Search This Blog

Tuesday, June 21, 2011

Selamat Jalan Datuk Hay...

Aku punya Datuk, yep, Datuk memang panggilan untuk Kakek. Tapi Datuk ku ini gak tua, paling awal 50 tahunan lah usianya. Namanya Abdul Hayyi Kamal atau biasa kami panggil Datuk Hay. Aku sendiri baru mengenal Datuk Hay sekitar 7 tahun yang lalu. Beliau masih saudara Papaku di Tanjung Johor, seberang kota Jambi. Walaupun begitu, pembawaan Datuk Hay yang akrab dan familiar, membuat aku merasa sangat dekat dengan beliau. Hingga waktu aku menikah tahun lalu, aku mendapat kabar kalau Datuk Hay sedang sakit dan tidak bisa ikut menghadiri acaraku. Tapi adik-adik dan anaknya, semua datang. Bahkan salah satu anaknya, stay di rumahku cukup lama dan ikut bernyanyi menghibur tamu yang datang ke rumah malam harinya.

Beberapa bulan lalu, aku ajak si Mas ke seberang bertandang ke rumah Datuk Hay sambil menjenguk beliau. Abangku Riri dan temannya, Dayat, juga ikut. Samapai di rumahnya, kami di beri tau kalau Datuk Hay sedang mengikuti pengajian di desa sebelah (memang, kami lupa memberi kabar kalau kami akan datang). Tapi ketika kami mau pamit dan berjanji akan datang lagi, saudara-saudara Datuk menahan dan bilang kalau Datuk segera datang diantar pulang oleh adiknya. Pertama melihat Datuk Hay, aku sempat kaget, Datuk yang dulu selalu ceria dan segar, terlihat kurus dan lemah. Tapi aku lega karena Datuk sendiri bilang kalau beliau sudah jauh membaik. Suara Datuk terdengar tegas seperti biasa, pertemuan kami penuh tawa karena Datuk memang orang yang santai sekali. Beberapa kali beliau menyindirku yang belum ber-jilbab juga. Aku ingat dengan jelas pesan Datuk "Rajin-rajinlah sholat dan baik-baik dengan suami, surga Lia nanti ada ditangan suami".... tidak seperti biasanya, kali ini sebelum pulang, Datuk memberi kecupan di dahiku.

Subuh, tepatnya jam 3 pagi, aku mendapat telpon yang memberi kabar kalau jam 1 tadi, Datuk Hay sudah dipanggil oleh Allah SWT. Inalillahi wainalillahi roji'uun.... Rasanya aku masih belum percaya kalau Datuk Hay sudah tiada. Saat takziah bersama si Mas dan Dayat tadi, melihat jasadnya terbaring, aku masih merasa beliau hanya tertidur. Ternyata pertemuan kami itu menjadi pertemuan terakhir dengan Datuk Hay, pertemuan yang indah dan ceria, menjadi kenangan indah untukku, juga si Mas yang baru pertama dan terakhir kalinya bertemu beliau.

Selamat Jalan Tuk, terima kasih untuk semua kebaikan hati dan nasehat-nasehatmu. Semoga amal ibadahmu di terima Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amiiiin..... al-Fatihah buat Datuk ku yaaa....

Tuesday, June 14, 2011

Buku : Pastry by Michel Roux

Kali ini aku mau nambah kategori buku aja deh. Untuk sementara, aku off dulu baking-bakingnya...well, gak sementara amat sih, tergantung juga. Kalo misalnya ada permintaan dari keponakan-keponakan tersayang, ya bikin atau kalo memang ada momentnya. Tapi kalo baking "just because" seperti biasanya, ya gak deh. Selama 2 minggu lalu di Jakarta, aku cek kesehatan n' jantung juga. Hasilnya bener-bener NOT happy ih. Sebel banget ngeliat gak ada perubahan apapun sejak cek up sebelumnya. So, enough is enough, udah saatnya menerapkan pola hidup sehat. Kurangi gula, tidur tepat waktu, and no additional cholesterol needed *ya iyalaaaah*. Kebetulan, beberapa teman milis juga ada yang punya misi sama, kita bikin Diet Week, supaya dietnya tambah semangat! *haha* mudah-mudahan kali ini berhasil yaaa... *pray*

Well...well...well...
Setelah baca review tentang buku ini di Amazon, langsung deh masukkin ke list buku yang mau aku beli. Kebayang deh pasti bukunya beraaaatttt banget, karena dari reviewnya sepertinya isinya all-you-need-to-know about pastry. Ternyata dugaanku salah. Ukuran bukunya seperti buku tulis biasa yang tebal banget, jadi gampang buat dibawa-bawa antara kamar tidur dan dapur *hee hee*. Senaaaang banget waktu ngeliat bukunya ada di rak-nya Periplus waktu mau makan sushi sama Papa n' si Mas di Plaza Senayan. Langsung sambar dan gak sabar pengen baca. Ternyata oh ternyataaa.... aku suka sekaleeee!!! berkali-kali aku baca setiap halamannya, rasanya udah gak sabar pengen cerita bagusnya buku yang satu ini. Tapi rasanya gak seru kalo isinya belum dicoba. Jadi deh aku bikin puff pastry buat zuppa soup dari resepnya. Setelah itu, ya aku lupa aja mau nulis reviewnya di blog...hehehehe...

Sesuai dengan judulnya, isi buku ini gak hanya di penuhi sama resep aja, tapi juga banyak tips n' tricks untuk membuat aneka pastry. Untuk sumbernya, gak usah khawatir, Michel Roux sendiri udah malang melintang di dunia per-dapur-an. Beliau punya beberapa resto yang banyak dapat penghargaan. Kalau gak sempat ikut kursus bikin pastry, buku ini wajib punya. Apalagi kalo seperti aku yang suka bingung baca resep pastry yang mesti melipat dan memutar adonan sebelum di gilas. Didalamnya ada gambar step-by-step untuk pembuatan basic pastrynya.

Yep, isinya terdiri dari aneka pastries, yang nantinya bisa diolah menjadi macam-macam jenis pastry di bagian belakangnya. Pertama dibuka, ada bahan-bahan yang di butuhkan, tehnik membuat pie, seperti buat pinggiran, mengisi dan membuat hiasan pie. Selanjutnya ada resep dan cara pembuatanan beragam jenis kulit pie untuk macam-macam kebutuhan (manis dan asin), lalu ada Puff pastry, di sini ada dua jenis, pertama ada classic puff pastry yang lapisannya banyak, dan ada juga rough puff pastry yang lapisannya lebih sedikit namun pembuatannya jauh lebih mudah (ini yang pernah aku coba). Selain itu masih banyak lagi deh, ada Brioche, Croissants, Pasties, sampe ke fillo pastry yang super tipis juga ada. Dari semuanya gak akan mati ide mau di olah jadi apa, karena selanjutnya juga di sertakan aneka resep yang dapat dibuat dari setiap jenis pastry yang telah dibuat.

Selain isi buku, aku juga suka banget sama cara penulisannya. Bahasanya gak ada yang terlalu canggih yang seakan-akan mesti sekolah chef dulu baru bisa ngerti. Jadi aku gak perlu repot nyari kamus yang kadang kata-katanya pun gak ada di kamus. Ukuran dalam resep juga ukuran rumah tangga bisa, bukan ukuran bikin pastry buat orang se-propinsi (seperti buku ku yang satu lagi tuh...hiiiks!). Buku ini simple dan memang di bikin supaya bisa di praktekkan sendiri di rumah. Alat yang di gunakan juga biasa aja, gak ada yang pake mesin canggih atau loyang yang belinya mesti bayar pajak masuk segala. Pokoknya buku ini menyampaikan judulnya dengan baik banget, ya...belajar bikin pasty. That's it.

Sunday, June 5, 2011

Chilled Cheddar Cheesecake with Strawberry Coulis

Ternyata asik juga ya ngeblog di cafe, apalagi diluar hujan lumayan deras. Aiih...cozy banget deh rasanya. Akhirnya, ada juga kegiatan lain yang menyenangkan di kala hujan, selain bobo'....hihihihi... apalagi perutku masih terasa kenyang dan panas. Abis makan di Mbah Jingkrak - Setiabudi sama si Mas siang tadi. Enak deh, restonya pedas-pedas asik.... yah, maklumlah, sejak mulai lebih banyak di Jambi, rasanya udah jarang banget jalan berdua di Jakarta, jadi waktu yang ada, di manfaatkan sebaik-baiknya *cieee*. Untung ini cafe orangnya cuek aja kita duduk di sini dari siang sampe jam segini...mana kakiku udah asoy banget naik ke kursi, berasa di rumah sendiri...hihihihi... well, karena para pelayanannya jutek free, I must admit, aku betah juga nongkrong di Begawan Solo Cafe yang ada di pom bensin ini. Lokasinya strategis, gak jauh dari tempatku, kalo dari depan, MT. Haryono, kalo dari belakang, Tebet. Katanya sih buka 24 jam. Sayangnya, selain mereka suka banget mati-idupin lampu (nyoba-nyoba gitu, annoying deh) juga gak punya payung yang bisa di pinjam, si Mas jadi basah kuyup ke mobil ngambil colokan laptop...hiiiks...

So, kali ini aku mau posting hasil eksperimen Jum'at lalu. Ceritanya, hari Sabtu kemarin ada acara demo baking, seperti biasa, acara begini jadi ajang kumpul-kumpul buat member my favorite milis NCC. Aku yang semula ragu buat datang, akhirnya bisa nongol juga. Kirain gak bakalan keuber karena mesti pulang ke Jambi. Tapi karena aku mesti berobat juga, jadi masih bisa ikutan. Aku paling suka kalo ada acara-nya NCC, rasanya rugi banget kalo gak nongol. Banyak banget kegiatan yang aku gak ikutan sejak merit nih (maklum, masih nomaden). Kebayangkan gimana senangnya aku kemarin, bisa ketemu teman milis yang lucu-lucu and ceria always. Ngobrol, saling ngeledek sambil ketawa ketiwi trus yang paling hepi bisa sambil belajar jeprets bareng. Eitsss...ada lagi yang bikin hepi banget, dapat jatah klappertaart durian ala Radissa-nya si Citra yang Ooh-so-heavenly, so creamy n' yummyyyy banget!!! Seru deh pokoknya!!!

Anyway,
Hampir aja gak jadi bikin cheesecake ini, soalnya Jum'at lalu aku mesti test lab, sorenya aku maen ke markas NCC dan nyampe rumah udah jam 9 malam. Tapi karena bahan udah di beli dan sayang banget kalo gak ke pake, dari pada mubazir, akhirnya aku paksakan bikin aja. Lagi pula, waktu aku bikin cheesecake ini, si Mas dengan setia nungguin sampe selesai (lewat jam 12 malam lho..). Walaupun dia masem-masem aja aku kasih tugas nulisin bahan resep (maklum, masih amatir, takut lupa apa aja yang di cemplungin..hehehe). Tapi dia semangat juga nanya-nanyain aku bikin apa aja biar aku gak ngantuk. Sambil di bantuin mba' Nur, cheesecake yang semula cuma ada dalam bayanganku aja, akhirnya jadi juga. Bikinnya lumayan cepat dan gampang banget.

Tapi, waktu abis acara, aku sempat kecewa berat sama cheesecake made by me ini. Karena sepertinya gelatinenya gak set. Walaupun rasanya enak *menurutku* tapi teksturenya mirip custard yang kental. Sempat kepikiran mungkin gelatine-nya kurang banyak atau memang salah penanganan. Yang pasti, cheesecakenya gak layak posting. Tapi, pas sampe rumah, aku coba lagi, kebetulan aku memang menyisihkan beberapa cup cheesecake buat si Mas dan Abangku Iqbal dan istrinya mba' Dwi yang sedang di Jakarta juga. Nah, cheesecake yang dirumah, beda banget sama yang aku bawa ke acara. Lebih set dan bisa di potong as I expected. Apalagi, yang di rumah belum aku beri coulis-nya, jadi adonan cheesecake gak menyatu dengan sausnya.

So, aku berkesimpulan *ehem*, kalo kesalahanku yaitu cheesecakenya kurang lama di kulkas. Setelah aku tuang ke cup, aku masukkan ke kulkas hampir jam 1 malam. Karena aku mau berangkat dari rumah jam 7 pagi buat bantu-bantu bu Fat (ketuanya NCC), jam 5 pagi aku keluarkan dari kulkas, supaya gak berembun saat cupnya di tutup. Waktu itu, aku sentuh permukaannya, sepertinya sudah set, tapi memang masih lembut banget. Sebelum berangkat, aku beri coulis yang ada potongan strawberynya. Naah, waktu di mobil, saat pak Di nyetir di jalan yang gak rata, aku mulai ngeliat kalo coulisnya malah jadi "beban" ke cheesecakenya. Mulai terlihat pecah dan sausnya masuk ke pinggiran cheesecake. Beda dengan yang di rumah, coulisnya tetap berada diatas cheesecake saat di tuang, karena memang adonan kejunya sudah padat dan lebih kenyal.

Trus kenapa sih aku ngotot mesti posting? well, karena sejak lebih banyak di Jambi, aku suka kesulitan cari bahan terutama aneka keju. Pernah aku pulang dari Jakarta, bawa 1 kg cream cheese buat stok. Selain nambah ribet bawaan, aku juga ngerasa terbebani mesti ngabisin cream cheesenya. Padahal aku lagi gak mood bikin makanan yang ber-krim cheese, tapi dari pada expired, akhirnya aku olah juga dengan setengah hati. Nah, kemarin itu, aku jadi ada ide mau bikin cheesecake dengan cheddar cheese aja yang mudah ditemui di supermarket biasa. Karena aku udah pernah nyoba cheedar cheesecake yang teksturnya seperti Japanese cheesecake, kali ini pilihanku mau cheesecake yang di panggang atau chilled (di dinginkan aja). Pilihanku jatuh ke chilled cheesecake, setelah ngeliat cup-cup plastik lucu di toko bahan kue...whoaa..hahahahaha... (ternyata gue orangnya gak sulit-sulit amat *heehee*).

Chilled Cheddar Cheesecake ini memang gak pake gula, manisnya cukup dari susu kental manis dan whipped cream aja. Jadi gak terasa manis yang berlebihan. Coulisnya dibuat dari potongan-potongan strawberry segar yang di masak dengan gula dan air, warna merahnya, murni dari strawberry itu sendiri. Overall, rasa cheesecakenya cheesy and creamy, dan manis segar dari coulisnya. Untuk crustnya, aku nyoba pake biskuit kelapa yang ternyata gak kalah enak buat di jadiin crust.

Ini resepnya ya :


CHILLED CHEESECAKE
WITH STRAWBERRY COULIS

Camelia


Crust

Bahan :
400 gr biskuit kelapa, hancurkan
80 gr unsalted butter, cairkan

Caranya :
Campurkan biskuit dengan mentega cair, aduk rata. Ambil campuran biskuit, ratakan di dasar wadah, tekan-tekan dengan belakang sendok (jangan di tekan terlalu padat, crust jadi terlalu keras). Dinginkan di kulkas.

Cheesecake
Bahan :
360 gr keju cheddar, parut
800 ml air
250 ml susu kental manis
500 ml whipped cream cair
3 sdm gelatine
1/4 cup air
1 cup air

Caranya :
  • Dalam mangkok stainless, rendam bubuk gelatine dengan 1/4 cup air hingga mengembang, sisihkan.
  • Dalam panci, campur parutan keju dengan 800 ml air. Panaskan dengan api sedang sambil sesekali diaduk-aduk hingga keju larut dan air sediki berkurang. Perhatikan jangan sampai mendidih. Angkat dan pindahkan kedalam baskom besar.
  • Setelah agak dingin, masukkan susu kental manis , aduk rata. Tambahkan whipped cream, aduk rata.
  • Ambil gelatine yang telah di rendam, tambahkan 1 cup air, letakan wadahnya diatas air mendidih, aduk-aduk hingga gelatine larut. Angkat. Tuang gelatine kedalam campuran keju dan susu, aduk hingga benar-benar rata.
  • Ambil wadah yang telah di alasi crust, tuang adonan cheesecake keatasnya. Sebelum di sajikan, simpan paling sedikit 6 jam atau semalaman di dalam kulkas. Sajikan dengan strawberry coulis.

Strawberry Coulis


Bahan :
350 gr strawberry segar, potong kotak kecil
150 gr strawberry, blender hingga halus
175 gr gula pasir (sesuaikan dengan keasaman strawberry)
250 gr air

Caranya : Panaskan semua bahan dalam panci, gunakan api sedang. Aduk sesekali hingga kental. Angkat, dinginkan dan siap untuk di gunakan.

PS : Satu resep ini, aku dapat 26 cup kotak ukuran 6 x 6 x 4 cm.

Monday, May 23, 2011

Fruity Cheddar Cheese Cake

Masih ingat gak sama cupcake Law & Justice dulu??? Itu lho, pertama kali aku bikin kue orderan?? hihihihi...well...well.. itu pesanan mba' Yuris di Timika, my kastamer pertama dan satu-satunya *hihi* untuk Papanya yang tugas di Jambi. Nah, beberapa Minggu lalu, mba' Yuris inbox-in aku di fb, nanya bisa gak aku bikinin cake lagi buat Mama-nya. Walaupun sempat ragu (maklum, aku masih bolak balik aja Jakarta-Jambi *hiks*), tapi aku oke-in aja. Toh, kalau seandainya nanti aku di Jakarta, kan ada kak Ika yang bisa handle. Lagian tahun lalu, waktu ngantar cupcake itu bareng kak Ika, jadi dia ingat mesti nganter ke mana. Kebetulan rumah Ortu-nya mba' Yuris ini masih satu wilayah sama rumahku. Setelah mikir antara red velvet dan cheddar cheese cake, mba' Yuris milih cheddar cheesecake.

Mba' Yuris ngirim contoh dekor kue yang diinginkan, dengan pagar coklat, topping buah segar dan papan cokelat dengan ganache putih. Hum...walaupun belum pernah bikin, aku pede abis *ehem*. Soalnya, aku tau banget siapa yang ahli urusan coklat dan buah ini. Yep, my dear friend Widya Hidayat yang blognya di penuhi dengan fruit cake berpagar coklat yang cantik-cantik. Tapi dari foto yang di kirim, pagarnya dari coklat. Aku minta izin untuk mengganti pagar dan papan coklatnya dengan warna kesukaan Mama-nya yaitu biru. Maklum, aku suka cake yang "personalized" yang beda untuk setiap orangnya. Alhamdulillah, mba' Yurisnya oke-oke aja dan menyerahkan perkara desain sepenuhnya ke aku. Cihuuuuyyy...!!!

Tapi yang namanya manajemen waktu pembuatan, aku bener-bener parah. Minggu lalu aku bener-bener sibuk sama oraganisasi yang baru aku ikuti. Serba susah mau start bikin hiasannya. Mba' Yuris minta cakenya berbentuk hati, hum...akhirnya loyang hati gue kepake juga...hehehehe... untuk pagarnya, semula aku mau pake coklat yang sudah berwarna biru, tapi gak jadi. Masih trauma waktu sama kak Ika beli coklat biru yang wangi-nya kayak pewangi ruangan. Untung kak Ika punya pewarna khusus coklat. Hasilnya jauh lebih bagus, karena aku pengennya biru yang "mute", gak gonjreng. Bikin pagarnya ini bener-bener nyicil, semula rencananya mau mulai bikin hari Kamis, batal karena masih ada acara. Jum'at cuma sempat beli bahan doang. Jadinya Sabtu pagi aku ngebut bikin pagar, siang beli buah-buahannya, sore rapat dan malam baru ngebut bikin cake-nya.

Syukurlah sore Sabtu si Tona datang dan gak lama kak Ika juga datang kerumah. Langsung di todong buat bantuin. Si Tona kebagian ngurusin buah, sementara kak Ika sampe heran ngeliat aku blom bikin cheesecakenya juga, padahal udah jam 8 malam...hahahaha... buru-buru aku bikin cheesecakenya trus aku lanjut bikin papan coklatnya. Bikin papannya diatas loyang yang dibalik dan dialasi plastik mika. Ini berdasarkan petunjuk hasil BBM-an sama Widya...(Kayaknya cake ini keliling Indonesia, yang pesan di Timika, yang bikin di Jambi dan yang di tanyain di Jakarta...hahahaha..) Syukurlah pembuatan papannya lancar aja. Semula aku gak pede soal ganache putih tapi karena komporan Widya di BBM turbo *hihi*, jadi pede deh nyampur coklat putih dan ganachenya. Apalagi yang nyampur, ngoles dan nge-spuit kak Ika...hahahaha... tepat jam 11.30 malam, semua beres. Walaupun capek dan ngantuk, senang deh kita bikinnya sambil ngobrol dan di temani si Mas juga.

Minggu kemarin, jam 5 pagi, topping buahnya aku olesi dengan apricot glaze, pasang papan ucapannya dan masukkan ke kotak kue-nya. Lalu aku ikat dengan pita. Tepat jam 6 pagi, di temani si Mas, ngantar cakenya. Diterima sama Papa-nya mba' Yuris yang senyam-senyum waktu aku bilang cheesecake ini buat Mama-nya mba' Yuris. Aku baru tau dari Papa-nya kalo di rumah mba' Yuris di panggil Riris..hehehehe....

Lega deh, akhirnya selesai juga. Senang juga bisa bikin suprise pagi-pagi. Jadi kangen banget sama Ibu-ku yang lahir di bulan yang sama dengan Mama-nya mba' Yuris (Ibuku tgl 15 Mei). Sayang waktu Ibuku ada, aku belom bisa bikin apapun. Alfatihah ya buat Ibuku...

Resepnya??? well, udah pernah di posting di sini ya!




Tuesday, May 17, 2011

Chewy Oatmeal Raisin Cookies

Pffffhhhh....akhirnya bisa juga aku bikin, padahal udah kangen banget pengen nyemil oatmeal cookies. Tertunda melulu, tapi tetap hepi karena keluargaku bisa jalan-jalan bareng long weekend kemaren. Ceritanya Papaku ada acara di Pekanbaru, so beliau naik pesawat ke Jakarta trus lanjut ke Riau. Abis ngantar Papa ke bandara, aku jalan sama kak Ika dan abangku, Riri. Mereka punya ide buat jalan sekeluarga ke Riau lewat jalan darat. Soalnya mumpung ada cuti bersama. Jarang-jarang abangku yang semuanya pegawai negeri bisa libur bareng. Idenya langsung aku sambut hangat *biasa doyan jalan!* Setelah segala rayuan dilancarkan ngajak abangku Mubaraq dan abang Iqbal, akhirnya kita berangkat ke Pekanbaru bawa 3 mobil. Hampir aja acaranya gagal, karena aku baru ingat hari Senin sore mesti rapat. Tapi aku ikut juga, dengan perjanjian, aku dan si Mas balik ke Jambi duluan supaya tetap bisa rapat. Eeeehhh....gak taunya, setelah sampai perbatasan, jalan Jambi - Riau itu parah banget. Alhasil, pinggangku rasanya mau patah *lebay* dan badanku sakit-sakit banget.

Walaupun sepanjang jalan kita ketawa-ketawa melulu, tapi tetap, bantingan di mobil bikin tulangku berasa remuk redam. Kata bang Baraq, waktu jalannya bagus, dari Jambi ke Pekanbaru cuma butuh 5 1/2 jam, dan sekitar 3 tahun lalu waktu ada acara di Pekanbaru, kak Ika dan teman-temannya di jalan selama 8 jam karena jalannya udah cukup jelek. Lha sekarang rekor banget, 12 jam!!! Gileeeee..... prasaan tambah mundur aja ya. Jadinya kita di Riau hanya 1 hari, karena Minggu malam udah balik ke Jambi. Untunglah aku sempat keliling pasar bawah beli loyang traditional, dan ketemu 3 loyang Nordic yang unik di Ace Pekanbaru (ngapaiiiin coba...jauh-jauh, ke Ace juga hehehehe). Mudah-mudahan pemerintah bisa memperhatikan jalan-jalan lintas antar propinsi di luar Jawa, banyak yang parah-parah niiiih.... Kita-kita di Sumatra ini pengen juga lho ngerasain jalan antar propinsi yang lebaaaarrr, luruuuuusssss dan muluuuuussss....giliran kita kapaaaaannn???? *getok-getok meja*

Anyway,
Tadi malam, sepupuku Tona nge-bbm lagi di mall. Nah, sekalian deh aku nitip kismis. Tadi pagi, sebelum dapur mulai sibuk nyiapin makanan pengajian, aku sempat-sempatin bikin cookies ini. Daripada harus tertunda terus, lagi pula cara pembuatannya simple dan gak butuh banyak wadah, jadi aku gak terlalu ngerepotin yang nyuci piring nanti. Humm....aku suka banget oatmeal cookies, mau yang pake choco chips, pake kismis, ataupun yang di tambah rempah, semua aku suka. Menurutku cookies yang di tambahkan oatmeal kedalamnya, teksturnya jadi lebih menarik. Gak akan ngebosenin seperti choco chips cookies. Bisa jadi, oatmeal cookies, memang cookies yang pas untuk orang dewasa kali ya, karena gak terlalu creamy ataupun terlalu milky.

Dari beberapa resep oatmeal raisins cookies, akhirnya aku pilih resep dari websitenya Martha Stewart. Herannya, resep ini gak ada di buku Cookies-nya yang aku punya (di buku ada tapi versi sehatnya...aku pengen yang authentic *ehem*). Ternyata jenis cookies ini bukan tipe yang akan melebar banyak seperti choco chips cookies biasa. Ini bentuknya gak akan jauh berubah dari sebelum di panggang. Karena aku suka cookies yang gembul, jadi aku bikin punya ku kecil aja, tapi rada ndut. Di adonannya, juga aku tambahkan sedikit bubuk kayu manis. Sekedar untuk memperkaya rasa ajaaaa.... setelah matang (I love fresh baked cookies!!!), sukaaaa banget sama rasanya yang klasik banget dan teksturnya yang garing di luar tapi chewy di dalam. Enak deh!

Di sela-sela bikin kue tadi, bang Riri datang sama temannya si Dayat bawa duren. Mantaaaappp banget...duriannya warnanya kekuningan, lembut, nge-gas dan rasanya lemak - manis...ck..ck..ck... Sukaaaa banget duren Jambi. Waktu pulang dari Pekanbaru, di sepanjang jalan desa Senaung (kabupaten Muaro Jambi), banyak banget yang jualan duren di Jalan dari kebon mereka sendiri. Nah, si Riri gregetan, jadi tadi dia balik lagi kesana....hehehehe.... . Waktu kecil dulu, kalo lagi musim duren, Papaku bakalan beli duren banyaaaaakkk banget dan aku bisa makan sepuasnya (Papa tau banget kalo aku suka!). Sekarang Papa masih sering beliin lumayan banyak, tapi kalo aku makan, selalu bilang..."Makannya jangan banyak-banyak! ntar stroke!"...hehehehe...kalo Jalan ke Jambi, jangan lupa cobain durian Jambi ya. Kalah deh durian Bangkok...*pede*

So, ini resep cookiesnya yaaa....


CHEWY OATMEAL RAISIN COOKIES
Martha Stewart

Ingredients

1 1/2 cups old-fashioned rolled oats (not quick-cooking)
1/2 cup all-purpose flour, (spooned and leveled)
1/2 cup raisins
1/2 teaspoon baking soda
1/2 teaspoon salt
6 tablespoons unsalted butter, room temperature
1/2 cup packed dark-brown sugar
1/4 cup granulated sugar
1 large egg
1 teaspoon pure vanilla extract
Aku tambah 1/2 sdt kayu manis bubuk

Directions

  1. Preheat oven to 350 degrees. In a medium bowl, whisk together oats, flour, raisins, baking soda, and salt (Kayu manis, jika pakai); set aside. Using an electric mixer, beat butter and sugars until light and fluffy, scraping down bowl as necessary. Add egg and vanilla; beat until combined. Gradually add oat mixture; beat just until combined.

  2. Drop dough by rounded tablespoonfuls, 2 inches apart, onto two baking sheets. Bake until cookies are golden brown but still soft, 12 to 16 minutes, rotating sheets halfway through. Cool 5 minutes on sheets; transfer cookies to a wire rack to cool completely.



Wednesday, May 11, 2011

Zuppa Soup & Rough Puff Pastry



Sejak lama aku pengen punya softbox rumahan seperti yang di posting sama teman milisku, Citra. Minta di bikinin sama bu Cit juga gak mungkin, gimana bawanya ke Jambi euy! gak ada pilihan lain selain bikin sendiri. Untung aja cara pembuatannya udah di posting sama bu Cit di blognya. Bahan-bahannya udah aku cicil sampe lengkap, tapi blom sempat juga di bikin (selain gak sempat, honestly, aku juga lagi malas mikir *hehe*). Padahal, abangku, si Riri dan temannya si Dayat, bela-belain nemanin aku keliling beberapa toko kelontong buat nanyain kardus gede. Tapi gak dapat juga. Asemnya, nanya beberapa orang yang kira-kira punya tv baru, jawabannya sama "Tv nya flat screen...dus-nya tipis!"...halaaaah....

Beberapa hari lalu, si Mas menawarkan diri buat bikinin. Padahal dia keliatan capek banget pulang kerja...hummm...(love you Mas! *ehem*). Kita ke lantai atas, cari kardus yang di pake buat nge-pak barang di rumah. Ketemu satu kardus kotak rokok yang lumayan gede dan kita langsung bikin. Kalo gak salah baru selesai jam 1-an malam. Besok paginya pun sebelum kerja, si Mas masih bikin-bikin. Setelah selesai, kita coba foto-foto, ternyata memang boxnya kecil, jadi susah buat foto. So, kemarin waktu jalan ke mall, sekalian beli styrofoam guedeee... tadi pagi, styrofoamnya dibikin softbox yang baru sama si Mas, lebih gedeeee dan lebih leluasa pakenya...horeeeee.... *big big hug @ si Mas*

Nah, kali ini aku mau posting zuppa soup. Selama ini aku gak kepikiran mau bikin zuppa soup karena menurutku biasa aja. Enak tapi gak sampe doyan. Kalo ada, ya aku makan, kalo gak, ya gak pa pa, gak berusaha nyari juga. Tapi, waktu resepsi pernikahan Abangku, Iqbal di Jogja, salah satu menunya ada zuppa soup. Aku benar-benar takjub ngeliat keponakanku si Abel dan Dea bolak-balik ngambil sup krim dengan tutup pastry itu. Kata kak Ari dan kak Ika, Abel n' Dea emang zuka zuppa soup, kadang ke resto cuma buat makan itu doang. Waaah...aku langsung berniat pengen nyoba bikin sendiri, supaya keponakanku bisa makan sepuasnya. Tapi, seperti biasanya, cita-citaku gak langsung terwujud. Adaaaa aja yang bikin gak jadi. Beberapa hari lalu si Dea sakit tenggorokannya dan aku janji mau bikinin cream soup....sampe si Dea sembuh, blom di bikin juga....hahahaha... Akhirnya kemarin, pas jalan sama Dea n' Abel, aku janjikan zuppa soup hari ini. Kemaren gak bisa bikin-bikin dulu karena di rumah lagi pengajian. Btw, buat teman-teman di Jambi, boleh lho ikut pengajian di rumah ortuku, tiap Selasa habis Dzuhur. Jangan lupa bawa mukena karena sholat Ashar bareng. Boleh ajak nyokap, bokap, adek, kakak...terserah, terbuka untuk umum koq.

Back to zuppa soup, untuk sup krimnya aku pilih pake resepnya NCC, karena menurutku simple dan potensi gagalnya hampir gak ada. Cuma yang jadi masalah, ya puff pastrynya. Di Jambi gak ada (atau blom ketemu) puff pastry frozen yang siap pakai. Jadi ya harus bikin manual!! karena udah punya buku "Pastry"-nya Michel Roux, aku jadi "sok" pede mau bikin puff pastry sendiri. Di bukunya (nanti aja aku review bukunya ya...) ada 2 jenis puff pastry yang di ajarkan. Pertama, classic puff pastry yang pembuatannya memakan waktu ber-jam-jam, bentuknya seperti puff pastry yang biasa dibeli, tebal dan berlapis banyak. Sedangkan yang satu lagi, rough puff pastry, cara pembuatannya jauh lebih simple dan gak perlu masa tunggu yang lama. Pastry jenis ini hanya mengembang sekitar 75% dibandingkan dengan classic puff pastry.

Rencana awal, tentu saja aku sangat yakin mau bikin classic puff pastry. Keliatannya gak sulit, apalagi ada foto step-by-step nya. Tapi setelah aku baca berkali-kali, sebaiknya aku realistis aja *hihi* ngeliat prosesnya yang butuh waktu berjam-jam dan proses gilas yang gila-gilaan. Aku berubah fikiran, ku putuskan bikin rough puff pastry aja. Lagian, di buku juga ada resep pie daging yang di tutupi adonan rough puff pastry. So, dalam bayanganku akan tetap oke juga kalo di pake buat zuppa sup. Walaupun pembuatannya lebih simple, tapi tetap ada proses gilas yang bikin aku semaput. Sampe aku ngetik sekarang, jariku masih terasa cenat-cenutnya...hiiiks! padahal, pas nipisin adonan sebelum di gunakan, aku udah gak sanggup lagi, akhirnya minta tolong si Mas yang duduk nemanin aku (hihihi...apes banget ya si Mas...). Setelah itu, langsung aku potong-potong sesuai dengan ukuran mangkok.

Waktu aku coba panggang di oven, aku sempat panik karena puff pastrynya justru nyungsep kedalam supnya. Setelah 2x coba, aku baru nyadar kalo ovenku settingnya api samping *huh!*. Lalu aku coba lagi pake api atas saja, setelah ovennya benar-benar panas, baru aku masukkan sup berlapis pastry yang bagian atasnya sudah aku olesi pake eggwash (telur+susu). Alhamdulillah, berhasil. Puffnya naik keatas dan membulat (dome). Waktu aku cicipi, terasa renyah, cukup kelihatan berlapisnya dan rasanya so buttery. Gak lama, kak Ika, Dea, bang Riri dan Tona datang ke rumah buat nyobain zuppa soupku. Untuk puff pastrynya pada suka tuh. Cuma supnya aja dapat komplain dari kak Ika karena ada jagungnya. Menurutnya, rasanya jadi terasa aneh. Sedangkan si Tona, suka ada jagungnya. Lha, waktu di supermarket kemaren, emang si Tona yang pesan pake jagung. Jangungnya aja dia koq yang masukkin ke keranjang belanja ku....hahahahaha.... sayang banget si Abel lagi pulang ke kampung Mamanya, kalo gak, pasti lebih seru lagi. Tapi tadi udah di bungkusin sama kak Ika buat diantar ke rumahnya.

Senang deh karena sambutannya positif... si Dea sampe bilang "Lain kali kalo mau zuppa sup, ke tempat Bibi aja, gratis dan boleh banyak-banyak...."....huuuu...kalo dari rasa tanganku saat ini, kayaknya bakalan lama deh bikin lagi....hahahahha....



ZUPPA SOUP
by. Fatmah Bahawan

Bahan puff pastry:
Puff pastry siap beli, tipiskan, potong kotak, sesuai ukuran mangkuk. (aku pake rough puff pastry, resep di bawah)

Bahan sup ayam jamur:


100 gr jamur kaleng, cincang
150 gr ayam rebus, potong dadu
50 gr bawang bombay, cincang
1,5 lt kaldu ayam
250 ml susu evaporated
50 gr tepung terigu
100 gr mentega
½ sdt merica bubuk
2 sdt garam
1 sdt chicken powder

Cara membuat:
1. Panaskan margarin, tumis bawang bombay sampai layu, masukkan tepung terigu, aduk rata. Biarkan terigu matang, tuangi susu dan kaldu, aduk rata dan biarkan mendidih, pindahkan ke dalam panci.
2. Masukkan ayam, jamur, dan bumbu lainnya, aduk rata. Coba rasanya, bila sudah pas, matikan api.

Penyelesaian :
1. Tuang sup ke dalam mangkuk keramik tahan panas, tutup bagian atasnya dengan puff pastry. Masukkan ke dalam oven hingga pastry matang berwarna coklat kekuningan.
2. Angkat, sajikan panas.


ROUGH PUFF PASTRY
by. Michel Roux


500 gr plain flour
500 gr very cold butter, cut into small cubes
1 tsp salt
250ml ice-cold water


Put flour in a mound on the work surface and make a well. Put in the butter and salt sand work them together with the fingertips of hand, gradually drawing the flour into the centre with the other hand.

When the cubes of butter have become small pieces and the dough is grainy, gradually add the iced wated and mix until it is all incorporated, but dont overwork the dough. Roll it into al ball, wrap in cling film and refrigerate for 20 minutes.

Flour the work surface and roll out the pastry into a 40 x 20 cm rectangle. Fold it into three and give it a quarter turn. Roll the block of pastry into a 40 x 20 cm rectangle as before, and fold it into three again. These are the first 2 turns. Wrap the block in cling film and refrigerate for 30 minutes.

Give the chilled pastry another 2 turns, rolling and folding as before. This makes a total of 4 turns, and the pastry is now ready. Wrap it in cling film and refrigerate for at least 30 minutes before using.



To my lovely hubby, thank you for always supporting me...

Wednesday, May 4, 2011

Sugar Cheese Cookies

Foto ku mendingan gak?? hihihihi...
Well, sebenarnya mau nanya keren apa gak, tapi khawatir bakalan banyak yang bilang gak...(can't handle it!) hahahahaha..... Udah dari dulu banyak teman-teman milis yang ngajak berkamera DSLR, tapi rasanya masih belum perlu. Soalnya selain aku masih fine-fine aja pake kamera pocket, aku juga biasanya abis baking udah malas duluan foto-foto lama. Tapi beberapa bulan terakhir, mulai pengen punya juga. Abisnya ngeliat blog teman-teman lain, fotonya keren-keren amaaat.... singkat cerita, waktu di Jakarta kemaren, aku akhirnya beli juga. Tapi masalahnya, aku gak ada waktu buat belajar (belinya aja udah soreeeee banget, untung blom tutup tokonya).

Untunglah ada si Arni yang bersedia aku gangguin hari Sabtu lalu di rumahnya, karena Minggu, aku harus balik ke Jambi. Dari Arni, aku di kasih tau basic menggunakan kamera. Aiiih, padahal aku udah ikutan kursus food photography di milis NCC-ku, pengajarnya Riana. Tapi waktu itu masih berkamera poket, dan banyak teman milis yang aku kenal, jadi kerjaanku cuma ber-haha-hihi aja sambil cemal cemil sana sini... so, gak begitu nyimak waktu bu Gurunya nge-jelasin soal DSLR...hahahahaha....(Hssshhh...jangan bilang Riana yaaa...hihihi).

Well...enough about camera...
Aku sekarang lagi rajin ngumpulin resep-resep cookies or kue kering. Biasaaaa...persiapan lebaran...hahahha... walaupun lebarannya lama, kali ini aku maunya lebih terencana. Walaupun biasanya, pas dekat lebaran semua rencana bubar, gara-gara aku udah kepepet waktu. But still, tetap optimis bikin rencana jauh-jauh hari...hahahaha... Ceritanya, lebaran kali ini aku mau bikin kue kering yang baru tapi enak. Gak standar abis seperti yang biasa aku bikin. Pilihan pertamaku ya kue Sugar Cheese Cookies yang aku lihat di blog nya si Arni tahun lalu. Gimana gak mupeng liat si Arni bikin puluhan ribu cookies??? mau nanya resepnya lupa melulu. Nah, baru deh aku semangat mau nyoba bikin setelah resepnya di posting di sini.

So, kemarin mulai deh aku coba bikin. Kebetulan ada si Dea pulang sekolah langsung ke rumah. Dia mau minta ditemani ke mall buat beli kado untuk ayahnya yang ulang tahun kemarin. Hum... sebelum ke mall, si Dea aku ajak bikin kue dulu. Seperti yang udah aku duga, dia mau banget kalo di ajak bikin-bikin. Kali ini, tugasnya marutin keju. Kalo lihat komposisi bahannya, sebenarnya simple banget. Bikinnya juga gampang. Tapi yang sulit buatku justru waktu ngegulung adonan. Duuuh...susye!. Setelah ketemu teknis gulung yang pas, eeeh...aku malah kesulitan menggulingkan potongan kue ke gula pasir. gulungannya malah jadi kebuka segala. Ditengah kebingunganku, di Dea malah ada ide. Di gulung aja dulu, trus di olesi dengan putih telur, gulingkan ke gula, baru di potong potong!.... horeeee....its works!!! si Dea hepiiii banget ide-nya benar-benar aku syukuri. Gak sia-sia deh, tiap kali Bundanya (Kak Ika) dan aku bikin kue, selalu ngajak dia. Hum...siapa tau, udah besar nanti si Dea bisa punya cake shop atau bakery gedeeeeee.... hihihihihi.....Amiiiiinnn...!!!

Setelah di potong-potong, kedua sisi kuenya langsung aku gulingkan ke gula tanpa putih telur. Alhamdulillah gulanya tetap nempel. Setelah urusan gula-gulaan selesai, adonan di panggang. Gak lama, di oven mungilku 20 menit aja udah matang. Di dalam oven, wangi kejunya, wuiiiihhhh bener-bener bikin pantry rumahku berasa di bakery *lebay*...hehehehee... Setelah dingin, aku sama Dea udah gak sabar pengen nyicipin. Rasanya??? so so soo good!!! Kuenya lembut dan rada melt-in-your-mouth dan kejunya so cheesy n' crunchy. Si Dea langsung klaim kalo ini kue kesukaannya, karena rasanya manis-asin...well..well... kalo gitu, kue ini langsung masuk list kue lebaran nanti. Mudah-mudahan, by that time, daku udah punya strategi menggulung yang rapi...ehem... eeeh, setelah aku bandingin sama buatan Arni, kue ku koq gembul banget ya, mana gulungannya dikiiiiit....hihihihihi....aaah, yang penting enak!!! *ngeles*

Abis urusan kue selesai, aku sama dea langsung meluncur ke bandara jemput si Mas yang baru pulang dari Malang, trus kita lanjut beli kado di mall. Malamnya siap-siap deh ke rumah abangku Riri. Wah seru deh, kita makan malam bakar-bakaran di terasnya yang baru. So happy ngeliat keponakan-keponakan kecilku bikin kerusuhan bareng..hahaha... Happy Birthday Ri!!! *big big hug*

By the way, ternyata dugaan ku benar kan, daku terlalu malas buat foto dengan niat. Foto ini, tadi pagi aku jeprets dari jendela kamarku yang aku buka lebar-lebar. Buat backgroundnya, aku ambil aja dari mini library yang di bikinin si Mas di sudut kamar...hummm...next time deh mulai di niatin...hiiiks!


O ya, ini resepnya yaaa...


SUGAR CHEESE COOKIES
Source : Yeni Ismayani


Bahan:
150gr mentega
60gr gula halus
1kunig telur
200gr terigu
50gr maizena
200gr keju kraft parut (aku pake 180 gr aja, pas 1 kotak)

Untuk olesan :
1 putih telur
50gr gula pasir

Cara membuat:
  • Kocok mentega dan gula sampai putih , tambah kan kuning telur aduk rata.masukkan tepung terigu dan maizena , aduk rata dengan spatula.
  • Giling adonan setebal 1/2cm bentuk persegi panjang lalu taburi seluruhpermukaannya dengan keju parut, ratakan.
  • Gulung adonan dari kedua sisi hingga ke tengah, rapikan lalu potong setebal 1cm.
  • Olesi setiap sisi cookies dengan putih telur lalu gulingkan di atas gula pasir.
  • Susun dalam loyang lalu panggang hingga matang dengan suhu 130 derajat celcius.

Kalo aku, setelah adonan di gulung, olesi dengan putih telur, gulingkan ke gula, potong-potong. Baru setelah itu, tiap sisinya di gulingkan ke gula pasir tanpa telur.

Sunday, May 1, 2011

Bolu Kukus Cookies n' Cream


Alhamdulillah...
Akhirnya hari ini aku pulang juga ke Jambi. Minggu-minggu terakhir ini, keluargaku pada sibuk. Kita semua berangkat ke Jogja buat menghadiri pernikahan Abangku, Iqbal, tanggal 29 lalu. Maklum, istrinya, mba' Dwi, memang dari sana. Hum...akhirnya mayoritas mantu Ibu dan Papaku ya wong Jowo...hihihihi..ya kecuali kak Ari (istrinya bang Baraq) yang dari Jambi. Anyway, kebayangkan gimana hebohnya rombongan kita ke Jogja. Udahlah waktunya mepet (maklum, para keponakan harus tetap sekolah) ramenya, bikin geli. Ada yang gak hepi sama tempat duduknya di pesawat, ada yang kelaparan, ada juga yang sempat-sempatnya foto-foto di atas pesawat (ehem..itu gue)...hihihihihi...

Tapi semua lega banget karena acaranya berjalan lancar sesuai rencana dan gak ada gangguan yang berarti. Semua hepi menikmati acara nya. Dengan narsis-nya hampir semua bela-belain foto diri sendiri sampe berkali-kali...hahahaha.... yang bikin hepi, temanku sejak SMP dan tetangga ku di Jambi yang sekarang menetapi di Jogja, si Dian, datang juga. Si Dian ini pinter banget nyanyi. Senang deh dia ikut nyumbang beberapa lagu di acara. Sanak saudara dan Papaku pada muji-muji suaranya Dian. Ya iyalah, emang dari dulu dia jago nyanyi tuuh...prasaan dari SMP sampe sekarang suaranya gak berubah, tetap bagus aja. Beda banget sama suaraku yang cempreng abis, apalagi kalo nyanyi...duuh, tobat dah, gua aja ogah dengar nyanyian gue...whoa ha ha ha...

Aku juga lega banget, soalnya pas berangkat, sempat bete karena seragam ku jelek seekaleee. Gak sesuai konsep dan potongannya kayak aku lahir 90 tahun yang lalu...huhuhu...kalah jauh sama punya kak Ari dan kak Ika yang gamisnya cantik-cantik *hiks!*, ogah deh ke tukang jahit itu lagi, kapoooookkk.... gak mood banget nyobain bajunya. Udahlah potongannya salah, kalo diangkat ornamenya juga pada rontok semua. Untunglah Mama-nya kak Ika nyusul ke Jogja dan bikin seragam juga dan pas sama aku....ehem..langsung deh di pake dan jadi hak milik...hehehehe.... Niiih, fotonya, aku pajang di sini yaaa.....

Kak Ika, Kak Ari, Aku, Tona, Bang Iqbal, Mba' Dwi, Abel, Papaku, Si Mas, Bang Baraq, Bang Riri
Depan : Dea, Arel

Anyway...
Sebelum ke Jogja, aku ikutan bolkus weeknya NCC. Aku bikinnya udah hari deadline, dan setor laporannya juga udah mepet banget, lebih kurang 30 menit sebelum penutupan. Yep, daku orang terakhir yang setor...hahaha.... Sebenarnya aku udah lama mau bikin (lha, acaranya cukup lama koq waktunya), tapi emang dasar aku malas aja. Jadi di tunda-tunda terus, apalagi sempat bolkusku gagal total. Aku sendiri karena pernah bikin bolu kukus dan mekar sempurna *cieee*, jadi kelewat pede ngerombak resep. Akhirnya, ya gagal semua. Dari kegagalan pertama sampe ke 3 berikutnya, jaraknya lamaaa banget saking malasnya. Sampe sehari sebelum deadline, aku mulai coba lagi, karena ideku terlalu ganjil, ya hasilnya ganjil juga. Pas hari H-nya, aku bbm bu Peri bolkusnya, mba' Yanti Saleh, nanyain jam berapa pengumpulan terakhir...hihihihi...kepepet banget ya...

Untung di kasih waktu sampe tengah malam. Semula aku udah nyerah aja buat ikutan, tapi karena kompor Bu perinya turbo, ya aku coba lagi. Mana sore itu Papaku mau rapat di rumah dan minta di siapkan segala sesuatunya, daku semakin khawatir sama nasib bolkusku. Untung ada si Tona yang bantu-bantu nyiapin keperluan rapat sementara aku terus berjuang dengan bolkus ku. Alhamdulillah, jadi dan bermekaran dengan cantiknya. Trus bang Baraq n' the gank datang. Kak Ari dan si Abel nyoba bolu kukus yang aku bikin. Setelah dapat sambutan sangat positif dari mereka, langsung aku foto-foto. Ternyata Papaku rapatnya sampe malam banget dan aku hampir lupa ngirim laporannya. Sambil kebut-kebutan dengan waktu, akhirnya terkirim juga...jadi juru kunci peserta event ini....hahahahaha....

Karena malam itu aku capek banget, dan beberapa hari setelah itu aku mulai fokus nyiapin persiapan ke Jogja, jadi aku baru posting sekarang. Bolu kukus yang aku bikin cukup simple. Aku pake resep bolu kukus mekarnya bu Fatmah Bahalwan (ketua NCC yang baik hati tuh *love her!*). Aku kayaknya lebih cocok sama resep ini karena kemungkinan gagalnya dikit. Untuk rasanya, aku bikin bolu kukus dengan rasa es krim favorite ku... cookies n' cream... supaya rasanya benar-benar nge-cookies, biskuit Oreonya gak cuma aku campurkan ke adonan, tapi bagian bawahnya juga aku selipkan sekeping Oreo juga sebagai alas. Lalu bagian atasnya aku beri taburan Oreo yang di hancurkan kasar. O ya, resepnya juga aku tambahkan susu bubuk supaya terasa lebih creamy...So hepi akhirnya di kirimin badge bolkus week sama para peri Bolkus yang baik hati...cihuuuy, nambah deh badge di blog gue...hehehe...


Ini resepnya...



BOLKUS COOKIES n' CREAM

by Camelia

Modifikasi dari BOLU KUKUS MEKAR By. Fatmah Bahalwan
Bahan :

225 gr gula pasir
2 btr telur
1 sdt cake emulsifier (aku pake TBM)
250 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
1 sdm susu bubuk
150 ml air soda (sprite)
50 gr Biskuit Oreo (hancurkan kasar)
20 keping Oreo utuh
Oreo yang di hancurkan untuk taburan.

Cara membuat :

Siapkan cetakan bolu kukus, alasi dengan cup casesnya. Letakkan sekeping Oreo di dasar cetakan yang telah di beri kertas. Sisihkan. Panaskan kukusan, biarkan uapnya banyak.

Campur semua bahan menjadi satu, kocok selama 10 menit hingga kental (tergantung miksernya juga ya, pokoknya sampe benar-benar kental deh).

Tambahkan Oreo yang telah di hancurkan, mikser sebentar hingga rata.

Tuangi cetakan dengan adonan 3/4 penuh, beri taburan bagian atasnya dengan biskuit Oreo yang di hancurkan.

Kukus selama 20 menit.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Anniversary

Daisypath Anniversary tickers

Ava

Lilypie Kids Birthday tickers

Eijaz

Lilypie Fourth Birthday tickers