya (yang juga menghantarkan panas) kulitnya cepat gosong. Gunakan panas sedang, dan goreng hingga keemasan aja. Kesalahanku kemarin, aku ngegiling adonan sedikit, aku potong bulat, lalu aku gulung ke cetakannya. Terus aku goreng. Setelah di goreng, diangkat, kompor aku matikan. Trus baru aku giling lagi dari awal...repoooottttttt buangeeeeettt!!!! harusnya, aku giling n' cetak aja semua, baru dah aku gulung *telmi* baru di goreng. Kalo kayak kemarin, aku sibuk sendiri, lha...cetakannya cuma ada 6 biji. Jelas harus nunggu rada dingin dulu baru bisa di lepas (panas euuuyy...!). Gimana gak teler aku di bikinnya. Pokoknya, ini pelajaran buat aku untuk mulai mempertimbangkan manajemen proses juga sebelum bikin kue ataupun masakan...hehehehe...

Anyway, karena kemaren udah habis waktuku sepanjang sore bikin shellsnya, aku putusin buat bikin filling nya siang tadi. Keju ricottanya, aku saring dulu supaya tidak berair. Trus tinggal campur dengan gula halus, orange peel dan chocolate chips nya. Masukkan ke dalam plastik segitiga, potong ujungnya, tinggal semprot dari kedalam cannolinya dari tengah keluar di setiap lubangnya. Kalau masih ragu, aku ngeliat cara mengisi nya di video youtube di sini. Setelah selesai, atasnya aku taburi gula icing.

Rasanya???? aku suka! kulitnya crispy dan flaky saat di gigit, trus krim ricottanya juga enak. Suka banget saat kegigit orange peelnya, rasanya segaaaarrr...apalagi sebelum di semprot sempat aku dinginkan dulu fillingnya di kulkas. Sayang aku ngerasa keganggu dengan coklat chipnya, mungkin merk yang aku beli ini gak bagus (aku beli waktu produsennya promo di acara HMFFnya NCC, padahal aku sering pake DCC-nya lho... chocolate chipnya terasa banget after taste nya). Nanti kalo aku bikin lagi, coklatnya aku ganti coklat lain aja dan akan aku tambahkan whipped cream supaya lebih creamy atau cream cheese untuk menambah rasa.

O ya, kemarin saat setengah mati bikin shellsnya, aku kepikiran pake kulit pangsit aja *hehe*, tapi setelah jadi, terasa koq bedanya. Kulit cannoli ini lebih manis dan tasty, karena mengandung gula, cinnamon dan lemon. Trus disarankan sebaiknya, di beri filling saat akan di makan. Jadi tadi aku coba biarkan satu yang telah di beri filling. Ternyata bener, kulitnya yang mestinya renyah malah jadi ngaret, soggy gitu. Gak enak deh.

Ini resepnya :



CANNOLI

by Lydia Nacawa (Allrecipes)

Ingredients

  • Shells:
  • 3 cups all-purpose flour
  • 1/4 cup white sugar
  • 1/4 teaspoon ground cinnamon
  • 3 tablespoons shortening
  • 1 egg
  • 1 egg yolk
  • 1/2 cup sweet Marsala wine (aku ganti susu cair)
  • 1 tablespoon distilled white vinegar (aku ganti 1 sdt parutan kulit lemon)
  • 2 tablespoons water
  • 1 egg white
  • 1 quart oil for frying, or as needed
  • Filling:
  • 1 (32 ounce) container ricotta cheese
  • 1/2 cup confectioners' sugar
  • 1 cup chopped candied citron
  • 4 ounces semisweet chocolate, chopped (optional)

Directions

  1. In a medium bowl, mix together the flour, sugar and cinnamon (juga kulit lemon). Cut in the shortening until it is in pieces no larger than peas. Make a well in the center, and pour in the egg, egg yolk, Marsala wine, vinegar and water. Mix with a fork until the dough becomes stiff, then finish it by hand, kneading on a clean surface. Add a bit more water if needed to incorporate all of the dry ingredients. Knead for about 10 minutes, then cover and refrigerate for 1 to 2 hours.
  2. Divide the cannoli dough into thirds, and flatten each one just enough to get through the pasta machine. Roll the dough through successively thinner settings until you have reached the thinnest setting. Dust lightly with flour if necessary. Place the sheet of dough on a lightly floured surface. Using a form or large glass or bowl, cut out 4 to 5 inch circles. Dust the circles with a light coating of flour. This will help you later in removing the shells from the tubes. Roll dough around cannoli tubes, sealing the edge with a bit of egg white.
  3. Heat the oil to 375 degrees F (190 degrees C) in a deep-fryer or deep heavy skillet. Fry shells on the tubes a few at a time for 2 to 3 minutes, until golden. Use tongs to turn as needed. Carefully remove using the tongs, and place on a cooling rack set over paper towels. Cool just long enough that you can handle the tubes, then carefully twist the tube to remove the shell. Using a tea towel may help you get a better grip. Wash or wipe off the tubes, and use them for more shells. Cooled shells can be placed in an airtight container and kept for up to 2 months. You should only fill them immediately or up to 1 hours before serving.
  4. To make the filling, stir together the ricotta cheese and confectioners' sugar using a spoon. Fold in the chopped citron and chocolate. Use a pastry bag to pipe into shells, filling from the center to one end, then doing the same from the other side. Dust with additional confectioners' sugar and grated chocolate for garnish when serving.

Thursday, April 7, 2011

My New Blog!



Aku punya blog satu lagi lho...ehem...hihihihi...
Well, sebenarnya udah kepikiran lama mau bikin blog terpisah, tapi baru mulai dibikin bulan lalu. Kenapa baru di publish sekarang? karena aku masih ragu, bermanfaat apa gak, atau malah nambah rese' aja. Blog yang satu itu memang sengaja aku bikin khusus kitchenware, ingredients atau gadget yang sering aku gunakan. Tentu saja, isinya aku sesuaikan dengan pengalamanku sendiri. Kan aku bukan chef, suhu ataupun baker terkenal. Cuma buat senang-senang aja. Jadi kalo misalnya ada yang salah, yah...jangan di seriusin, namanya juga blognya aku, dan yang pake juga aku...hahahaha...

Semula, ini gara-gara ada yang email ke aku, nanyain kalo first time baker itu butuh apa aja sih? nah, aku jawab sesuai dengan apa yang aku gunakan pertama kali aku baking dulu. Sama yang email, peralatannya pun dikumpulin. Ternyata, dari 5 alat yang aku berikan, ada satu yang menurutnya gak pernah dia pake sama sekali. Cuma menuh-menuhin kamar kosnya yang sempit. Setelah lamaaaaaa.....baru dia email lagi, kalo dia gak pake karena dia memang gak mengerti cara memakainya. Mau tau apa alatnya??? ya measuring cups! setelah aku ingat-ingat, kenapa aku rekomen measuring cups, karena dia bilang uangnya blom cukup buat beli timbangan...ya mana aku tau kalo dia pada akhirnya beli timbangan?? hehehe...

Walaupun dia gak marah dan hanya ketawa-tawa aja. Aku jadi kepikiran juga *sok sensi ih!* So, sejak saat itu, aku ogah ngasih saran kalo di tanya butuh apa aja. Paling jawabanku cuma "ya, sesuaikan saja dengan kebutuhan". Karena itulah, aku memutuskan *duileee* bikin blog satu lagi, yang isinya hanya isi dapur aja. Apa manfaatnya untuk aku dan bagaimana aku menggunakannya, akan aku kumpulkan disitu. Kalo ada yang nanya lagi, silahkan di cek aja kesana, lalu putuskan sendiri, perlu apa gaaaaakk.....gitu lhoooo....hahahaha...

Naaah...itu deh slight info tentang blogku yang satu lagi...C U there ya...
*hug*
-Camelia-

Wednesday, April 6, 2011

Reine De Saba (Chocolate and Almond Cake)

Suka Opera Cake..??? nah, cake ini rasanya mirip banget. Ada bahan yang dominan di Opera juga di gunakan di cake ini, yaitu almond dan kopi (kalo pake kopi ya...). Bedanya, kalo Opera berlapis-lapis, kalo ini hanya satu cake utuh. Pokoknya kalo suka sama cake yang lembut, hampir mirip fudge yang padat, so pasti suka sama cake coklatnya Julia Child ini. Yup akhirnya aku coba juga resep dari buku resep favorite ku, Mastering the Art of French Cooking. Resep cake cokelat ini, termasuk salah satu resep yang udah aku bookmark dari pertama. Tapi seperti biasa, nge-bookmarknya udah dari taun lalu, bikinnya baru sekarang...(yah lumayanlah, biasanya 3 tahun mendatang...hahahaha...).

Tapi ntah kenapa, apa memang aku mesti di "paksa" sama tante Julia Child untuk membaca bukunya abis-abisan sampe betul-betul ngerti atau emang karena aku udah lama gak baking, hingga aku harus dua kali bikin untuk mendapatkan cake as expected. Pertama, cake ku adonannya keliatan dikiiit, artinya adonannya turun, hasilnya cake gak naik dan tingginya cuma sekitar 1,5 cm (ok, cake a la Perancis biasanya emang gak terlalu tinggi, tapi so pasti gak sependek ini..ehem..). Trus, waktu mencairkan coklat dan kopi, aku gak tau kalo kopinya harus dilarutkan dulu, hasilnya saat cake ancur itu di makan, terasa pahiiit, ya iyalah, ada butiran-butiran nescafe di dalam adonannya yang bikin asoy banget pahitnya...*ha ha!*. Lalu dengan pedenya, tanpa memperhatikan cake yang bakalan gatot itu, aku tetap bikin glace coklatnya. Hasilnya, sempurna! rasanya enaaaaak, mewah dan smooth banget waktu dioleskan. Cake, segera berakhir di kantong sampah.

Nah, setelah itu, besoknya langsung aku coba lagi, kali ini aku baca ulang resepnya, dan aku perhatikan detailnya. Padahal, di resep udah tertulis satu persatu. Misalnya, saat melarutkan coklat, diarahkan ke halaman yang memuat caranya. Begitu juga dengan mencampur adonan kuning telur dan putih telur supaya gak turun. Sampe ke alat yang harus di gunakan pun ada, emang dasar aku aja yang gak pernah nyimak *as always*. Setelah di baca dan di mengerti *ehem*, akhirnya, cake ku berhasil. Adonanku naik dan tinggi cake sekitar 1,5-inch, lalu turun sedikit saat dingin. Sepertinya memang begitu karena cake ini tidak di panggang hingga matang, tapi dibiarkan padat dengan sendirinya. Tapi, aku gak bisa terlalu hepi. Belajar dari pengalaman pertama, aku gak mulai bikin chocolate butter icingnya sampe aku yakin kalo cakenya sukses. Karena udah malam, cakenya aku biarkan dulu, dan di beri icing keeseokan harinya (kemarin).

Kemarin pagi, aku malah di ajak Papaku keluar kota. Setelah aku pulang sorenya, sambil ngobrol sama si Mas, temannya, si Dayat dan sepupuku Tona yang ngurusin pengajian, aku mulai bikin icingnya. Ntah karena aku malah lebih konsen ke ngobrol atau aku emang buru-buru karena malamnya juga ada acara pelantikanku di organisasi yang baru aku ikuti, aku malah salah ambil butter. Mestinya yang tawar (unsalted) aku malah nyemplungin butter asin (salted). Gak tanggung-tanggung, tanpa di cicip, langsung aja aku olesin. Hasilnya, yaaah...coklat asin yang meng-cover cake dengan cantiknya! *hiiks!*. Terpaksa coklatnya aku scrap dan di siram ulang...kalo gak, ya buat apaan, siapa yang mau makan cake coklat asiiiinnn....whoaaaa...hiiiikkksss!!!

Kalo aku sendiri, suka banget sama cake-nya, mirip brownies yang lembab dan creamy. Sayangnya, gak semua ngasih tanggapan positif, essence almond yang di gunakan, menurutku malah bikin cake terasa mewah, tapi kalo kak Ika, justru terganggu sama essence almond yang menurutnya malah berasa tengik (ini jadi catatan, kalo gak semua orang suka atau familiar dengan aroma almond essence, lebih baik di skip kalo ragu), sementara si Tona suka sama cakenya, tapi icingnya menganggu....ya iyalaaaaahh...siapa juga yang suka cake asin! hehehe....

So, memang resepnya sederhana banget, gak begitu beda dengan pembuatan sponge cake lain yang mencampur adonan kuning telur dengan putih telur yang telah di kocok kaku. Tapi pembuatannya rada tricky dan mudah gagal kalau ada salah penanganan. Yang perlu di perhatikan, pertama, saat memcairkan coklat, karena mengandung cairan juga (kopi atau rum), coklat bisa balik menjadi padat, so, ikuti saja kata Julia, panaskan sebentar, angkat dan aduk. Apabila terlalu panas, coklat yang mestinya cair malah berubah menjadi seperti pasta yang padat. Lalu saat pemanggangan, jangan terlalu lama, ikutin aja waktu yang ada di resep. Asalkan udah matang sekitar 2,5 hingga 3-inch sekeliling loyang, angkat. Bagian tengah memang keliatan agak cair, tapi nanti akan memadat sendiri (seperti cheesecake). Karena bagian tengahnya lembut sekali, aku sarankan dasar loyang tetap di beri lapisan kertas baking, supaya tidak sulit di keluarkan dari loyang.

Ini resepnya ya... sengaja aku pisah-pisah penulisannya, karena kalo di bukunya di tulis alat dan bahan di sebelah kiri, dan pengerjaannya di sebelah kanan. Aku pikir gak ada salahnya kalo aku post juga alat yang dituliskan tapi di bagian berbeda supaya gak bikin bingung...



REINE DE SABA
(Chocolate and Almond Cake)
from Mastering the Art of French Cooking by Julia Child


"This extremely good chocolate cake is baked so that its center remains slightly underdone; overcooked, the cake loses its special creamy quality. It is covered with a chocolate-butter icing, and decorated with almonds. Because of its creamy center it needs no filling..."

for a 8-inch cake serving 6 to 8 people

Tools :
A round cake pan 8 inches in diameter and 1 1/2 inches deep
A 3 quart mixing bowls
A wooden spoon or electric beater
A rubber spatula
A cake rack

Ingredients :
4 ounces or squares semi-sweet chocolate melted with 2 Tb rum of coffee (aku pake coffee yang di larutkan)
1/4 lb. or 1 stick softened butter
2/3 cup granulated sugar
3 egg yolks
3 egg whites
Pintch of salt
1 Tb granulated sugar
1/3 pulverized almonds
1/4 tsp almond extract
1/2 cup cake flour (scooped and leveled) turned into a sifter

  • Butter and flour the cake pan, page 668. Set the chocolate, and rum of coffee in a small pan, cover, and place (off heat) in a larger pan of almost simmering water; let melt while you proceed with the recipe. Measure out the rest of the ingredients.
  • Cream the butter and sugar together for several minutes until the form a pale yellow, fluffy mixture.
  • Beat in the egg yolks untik well blended.
  • Beat the eeg whites and saly in a separate bowl until soft peak are formed; sprinkle on the sugar and beat until stiff peaks are formed.
  • With a rubber spatula, blend the melted chocolate into the butter and sugar mixture, then stir in the almonds and almond extract. Immediately stir in one fourth of the beated egg whites to lighten the batter. Delicately fold in a third of the remaining whites and when partialy blended, sift on one third of the flour and continue folding. Alternate rapidly with more egg whites and more flour until all egg whites and flour are incorporated.
  • Turn the batter into the cake pan, pushing the batter up to its rim with a rubber spatula. Bake in the middle level of preheated oven for about 25 minutes. Cake is done when it has puffed, and 2 1/2 to inches around the circumference are set so that a needle plunged into that area comes out clean; the center should move slightly if the pan is shaken, and a needle comes out oily.
  • Allow cake to cook in the pan for 10 minutes. Run a knife around the edges of the pan, and reverse cake on the rack. Allow to cool for an hour or two; it must throughly cold if it is to be iced.

GLACAGE AU CHOCOLAT
(Chocolate-Butter Icing)

for an 8-inch cake

Tools :
A small covered pan
A larger pan of almost simmering water
A wooden spoon
A bowl with a tray of ice cubes and water to cover them
A small flexible-blade metal spatula or a table knife

Place the chocolate and rum or coffee in the small pan, cover, and set in the larger pan of almost simmering water. Remove pans from the heat and let chocolate melt for 5 minutes or so, until perfectly smooth. Lift chocolate pan out of the hot water, and beat in the butter a tablespoon at a time. Then beat over the ice and water until the chocolate mixture has cooled to spreading consistency. At once spread it all over your cake with spatula or knife. (Kalo aku, coklat yang sudah di campur dengan mentega, aku masukkan ke dalam kulkas aja sebentar, sambil sesekali aku aduk-aduk sampai dapat kekentalan yang aku inginkan).



Wednesday, March 16, 2011

Rawon


Kalo di itung-itung, sejak merit, aku masak hanya beberapa kali, itupun yang sukses cuma beberapa.. hum...kalo gak sukses sih, gak perlu di bahas...*malu-maluin*...hehehe... kalo rawon yang aku bikin tadi pagi ini, bisa di kategorikan sukses. Sekarang aku baru mengerti, kalo masak, lebih baik aku bertahan mengikuti resep daripada menciptakan masakan sendiri. Sejauh ini, hampir semua masakan yang aku bikin pake ilmu "kira-kira", sepertinya gagal semua....yeah, kalo di bilang gagal total si nggak, masih bisa di makan koq, cuma rasanya aja yang gak karuan... cocok lah buat sajian orang yang lagi mati rasa...whoa ha ha ha..

Anyway,
Niatku bikin rawon ini udah lama. Selain si Mas yang arek Malang (sekali-kali bikin senang suami..*giggles*), aku pun suka, keluargaku juga suka. Papaku dan Abang-abangku waktu di Malang, sibuk hunting rawon. Kalo di Jakarta pun, Papaku suka order rawon kalo di resto. Sebenarnya, kalo mau bikin rawon, banyak koq bumbu instant di supermarket. Bahkan ada istri teman Papaku, Tante Tris, yang sering bolak-balik ke Malang buat jenguk anaknya yang sekolah di sana, ngasih tau kalo di salah satu pasar di Malang (lupa namanya) ada yang jual bumbu rawon seger yang enak. Tinggal bawa ke Jambi, trus di freezer. Tapi, aku lebih suka kalo bikin sendiri bumbunya. Maklum, hasrat terpendamku pengen jago masak kayak Ibu-ku dulu. Walaupun malas masak, cita-citaku tinggi lho..hihihihi...

Akhir-akhir ini aku ngeliat si Mas makannya rada ogah-ogahan. Mungkin dia kangen masakan kampungnya kali (maklum, di rumah menunya Sumatra banget. Bosen dia..hehehehe). Kebetulan pas jalan ke supermarket, ketemu sama kluwek/kluwak. Aiih...padahal sempat persimis bisa bikin rawon sendiri, soalnya, di Jambi susah nyari kluweknya. So, aku langsung aja beli, supaya cita-cita bikin rawon buat si Mas segera terwujud. Apalagi aku baru beli buku yasaboga "Koleksi 120 Resep Masakan Sapi" waktu ke toko buku sama Papaku. Disitu ada resep rawon buntut, tapi kalo aku ganti dengan daging sapi biasa, rasanya gak masalah. Lagian, aku suka deh sama resep masakan Yasaboga, enak dan rasanya authentic banget. Dulu aku pernah nyoba bikin soto Tangkarnya...syedeeeeeppp. O ya, sekalian aku juga mau coba memanfaatkan slow cooker-ku untuk bikin rawon, siapa tau berhasil...(biasaaa..kalo lagi 'hot' sama satu barang, mau di pake teruus, sebelum bosen!).

Sempat ragu gimana caranya milih kluwek, jadi aku pilih berdasarkan insting aja *ehem*. Trus masalahnya sekarang, kluweknya diapaiiiinn??? hihihihi.... well, ini nih kesimpulan yang aku dapat setelah ngerusuhin teman-teman milis NCC yang ada di list BBM ku... pertama, pilih kluwek dengan digoyang-goyangkan, kalo bunyi, bagus. Kluwek yang segar, kalo di pecahkan, isinya kecoklatan dan sedikit benyek. Kalo udah lama, akan kering, keras dan ada yang menjadi bubuk. Setelah daging kluwek dikeluarkan, siram dengan air panas sebentar agar lunak. Buang air rendamannya, daging kluwek siap buat dihaluskan dengan bumbu lainnya. Simpel kaan??? well, kalo ngeliat aku tadi, gak ada simpelnya. Mulai bikin dapur heboh tiap kali aku ngegetok kluwek pake ulekan, kluweknya terlepas dari tanganku *aku takuuuuttt!*, jatuh dan berjalan ke semua penjuru dapur, sampe mengerahkan si Umi dan si Ibu yang nyuci di rumah buat "menggeledah" dapur nyari kluwek terbangnya. Setelah ketemu, malah bingung mesti diapain lagi...hahahaha...

Atas saran kak Ika, bumbu halusnya aku tumis hingga benar-benar matang. Lagian, aku gak suka banget aroma kluwek mentah. Gak enak. Tapi, setelah semua di tumis dengan bumbu lainnya, aromanya wangiiii. Dagingnya aku potong rada besar (jelas, harus ada beda dong rawon buatan ku sama beli di warung...hehehe), sekitar 2 x 2 cm lah. Trus di rebus sebentar di panci biasa supaya ada kaldunya. Kaldu daging itu aku saring dulu sebelum di gunakan, supaya bersih aja. Setelah bumbu selesai di tumis dan air kaldu selesai, semua aku campurkan kedalam slow cooker sambil di aduk rata. Perkiraanku akan memakan waktu lama, ternyata 2,5 jam aja dagingnya udah lembut. Mungkin karena di potong kecil kali ya. Aku tambahkan sedikit kaldu sapi bubuk supaya rasanya lebih nendang....wuiih uenaaakk...

Sayang, giliran aku bisa bikin rawon, Papa-ku malah baru dilarang dokter makan daging merah. Trus waktu si Mas makan siang, gak ngasih tau aku, jadi aku telat nawarin rawonnya, dia udah keburu makan yang lain....sediiiiiiihhhh banget...hiks! hiks! hiks!. Tapi senang lagi karena sorenya si Mas makan rawonnya banyak bareng kak Ika, Riri, Dea dan Tona...horeee.... Tadi rawonnya juga aku suruh si Muji (supir Bokap) nganterin ke rumah kak Ari biar bisa ngerasain juga. Alhamdulillah...komentarnya positif semua tuuuh. Gak sia-sia deh daku nanya kesana kesini cuma buat bikin rawon doank...hahahaha....



RAWON
Yasaboga

Bahan :
1 kg buntut sapi siap olah (aku pake 600 gr daging sapi, potong kotak kecil)
2 lbr daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
1 btg serai, memarkan
4 lbr daun jeruk, sobek-sobek
1 sdm air asam yang ketal

Haluskan :
1/2 sdm ketumbar sangrai
5 bh kluwek, ambil dagingnya, rendam air panas, sisihkan air perendamnya
4 bh kemiri
4 bh bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm kunyit cincang (aku sangrai sebentar)
2 sdt garam (secukupnya)
aku tambah 1 sdm kaldu sapi bubuk

Pelengkap :
Toge pendek
Daun kemangi dan ketimun segar
Kerupuk udang
Sambal bawang merah

Cara membuat :
Rebus kembali buntut dengan 1500 ml air baru bersama 1 sdt garam, serai, daun salam, daun jeruk dan lengkuas.

Tumis bumbu halus dengan 4 sdm minyak goreng hingga harum. Aduk-aduk dan tuangkan ke kuahnya. Masak kembali hingga seluruhnya matang, cairan kaldu lk.1000 ml dan daging buntut empuk.

Kalo aku, daging di rebus sebentar, saring airnya. Sisihkan. Lalu masukkan bumbu halus yang sudah di tumis ke dalam mangkuk slow cooker, bumbu yang di memarkan dan daun-daunan. Tuang air kaldu yang sudah di saring dan dagingnya. Aduk rata. Masak dengan slow cooker suhu 'high' selama 1 jam, lalu turunkan suhu ke 'low' selama 1,5 - 2 jam. Sajikan.

Sunday, March 13, 2011

Banana Cream Pie



Diantara sekian banyak jenis pie, bisa dikatakan Banana Cream Pie adalah pie yang paling gampang di terima siapa saja, terutama aku sendiri *hehehe*. Pertama kali disodorin pie, ada aja masalahnya, ya asem lah, ya bumbunya anehlah, ya kemanisanlah....pokoknya ada aja. Tapi waktu nyobain banana cream pie...huuuummm....love at first bite! sukaaa banget sama lembutnya, manisnya dan aroma pisangnya yang terasa familiar. Kalo pergi ke resto sama host familyku dan disodorin menu desserts aneka pie...aku selalu milih pie ini. Apalagi kalo jenis pie-nya terlalu banyak, aku ogah ambil resiko, pasti ujung-ujungnya aku pilih banana cream pie juga (setelah aku pikir-pikir, aku orangnya gak menarik amat ya, terlalu standar, kurang menantang...hihihi).

Udah lama banget gak makan pie kesukaanku ini. Mungkin aku salah, tapi kayaknya pie ini cuma di kenal di Amerika aja deh. Paling jauh ke Canada. Gak pernah nemu ditempat lainnya. Padahal, kalo lihat penampakkannya, gak beda jauh sama Lemon Cream Pie (kadang-kadang Lemon Meringue Pie) yang lebih mudah di temukan di mana-mana. Sama-sama menggunakan custard buat filling-nya dan menggunakan topping whipcream maupun meringue untuk penutup bagian atasnya. Bedanya, kalo lemon ya jelas asem seger, sementara pisang memberikan aroma yang harum dan lembut. Buat yang suka Banoffee Pie, nah, rasanya hampir mirip, tapi Banana Cream Pie gak begitu manis (so pasti, soalnya Banoffee menggunakan susu kental manis utuh yang di karamelkan untuk fillingnya). Alhamdulillah, tadi abangku, Riri n' temannya si Dayat nongol, langsung deh aku minta di beliin pisang ambon, ntah karena mereka semangat dengar aku bakalan bikin pie, atau karena khawatir aku suruh-suruh lagi *hihihi* gak tanggung-tanggung aku di bawain 2 sisir gede pisang ambon. Padahal cuma butuh 4 biji doang....hehehehe....

Untuk pie yang aku bikin ini, aku pilih pake whipped cream aja instead of maringue. Selain aku gak begitu suka maringue, aku juga rada malas kalo nanti meringue-nya berair. Maklum, aku selalu ada kendala kalo berurusan sama maringue. Perhatiin deh di blogku ini, hampir gak ada resep yang menggunakan meringue... abisnya, kadang jadi, kadang gak...hehehehe... Tapi, aku sendiri juga belum pernah makan Banana Cream Pie pake maringue. Selalu ditutupi whipped cream. Jadi, yep yep yep...whipped cream pilihanku...*duileee* Sebenarnya, ada cara yang mudah bikin fillingnya, cukup menggunakan instant pudding mix (pudding yang di maksud, berupa custard kental). Tapi, seperti biasa, gak ada yang bisa nandingin rasa buatan rumah. Selain lebih fresh, kitapun bebas mengontrol kadar gula yang kita gunakan.

Kalo pie crust yang aku pakai, aku buat dari biskuit vanilla biasa. Sepertinya sih, bebas-bebas aja mau kulit pie dari bahan apa. Boleh biskuit coklat, biskuit item, biskuit kelapa pun oke...pokoknya terserah, dan setiap biskuit ada sensasi rasa sendiri, yang penting, biskuitnya gak pake cream ditengah aja. Aku milih pake biskuit vanilla, karena memang aku suka crust yang milky. Untuk custardnya, hampir sama dengan cara membuat vla. Artinya, tiap orang kan punya cara sendiri untuk membuat vla, begitu pula dengan resep ini. Apapun cara yang di gunakan, yang terpenting hasil akhirnya adalah custard kental yang halus, licin dan lembut.

Untuk resepnya, aku ambil di sini. Pembuatannya cepat. Justru yang agak lama menyiapkan crustnya (walaupun sebenarnya juga gak lama-lama amat). Maklum, blom ketemu penjual pie crust ready made, jadi masih harus ngancurin biskuit segala. Karena ini tipe pie yang gak harus di panggang (kecuali pake meringue), jadi gak begitu memakan waktu. Setelah semua di susun, pisang, filling dan whipcreamnya, tinggal tunggu di kulkas sebentar sebelum di potong. Lumayan mudah banget.

Setelah semua bagian tertutupi whipped cream, bagian atasnya aku taburi dark chocolate yang di serut halus supaya ada warnanya (dan rasanya juga enak, chocolate gitu lho...). Setelah beberapa waktu di kulkas supaya set, pie aku keluarin dan kuambil sepotong. Lumayan buat nemanin aku duduk-duduk di ruang makan dengan secangkir teh tawar... hummm... nikmaaat.... rasanya yang manis dan lembut, betul-betul bikin addicted. Gak sabar euy, nunggu para testerku pulang buat nyobain....hihihihihihi....

Ini resepnya ya...


BANANA CREAM PIE
www.cookingnook.com

3/4 cup sugar
1/3 cup all purpose flour or 3 tablespoons cornstarch
1/4 teaspoon salt
2 cups milk
3 egg yolks, slightly beaten
2 tablespoons butter
1 teaspoon vanilla
3 to 4 bananas, sliced
1 - 9" baked pastry shell
meringue (made from the leftover egg whites), optional

Combine sugar, cornstarch, and salt in a saucepan. Add milk gradually. Cook, stiring constantly, over medium heat til bubbly. Cook and stir an additional 2 minutes and remove from burner.

Stir small amount of hot mixture into egg yolks, immediately add egg yolk mixture to hot mixture and cook for 2 minutes, stiring constantly. Remove from heat.

Add butter and vanilla and stir til smooth.

Slice 3-4 bananas into the cooled baked pastry shell. Top with pudding mixture and spread meringue or fresh whipped cream (if desired) on top of the pie. Cool.

(Kalo aku, kuning telur dikocok lepas dan maizena aku larutkan dengan sedikit susu, sisihkan. Lalu panaskan gula dan susu hingga hingga mulai mendidih. Ambil sedikit susu panas, masukkan ke wadah kuning telur, aduk rata, lalu tambahkan kuning telur yang telah di campur susu panas tadi ke dalam adonan susu sambil di aduk berlahan. Setelah itu, baru masukkan larutan maizena sambil terus diaduk, setelah mengental, tambahkan mentega. Aduk rata, angkat dari kompor. Setelah agak hangat, baru beri vanilla extract, aduk rata. Siap digunakan)


PIE CRUST

Camelia

Bahan :
300 gr biskuit vanilla (atau apa saja, tanpa krim), hancurkan
150 gr mentega, cairkan

Caranya :

  • Hancurkan biskuit dengan blender. Sisihkan
  • Campur dengan mentega cair, aduk rata
  • Buat kulit pie di atas cetakan pie, ratakan dengan bagian bawah sendok (jangan terlalu di tekan, crust akan keras dan tidak bisa dipotong).
  • Masukkan ke freezer 20 menit sebelum digunakan.

Tuesday, March 8, 2011

Tahu Bulat Udang

Tadi pagi, aku iseng aja ngajak si Mas jalan ke pasar. Eeeh...tumben dia mau, tanpa protes dan tanpa tanya-tanya. Kebetulan, hari ini juga kerja sore, so, dia hepi-hepi aja nemenin aku belanja. Karena ke pasarnya gak ada tujuan, gak ada maksud juga mau beli-beli *hehe*...so, kita cuma jalan aja dari ujung ke ujung. Ada yang jualan kue-kue tradisional yang keliatannya enak banget, si Mas langsung beli buat dia dan Papa ku yang sedang kurang enak badan *hiks* ...eiits...buat aku juga ding...hihihihi... trus sampe di depan penjual kepiting...wuiiihh...naksir berat ngeliat kepiting telurnya yang gede-gede., gak tau masaknya gimana tapi pengen beli aja. Untung si Mas ngingatin kalo hari ini jadwal pengajian di rumah, si Umi pasti repot dan dapur juga pasti sibuk nyiapin makanannya. Bisa gawat kalo aku sibuk sendiri masak kepiting. Batal n' lanjuuuttt....

Nah, pas lagi ngeliatin penjual sayur, ada yang jual tahu putih yang keliatannya baru sekalee. Jadi ingat di milis lagi rame ngebahas tahu bulat, bisa nyoba bikin niiih... keliatannya simple, bisa buat di pantry n' gak perlu bikin kacau dapur segala..ehem... Eh, aku lumayan kaget juga ternyata tahu itu murah banget yak! cuma 500 perak/pcs-nya! waaah...mesti kampanye rajin makan tahu niiih, selain gizinya banyak dan harganya sangat terjangkau, juga supaya para penjual tahu bisa merasakan untungnya dan gak perlu pake formalin segala! *jijay, dosa banget tuh!*. Anyway, aku langsung borong 20 biji. Gak tau deh ini tipe tahu apaan (pengetahuanku kurang di dunia per-tahu-an). Tapi warnanya putih dan di cetak di kotak individu kecil, sekitar 5 x 5 cm-lah...

Trus gak jauh dari tempat tahu, ada penjual ikan dan udang juga. Hum...sempat kepikiran tahunya mau tak campur tenggiri, pasti lebih tasty. Tapi, kayaknya lucu juga kalo di tengahnya ada udang mungil, yep, ada udang di balik tahu...hahahaha...*apa coba!* jadinya beli udang aja deh. Sampe rumah, setelah nyiapin sarapan Papa dan selesai CSI *gak penting!* mulai deh nyoba bikin tahu bulatnya. Tahu yang di beli, aku lumatkan dengan garpu dulu. Lalu aku masukkan ke kain kasa putih, tutup dan aku peras hingga airnya keluar. Lumayan banyak juga airnya yang keluar. Trus baru deh aku tambah kaldu bubuk rasa ebi yang di beli si Topo di warung. Karena aku ragu udangnya gak bakalan matang kalo gak di masak dulu, jadi aku tumis sebentar dengan margarine dan sedikit bubuk bawang putih dan lada.

Karena sebagian besar air di tahu udah dibuang, tahunya jadi gampang di bentuk. Seperti bikin kroket gitu. Waktu mau dibulat-bulatin, tahunya di tekan-tekan dengan telapak tangan, tentu saja, nekannya harus dengan perasaan...kalo gak ya hancur...hehehehe... setelah aku bulet-buletin, aku rada khawatir juga kalo digoreng bakalan buyar tahunya. Ternyata gak pa pa tuh, malah setelah di goreng tahunya seperti menyatu gitu, yang penting, jangan di putar-putar sebelum kecoklatan aja. O ya, karena goreng tahunya harus terendam minyak, aku gorengnya pake panci kecil aja. Cara ini lebih efektif daripada pake wajan, soalnya posisi minyaknya datar, jadi bisa matang bersamaan dan gak perlu pake minyak banyak banget karena kecil. Aku juga sering pake cara ini buat goreng ayam ala resto gitu.

Setelah matang, si Mas langsung tak suruh nyicip soalnya aku kasihan ngeliat dia bela-belain jemput kameraku yang di bawa sama temannya...padahal aku udah bilang tak foto nanti aja, atau pake hp, mungkin dia kasian juga kalo di blog ku fotonya jelek...hahahaha.. Komen-nya si Mas, katanya enak, dan asinnya udah cukup. Kalo lebih asin lagi, jadi kayak tahu madura,,,hehehe...(si Mas itu campuran Madura-Malang, jadi yang tau cuma dia...aku sih gak pernah nyicip *giggles*). Trus supaya lebih seru, aku bikinkan juga sambal kecapnya. Ini sih, no big deal, cuma irisan rawit sama bawang merah yang di siram kecap manis aja. Suka deh, sekarang nambah makanan kesukaan si Mas, gak pastel 'mlulu... Waktu sepupuku Tona datang, dia aku tawarin tahu bulat made in bibi Lia di meja makan. Ternyata, tahu-nya udah tamat di jadiin lauk sama si Mas, tinggal kecapnya doank...hehehe... well, next time deh bikin lagi...

Ini resepnya, gabungan dari beberapa resep yang di posting teman-teman milis yang aku tambah tumisan udang di tengahnya... Beli tahu yuk!



TAHU BULAT UDANG

Milis NCC, modified by Camelia

Bahan :

1o bh tahu kotak putih kecil (lk. 625 gr)
1 bks kaldu bubuk rasa ebi/udang (8 gr)
100 gr udang segar ukuran kecil, buang kulitnya
1/2 sdt lada
1/2 sdt bubuk bawang putih
1 sdm margarine, untuk menumis
Minyak sayur untuk menggoreng

Caranya :

  • Buat tumisan udang :Panaskan margarine hingga cair, masukkan bawang putih, tumis sebentar, masukkan udang dan lada. Aduk-aduk hingga udang matang. Angkat, biarkan dingin.
  • Dalam wadah, hancurkan tahu dengan garpu. Bungkus tahu dengan kain kasa, peras hingga air tahu habis. Masukkan kembali ke wadah, beri kaldu bubuk, aduk rata, sisihkan.
  • Ambil sekitar 1 sendok makan campuran tahu, letakkan udang di tengahnya, (aku suka 1 tahu bulat 1 udang utuh, jadi aku beli udangnya yang kecil aja) tutup dan bulatkan. Tekan-tekan sedikit agar rata. Lakukan hingga adonan habis.
  • Panaskan minyak, goreng tahu bulat sambil sesekali di bolak-balik hingga kecoklatan. Angkat dan sajikan dengan rawit utuh ataupun sambal kecap.


Thursday, March 3, 2011

Slow Cooker Pot Roast

Berbulan-bulan lalu (tahun lalu donk..hihihi) aku lagi nongkrong sore di markasnya milis NCC di matraman sama si Arni, dia cerita soal slow cooker. Katanya, slow cooker itu oke banget buat di miliki, bisa bikin macam-macam tanpa susah payah. Contohnya, kalo Arni suka pake slow cooker buat bikin bubur ayam. Malam sebelum tidur, tinggal masukkan beras dan ayam dan bahan lainnya ke dalam slow cooker, besok paginya, udah siap bubur ayam dengan potongan-potongan ayam yang empuk. Wuiiihhh...gimana aku gak naksir berat pengen punya slow cooker. Padahal semula aku itu cerita mau beli panci presto *hihi* Karena sama-sama gak butuh-butuh amat, aku pilih beli slow cooker, selain harganya gak mahal (gak perlu mikir n' milih lama-lama), aku mau juga dong makan bubur ayam enyak seperti buatan Arni...hehehe..

Seperti biasa, kalo lagi hot pengen something, aku akan berusaha mendapatkannya as soon as possible. Pengen beli yang merknya sama seperti punyanya si Arni, tapi tempat belinya rada jauh. Sampe akhirnya pas lagi jalan sama si Tona, ketemu slow cooker di supermarket gede dekat rumah. Merknya beda sama punya Arni, tapi karena yang penting harus ada slow cooker secepatnya *ehem* . Langsung ambil satu, bawa pulang dan masuk lemari...hahahaha.... sampe lamaaa di dalam lemari dan gak di apa-apain. Waktu si mas pulang ke Jambi bawa mobil, slow cookernya aku titipkan sekalian. Yep, sampe Jambi, masuk lemari lagi...sampe lama jugaaa...hahahaha...


Tapi beberapa hari terakhir ini, udah aku niatin mau nyoba pake slow cookernya. Udah pasti mau bikin pot roast aja, gara-gara mupeng ngeliat pembuatan pot roast di youtube. Selain caranya gampang banget, juga gak malu-maluin kalo di sajikan di meja makan. Keliatan seperti makanan serius...hihihi...*apaa cobaaa*. So, waktu ke supermarket sama bang Riri n' the gank, aku mulai beli daging dan kentang. Tapi gak bisa langsung di bikin, karena Minggu ini temasuk hari sibuk di keluargaku. Hari Minggu lalu, ada resepsi khitanan-nya si Abel, trus hari Senin-nya si Dea ada mini concert dari sekolah musiknya di mall. Hari Selasa, jadwalnya ngurusin pengajian rutin di rumah. Aku baru bisa bikin kemarin pagi, rencanaya sih buat makan malam. Tapi gak jadi, soalnya kemarin kak Ika, busu (Paman) Tamam dan nyai (Nenek) Syamsidar (Ibu dan adiknya nya almarhum busu Lahmuddin yang baiiik banget sama aku) berangkat umroh. Waduuuh, kemarin itu di rumah heboh banget, kayak mau ngantar berangkat haji aja, bandara sampe penuuuh...hahahaha...

Karena kemarin dari bandara semua langsung di ajak Papa makan di luar, pot roast yang udah matang aku pisahkan sayur, air dan dagingnya dan aku simpan di wadah kedap udara trus dimasukkan ke kulkas bagian bawah aja. Baru aku hangatin lagi siang tadi. Si Dea dan abangku Riri udah gregetan nungguin aku yang sibuk foto-foto dulu, sementara mereka udah pada pegang piring lapar berat...hihihihi... Alhamdulillah, si Dea suka banget sama pot roastnya. Selama aku manasin pot roast, dia sibuk nyomot daging potongan kecil yang udah aku hangatin duluan. Sayang, dia cuma suka roast sama gravy nya aja, gak mau makan yang lain. Karena Bundanya gak ada, dia ngerasa bebas-bebas aja ogah makan yang serius..hahaha... kalo abangku Riri, juga bilang enak, cuma katanya dagingnya kelewat lembut. Ok deh, next time, pake slow cookernya 9-10 jam aja, instead of 12 jam seperti kemarin. Jadi masih berasa chewynya.

Aku sendiri, suka banget masak cara begini, kayaknya pas banget deh sama aku yang malas masak-masak seharian di dapur. Semua tinggal cemplung dan tunggu. Aku bisa ngerjain yang lain. Mungkin karena dimasak dengan suhu rendah dan jangka waktu yang lama, rasanya tasty banget lho. Dagingnya empuk dan sayuran di bawahnya juga jadi lembut, tumben kali ini aku mau makan wortel..hehehe.. Rencana semula, aku mau masukin kentang sekalian, biar pada masak bareng, jadi gak repot nyiapinnya. Tapi aku kelupaan *ehem* masukkin kentangnya. Akhirnya, aku bikin mashed potatoes aja. Gak tega juga ngasih daging, sama bawang n' wortel doang...hihihi... tapi, next time, kentangnya pasti aku masukkan sekalian, jadi gak repot. Setelah jadi, bisa langsung makan, semua udah matang bareng, gak perlu ngancurin kentang terpisah segala.

Cara pembuatannya pun di youtube ada macam-macam, ada yang dagingnya langsung di masukkan, ada juga yang di coklatkan dulu di wajan baru masuk ke slow cookernya. Aku pilih yang di coklatkan dulu untuk memperkaya rasa. Gak sia-sia deh aku baca bukunya Julia child, kali ini aku praktekkan tipsnya. Sebelum di masukkan ke wajan, dagingnya aku tepok-tepok dulu pake tissue, jadi gak ada air di bagian luar daging. Ternyata bener lho, dagingnya coklat dan cepat meratanya. Untuk bumbunya, ada yang pake kaldu instant, sup instant kaleng, ada juga yang cuma di bumbui kecap inggris thok. Aku bikin sendiri ala aku yang praktis aja, cukup air sama kaldu blok yang di tambah merica dan garam secukupnya. Praktis dan selalu ada di rumah.

Hasilnya sangat memuaskan buat aku, apalagi dagingnya jadi empuk dan matang merata. Selama dimasak, aroma roastnya kemana-mana lho. Kayaknya aku bakalan sering deh eksperimen sama slow cooker ini (telat banget ya gue!). Aku udah kebayang untuk bikin macam-macam masakan yang enak-enak. Soalnya, kecil kemungkinan gagal ataupun gosongnya....hehehe... sayuran pun di potong ala kadarnya, setelah matang, tetap enak aja. Hum...jadi pengen nyoba pake aneka saus juga untuk masakan ku nanti. Bisa saus tiram, hoisin, kecap ikan, kecap inggris, pasta tomat...uuugh...macam-macam deh. Cairannya pun gak harus air, bisa susu atau santan...pokoknya unlimited!...eeh, ntar sekalian juga mau nyoba bikin rawon aaah, buat si Mas. Biar berasa punya suami Arema...hihihihi...

Anyway, ini resep yang aku pake untuk pot roastku kemarin, feel free buat nambah apapun yang bisa bikin lebih enak. Ntar aku dikasih tau ya...hehehehe...




SLOW COOKER POT ROAST
Camelia

Bahan :
500 gr daging sapi bagian paha, keringkan dengan tissue, bumbui dengan merica hitam dan garam, diamkan.
3 bh bawang bombay, belah 8
2 buah wortel ukuran sedang, potong-potong
1/2 sdm merica hitam bubuk
2 sdm minyak sayur
1 cup air
1 blok kaldu bubuk rasa sapi, hancurkan.

Caranya :
  • Dalam panaskan minyak dalam wajan, masukan daging, masak hingga kecoklatan, balik hingga semua sisi daging kecoklatan. Angkat, sisihkan.
  • Tuang air kedalam mangkok slow cooker, masukkan kaldu bubuk dan merica, aduk rata. Masukkan bawang dan wortel aduk-aduk hingga rata.
  • Letakkan daging diatas sayuran, tutup. Gunakan suhu tinggi (high) selama satu jam, lalu gunakan suhu rendah (low) selama 8 jam (kalo suka lebih lembut, tambah 1 jam lagi).
  • Setelah matang, pisahkan daging dan sayurannya.
  • Gunakan kaldunya untuk membuat gravy: panaskan mentega, masukkan 1 sdm tepung terigu, aduk-aduk hingga rata, masukkan kaldu, panaskan sambil di aduk hingga mengental.
  • Sajikan



Thursday, February 24, 2011

Meatloaf, Mashed Potatoes and Garlic Butter Corn




"Tonight's dinner....meatloaf!"... kalimat yang di tunggu-tunggu dari host Dad-ku, Michael. Biasanya, aku sama host Mom-ku, Kendra akan setia menunggu sampe dia selesai masak-masaknya. Maklum, waktu tinggal bareng host family, yang pinter masak ya Dad, kalo Mom-nya, sama kayak aku, terima nasib aja mau di kasih makan apa..hehehe.. Nah, menu favorite kita, ya meatloaf. Apalagi host Mom ku yang emang gak begitu suka amat sama steak (katanya dia bosen karena dari kecil di kasih steak melulu sama ortunya, kalo aku justru suka..hehehe), dia bisa loncat-loncat kalo menu makan malam kita meatloaf. Semula, aku gak begitu suka meatloaf (ya lebih suka steak..hehehe), tapi, lama-lama enak juga, malah jadi ikutan mendukung kalo host Dad ku mau bikin meatloaf...suka banget sama aroma n' rasanya..

Karena kangen berat sama meatloaf, aku pun bikin rencana bikin sendiri. Udah atur rencana dari Jambi. Pas ke Jakarta Sabtu lalu, janjian sama Muna yang nginap di rumah mau bikin meatloaf (biar ada yang ngabisin..hehehe). So, pulang acara HMFF-nya NCC (seruuuu banget!), langsung samperin mpok Muna di plasa Senayan. Hari Minggu pagi, kita ke supermarket dekat rumah buat beli bahan-bahannya. Sayang banget, resep meatloaf yang di tulis sendiri sama host Dadku ketinggalan di rumah Jambi (susah deh kalo nomaden gini!! hiiks!). Akhirnya aku pake resep dari sini. O ya, selama belanja bahan, aku ingat terus omongan host Dad ku, semua bahan mesti fresh-fresh-fresh. So, beli secukupnya aja, gak perlu nyetok bahan segala. Supaya rasanya mirip, aku bela-belain beli saus tomat merk Heinz yang selalu ada di rumah host family ku, untung di supermarket ada, pokoknya niaaaaaaaat banget! *hehe*

Nah, untuk meatloafnya, rasanya kurang afdhol kalo cuma meatloaf doang. Kesannya only the lonely gitu. So, di bikinlah seperti dinner ala rumah host family ku itu, lengkap dengan mashed potatoes, jagung dan gravy *love it*. Untuk mashed potatoes, aku gak kasih macam-macam, cukup salted butter (Real butter ya, jangan di ganti yang lain) sama susu aja. Pokoknya ikut cara host Dad ku plek! gak di tambah-tambah. Tapi, untuk jagungnya, hummm...aku pake resep sendiri. Ini idenya dari salah satu tempat makan favorite ku dan abangku, Riri di Atlanta dulu, Boston Market. Kita sering banget ke resto yang satu itu, makanannya terasa homemade, dan gak komersil. Menu favoriteku, ayam panggang, mac n' cheese, creamed spinach dan corn-nya. Butiran-butiran jagungnya terasa nikmat banget karena di lumuri garlic butter yang melimpah. Tentu saja, aku bikinnya pake caraku sendiri, hasilnya gak kalah koq. Buktinya, teman kuliahku dulu si Milaine yang dari Philipines, sukaaaaa banget waktu aku bikin buat acara thanks giving dinner di kampus. Pokoknya, layak di coba deeeh...*promo*...hihihihi...

Untuk bikin meatloafnya sendiri, resep yang aku pake rasanya gak begitu beda sama resep host Dadku. Breadcrumbs-nya aku bikin sendiri, pake roti baguette yang aku oven sebentar dan aku blender aja. Kalo host Dad-ku pake roti putih biasa, sama aja, apa yang ada di rumah aja. Cuma aku sempat heran aja kenapa pake susu bubuk segala (bisa jadi karena resepnya harus pake produk Nestle). Tapiiii....ternyata emang bikin enak. Meatloafku terasa lebih lembut dan rasa-nya lebih menyatu. Air yang keluar dari dagingnya sewaktu di panggang, aku keluarkan dan aku bikin gravy. Gak perlu di tambah apapun, selain tepung yang akan mengentalkan kaldunya. Kalo buat aku, gravy emang makes everything taste better...hahahaha...

Setelah semua siap, jadi deh acara meatloaf dinnerku. Ada meatloaf yang udah di potong-potong tebal, mashed potatoes yang creamy n' hangat, ada jagung dengan aroma bawang putih dan ada gravy yang siap untuk di siramkan ke piring. Si Muna suka banget sama meatloafnya, katanya gak beda sama buatan host Momnya dia (o ya, si Muna sama kayak aku, pernah ikutan exchange student juga), trus ada Firman, sepupuku yang sedang berobat di Jakarta dan tante Ana, Mamaya Firman, yang sukaaa banget sama mashed potatoes di siram gravy.

Hum...kangen deh sama host Dad-ku dan host Mom-ku. Betah tinggal sama mereka, berasa keluarga sendiri. Sampe sekarang, masih aja nanyain kabarku... kangen dinner bareng mereka di ruang makannya yang keren. Memang dinner bareng tiap malam itu perlu di berdayakan deh, bikin dekat satu sama lainnya. Di keluargaku sendiri memang begitu, tapi di rumah host familyku, bikin aku ngerasa bukan orang lain lho.

So, ini resepnya, resep meatloaf, aku copy dari websitenya, di sana banyak lho resep-resep asik yang layak buat di coba (aku udah nge-tag beberapa for my next project..hehehe).


MEATLOAF
Nestle

Ingredients :

  • 1 large onion, chopped
  • 1 1/4 cups plain dry bread crumbs
  • 1 small green bell pepper, chopped
  • 3/4 cup dry NESTLÉ® CARNATION® Instant Nonfat Dry Milk
  • 2/3 cup water
  • 1/2 cup ketchup, divided
  • 2 large eggs, lightly beaten
  • 1 tablespoon dried parsley
  • 1 tablespoon garlic salt
  • 1 teaspoon ground black pepper
  • 3 pounds ground beef

Direction :

PREHEAT
oven to 375° F.

COMBINE onion, bread crumbs, bell pepper, dry milk, water, 2 tablespoons ketchup, eggs, parsley, garlic salt and black pepper in large bowl. Add ground beef; mix lightly but thoroughly. Divide meat mixture in half and shape into two loaves. Place in ungreased 13 x 9-inch baking dish. Flatten loaves on top. Cover with remaining ketchup.

BAKE for 55 to 60 minutes or until no longer pink in center. Let stand for 10 to 15 minutes before serving.


MASHED POTATOES
Camelia

Bahan :
1 kg kentang, kukus
100 gr salted butter (jangan di ganti margarin ya, pokoknya the best butter)
100 - 150 ml susu segar (sesuaikan dengan tekstur yang di inginkan)

Caranya
Kupas kentang yang sudah di kukus, selagi hangat.
Lumatkan dengan pelumat kentang sambil di masukkan butter.
Tuang susu sedikit-sedikit sambil di aduk rata. Apabila rasa dan tekstur sudah cukup, sajikan.


GARLIC BUTTER CORN
Camelia

Bahan :
500 gr jagung beku, suhu ruang
50 gr salted butter
3 siung bawang putih, cincang halus
2 sdm parsley kering
merica hitam yang di hancurkan secukupnya

Caranya :
Panaskan butter hingga mencair, masukkan bawang putih, aduk rata,.
Masukkan jagung, jangan tunggu hingga bawang berubah warna.
Tambahkan parsley dan merica hitam secukupnya, aduk-aduk
Tutup sambil sesekali di aduk-aduk, masak hingga matang.


GRAVY
Camelia

Gunakan api kecil, panaskan 1 sdm butter, masukkan 1 1/2 sdm tepung terigu, tumis sebentar agar terigu matang dan gravy tidak berasa terigu. Masukkan kaldu dari panggangan meatloaf, aduk-aduk hingga rata, mengental dan halus. Angkat. Gravy siap untuk di sajikan.


Met dinner !


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Anniversary

Daisypath Anniversary tickers

Ava

Lilypie Kids Birthday tickers

Eijaz

Lilypie Fourth Birthday tickers