Search This Blog

Saturday, November 23, 2019

Chui Kao So


Hello....
Asli dah kali ini beneran ga ada alasan kenapa gak update-update blog. Selain waktu, aku juga udah memulai kegiatan baru yang menyita waktu, juga dua anak kecil, Ava dan Eijaz yang sudah mulai bisa bermain dan berantem bersama....hihihi...kadang-kadang geli melihat kelakuan mereka. Kalau dekat bawaannya berantem. Adaaaaa aja yang bikin mereka ribut. Tapi kalau berjauhan, mereka saling mencari. Baik kakak sama adik, selalu ingat satu sama lainnya. Oooh...siblings love.... menyenangkan banget kalo bisa santai sama mereka. Betul-betul menyenangkan hati...semoga anak-anakku selalu sehat dan panjang umur. Amin.

Selain itu, sekitar sebulan yang lalu Papaku juga terkena stroke ringan :-( Sediiih banget. Tapi Alhamdulillah sekarang kondisi Papa sudah jauh membaik. Tapi tentu saja kami anak-anaknya masih mengkhawatirkan kondisi kesehatan Papa. Jadi sekarang Papa istirahat saja di rumah Jakarta. Memang orang tua itu luar biasa ya. Sebentar saja tidak ada ditengah kita, rasanya dunia seperti jungkir balik. Mohon doanya ya semoga Papaku segera pulih seperti sedia kala dan selalu sehat agar bisa lebih lama bersama kami ya. Amiin....


Well, back to kue-kue...
Kali ini aku mau posting kue kering yang sempat viral (ehem...ketauan aku suka ikut-ikutan yang lagi musim aja...hehehehe). Kue Chui Kao So pake resepya mba Riyas Irmadona. Walaupun video pembuatannya sudah bertebaran di youtube, tapi tetap aku masukkan ke blogku ini untuk dokumentasi. Soanya aku suka bangeeeeeeetttt..... bikinnya simple tapi hasilnya yummy. Lumayan banget buat nambah varian kue kering lebaran. Rasanya seperti makan cookies yang mengandung kacang, tapi sebenarnya gak mengandung kacang sama sekali. Gak ada yang aku rubah dari resep mba Donna ini, karena udah oke banget. Paling aku pernah ganti taburannya. Gak ditaburin wijen, tapi aku taburin kacang tanah cincang. Rasanya enak juga. Tapi tetap, Kuenya adalah bintangnya. Adonannya udah enak banget, tanpa taburanpun oke.

Konon katanya asal kue ini dari Cina (well.. dari namanya juga udah jelas) dan sudah sering juga dibuat oleh saudara-saudara kita yang keturunan Cina di Indonesia. Gak tau deh resep aslinya seperti apa. Ada yang dicetak besar, jadi satu saja sudah cukup untuk beberapakali gigitan, ada yang dicetak kecil untuk disimpan ditoples. Ada yang bilang mestinya gak pake baking soda, ada juga yang pake. Nah di resep yang ini justru baking soda yang membuatnya beda dari kue lainnya. Kuenya jadi renyah...apalagi kalau pake gula pasir biasa, rasanya jadi krenyes-krenyes. Kalau mau kue yang teksturnya halus, bisa gunakan gula halus. Tapi saranku, kalau pertama nyoba, coba deh bikin pake gula pasir....rasanya jadi seperti sugar cookies.


Untuk mencetak, of course jiwa pemalasku memilih cara yang gampang. Tinggal dibulatkan, lalu ditekan dengan pantat gelas. Beres. Yang penting nekannya pake perasaan supaya gak gepeng banget, jadi jangan ditekan mati-matian apalagi pake tenaga dalam. Gak perlu. Namun, sebenarnya cara yang diajarkan mba Donna ini ada benarnya juga. Retak-retak dipinggirnya bikin cookies bertambah renyah. Walaupun sepertinya gak masalah juga kalau adonannya mau dicetak.....tergantung mood dan rajin apa tidaknya aja...hehehehe....

Aku juga coba panggang dengan 2 tingkat kematangan. Pertama sampai kuning keemasan dan kedua aku coba sampai kecoklatan seperti kue chui kao so pada umumnya. Ternyata aku lebih suka yang sampai kuning keemasan. Rasanya lebih creamy dan buttery. Jadi tergantung selera saja, sama enaknya koq.

Naaah....ini resepnya yaa...


CHUI KAO SO
By. Riyas Irmadona
Bahan :
200 gr terigu
75 gr gula pasir
100 ml minyak sayur
1 btr kuning telur untuk adonan
1 btr kuning telur untuk olesan
50 gr butter
1/4 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
Sejumput garam
1 sdm air
Wijen putih + hitam untuk taburan

Caranya :
- Larutkan 1/2 sdt baking soda kedalam 2 sdm air (nanti yang dipakai hanya 1 sdm).
- Campur gula pasir, terigu, butter, baking powder, minyak, dan 1 btr kuning telur.
- Masukkan 1 sdm air baking soda. Aduk rata adonan sampai bisa dipulung.
- Bulat-bulatkan, lalu digepengin. Lalu oles dengan kuning telur yang sudah diberi garam sedikit. Taburi wijen.
- Panggang 15 - 17 menit dengan suhu 175°C (api atas bawah).

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...