Search This Blog

Sunday, August 26, 2012

Devil's Food Cake with Swiss Meringue Buttercream


 Haiiiiiiii.....
Buat yang Muslim, gimana lebarannya? Pasti seru ya ketemu sanak saudara, dan buat yang liburan, kebayang deh gimana hebohnya...hihihihi... Maaf lahir batin ya semuanyaaaa....*hug hug hug*. 

Postingan lebaran dirumahku tahun ini nanti menyusul...hummm... Sekarang mau posting cake yang aku bikin kemarin sore. Heboh deh,  sampe si Mas akhirnya menemani Papa-ku berbuka puasa sendirian, soalnya aku masih kasak-kusuk di dapur. Jadi, aku udah gak sabaaaaaarrr....whoa ha ha ha...ok ok ok, I know... koq chocolate cake lagi? coklaaaaat melulu! nah, jujur nih, sebenarnya ini juga gak terencana. Waktu ke supermarket sama Papaku n' si Mas, aku udah borong lemon seabrek-abrek. Ceritanya mau coba bikin lemon cake pake loyang nordic yang belom juga diberdayakan. Tapi ntah kenapa, gara-gara buka-buka bukunya Magnolia Bakery, jadi keingat sama resep ini. Jadi deh, melenceng dari rencana semula (baru nyadar, itu lemon mau diapain yaaaa...hiiiks!!!). Kebetulan ada satu pak coklat couverture yang belum dipake sama sekali, jadi deh resep ini di eksekusi.

Waktu pertama beli bukunya, cake ini yang pertama kali aku coba. Tapi hasilnya kacau balau. Pertama, karena keterangan resepnya gak beraturan. Misalnya, sedang asik-asik ngocok adonan, disuruh masukin putih telur yang udah dikocok. Alhasil, aku kelimpungan ngocok putih telur dulu. Mana waktu itu adanya hand mixer. Blom lagi ovenku masih oven listrik mungil, gak muat masuk dua loyang. Jadi aku panggang dengan loyang besar yang tinggi. Mungkin karena aku emang amatir, atau emang ketinggian, bagian tengahnya gak matang n' ancuuuurrr.... tapi, sempat aku cicipi, rasanya lumayan juga. So, akhirnya cake ini cuma masuk dalam daftar cake yang mau aku coba lagi. Kali ini, resepnya aku baca berkali-kali dan aku ingat urutan langkah yang sebenarnya harus aku lakukan. Teteuuupppp aja, hampir aja putih telurnya lupa masuk...ck...ck...ck..ck...


Di dalam bukunya, Devil's food cake-nya di sajikan dengan seven-minute icing, caramel buttercream, dan chocolate buttercream. Juga tertulis kalo di bakery-nya malah pake mocha buttercream (tapi di buku gak ada resep mocha buttercream...pffhhh..). Tapi ntah kenapa aku kurang yakin sama beberapa resep frosting yang ada dibuku itu. I mean, ok lah Magnolia Bakery terkenal sama cupcakenya yang dimakan sama artis beberapa serial tv di Amrik. tapi aku agak ragu dengan yang lainnya. Bukan ragu dalam arti negatif ya, cuma rasanya terlalu biasa. Jadiiiiii...untuk Devil's food cake-ku kali ini, aku pilih pake Swiss Meringue Buttercreamnya Martha Stewart. Yup, buat aku pribadi, selalu yakin sama resepnya tante Martha, akurat dan rasanya selalu berkelas.

Lagian, emang udah lama aku pengen nyoba bikin buttercream dengan putih telur ini. Aku udah nyoba bikin beberapa jenis buttercream, mulai dari yang pake mentega putih atau shortening, trus buttercream yang pake cream cheese, buttercream dengan whipcream dan buttercream ala American-style cupcake yang pake mentega sama gula icing. Ada beberapa yang aku suka, ada yang gak karena sukses bikin gigiku berasa mau rontok seharian. Nah, ini kesempatan ku buat nyoba bikin buttercream versi lain lagi. Kalo di baca, memang keliatan ribet karena telurnya harus dipanaskan di double-boiler segala, tapi setelah dibikin, ternyata gak sulit dan hasilnya, aku sukaaaaaaaaa banget, so buttery dan lembuuuuttt.... dan yang terpenting gak ngendal di mulut (yeah...pake real butter!).

Tantanganku gak berhenti disaat membuat cake dan menyiapkan frosting aja. Menghias cakenya juga punya tantangan tersendiri...hihihihi... kayaknya aku gak bakat dan emang harus segera ikutan kursus cake decoration deh. Kali ini ngasal banget karena aku juga terburu-buru mau ke kondangan pernikahan adiknya si Maria Wisanty, temanku. Jadi deh cakenya cuma aku oles pake spatula dan diberi bunga seadanya dengan spuit bintang. Si Mas aja heran, dikira ada yang mau ultah, dan ntah karena mba' Dwi (Istri bang Iqbal) nyindir atau emang dia lagi capek baru nyampe dari Yogya, katanya aku justru keliatan dekor cake-nya niat beneeer. Humm...gak pa pa deh, lumayan buat hiburan...hahahaha...



Rasanya...??
Cakenya gak semoist cake coklat lainnya, tapi gak padat dan terasa ringan. Tapi aromanya yang unik, mungkin karena aku pake chocolate couverture yang udah manis dan pake brown sugar ya. Tapi next time, jumlah brown sugarnya aku kurangi supaya gak terasa manis banget. Apalagi akan di beri frosting lagi. Sedangkan buttercreamnya, beneran jadi my favorite buttercream deh, di colek aja enaaaakkk... benar-benar buttery dan gak terlalu manis. Karena rasa butternya yang dominan, sebaiknya saat di jadikan frosting ataupun filling cake, jangan terlalu tebal atau banyak. Btw, frostingku tadi gak semuanya pake unsalted, separuhnya aku pake salted, supaya gak terlalu eneg. Menurutku buttercream ini pasti enak kalo dijadikan isi macaron (sayang sampe sekarang blom sukses juga...whoaaa...hiks!) dan di beri aneka essence, seperti rose, orange atau lychee.. seru!! *kalobisabikinmacaron*

Ini aku posting resepnya setelah aku terjemahkan ala kadarnya. Urutan cara pembuatanpun aku sesuaikan dengan langkah-langkah yang aku lakukan supaya gak bingung. Untuk buttercreamnya, aku baru tau triknya kalo saat wadah berisi putih telur menyentuh panci berisi air panas, segera whisk dan whisk berlahan terus menerus hingga gula larut. Dengan cara ini, gak ada kesempatan buat si putih telur untuk matang. 

Good luck n' have fun!!



DEVIL'S FOOD CAKE
Allysa Torrey and Jeniffer Appel, dari buku The Complete Magnolia Bakery Cookbook

Bahan :

3 cups tepung terigu serbaguna
1 1/2 sdt baking powder
1 1/2 sdt baking soda
3/4 sdt garam
3 btr telur ukuran besar, pisahkan kuning dan putihnya
3/4 cup (1 1/2 stik) mentega tawar, suhu ruang
2 cup brown sugar 
8 oz unsweeted chocolate, cairkan
2 cup susu cair
1 1/2 sdt vanilla extract

Caranya :
  • Cairkan coklat, caranya, letakkan coklat dalam wadah tahan panas, letakkan diatas panci berisi air panas selama lk. 5-10 menit, aduk sesekali hingga semua larut. Angkat dan sisihkan hingga dingin selama lk. 5-10 menit.
  • Panaskan oven 350F
  • Olesi 2 buah loyang bulat ukuran 9x2 Inch dengan mentega, alasi dengan kertas baking (aku olesi lagi dengan mentega)
  • (aku, campur susu dan vanilla extract dalam satu wadah, sisihkan)
  • Dalam wadah besar, ayak tepung, baking soda, baking powder dan garam. Sisihkan.
  • Dalam wadah terpisah, kocok kuning telur hingga kuning pucat, sekitar 2 menit. Sisihkan.
  • Dalam wadah besar, kocok mentega dan gula hingga licin lk. 3 menit. Masukkan kuning telur dan kocok hingga rata. Masukkan coklat, kocok rata.
  • Masukkan campuran tepung dalam 3 tahapan, bergantian dengan campuran susu, kocok hingga rata.
  • Dalam wadah terpisah, kocok putih telur dengan kecepatan tinggi hingga soft peak.
  • Masukkan putih telur kedalam adonan, aduk balik hingga rata.
  • Bagi adonan dalam 2 wadah yang telah disiapkan dan panggang selama 40 - 50 menit atau lakukan test tusuk
  • Setelah matang, keluarkan, biarkan didalam loyang selama 10 menit. 
  • Keluarkan dari loyang dan biarkan dingin keseluruhan diatas rak kawat.
  • Setelah dingin, siap untuk di frosting



SWISS MERINGUE BUTTERCREAM
Martha Stewart dari buku Cupcake


Bahan :

5 btr putih telur (ukuran besar)
1 cup plus 2 sdm gula
sejumput garam
1 pound (4 stik) mentega tawar, suhu ruang, potong-potong ukuran sendok makan
1 1/2 sdt vanilla extract

Caranya :

  •  Campur telur, gula dan garam dalam wadah tahan panas (atau mangkok standing mixer) lalu letakkan diatas panci yang berisi air hampir mendidih. Whisk dengan tangan hingga campuran terasa panas saat disentuh dan gula larut. Campuran ini harus terasa benar-benar licin ketika digosokkan diantara jari tangan.
  • Letakan mangkok keatas mikser yang telah dipasang kocokan whisk. Mulai dari kecepatan rendah dan berlahan naikkan hingga medium-tinggi, kocok hingga kaku (stiff peak, tapi tidak kering). Terus dikocok hingga menkilap dan benar-benar dingin (test dengan menyentuh bagian dasar mangkok) lebih kurang 10 menit.
  • Turunkan kecepatan hingga medium-rendah, masukkan beberapa sendok mentega dalam satu waktu. Setelah tercampur rata, tambahkan lagi mentega, lakukan hingga mentega habis. Tambahkan vanilla. Ganti whisk dengan kocokan "K", lanjutkan kocok dengan kecepatan rendah hingga udara berkurang, sekitar 2 menit. Scrap adonan di pinggir mangkok dengan spatula, lanjutkan kocok hingga adonan terlihat licin dan lembut. Buttercream siap untuk digunakan
Simpan buttercream dalam suhu ruang apabila digunakan dalam hari yang sama atau pindahkan kedalam wadah kedap udara dan simpan di kulkas hingga 3 hari atau bekukan di freezer hingga 1 bulan. Sebelum digunakan biarkan dalam suhu ruang dan kocok lagi dengan kocokan "K" hingga licin lagi.

Buttercream juga dapat diberi warna sesuka hati.

Selamat Hari Raya Idul Fitri


Selamat Hari Raya Idul Fitri

1433 H

Mohon Maaf Lahir & Batin




- Camelia & Hasyim -


Friday, August 17, 2012

Lidah Kucing Rainbow

Postingan ini aku ikutkan di acara rainbow weeknya NCC,  laporannya bisa dibaca disini. Apaan tuh Rainbow Week?? well, silahkan baca disini. Setiap kali milis NCC bikin acara week-week-an, aku selalu berusaha untuk berpartisipasi, abisnya seru siiih (sekalian koleksi badge buat blog..ehem..) aku juga pernah jadi host salah satu acara week-week-annya NCC tahun jebot *haha* waktu itu week-week-an ke 2 deeh, Donat Week...hihihihi...



Well, gak terasa dalam beberapa hari lagi, udah lebaran. I hope. Mudah-mudahan kali ini gak ada lagi kekacauan tanggal lebaran seperti tahun lalu. Terus terang, Ramadhan kali ini terasa beda buat ku, saking sibuknya sama segala macam kegiatan, aku sampe gak nyadar kalo Idul fitri udah didepan mata. Rasanya kayak...Whaaaattt??!!! langsung deh terserang panic attack. Kue-kue belum di bikin, segala yang di pesan belom dipesan dan sampe lupa blom beli baju lebaran...*gak penting amat ya..hahaha*. Walaupun begitu, periode malas bakingku kayaknya masih blom berakhir, kalo mau baking, adaaaaa aja alasan buat ngerjain yang lain. Kalo gak salah, aku sudah menghabiskan 3 hari sejak pertama aku niat mau baking cuma buat bengong sama jalan-jalan sambil belanja doank. Sampai akhirnya si Mas selalu nyindir karena dapur baru yang dibikinin belum dipake juga, selain bikin nutrijell buat nyobain kompor nya...hehehehe...

Baru kemarin lusa, karena ada Ega (anak sepupuku) dan si Dea yang ngajak bikin kue. Si Dea sekarang pindah ke Malang buat nemenin Ayahnya yang kuliah lagi, jadi aku hepi banget mereka pulang buat liburan lebaran di Jambi. So, gak mungkin aku tolak waktu diajak bikin kue. Mulai dari yang gampang dulu, kue putri salju ala Eyang Uti-nya si Citra yang emang banyak fans-nya di rumah. Si Ega bagian nimbang dan ngaduk, sementara Dea bagian tuang bahan. Senang juga ngeliat mereka ngebuletin adonan berdua. O ya, kali ini puti saljunya pink, soalnya, Dea minta pink!!..hihihihi... Tapi itu juga belum cukup bikin aku semangat baking, setelah satu resep putri salju, aku pun gak niat buat nerusin bikin yang lain lagi. Malah ngajak si Mas ke toko bahan kue, suka jalannya aja. Tapi aku borong juga beberapa loyang kue lidah kucing. Beda banget sama tahun lalu, baru seminggu puasa, aku udah bikin kue dan punya list semua yang mau aku bikin sendiri. Tapi aku sempat tersentuh juga waktu si Mas komen "Humm, aroma kue, ini baru terasa mau lebaran!!!*...hehehehe... 


Anyway, kemarin aku paksakan juga buat baking lagi. Terlalu banyak resep yang mau aku coba dalam kepalaku, bikin aku bingung mau nyoba yang mana. Bolak-balik beberapa resep kue kering, aku putusin bikin lidah kucing aja. Alasannya simple, karena aku emang blom pernah bikin lidah kucing, ever!! Apalagi sekarang segala yang nge-rainbow lagi happening banget, termasuk lidah kucing. Yep, daku selalu telat ngikutin perkembangan trend per-kue-an. Sampe rainbow cake yang bikin heboh, aku blom pernah bikin *makan doank*, hingga muncul lidah kucing rainbow, masih blom bikin juga iih! iih! iih!. Jadi kali ini mesti ngotot bikin. Diantara beberapa resep yang aku pertimbangkan, aku milih resep yang ada dari buku "Kue Kering Klasik Ny. Liem". Karena bahannya terlihat simple dan tetap pakai kuning telur, jadi gak perlu di buang semuanya. Cara pembuatannyapun keliatan gak sulit-sulit amat.

Ternyata, bikinnya emang gampang. Ngewarnain adonan supaya nge-rainbow yang ribet. Blom lagi nge-spuit satu per-satu...whoaaaaa...rasanya mau nangis!!! lamaaaa banget! walaupun terasa setelah beberapa loyang, tanganku lebih steady, tetap aja bikin gregetan. Mana di dapur gak ada kursi, asoy deh berdiri mulai dari nimbang bahan sampe manggang (ok, sebenarnya bisa aja angkut kursi, tapi aku males, gak matching..*Aiissshhh*) hihihihi... karena masih kenalan sama oven komporku, aku masih pake ilmu kira-kira aja. Gak ada temperaturenya, cuma gas mark doank, jadi aku mesti coba-coba dulu. As always, yang namanya oven harus dikenal dan dimengerti cara kerjanya.  Ini juga salah satu alasan kenapa pertama kali nyobain oven,  aku pilih bikin kue kering dulu sebelum bikin cake. Karena resiko gagal saat dipanggang bisa diminimalisir. Setelah di coba, 2 loyang lidah kucing warnanya buram, kepanasan euy! selanjutnya malah ada yang undercook, lidah kucingnya lembut kayak cake...saking takutnya gosong lagi...hahahaha... tapi setelah itu semua aman lancar. Alhamdulillah.

Hasilnya?? suka! suka! suka!  Enak deh, lidah kucingnya empuk-renyah. Gak keras dan gak terlalu crunchy. Pokoknya pas sama lidah kucing yang ada dalam bayanganku. Syukurlah, dalam pembuatan lidah kucing perdana ku ini, gak ada kesulitan yang berarti. Ngelepasnya dari loyang yang udah dioles margarin juga mudah banget, gak pake lengket seperti yang di keluhkan teman-teman milis. Ini bakalan jadi resep andalan buat lidah kucing, kayaknya kemungkinan gagalnya kecil. Untuk pewarna, aku pake pewarna Wilton. Hasilnya cantik banget. Dont worry, pewarna ini udah food grade dan bersertifikasi Halal. So kalo ada tayangan tv yang mendiskreditkan penggunaan pewarna yang aneh-aneh, eits! lihat dulu donk produsennya ya.

Bagi yang mau bikin lidah kucing, cobain deh!


LIDAH KUCING 
Ny. Liem

Bahan I

150 gr mentega
150 gr margarin
1/4 sdt garam
175 gr gula bubuk
1/2 sdt esens susu
1/2 sdt vanilli bubuk
2 kuning telur

Bahan II (campur dan ayak)
25 gr susu bubuk full cream
250 gr tepung terigu protein sedang (misal, segi tiga)

Bahan III
100 ml putih telur, kocok kaku

Cara membuat :

  • Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga mengembang dan putih.
  • Masukkan bahan II sedikit demi sedikit, aduk berlahan dengan spatula hingga tercampur rata. Tambahkan bahan III, aduk rata.
  • Masukkan kedalam kantong plastik segitiga yang telah di beri mata spuit, semprotkan kedalam loyang yang telah diolesi dengan sedikit margarin hingga rata berbentuk memanjang.
  • Panggang ke dalam oven dengan suhu 150C selama 15 menit, kecilkan suhu oven menjadi 100C lalu panggang kembali selama 15 menit hingga matang dan kering. Angkat dan dinginkan.
  • Simpan dalam toples kedap udara.
Make It Rainbow!!

  • Sebelumnya, siapkan 6 wadah yang sama. 
  • Setelah adonan jadi, timbang sekalian dengan wadahnya, lalu dibagi menjadi 6 bagian. 
  • Adonan di tiap wadah, diberi 1 warna, aduk rata. 
  • Masukkan masing-masing warna kedalam plastik segitiga. 
  • Gunting ujung plastik lebih kurang 0.5 cm. 
  • Lalu spuit tiap warna, satu garis dari kiri ke kanan diatas loyang lidah kucing. 
  • Urutan warnanya adalah ungu, biru, hijau, kuning, orange, merah.
Have fun!


Wednesday, July 25, 2012

Classic Vanilla Marshmallow


Iiiih, sebel. Ribet deh pake blogger dengan format yang baru. Ini prasaan aku aja atau emang membingungkan yaaa.... hum, mudah-mudahan ntar aku terbiasa juga.

Nah, kali ini aku mau posting marshmallow made by me!! Whaaaattt...marshmallow??? yup yup! I love this little piece of fluffy stuff! Udah dari kapan-kapan pengen nyoba bikin sendiri. Mungkin lebih dari dari 5 tahun yang lalu kaliiii....*ya ampuuuun*. Dulu gara-gara ngeliat cara pembuatannya di Youtube. Kayaknya gampang bangeeet. Tapi gak jadi-jadi karena blom punya standing mixer yang gede... *alasaaaan* soalnya banyak juga video cara membuat marshmallow dengan hand mixser biasa.... eheemm...kayaknya emang malas doang siiih...hihihihihi.....mungkin dulu gak jadi-jadi bikin karena keliatannya ribet, mesti pake candy thermometer segala. Padahal pengen banget bikin sendiri, apalagi waktu itu, gak gampang nyari marshmallow. Biasanya cuma ada yang pake filling buat cemilan dan masih import segala. Sementara, aku sukanya yang  polos aja, yang bisa di jadiin topping minuman coklat hangat...hummm...yummy...

Aku suka banget hot cocoa dengan marshmallow. Ini kebiasaan dari host Mom ku dulu, Kendra Schulte. Di saat dinginnya winter di Minnesota, kita selalu bikin hot cocoa. Trus diatasnya diberi marshmallow mini, kalo diaduk, ikutan melted sama minuman coklatnya....yummeee... kebiasaan itu terus aku lakukan sampe jaman kuliah. Naaaah....setelah kuliah baru aku tau kalo marshmallow dibuat dari gelatine yang berbahan dasar hewani. Beberapa marshmallow yang dijual di pasaran mengandung gelatine babi *Masya Allah...* jadinya lama banget baru aku beli marshmallow lagi. Baru setelah kembali ke Indonesia, banyak dijual marshmallow dari gelatine sapi dan ada label halalnya. Apalagi sejak ikutan milis makanan dan bikin kue sendiri, aku mulai mengerti dan aware dengan gelatine yang aku gunakan. So, buat teman-teman sesama muslim, jangan ragu-ragu buat nanya kemasannya ke penjual gelatine yang menjual gelatine re-pack. Dulu aku milih gak jadi beli karena gak enak ngerepotin yang jual. Tapi sekarang gak lagi, tiap kali beli, aku selalu nanya merk dan kemasan untuk melihat label halalnya. Gak masalah itu dari majelis ulama Australia, Malaysia, Africa atau dari manapun, yang penting ada label halalnya.


So...beberapa bulan lalu, iseng ngeliat fb fondant tools-nya Dee Narin. Langsung mupeng abis ngeliat buku Marshmallow Madness. Gak pake nunggu, beberapa hari setelah nyolek Dee buat pesan buku di fb, bukunya sampe di Jambi dengan manisnya. Itu buku beneran lucu banget, gambar marshmallow warna-warni dan sampulnya pun empuuuk...hihihihi... Setelah di pelototin, di baca-baca dan dibawa tidur selama beberapa hari, kemarin aku mutusin buat nyoba bikin marshmallow dengan resep yang ada di buku. Kebetulan, waktu nemanin Papa ke Melaka, aku juga borong beberapa kotak gelatin halal, pas deh. Sebelum mulai, aku juga kasak-kusuk di Youtube, pengen liat gimana cara bikinnya secara live *duilee*.. nah! ternyata, Shauna Sever yang nulis buku, juga ada videonya disini. Selain itu, aku juga bandingin dengan beberapa video yang ada disini dan disini. 

Pada dasarnya, semua cara di video-video itu gak jauh beda. Cuma kalo versinya Shauna, gelatine setelah di kembangkan dengan air, dilarutkan lagi hingga cair dengan microwave atau uap panas. Sementara di video yang lain, cukup dikembangkan dengan air aja. Kali ini aku ikut exactly seperti yang tertera di buku, setelah di kembangkan, di cairkan lagi (aku pakai wadah tahan panas diatas panci berisi air mendidih). Tapi next time aku mau coba tanpa di larutkan, karena setelah itu akan dimasukkan syrup panas. Logikanya, itu gelatine setelah di siran syrup panas dan di kocok akan larut juga...so, next time aku coba dengan cara itu. Di salah satu video itu, juga ada yang gak pake candy thermometer sama sekali. Apabila gelembung mendidihnya sudah merata, dianggap cukup. Kali ini, aku ikut semua sesuai buku, aku hanya disaat kocokan terakhir, aku menambahkan beberapa tetes pewarna makanan (gel based) dan vanilla bean paste untuk membuat aroma vanilla nya lebih terasa.


Saran yang benar-benar berguna banget buat aku *hehe* yaitu menyiapkan semua alat dan bahan. Letakkan semua diatas meja supaya mudah diambil. Walaupun marshmallow disukai anak-anak, tapi karena membuatnya bakalan bikin kita berurusan dengan syrup panas, sebaiknya jangan libatkan anak-anak dalam proses pembuatannya. Semula aku sempat persimis karena adonan memang berubah menjadi putih susu setelah dimasukkan syrup panas dan di kocok, ternyata setelah dikocok lebih kurang 10 menit, adonan mulai mengembang dan kental. Aku rada nyesel juga gak jadi beli loyang silicone berbentuk standar. Aku punya yang bentuk mini cakes, itupun aku jarang pake karena aku agak ragu faktor safetynya. Jadi emang gak minat buat nambah koleksi loyang silikon. Tapi setelah melihat salah satu video tadi, kayaknya asik juga kalo nyetaknya di loyang silikon, pas mau di keluarin dari loyang, tinggal dorong doang. 

Anyway, caraku kemarin juga not bad koq, loyang aku olesi butter, trus aku lapisi kertas anti lengket yang sengaja aku sisakan beberapa senti disisi-sisi nya. Lalu aku olesi lagi dengan butter dan ditaburi campuran gula icing dan maizena. Hasilnya, gak kalah mudah mengeluarkan marshmallow dari cetakan. Setelahdi tuang dalam cetakan, ada yang bilang dibiarkan selama 3 jam dan ada juga 6 jam. Gak tau deh, mungkin karena di Indonesia suhunya lembab, aku sendiri baru bisa mengeluarkannya dari cetakan setelah dibiarkan hampir 12 jam.  Supaya cantik, marshmallownya aku potong-potong dengan cookie cutter lucu. Cara lain, bisa menggunakan gunting dapur dan pizza cutter. O ya, saat di keluarkan, jangan lupa alasi meja dengan koran bekas, baru deh angkat marshmallow dengan kertas pelapis loyangnya, letakkan diatas koran (bersama kertas pelapisnya ya, jangan langsung keatas koran, gak bersin n' lengket), potong-potong. Alas koran itu bergunaaa banget supaya gak berantakan, karena mashmallow lengket, bakalan sering ditabur dengan bahan taburan. setelah selesai, korannya tinggal di buang aja.

Rasanyaaa...??? enak! gak beda dengan marshmallow yang dijual. Lebih lembut dan lebih mudah lumer di mulut. Bikin aku penasaran dan ingin eksperimen dengan rasa yang lain. Kebayang deh vanilla extractnya aku ganti dengan essence orange atau leci...pasti seru! mau ikutan bikin??? ini resepnya yang aku terjemahkan ala kadarnya dan aku tambahkan cara yang aku gunakan yaaa....

CLASSIC VANILLA MARSHMALLOW
Shauna Sever

Bahan :

4 1/2 sdt gelatine bubuk tanpa rasa (gelatine yang aku gunakan, pas 1 sachet, 21 gr)
1/2 cup air dingin

3/4 cup gula pasir
1/2 cup corn syrup, bagi dua
1/4 cup air
1/8 garam halus

2 tsp vanilla extract
1/2 cup classic coating (cara membuatnya ada dibawah)

Cara Pembuatan :

  • Campur gelatine dan air dingin dalam mangkok kecil tahan panas dan biarkan selama 5 menit.
  • Aduk gula, separuh corn syrup (1/4 cup), air dan garam dalam panci ukuran sedang. Biarkan mendidih sambil sesekali diaduk hingga suhu mencapai 240F. 
  • Sementara itu, tuang separuh dari corn syrup (1/4 cup) kedalam mangkok mikser yang telah dipasang whisknya. Lalu microwave gelatine tadi selama 30 detik hingga larut dan mencair (kalo aku, letakkan mangkok berisi gelatine diatas panci berisi air panas, whisk hingga larut). Tuang kedalam mangkok mikser. Hidupkan mikser dengan kecepatan rendah.
  • Ketika larutan syrup sudah mencapai 240F, berlahan dan hati-hati, tuang syrup kedalam mangkok mikser. Setelah semua dituang, tambah kecepatan mikser hingga medium selama 5 menit, lalu tambah lagi hingga medium-high selama 5 menit lagi.  Matikan sebentar, masukkan vanilla extract (aku tambah pewarna pink dan vanilla bean paste) Lalu kocok dengan kecepatan paling tinggi selama 1 atau 2 menit. 
  • Bentuk akhir dari marshmallow adalah berwarna opaque putih, fluffy dan volumenya 3 kali lipat dari semula. Tuang kedalam loyang yang telah disiapkan, gunakan spatula untuk meratakan hingga ke sudut loyang. Ayak bahan campuran coating diatasnya. Biarkan set selama 6 jam (aku 12 jam) ditempat yang dingin dan kering (diatas meja aja...)
  • Gunakan pisau disisi loyang untuk melepaskan marshmallow dari loyang. Keluarkan marshmallow keatas tempat yang telah ditaburi bahan coating. Potong-potong (gunakan pizza cutter untuk bentuk kotak) atau sesuai keinginan. Lumuri lagi dengan coating hingga semua tertutupi coating. Sajikan.

CLASSIC COATING

1 1/2 cups gula confectioners (gula icing)
1 cup tepung maizena

Ayak dan campur rata kedua bahan. Siap digunakan. Simpan diwadah kedap udara.



Sunday, July 22, 2012

Buku : Sarabeth's Bakery, From My Hands to Yours

Haii...haiii...haiiii.... *hugs hugs*
Sedih banget deh ngeliat blog ku ini terbengkalai. Padahal udah beberapa kali berjanji sama diri sendiri akan segera baking n' update blog, tapi teteeeeeeppp aja gak jadi-jadi, adaaaaaa aja yang mesti di kerjain. Well, beberapa bulan ini emang bener-bener habis waktuku disita segala macam kegiatan dan keluargaku. Dimulai dari aku menemani Papaku check-up ke Melaka yang hasilnya Papa ternyata harus pasang cincin satu lagi di jantungnya *hiiks*..lanjut dengan si Mas dan Abang-abang ku sekeluarga yang kemudian nyusul, lanjut dengan tambahan perjalanan ke Singapore, trus nyampe Jakarta, liburan belum selesai, para keponakan dari sepupu nyusul juga dan lanjut liburan di Jakarta. Beberapa minggu lalu juga penutupan pengajian di rumah, Alhamdulillah, jamaahnya labih dari seribu-an. Memang sebelum Ramadhan, pengajian di rumah akan di tutup dulu, nanti dimulai lagi setelah lebaran haji.


Deuuuh...serba salah deh, Papaku memang orangnya aktif, gak betah di rumah. Padahal, aku sengaja ajak Papa stay agak lama di Jakarta sebelum pulang ke Jambi. Tapi yaaah, gitu deh, di Jakarta pun Papa gak bisa diam, hingga sekarang udah di Jambi lagi, tapi Papa tetap menyibukkan diri. Yah, aku bersyukur karena di usianya yang ke 73, Papa masih mau membuat dirinya bermanfaat bagi orang lain, tapi memang kadang aku harus memaksa beliau untuk beristirahat. Hum...doakan Papaku agar selalu sehat yaa...


Anyway...
Karena ingin melakukan "pemanasan" buat daku supaya mulai rajin nge-blog lagi, aku milih posting buku dulu aja deh. O ya, makasih ya buat teman-teman yang bela-belain mengingatkan ku untuk ngeblog lagi, baik via comments, fb maupun email...*big big hugs*.Ini niih, akubat menunda kerjaan melulu, gak terasa aja lusa udah mau Ramadhan lagi. Tadi pemerintah memutuskan puasa pada hari Sabtu, 21 July 2012, karena aku ikut keputusan pemerintah, mudah-mudahan besok aku ada waktu untuk baking sebelum puasa dimulai.


So, buku yang mau aku review kali ini yaitu bukunya Sarabeth Levine, judulnya "Sarabeth's Bakery, From My Hands to Yours". Udah lama banget aku mau review buku ini, sejak aku nyoba bikin Black Beauty Cupcakesnya yang mengandung mayonnaise itu. Hasilnya benar-benar memuaskan, cakenya lembut walaupun gak pake telur sama sekali. Gak ada bagian dari isi buku yang aku gak suka. Terdiri dari 305 halaman (yep, beraaattt...), wajar kalo isi-nya sangat variatif, mudah dibuat dan keterangannya cukup jelas. Gak berlebihan kalo seandainya aku hanya bisa meilih satu buku saja, maka bukunya Sarabeth Levine ini akan menjadi pilihanku. I love it so much!

Aku mengenal nama Sarabeth gara-gara nonton acara-nya David Tutera. Waktu itu, David cerita kalo dia suka banget blueberry crumb pies dari Sarabeth's Bakery. Trus Sarabethnya diminta ngajarin cara bikinnya. Aku langsung suka banget ngeliatnya, naksir berat sama crumb pies yang dibikin. Udah di catat, tapi as always, aku gak bikin-bikin. Tapi aku selalu ingat kalo suatu saat, aku mesti coba bikin. Kebetulan aku mau minta tolong di orderin beberapa buku sama Bibi Rina waktu masih di Amrik (sekarang beliau pindah ke Canada...hiks!), sekalian deh nitip bukunya Sarabeth. Sempat kecewa karena gak ada blueberry crumb piesnya. Eeeh...ternyata ada, hanya di buku pake peach, tapi di bagian bawah ada cara konversi jadi blueberry. Mantaaaapppp....!!!


Ok, memang banyak buku resep di luar sana, bahkan di tulis oleh celebrity chef atau walaupun gak nge-chef banget tapi ngetop..*hihi* tapi aku akan tetap memilih buku ini karena semua ada didalamnya. Of course, walaupun semua ada, setiap resep di sajikan dengan sempurna. Jauh dari kata baking kue "masal". Resep yang di susun lebih berkelas namun sangat mungkin di applikasikan untuk hari-hari biasa. Tidak ada gambar dengan mesin maupun gadget keren di dalamnya. Hanya ada petunjuk dan keterangan yang sangat mudah dimengerti. Cerita singkat yang menjelaskan asal usul resep, membuat buku ini lebih menarik. O ya, Sarabeth's Bakery, juga terkenal dengan aneka selai-nya. Naah...suka deh ternyata di buku ini juga disertai beberapa resep selai, lengkap dengan cara pembuatannya.

Daftar isinya emang jempolan banget, terdiri dari beberapa kategori. Dimulai dari pengenalan aneka alat dan bahan yang digunakan. lalu beberapa chapter yang didalamnya ada beberapa resep yang mencakup aneka jenis. Mulai dari aneka pastry buat sarapan, cookies, sampe sorbet juga ada. Bagi yang suka bete sama resep yang pake bahan yang jarang ada atau pake self-raising flour (karena gak pernah punya stok di rumah) kayak aku, bisa lega. Karena hampir semua resep dibuku ini dibuat dengan bahan-bahan biasa aja. Gak ada yang terlalu aneh-aneh atau bahan yang susah dicari. Penasaran sama isinya?? nih, aku kasih tau kategori setiap chapternya. Masing-masing chapter minimal ada 10 resep.

-Foreword
-Introduction
-The Baker Pantry
Chapter 1 : Morning Pastries
Chapter 2 : Muffins and More
Chapter 3 : Bautiful Breads
Chapter 4 : Everyday Cakes
Chapter 5 : Party Cakes and Company
Chapter 6 : Paies and Tarts
Chapter 7 : Plain and Fancy Cookies
Chapter 8 : Spoon Desserts
Chapter 9 : Frozen Desserts
Chapter 10 : Spreadable Fruits
Chapter 11 : Frostings, Fillings and Sweet Sauces
-Sources
-Conversion Charts
-Index
-Acknowledgements



Lengkap kaaan......enjoy!



Thursday, July 19, 2012

Selamat Jalan Abah...

Hari Rabu, tanggal 11 Juli 2012...

Sore itu, aku dan si Mas menuju supermarket yang lumayan besar di Jambi untuk membeli segala kebutuhan rumah. Ketika naik ke mobil, aku sempat heran melihat si Mas yang memakai kopiah haji berwarna hitamnya, karena kami hanya ke supermarket saja. Tapi aku diam saja, lagi gak mood godain si Mas dengan kopiahnya. Di perjalanan aku "memaksa" si Mas untuk mampir dulu buat jajan pempek di dekat rumah Om-ku di Talang Banjar (Om Icot). Pas pesanan datang, si Mas menjawab panggilan di hp-nya. Aku baru mencicipi satu pempek, langsung berhenti karena bingung melihat mata si Mas yang berkaca-kaca. Dengan suara lirih, si Mas bilang..."Bapakku meninggal..."


Aku sempat terdiam selama beberapa detik mendengar kabar tersebut, sementara si Mas hanya menunduk menahan tangis. Segera Aku ajak si Mas menuju bandara yang kebetulan tinggal separuh perjalanan lagi. Jam di tanganku menunjukkan waktu jam 5.45, sepengetahuanku, pesawat terakhir dari Jambi-Jakarta jam 6 sore. Hanya ada waktu 15 menit untuk mengejar pesawat terakhir itu. Walaupun dalam hati aku merasa persimis, karena tanpa tiket, rasanya tidak mungkin, tapi aku tetap memberi semangat ke si Mas untuk menuju bandara. Bagaimanapun juga, Suamiku harus berangkat, Suamiku harus melihat Abahnya untuk yang terakhir kalinya, bagaimanapun caranya.

Di bandara, aku sedikit lega karena sahabat kami, Sandi yang sempat di telfon si Mas di perjalanan sudah terlebih dahulu ada di bandara. Seperti perkiraanku, pesawat terakhir penuh, tidak ada satupun kursi yang tersisa. Aku gak mau nyerah, aku berjalan memperhatikan siapapun yang berangkat dan berharap ada yang aku kenal yang bisa aku ganti tiketnya untuk si Mas. Sandi yang tetap berusaha di counter tiket, berhasil mendapatkan satu tiket dari penerbangan yang jadwal keberangkatannya delay dari yang mestinya berangkat sebelum pesawat terakhir tersebut. Walaupun hanya ada satu tiket, yang tentu saja saat itu hanya untuk si Mas, aku sangat bersyukur sekali. Alhamdulillah, suamiku yang hanya membawa baju dibadan, berkopiah hitam dan memakai sandal bisa berangkat ke Jakarta.

Di perjalanan pulang, aku hanya berdoa semoga si Mas dilancarkan perjalanannya, karena sampai di Jakarta, si Mas dan Mas Imron (Mas-nya si Mas) yang sedang berada di Jakarta harus melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dan melanjutkan dengan mobil menuju Sampang, Madura, tempat Abah berada dan dimakamkan. Sampai di rumah, Papa, Abang dan sepupuku sudah menunggu, setelah Isya', kami membaca Yasin dan Tahlil untuk Abah. Malam itu juga, Aku dan Papaku memesan tiket untuk besok paginya menyusul suamiku. Papa yang aku sarankan untuk tidak ikut karena masih harus istirahat setelah pemasangan cincin di jantungnya tetap ngotot mau ikut takziah besannya itu. Akhirnya diputuskan untuk mengajak Zirin, keluarga kami yang akan mendampingi Papa hingga kembali ke Jambi karena aku akan tinggal bersama si Mas di Malang, hingga 7 hari meninggalnya Abah.



H. Abdul Hamid Ma'roef

Itu nama mertuaku. Ayah dari suamiku yang aku sayangi. Nama yang baru aku ketahui saat kami akan mencetak undangan pernikahan kami. Sebelum itu, aku hanya mengenal nama beliau sebagai -Pak Hamid-, Ayah dari Mas Hasyim, calon suamiku. Yep, hubunganku dan si Mas memang unik. Dari kenal biasa menjadi sahabat, kami menikah. Gak ada istilah pacaran lama. Karena si Mas bekerja di Jakarta, sementara keluarganya berada di Malang, aku tidak begitu mengenal orang tuanya. Aku hanya mengenal Mas Imron dan Istrinya, Mba' Anisa, karena mereka keluarga si Mas yang ada di Jakarta. Mas Imron dan Istrinya-lah yang mewakili keluarga si Mas datang ke Jambi menemui Papa untuk melamarku. 

Pertama kali aku bertemu kedua mertuaku saat mereka datang ke Jambi untuk menghadiri pernikahan kami. Pertama kali aku bicara dengan Abah, aku langsung merasa akrab. Abah orangnya ramah dan penyayang, tidak kaku seperti bayanganku. Di hari pernikahan kami, diatas pentas, Abah terlihat segar dan terus tersenyum hingga acara berakhir. Padahal, semula aku khawatir Abah akan kelelahan mengingat usianya (saat itu, usia Abah 81 tahun). Bahkan Abah sesekali mendatangi kami memberi semangat untuk aku yang mulai kelelahan menyalami para tamu.

Selama kami menikah, setiap kali si Mas menelfon Abah, beliau selalu menanyakan keadaan ku. Terakhir kali aku bicara dengan Abah via telfon, Abah mengajakku berdoa bersama agar kami segera di berikan momongan. Aku sangat terharu mendengar doa Abah, seakan beliau mengerti kegalauanku. Tepat 3 hari setelah 2 tahun kami menikah, didalam sujud sholatnya, Abah pergi meninggalkan kami untuk selamanya.


Abah, terima kasih untuk doa-doamu yang selalu mengiringi pernikahan kami, walaupun sekarang Abah sudah tidak bersama kami lagi, kami yakin doamu akan selalu ada untuk kami.

Selamat jalan Abah...semoga kebaikan hati dan amal ibadahmu mengantarkanmu untuk mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT....Amiiin...



Alfatehah ya untuk Abah...








Sunday, April 29, 2012

First Hello in 2012!

Aiiihhh aiiihhh.... sadis banget ya judul postnya. Ampuuuuunnnn....dah lama banget nget ngeeettt gak nge-blog. Yeah, sama artinya dengan udah lama banget juga gak nge-baking. Sooo....why! why! why!...udah berkali-kali punya niatan nge-baking and nge-blog lagi, tapi adaaaaa aja halanganya. Disamping emang banyak kegiatan baru yang lumayan menyita waktuku, juga emang ntah kenapa aku seperti gak interest bikin-bikin lagi....paraaaaah bangeet! si Mas aja berkali-kali nanya koq udah mulai jarang bikin kue, sampe si sayang ku itu nawarin kalo aku mau beli-beli loyang dan kawan-kawannya...hihihihi...huuum...jangan-jangan, itu juga alasannya kenapa dia mulai bikinin dapur baru (padahal aku udah hampir lupa lho...*hihihi*)..hahahahha....

Well, kayaknya emang gak bagus ya kalo ninggalin hobby begitu aja. Hobby is a MUST! gak kebayang deh kalo seseorang itu gak punya hobi yang menyenangkan. Tapi memang asli kali ini aku betul-betul kewalahan mengatur jadwalku. Kegiatanku walaupun menyenangkan sekali karena aku jadi banyak kenalan dan teman baru, tapi bener bener menyita waktu dan bikin aku capek berat. Jadi kalo aku ada waktu luang seharian di rumah, aku lebih suka bermalas-malasan aja di rumah atau maksa si Mas nyetir beli jajanan sambil keliling-keliling Jambi tercinta. Padahal kadang bahan kue udah dibeli, acara bakingnya tetap aja gagal total. Beberapa kali beli telur, selalu berakhir jadi campuran mie instant atau dibikin dadar telur kesukaan si Mas dan Papa-ku di rumah.

Trus ada apa aja donk sejak tahun baru lalu??? (aiih, maksa banget ya, mundurnya jauuuh...hahahaha). Of course, ada sepupu n' keponakan (dari sepupu) yang menikah, dan ada juga yang baru ketauan kalo ternyata udah nikah...whoa ha ha ha ha...*Ssshhhh*. Ada ulang tahun keponakkan tercintaku si Abel dan Arel, waktu ultah meraka, Aku sama si Mas buka soda float stand, laris maniiiis....kita sedia-in minuman soda warna-warni ada yang merah, biru, orange, root beer dan favorite ku, Fanta ijoo...trus tinggal di kasih es krim vanilla. Jadi deeeh... karena untuk anak-anak, semua disajikan di gelas mungil dan es krimnya pake ukuran scoop es krim mungil yang biasa aku pake buat bikin cookies...hehehehe....o ya, yang paling awal sih (12 January) ultah Papaku. Dirayakan di hari Selasa sebelumnya supaya waktunya bareng sama pengajian Selasa di rumah. Pada hari itu, kak Ika bikin tumpeng lengkap dan aku bikin mini cupcakes seabrek-abrek buat peserta pengajian. Lumayan, bikin aku jadi mengerti manajemen bikin lebih dari 350pcs mini cupcakes....kesimpulannya....yep, aku mesti beli oven gede....pake oven miniku, hasilnya...gempooorrrr...!!! tapi semua terbayar ngeliat Papa-ku yang senyum-senyum happy waktu potong tumpeng sama cucu-cucunya. Doa kami supaya Papaku selalu sehat dan panjang umur tentunya. Amiiiin....doain Papa-ku juga ya... *hug*



 

Pokoknya, tahun ini aku emang udah niat untuk memulai perubahan pada diriku sendiri, harus mulai sabar dan gak meladeni hal-hal yang baik disengaja maupun tidak menganggu fikiran ku. Pokoknya kali ini FOKUS! juga mulai belajar cuek kalo ada yang sengaja memancing-mancing permasalahan. Gak bakalan aku tanggapin, karena mereka gak ada artinya buat ku, Absolutely NOTHING!! so.. go away rese' people....eheeeemmm....hihihihihi.... o ya, disamping hobby baking ku yang terbengkalai, tanaman-tanaman ku juga kurang mendapatkan perhatian...hiks! padahal biasanya aku sengaja untuk selalu menyiram sendiri tanamanku. Untung deh ada bang Jon (sepupuku yang tinggal di rumah kami) yang suka nyiramin juga, walaupun kadang kadang, bang Jon pun lupa....whoaaaa...paraaaah...

Eits, sebelum lupa, aku sempat juga beli kucing lucu, aku kasih nama Fluffy, sempat di bawa pulang ke rumah lebih kurang 4 hari, trus sama si Mas di titipkan ke petshop hampir 2 minggu, trus pada akhirnya di kembalikan sama si Mas ke pet shopnya....hiiiiikkkssss!!!! tega beneeeeerrr.....padahal si Fluffy udah mulai ngerti lho, udah ngerespon kalo dipanggil namanya. Beteeeee deh! tapi ada benernya juga sih, waktu aku beli itu aku lupa kalo kami memang lagi berencana untuk punya anak. So, memelihara kucing bukan pilihan yang bijak....bubbye Fluffy!!!!

Humm....so far, itu dulu deh, buat "menghidupkan kembali" blog kesayanganku ini. Saking lamanya gak nge-blog, sampe bingung sama setting blogger yang baru...hihihihi...Nanti foto-fotonya aku tambah lagi di post ini. Gak sempat ngedit foto, buru-buru ngeblog aja mumpung masih hot...hehehehe... Aku juga berencana mau nambah kategori lagi nih, yang gak  melulu masalah kuliner aja, seperti "My Choice" pokoknya apa aja yang menjadi kesukaanku, bisa tempat, toko, kota, cemilan, kosmetik, majalah, apa aja deeeh...yang penting aku gak bosen dan blog ku bisa kayak majalah, semuanya ada...hahahahaha.... Just wait n' see....

Have fun ya!
*hug hug*

Monday, December 26, 2011

Hummingbird Cake


Well, hari ini hari Senin terakhir di tahun 2011. Mesti ngotot nge-blog nih, sebelum pergantian tahun. Beberapa minggu terakhir aku emang terkena baking blues plus blog blues, pokoknya serba nge-blues deh. Pada dasarnya emang malas ngapa-ngapain aja. Kecuali hobi lama koleksi parfum yang mendadak muncul lagi, mengalahkan dunia per-baking-an ku...hehehehe... Buktinya, nih Hummingbird Cake, udah lama banget aku bookmark dari buku "The Complete Magnolia Bakery Cookbook". Cerita di balik cake ini, bikin penasarann berat, katanya, salah satu pelanggan bakery, ngasih resep titipan tante-nya, kata si Tante, cake ini pas banget buat di jual di Magnolia Bakery, dan ternyata emang laris manis. Nah, gimana gak penasaran cobaaa...?????

Rasanya udah beberapa kali mau bikin gak jadi-jadi, padahal bela-belain beli nenas kaleng ke supermarket. Pada akhirnya, tu nenas mangkal doang di pantry. Sampe beberapa hari lalu, kalo gak salah pas hari Ibu lalu (tgl 22) mulai deh aku bikin. Terpaksa nodong si Mas dulu minta dianter beli pisang. Kebetulan, udah punya cream cheese yang stand by di kulkas.

Bikinnya bisa dikatakan mudah. Bahkan menurutku gak perlu banget pake mikser, pake whisk biasa aja juga udah cukup. Paling yang bikin lama ya nyiapin pisang yang di lumatin, dan nenasnya. Untuk nenas, sengaja gak aku bikin halus banget, supaya nanti kentara ada nenasnya. Ternyata ini bener banget, karena rasa cake ini lebih di dominasi sama rasa pisang, nenasnya hanya terasa samar-samar, kecuali pas kegigit potongan nenasnya.

Rasanya?? ya enaklah, mudah di terima siapa aja (kecuali cream cheese frostingnya, gak semua orang juga suka cream cheese...hehehe). Cake ini sederhana banget, mirip cake pisang biasa. Perbedaannya hanya ditambahkan nenas dan kacang pecan cincang (aku gak pake). So, sepertinya kalo punya resep cake pisang andalan, bisa banget di jadiin Hummingbird Cake dengan penambahan kedua bahan tadi. Sayang banget nenas kalengan yang aku pake waktu itu rasanya manis, hampir gak ada asam dari nenasnya. Next time kalo aku bikin lagi, aku bakalan nyoba pake nenas segar untuk memperkaya rasa cakenya. Pasti jadinya lebih enak dan lebih moist.

O ya, dari beberapa resep yang aku baca di internet, ada beberapa yang menggunakan kayu manis, dan ada yang gak. Jadi sepertinya ya sesuai selera aja. Resep nya sendiri sepertinya udah standar, dari beberapa resep, paling yang beda cuma jumlah minyaknya thok, seperti disini dan disini. So, feel free buat eksperimen sesuai selera. Untuk cream cheese frostingnya, aku bikin versiku sendiri. Cara pembuatannya gak beda, tapi jumlah butternya aku tambah dan jumlah gulanya aku kurangi banyak.

By the way, kenapa baru posting sekarang dan ceritanya gak banyak? well, tgl 24 kita ke Muara Jangga (Ibu kota kecamatan kampung Papaku -just in case anyone ask-...hehehe) buat menghadiri pernikahan anaknya Ndek Har (sepupuku dari Papa), si Aal. Aku dan si Mas nginap di rumah mungil keluargaku yang di samping masjid, supaya setelah malamnya ikutan melihat akad nikah, paginya juga bisa ikutan Aal belarak (arak-arakan mengantar pengantin laki-laki). Kita baru pulang tadi malam, sambil bawa para keponakan cilik yang mau nginap di Jambi, libuuur...capek tapi seru banget!!!

Buat Aal : Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah....Amiiiin! *hug*

Ini resep cakenya aku terjemahan ala kadarnya ya...



HUMMINGBIRD CAKE

from The Complete Magnolia Bakery Cookbook

Cake :
3 cup tepung terigu serbaguna
1 sdt kayu manis bubuk
1 sdt baking soda
1 sdt garam halus
1 1/4 cups minyak sayur (aku pake 1 1/2 cup)
2 cup gula
3 telur ukuran besar, suhu ruang (aku pake 4 karena telurnya gak gede)
1 1/2 sdt vanilla extract
2 cup pisang yang di lumatkan
1 cup nenas kaleng yang di hancurkan (saranku, jangan beli yang manis, kalo aku cincang kasar).
1/2 cup kacang pecan cincang (aku gak pake)

  • Panaskan oven hingga 325F
  • Olesi 2 loyang cake bulat ukuran 9 x 2-inch dengan mentega dan taburi dengan tepung. Lalu lapisi bagian bawahnya dengan kertas roti. Sisihkan.
  • Untuk membuat cake, dalam mangkok besar, ayak bersama terigu, kayu manis, baking soda dan garam. Sisihkan.
  • Dalam mangkok besar, kocok minyak dan gula dengan kecepatan sedang hingga terlihat licin sekitar 3 menit.
  • Masukkan telur satu per satu sambil terus di kocok hingga ringan, sekitar 1 atau 2 menit. Tambahkan vanilla. Lalu tambahkan pisang dan nenas (mikser berlahan hingga rata)
  • Masukkan campuran tepung dalam 3 tahapan, kocok hingga halus setiap kali dimasukkan tepung. Masukkan pecan, aduk rata.
  • Bagi rata adonan kedalam 2 buah loyang tadi. Panggang di oven selama 40 - 50 menit atau hingga cake di tusuk tidak lengket. Biarkan cake didinginkan di loyang selama 10 menit sebelum di pindahkan ke rak kawat hingga dingin.
Cream Cheese Frosting
1 pound cream cheese, suhu ruang, potong kecil ( aku : 500 gr)
6 sdm mentega tawar (unsalted butter), suhu ruang, potong kecil (aku : 175 gr)
1 1/2 sdt vanilla extract
5 cup confectioner sugar (gula icing) ayak (aku : 150 gr)



Dalam wadah besar, kocok cream cheese dan mentega dengan mikser kecepatan sedang hingga licin, sekitar 3 menit. Tambahkan vanilla dan kocok rata. Masukkan gula dalam beberapa tahap, kocok hingga licin dan creamy. Totup dan simpan dalam kulkas selama 2 atau 3 jam, tapi jangan lebih dari itu. Hanya untuk mengentalkan sebelum digunakan.









Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Anniversary

Daisypath Anniversary tickers

Ava

Lilypie Kids Birthday tickers

Eijaz

Lilypie Fourth Birthday tickers