Search This Blog

Loading...

Monday, March 18, 2013

Cheese Brownies Ala Vin


Mumpung masih hot nge-blog (dan mumpung sambungan internet di rumah lagi gak bertingkah *huh!*) kali ini aku posting dua kali. Postingan tertunda ceritanya... Kali ini aku bikin Cheese Brownies Ala Vin yang beberapa waktu lalu sempat bikin hebih milis NCC-ku tertjintah. Ceritanya, milis NCC punya kegiatan rutin, dulunya sih, tahunan, tapi karena acaranya membesar terus, sekarang jadi acara dua tahunan. Ini salah satu acara gathering favoriteku, namanya HMFF. Apa itu? well, silahkan klik linknya, yang pasti acara yang dipenuhi makanan wuenaaak. Aku sendiri bersama temanku yang terkenal sama chocolate curls-nya Widya, pernah jadi panitia HMFF, tahun 2009. Naaah....biasanya, di saat HMFF, ada beberapa makanan yang dibawa anggota menjadi "kenangan manis" bagi yang lainnya. Misalnya waktu HMFF 2009 itu, Melt Brownies Agogo-nya mba' Yenny Agogo bikin heboh milis. Banyak member yang ikutan bikin brownies dengan kejutan chocolate melt ditengahnya. Di HMFF kali ini, brownies yang bikin heboh, ya Cheese Brownies Ala Vin ini.

Aku sendiri HMFF kali ini gak bisa ikutan bantu dan gak bisa menghadiri juga...*whoaaaa...hiiks!*..yah, soalnya perut gendutku bikin gak betah ngapa-ngapain, dan masih suka mual juga. Jadi, yah, kali ini aku cuma bisa baca cerita hebohnya doank. Its ok lah, next time, insya Allah, aku bisa ikutan lagi sambil bawa anakku nanti *kebayang hebohnya...hihihihi*. Tapi baca ceritanya aja udah bikin senang, dan teman-teman gak lupa cerita makanan favoritenya, dan seperti biasa, yang bawa makanan gak keberatan sharing resepnya. Karena yang namanya brownies selalu bikin aku blingsatan, cerita brownies keju ini bikin aku penasaran. Belum lagi cerita-cerita teman milis tentang brownies yang satu ini bikin aku ngiler berat. Sayangnya, aku harus nunggu ke jakarta dulu buat beli cream cheese karena di Jambi yang ada cuma processed creamcheese yang menurutku rasanya beda sama cream cheese biasa. Well, karena aku gak nyicip aslinya, aku pengen bikin brownies yang sesuai sama resepnya. Walaupun beda merk bahan, tapi paling gak, ya sama lah....


Setelah menahan selera lumayan lama dan bela-belain nenteng creamcheese dalam tas *ampuuun dah!*, akhirnya beberapa hari lalu aku mulai bikin, lupa tepatnya kapan. Dari resepnya, keliatannya bahannya banyak banget, sebenarnya gak juga. Keliatan banyak karena menggunakan 2 jenis coklat, dark dan milk. Sementara aku mengganti semua coklat dengan coverture thok, karena aku punya dan memang harus segera aku habiskan sebelum expired. Pas lagi milih-milih loyang, aku ketemu loyang mini cheesecake yang bagian bawahnya bisa di lepas. Loyang ini aku beli udah lama juga, cuma gak sempat-sempat bikin. Beli impulsive nih, nafsu doank, kayaknya lucu aja kalo bikin cheesecake mini yang di dekor imut-imut, padahal, ngebayangin bikinnya aja udah lelah....*hahahaha*. Sekalian deh aku eksperimen sama loyang ini daripada cuma mejeng doank di lemari dapur. Jadi browniesnya aku cetak satu-satu. Suka deh sama hasilnya, apalagi gampang banget ngeluarinnya. Browniesnya keliatan mulus. O ya, buat ngisi adonan creamcheesenya, aku semprotkan pake plastik segitiga supaya hasilnya rapi. Lapisan coklatnya pun aku celupkan aja ke milk chocolate cair. Hasilnya, ada motif coklat  two-tones yang imut...hihihihi....
Rasanya....???? beneran enaaak! Suka deh campuran antara manisnya brownies dan asin-gurih dari creamcheesenya. Ini tipe brownies yang moist, gak kering banget, jadi terasa nyoklat dan lembut di lidah. Pokoknya rasanya unik-enak!! bagi yang belum sempat nyobain, yuk bikiiiin.....buat mba' Vin, makasih udah sharing resepnya ya,....


 CHEESE BROWNIES ALA VIN
by. Vin (Milis NCC)




A. (Lelehkan)
225 gr butter unsalted, sisihkan sampai hangat

B. (Lelehkan semua, sisihkan sampai hangat)
150 gr dark cooking chocolate
150 gr milk cooking chocolate
150 gr whipping cream daairy

Campur A + B

Kocok lepas :
4 btr telur
1 sdm vanilla
90gr gula pasir

Bahan kering :
135 gr terigu protein sedang
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam

Creamcheese filling (campur rata) :
200 gr creamcheese
35 gr gula halus
1 btr kuning telur


Caranya :
  • Masukkan kocokan telur ke adonan butter + coklat.
  • Masukkan bahan kering, aduk rata.
  • Siapkan loyang 24 x 24 x 4 cm, olesi margarin dan taburi coklat bubuk (dasar dan sisi loyang)
  • Tuang 2/3 adonan coklat ke loyang
  •  Tuang adonan keju, tutup dengan sisa adonan coklat
  • Panggang di oven dengan suhu 180 C lebih kurang 35 menit (sering cek setelah 25 menit, jangan over baked).
  • Tes tusuk, sampai ada beberapa crumble dari adonan yang masih menempel, angkat, dinginkan.
  • Setelah dingin, olesi permukaan brownies dengan milk chocolate yang sudah dicairkan.











Best Chocolate Chip Cookies


 Ck... ck...ck.... setelah memaksakan diri buat baking, ternyata ngeblog pun bikin malas. padahal cita-citanya udah banyak banget. Tapi malasnya pun gak kalah heboh. Seperti postingan cookiesku kali ini. Bikinnya semangat banget, mengusir rasa malas dan menerjang baking blues...*duilee* ternyata ujung-ujungnya sami mawon podo ae...*ikut bahasanya si Mas*...masih jelas banget dalam ingatanku *ehem*, hari minggu itu ntah kenapa, pengeeeeeen banget makan chocolate cookies. Gak tau deh, bawaan baby atau emang emaknya yang doyan, pokoknya mesti bikin. Kebetulan memang bahan buat cookies udah standby di rumah. Apalagi senin besoknya, ada teman-teman IWAPI mau rapat di rumah. Klop deh, gak perlu khawatir gak abis, soalnya aku tau banget kalo lagi kepengen begini, paling aku makan cuma satu dua biji, sisanya bakalan dioper ke siapa aja yang ada di rumah...hihihihi...

 Nah, kalo biasanya aku selalu pake resep cookies andalanku, Nestle Tollhouse, kali ini aku mau  nyoba yang lain. Sekali-kali keluar dari comfort zone laaah... so, semua buku cookies yang aku punya aku baca resep chocolate chips cookiesmya, tapi pada akhirnya, aku cari resep di google juga...*haha*... aku tinggal ketik "best chocolate chip cookies"...eh, gak taunya yang keluar judulnya plek sama....hihihihi....pilihanku jatuh sama resep "Best Chocolate Chip Cookies" ini. Judulnya dahsyat banget ya? atau terlalu optimis? sempat ragu buat nyobain, karena judulnya aja rada lebay, tapi karena yang nyobain resep ini lumayan banyak dan reviewnya yang positif juga gak kalah banyak, ya udah, langsung deh di eksekusi...

Pembuatannya lumayan gampang, standarlah seperti bikin cookies biasanya. Kayaknya, bahan yang di gunakan dalam beberapa resep cookies gak jauh beda, udah standar aja. Seperti mengandung brown sugar, chocolate chips, kacang-kacangan (kalo suka), vanilla...yang beda hanya komposisi dan spices atau flavoring yang ditambahkan ke beberapa resep cookies. Perbedaan yang paling nyata beda resep ini dengan yang biasa aku coba,  yaitu juga menggunakan gula pasir biasa selain brown sugar. Anyway, Karena aku emang gak suka cookies yang pake kacang-kacangan, kali ini kacangnya juga aku skip, sebagai gantinya, chocolate chipsnya yang aku lebihkan. Suka deh aroma cookies yang sedang di panggang, apalagi ngeliat adonanya membulat di dalam oven...rasanya gimanaaaa gitu...ini salah satu aroma yang mengundang rasa hepi buat aku....*eheeem*...hahahaha....

Setelah matang, cookies diangin-anginkan diatas rak kawat. Aku selalu melakukan ini tiap kali habis memanggang cookies. Prosesnya terlihat gak penting, tapi percaya deh, ada perbedaan nyata antara cookies yang dianginkan dengan rak kawat, sama yang tidak. Waktu aku cicipi, memang chocolate chips cookies yang ini terasa lebih tasty dari Tollhouse, selain aroma, rasanya pun lebih kaya. Terasa lebih beraroma dan berkaramel gitu. Mungkin penambahan gula pasir yang membuat aroma karamel lebih kentara. Hum...jadi dilematis antara ini dan cookies yang udah lama aku sukai. Tapi satu hal yang next time aku ganti, yaitu jumlah gulanya. Cookies ini jauh lebih manis dari Tollhouse, mungkin jumlah gula pasirnya harus dikurangi.

O ya, di loyang terakhir, dibagian atas cookies aku taburi garam fluer de sel. Ternyataaaaa...aku suka bangeeet. Rasa asinnya mengimbangi cookies yang manies. Hum...jadi ketagihan deh nge-cookies dengan fleur de sel begini. Next time mau nyoba ditaburi diatas cake, pasti enak ya, biar gak eneg. Tapi mungkin ya nanti-nanti, setelah my little baby lahir, kalo sekarang udah dilarang kebanyakan makan garam....hiiiiks!





Ini resepnya ya...

BEST CHOCOLATE CHIP COOKIES

I cup mentega, suhu ruang
1 cup gula pasir
1 cup brown sugar
2 btr telur
2 sdt vanilla extract
3 cup tepung terigu serbaguna (protein sedang)
1 sdt baking soda
2 sdt air panas
1/2 sdt garam
2 cup chocolate chips (aku 2,5 cup)
1 cup walnut cincang (aku gak pake)


Caranya :
1. Panaskan oven hingga 350 F (175 C)
2. Mikser mentega, gula pasir, dan brown sugar hingga rata. Masukkan telur satu per satu, tambahkan vanilla. Larutkan baking soda dalam air panas, masukkan kedalam adonan bersama garam. Masukkan tepung, chocolate chips dan kacang, aduk rata. Cetak di loyang dengan sendok.
3. Panggang di oven lebih kurang 10 menit atau hingga pinggiran cookies mulai kecoklatan.

Saturday, February 9, 2013

Bolu Marmer Jadul



Ok...Ok...
Sekarang kayaknya gak pas banget kalo aku terheran-heran kenapa bisa sebegini lamanya aku gak nge-blog. Semalas itu kah aku sama baking??? hum...well yeah...hihihihihi.... Bukan, apa-apa, sejak hamil...oh yes, belom ngasih kabar ya, kalo aku hamil??? yeap! finally!!! panjang deh ceritanya, nanti aku punya blog sendiri yang di link kesini... pada dasarnya, aku sama si Mas, bahkan keluarga besar kami pada senang banget. Walaupun aku juga telat tau kalo aku hamil. Saking persimisnya kalo kami (aku dan si Mas) bakalan bisa segera diberi momongan, aku cuek aja waktu jadwal menstruasiku telat (biasanya juga sering begitu)...eeeh...gak taunya, udah 12 minggu!!! Anyway, to make the story short, karena aku gak menyadari sudah melalui trismester pertama (ya ampuuuunnn!), gak terasa aja sekarang sudah melalui 5 bulan, menuju 6... menurut dokter, our little angel bakalan lahir end of June....doain semoga aku dan babyku sehat yaaaa.....

So, gak tau deh, apa karena hamil, atau karena aku emang malas seperti biasanya *haha*, hampir gak pernah baking lagi. Udah berkali-kali minta dibeliin telur, ujung-ujungnya jadi telor goreng. Rencana mau bikin aneka bake goods buat teman-temanku yang merayakan natal juga bubar total, karena ternyata aku lebih suka tiduran ditemani bantal dan guling. Blom lagi aku yang kuliah lagi nih, jadi bolak-balik Jambi-Jakarta, walaupun akhirnya, aku memilih cuti di tengah-tengah smester....hiks... yeah, bagaimanapun juga, aku gak mau ambil resiko, kali ini memang harus memilih satu prioritas aja, dan of course, aku memilih kelancaran kelahiran anakku, kuliah nanti bisa di teruskan akhir tahun. 

Tapiiiiiiii....kali ini aku emang harus memaksakan diri. Gimana bisa cuek kalo di milis NCC, para member pada pamer kue bolu marmer jadul yang di posting oleh salah satu member, mba' Mia Indriasari. Katanya, resep ini dari Ibunya, takarannya aja semula masih berdasarkan ukuran gelas. Jadi tambah mupeng liat laporan teman-teman yang udah nyoba resep yang katanya cakenya lembut dan berasa banget jadulnya karena pake full margarin blueband. Kalo di ingat-ingat, lucu juga ya, jaman dulu itu *sok tua bener*, seingatku, kue yang mahal itu kalo pake full blue band. Sekarang, itu malah jadi salah satu opsi bahan cake ekonomis, supaya pemakaian butternya gak banyak....hihihihihi... dunia baking beneran gak kalah sama dunia teknologi (IT) ya, selalu aja ada yang baruu....

Nah, kemaren pagi, rencananya emang blom mau baking, mau ajak si Mas, Papa dan abangku Riri (yang kebetulan lagi di Jambi) ke supermarket. Eeeh...aku lupa kalo hari Jum'at, gagal deh jalannya, karena mereka mesti sholat Jum'at. Akhirnya, dari pada bengong di rumah, aku putusin bikin bolu marmer jadul ini. Selain bahannya gampang, pembuatannya mudah, ntah kenapa aku mendadak jadi pengeeeeeeen banget! Humm....kali ini selera bumil gak tertahankan. Setelah bahan di timbang dan loyang di siapkan, sepupuku Tona nongol baru pulang dari kantor dan bersiap-siap mau bertukar poin buat nonton gratis di bioskop, as usual *hihihihihi*. Waktu aku bilang kalo aku lagi bikin bolu marmer jadul, si Tona langsung menimpali "Hey, bikin Bolu Kik" tuuuh....aku langsung ngakak... bener banget, kalo di dusun Papaku namanya Bolu Kik (bolu maksudnya ya "cake"..dan kik itu, ya ejaan dari "cake" juga. Jadinya cake-cake....*bingung ya?? hihihihi). Di sana memang, semua cake dibilang bolu, nah "bolu" yang mengandung mentega, ya dianggap "kik" atau cake. Jadi gak salah juga kalo Tona bilang namanya "Bolu Kik".

O ya, satu hal lagi yang bikin aku pengen nyoba kue ini, karena memang udah lamaaaaaaa banget aku nyari resep cake marmer yang margarinnya dicairkan. Aku sempat nanya ke milis. Aku ngotot mau nyari resep seperti itu, karena itulah cake yang pertama kali diajarkan tanteku, tante Aini yang aku sayangi. Cerita lengkapnya antara aku dan tante Aini, ada disini ya. Masih keingat jelas tante menyuruhku meletakkan mangkok kaleng yang berisi margarin diatas oven panas yang modelnya diletakkan diatas kompor. Aku sampe kagum ngeliat menteganya mencair...hahaha..Praktis banget ya...hihihihi...Hummmm....kebayang deh, cake lembut dengan aroma margarine yang khas...gak tahaaan, pokoknya harus bikin!

Anyway, karena bahannya simple, bikinnya juga simple banget, semua bahan tinggal dikocok menjadi satu. Kali ini aku ngocoknya rada lama (pake hand mixer biasa aja), sekitar 10 menit lebih, karena aku gak pake emulsifier (SP). Supaya berasa jadulnya, aku batal menambahkan vanilla extract, tapi aku pake vanilli bubuk...hihihihi...Untuk marble coklatnya, aku pake coklat bubuk seperti yang diajarkan tante. Naaaaahh...saat bikin marble itulah aku sempat ngerasa kangen sama suara lembut tante Aini. Karena aku ingat betul beliau bilang, saat adonan coklat dituang, cepat diputar untuk membuat marmernya. Kalo lama, nanti adonan coklatnya turun ke bawah. Aku lupa banget sama pesannya yang ini, baru nyadar setelah bingung ngeliat adonan coklatku turun kebawah semua *telmi*...hihihihi...tapi its ok, masih sempat nge-marmer sedikit....*ngeles*..hahahahaha...

Rasanya???  well, enaaaakkkkkkk banget!!!! pasti ntar bikin lagi! si Tona, Pupun (anak sepupuku), abangku Riri dan si Mas, suka cakenya. Kalo menurut Tona, rasanya sama persis seperti buatan Ibunya dulu. Aku sendiri juga doyan banget, karena manis-gurihnya pas, karena pake full margarin, rasanya jadi gak ngebosenin karena terasa gurih dan gak bikin eneg. Yang pasti, sepotong gak bakalan cukup! Finally! aku ketemu resep yang di ajarkan sama tanteku. Of course, big thanks buat mba' Mia yang udah sharing resepnya di milis. WE LOVE IT!

Yuks cobain!



BOLU MARMER JADUL
By. Ibunya mba' Mia Indriasari (milis NCC)


Bahan :
5 butir telur telur utuh
3 butir kuning telur
150 gr teringu
200 gr gula pasir
1/2 sdt SP (aku gak pake)
300 gr Blue Band, cairkan
1 bungkus (1 gr) Vanilli bubuk (Tambahan dari aku)
Pasta cokelat (aku pake coklat  bubuk)

Caranya :
Semua bahan dikocok, kecuali margarine, hingga putih mengembang. Lalu, tambahkan margarin cair berlahan-lahan sambil di aduk balik. Ambil, satu mangkuk adonan, beri pasta coklat (aku coklat bubuk) aduk rata. Tuang adonan putih kedalam loyang (yang sudah dioles mentega dan ditaburi tepung), lalu tuang adonan coklat sambil diputar dengan garpu (aku ujung sendok) untuk membuat bentuk marmer. Panggang dalam oven hingga matang (aku suhu 160C, atau gas mark 4, lk. 50 menit). Enjoy!

Sunday, October 14, 2012

Financier


Dari kemarin aku udah bikin rencana nyantai aja di rumah. Gak mau ngapa-ngapain dan gak mau mengerjakan hal-hal yang bikin aku mesti mikir berat dan berhubungan dengan orang-orang yang gak begitu menyenangkan *boohoo*.... hihihihi.... well, pagi tadi sama Papa dan si Mas, kita naik mobil ke arah Buluran menuju Aurduri. Tujuannya gak lain dan gak bukan, ya beli ikan sungai yang segar-segar. Ikan yang baru diangkat dari sungai, masih hidup n' fresh banget dijual di sepanjang jalan. Papaku suka banget ngajak kita kesini, kadang kalo ada cucunya, pada ikut semua. Aku sendiri juga suka ngeliatin ikan-ikannya. Karena bukan ikan pelihara/kerambah, di sini ikannya untung-untungan tergantung tangkapan. Kadang dapat ikan patin sungai (yang rasanya jauuuuhhh lebih enak daripada patin kerambah), ikan baung, tebakang, palau, lais...pokoknya ikan-ikan sungai yang enak-enak deh. Sayang, kali ini ikan yang ada tinggal yang ukuran kecil dan sedang. Tapi cukup bikin hepi deh, sampe rumah, ikannya langsung di goreng aja, dimakan sama sambal kecap...humm..yumeeee...kenyangnya sampe siang...eeeh...koq malah ngomongin ikan goreng yaaa....hihihihi...

Anyway, abis beli ikan, si Mas langsung siap-siap berangkat kuliah...doi back to campus tuh buat nambah ilmu dan nambah gelar baru...hehehehe... mudah-mudahan kuliahnya lancar ya Mas, dan cepat lulusnya...Amiiiinnn.....Karena ini hari pertama si Mas mulai kuliah, aku bersiap mau baking aja. Lumayan buat nemanin si Mas minum teh sore hari-nya. Pilihanku jatuh sama kue minum teh-nya orang perancis Financier.... Aku sendiri bisa di kategorikan baru banget kenal sama kue mungil ini. Paling baru setahun terakhir ini aja. Gara-gara kalo ke cafe favorite ku (dan si Mas!), selalu bingung mau beli cemilan apa. Mufin dan cake-nya selalu berukuran besar dan aku juga gak begitu menikmatinya,menurutku rasanya terlalu pas-pas-an. Naaaahhh....baru deh aku ketemu cake mungil yang dibungkus plastik. Suka karena ukurannya kecil, dan keliatan seperti cake biasa aja. Ternyata, aku jadi suka bangeeetttt.... ukurannya pas dan rasanya gak nge-bosenin. Aku nyemil Financier sambil minum kopi, teh, bahkan juice, rasanya cocok aja tuh. Pokoknya aku sempat dilanda demam Financier....*as always*
 
 

So, beberapa waktu lalu, aku mulai deh cari resep Financier ini. Sempat geli juga karena kalo di search "Financier", yang keluar malah termasuk kaitannya dengan keuangan (Finance), ternyata, katanya Financier ini pertama kali di bikin oleh seorang chef perancis yang bakery-nya gak jauh dari gedung stock exchange...hehehe...ada-ada aja ya.....selain itu aku jadi dapat banyak resep dan jadi tau kalo Financier ini di baca Fi-nan-si-ehr  bukan Fai-nan-cier (aku selalu begitu..hehehe). Dari beberapa resep, lebih kurang sama aja, yang paling jelas kesamaannya adalah, bentuknya mungil, menggunakan brown butter, mengandung almond dan putih telur. Ada juga yang bikin Financier ukuran besar, tapi gak banyak. Karena yang di cafe itu bentuknya mungil, maka aku pilih yang mungil juga, aku pakai resepnya joy of baking. Tapi gak aku tambahkan berry atau lainnya, biarin polos aja. Again, supaya mirip sama yang di cafe...*ngotot*

Sayangnya saat udah semangat mau baking, eeehh...baru nyadar stok telur udah abis. Minta tolong si Ina beliin di warung langganan, malah tutup. Ya udah, gak jadi suprise buat si Mas, soalnya malah nitip di beliin telur pas pulang nanti...hihihihi.... Lucu deh ngeliat si Mas pulang kuliah malah ngeluarin telur dari tas laptopnya...kayak tukang sulap...TA DA !!!..hahahaha....maaaaafff ya saaay...*hug hug*. Anyway, aku mulai dengan bikin brown butternya. Brown butter ini cuma unsalted butter yang di masak hingga kecoklatan (tapi gak gosong ya). Tapi ini vital dalam pembuatan Financier, brown butter ini nanti yang akan memberi aroma butter-caramel yang menjadi ciri khas cake mungil ini. Di joy of baking, setelah brown butter jadi, di saring dengan saringan dan kain kasa supaya mendapatkan brown butter yang bening. Tapi di beberapa resep, ada juga yang gak disaring sama sekali, bahkan butiran kecoklatannya ikut di gunakan. Tadi aku ambil jalan tengah, brown butternya aku saring biasa aja, lagi pula aku juga gak punya kain kasanya....*yeeee ngaku ajaaaa*....hahahahaha....



Ternyata bikinnya gampang banget!!!! gak perlu ngeluarin mikser sama sekali karena putih telurnya cukup dikocok dengan whisk kawat sebentar aja dan semua tinggal diaduk dalam satu wadah. Pas matang...duuuh, wanginyaaaa...rasanya juga enaaaakkkkkk.... bakalan sering bikin nih, apalagi kalo kebanjiran putih telur abis bikin lapis legit, tinggal di timbang aja putih telurnya. Sukaaaa banget sama cakenya yang kering di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Almondnya berasa banget dengan manisnya gula dan butternya beneran bikin enak banget. Menurutku, cake ini justru almondnya lebih kentara daripada Financier yang ada di cafe itu. Enyaaakkk....

Sayang banget, giliran Financiernya jadi, si Mas malah tiduuurrrrr....sementara, aku udah abis 3 biji niiihhh.....whoa ha ha ha ha... hum...kayaknya kuliahnya bikin capek banget kali ya. Gak pa pa deh, ntar bangun pasti laper, gak sabar pengen lihat reaksinya nyicipin Financier made by his beloved wife...ehem...*whuekkkk!*...hahahaha...

Niiihhh...resepnya. Sangat di sarankan ngelihat video pembuatannya di websitenya langsung ya...



FINANCIER
Stephanie Jaworski (joyofbaking.com)



Ingredients

1/2 cup (113 grams) unsalted butter
1/4 cup (30 grams) all purpose flour
1/2 cup (55 grams) ground almonds (can use almond meal/flour)
3/4 cup (90 grams) confectioner (powdered or icing) sugar, sifted
1/8 teaspoon salt
3 large (90 grams) egg whites, lightly beaten
1/2 teaspoon vanilla extract
fresh berries (optional)

Method

Preheat the oven to 400 degrees F (200 degrees C) with the oven rack in the center of the oven. Place 12 rectangular or boat shaped tartlet molds (each holds about 2 tablespoons of batter) on a baking sheet. (Can also use mini muffin cups.) 

Place the butter in a small light colored saucepan over medium heat. Once the butter has melted let it come to a boil, swirling the pan occasionally. As it boils you will notice that a foam will appear on the butter's surface. Continue to cook the butter until it looks clear and the milk solids have dropped to the bottom of the pan and have turned golden brown. Remove from heat and immediately pour through a cheesecloth-lined strainer. Let cool to room temperature. You will need 1/3 cup (80 ml) of brown butter. Use the leftover brown butter to butter the molds (use a pastry brush). 

In a large bowl whisk together the flour, ground almonds, confectioners sugar, and salt. Make a well in the center and fold in the lightly beaten egg whites, vanilla, and the brown butter. Fill each mold almost to the rim and bake for about 4 minutes (batter is set around the edges but still soft in the center). Remove from the oven and gently place one or two fresh raspberries on top of each. Bake a further 5-7 minutes or until the Financiers have become golden brown around the edges and are springy to the touch. Remove from oven and let cool on a wire rack. These are best eaten warm from the oven, but they can be covered and stored for a few days at room temperature or in the refrigerator.

Makes about 12 Financiers

Thursday, October 11, 2012

Glazed Lemon Pound Cake


Ok, selama ini aku memang lebih sering ngeluh saat dilanda baking blues. Bawaannya malas baking aja. Tapi honestly, beberapa minggu terakhir ini aku tuh malah pengen banget nge-baking lagi. Kegiatan yang merupakan prioritas malah terasa seperti beban yang membosankan, karena hobi baking-ku terpaksa ditinggalkan untuk sementara waktu. Selain itu mungkin juga karena faktor dapur yang kelamaan jadi (masih bete berat sama tukang bikin lemari dapur yang super lambat). Bayangin aja, kalo tukangnya ngomong sok yakin banget kalo 2 minggu selesai, eh gak taunya di total hampir 5 bulan. Kapok banget deh berurusan sama orang gak jelas gitu. Pokoknya rasanya lamaaaaaaaaa banget sampe aku punya tempat yang bisa baking dengan nyaman. Eeeh...giliran urusan dapur beres, malah kegiatanku yang mulai menumpuk, rasanya gak ada habis-habisnya...*sigh*.

Tapi minggu ini, aku sempat-sempatkan baking, walaupun artinya baru bisa mulai jam 9 malam, yang penting bikin. Beberapa hari lalu, aku sempat bikin cake cherry, hasilnya cake-ku keriiiiing dan keraaaaasss euy. Aku masih belum terbiasa sama ovenku yang pake gas mark. Terpaksa deh cakenya mangkal di tong sampah. Trus aku juga nyoba bikin macaron lagi. Harapanku sih gak muluk-muluk amat, aku cuma mau kenalan aja sama ovenku. Lha, pake oven yang lama aja macaron gagal terus, apalagi oven yang belum aku pahami apa "maunya". Tapi kali ini lumayan hepi sama macaronnya, karena loyang ke-3, hasilnya membaik. Sudah ada "kaki" walaupun pendek banget. Nanti deh ya, aku posting perjuangan bikin si Macs. Rencananya emang aku mau nyiapin beberapa hari buat ngotot bikin macaron doank sampe jadiiiiii!!!!! *ketok meja*

Tadi malam, aku mulai baking lagi. Karena mulainya juga udah malam *ck..ck..ck..*, dan aku juga masih bingung sama si oven, aku menghindari bikin cake yang rumit, ber-layer ataupun yang banyak stepnya (takut ngantuk euy...!). Jadi aku milih bikin pound cake aja. Dapat resepnya dari websitenya Martha Stewart. Sebenarnya, udah lama juga sih aku pengen bikin lemon cake, malah udah berkali-kali beli lemon yang pada akhirnya dipake buat  air putih doank. Selalu gagal karena ada aja resep lain yang menurutku bentuknya lebih menarik, nge-trend dan lebih modern looking *ehem*. 


Yep, lemon cake ini cake yang simple banget. Bikinnya bisa dikatakan mudah, bahannya juga gak sulit sama sekali. Untuk buttermilk-nya aku bikin dari susu yang aku beri perasan jeruk lemon hingga mengental sendiri. Pertama mulai proses nge-mix, memang adonan terlihat berat, tapi setelah dicampur tepung dan buttermilk, adonan mulai terasa ringan dan fluffy. Aku sengaja manggangnya di loyang bunt cake. Suka deh sama loyang Nordicware, panasnya merata. Kalo biasanya cake-ku ada bagian yang terlihat kurang gelap, bahkan ada yang lebih gosong, kali ini cake-ku warnanya terlihat cantik merata. Kayaknya aku bakalan rajin deh beli loyang begini, puas banget sama hasilnya.

Setelah matang, cake aku biarkan sebentar di loyang sebelum di angin-anginkan di rak kawat.  Walaupun namanya pound cake yang terkenal sebagai cake yang padat, tapi resep ini boleh deh di kasih jempol. Hasilnya lembut, light dan moist banget. Waktu di oven, aroma butterynya sampe ke mana-mana. Pokoknya gak nyesel, apalagi rasa lemonnya terasa sekaleee, padahal gak pake essence lemon at all. Love it so much! Si Mas juga suka. Cake simple begini, memang pas buat si Mas yang memang gak begitu suka cake yang dipenuhi cream ataupun frosting. A simple lemon cake aja.

O ya, untuk glaze-nya aku gak ngikut cara yang tertera di website. Aku hanya bikin dikit, jadi icing sugarnya gak nyampe 1 cup. Aku beri sedikit air dan perasan lemon. Sengaja aku campur air supaya gak terlalu asam. Lemon glazenya gak dominan, tapi hanya untuk memperkaya rasa. Jumlah gula dalam resep yang semula 2 cup, aku kurangi hingga 1,5 cup. Manisnya terasa pas, gak overly sweet. Tapi next time, aku bakalan pake 1 cup aja, mengingat aku mesti itung-itungan sama kadar gula dan gak niat ngajak orang-orang jadi terkena diabet juga...hihihihi...be reasonable aja saat makannya kali ya...

Nah, ini resepnya. Sengaja gak aku terjemahin. Bukan apa-apa, kayaknya aku memang gak bakat jadi penerjemah, aku aja kadang bingung baca hasil terjemahanku sendiri. Jadi aku posting apa adanya aja deh...



GLAZED LEMON POUND CAKE
Martha Stewart


"For best results, bring all the ingredients to room temperature before getting started. When zesting and juicing lemons, grate zest first, and then squeeze out juice"

Ingredients

1 cup (2 sticks) unsalted butter plus more for pan-->aku pake salted butter
3 cups all-purpose flour (spooned and leveled), plus more for pan
3/4 cup low fat buttermilk
zest of 2 lemons, finely grated
1/3 cup fresh lemon juice (about 2 lemons)
1 1/2 teaspoon salt-->aku gak pake karena udah pake salted butter
1/2 teaspoon baking powder
1/2 teaspoon baking soda
2 cups sugar --> aku cuma 1 1/2 cup
5 large eggs


Directions
  • Preheat oven to 350 F, with rack in lowest position. Butter and flour two 4 1/2-by-8-inch (6 cups) loaf pans.---> aku pake loyang bunt cake ukuran 12 cup.
  • In a small bowl (or liquid measuring cup), combine buttermilk with lemon zest and juice. In a medium bowl, whisk together flour, salt, baking powder and baking soda.
  • With an electric mixer, cream butter and sugar until light and fluffy. Add egges, one at a time, beating well after each addition.
  • With mixer on low, add flour mixture in three parts alternately with the buttermilk mixture in two, beginning and ending with flour, beat just until smooth (do not overmix).
  • Devide batter evenly between pans, smooth tops. Bake until a toothpick inserted in centers comes out clean, 50 to 60 minutes (tent with foil if browning too quickly). Cool 15 minutes in pan. Turn out cakes onto a rack, cool completely before glazing.
  • Set rack with cakes over a baking sheet lined with waxed paper. Pour glaze over cakes, letting it rundown the sides, let dry, about 30 minutes.
PS : The batter can also baked in a 12 cup buttered and floured nonstick bundt pan, the cooking and cooling times are the same.



LEMON GLAZE

Ingredients
  • 2 cups confectioners' sugar
  • 3 to 4 tablespoons fresh lemon juice
Directions
  1. Place confectioners' sugar in a medium bowl or liquid measuring cup; stir in lemon juice (glaze should be thick, yet pourable). Add more sugar or lemon juice, as necessary, to achieve desired consistency.

Saturday, September 22, 2012

Kolang Kaling Si Mama



Ampun dah, wifi di rumah pelaaaaaaaannnnnn banget, setelah 2 hari ini gak bisa connect sama sekali. Eih, bisa jadi lebih dari 2 hari, soale selama kita di jalan-jalan 2 minggu terakhir ini kan gak ada yang notice internetnya lancar apa gak...huuuh! gak sopan banget deh, kayaknya tiap 2 bulan sekali adaaa aja masalahnya. Ada yang tau gak ya selain telkom enaknya pake apa? rese' dah...*ngomel mlulu*

Hum...ini proyek pertama nih setelah pulang liburan lumayan panjang. Ceritanya sih gak liburan, dari Jambi, pamitnya nemenin Papaku check-up ke Melaka, trus nyambung ke Malang nganterin mobil Abangku, Riri yang sekarang stay di sana buat kuliah, sekalian donk daku mengunjungi Ibu dan keluarganya si Mas di kampung halamannya. Eeeehhh...gak taunya, udah nyampe Jakarta, baru dapat kabar kalo dokter Papa lagi cuti hari kemardekaan...yeah...akhirnya karena udah cabut dari Jambi, rencananya di balik aja, tour de Malang dulu, baru ke Melaka. Asik juga sih naik mobil ke Malang, aku, Papa, si Mas dan Muji, supir Papa yang nyusul datang dari Jambi. Menuju Malang, Papa mau mampir Yogya tempatnya kuliah dulu, jadi ya kita mampir-mampir, selain nginap di Yogya, kita juga nginap di Solo, yang ini gak sengaja, gara-gara mampir ngeliat kampungnya si Muji di Gunung kidul, jadi kemalaman deh. Tapi aku suka nginap di Solo, selain makanannya enak-enak, aku juga sempat ketemu sama si Roy, temanku waktu di Perth dulu. Udah 17 tahun euy gak ketemu!! seruuu dehhhhh!!

Naaaah....abis dari Malang, kita istirahat dulu di Jakarta dua hari sebelum terbang ke Melaka. Kebetulan, pas balik dari Malang, Mom Elly bikin halal bi halal di rumahnya. Karena udah lama banget gak ngumpul sama gank NCC Jakbar, aku bela-belain langsung dari bandara ke rumahnya sambil nenteng bakso sumsum Cak Hadi, dari kampung si Mas buat potluck (nanti aku cerita Cak Hadi di posting lain yaaa...*love it!*). Di rumah mom Elly, selain ketemu teman-teman yang kerjanya haha hihi, juga ketemu lagi deh sama si Mama. Slight info about si Mama ya...ini Mama-nya mom Elly. Beliau sukaaa banget kalo kita datang ke rumahnya. Orangnya rame, enak di ajak ngobrol, suka ngasih nasehat dan kita udah dianggap seperti anaknya sendiri sama si Mama. Kalo buat aku, ngobrol sama si Mama yang berdarah Melayu tulen (kayak daku donk! *hihihi*) berasa pulang kampung. Kalo udah cerita budaya dan makanan khas Melayu Sumatra, si Mama nih jagonya.



Waktu lagi duduk-duduk, mataku tertuju sama manisan kolang kaling yang tinggal dikit banget. Langsung aku comot deh..eeeehhh...enaaak...aku emang suka manisan kolang kaling. Kalo di Jambi suka iseng beli sama tukang buah yang jual kolang-kaling yang ditusuk lidi. Rasanya manis segar lumayan bikin hepi. Tapi kalo di Jambi warnanya putih aja, punya mom Elly ini warnanya merah. Kirain di kasih pewarna, gak taunya merahnya dari syrup cocoa pandan. Yeaaaappp....syrup aja Babe!!

Penasaran cara bikinnya, langsung diajarin sama si Mama. Gak nyangka, gampang n' mudah bangeeettt. Karena bahannya dikit, aku ingat-ingat aja. Dulu rasanya aku pernah bikin (dan posting!) cara pembuatan manisan kolang-kaling juga (heran, postingnya koq ilang yaa??). Tapi waktu itu kolang kalingnya direbus bersama gulanya. Kali ini caranya agak beda, gulanya dibiarkan larut sendiri. Jadi udah di niatin di hati, kalo pulang nanti mesti di coba bikin sendiri. Eeehhh...gak taunya pas besoknya ke Melaka (sayang banget ada kejadian gak enak di bandara KLIA, petugasnya sok dan kasar abiiisss! selalu ada aja yang begitu... *muak*), aku ketemu dokter Teo (selain Papa, aku juga check) malah si dokter yang sebel, soalnya kadar gulaku tinggi euuuyyy....doi bete berat, waktu datang pertama kali, beberapa bulan yang lalu, aku sampe  dikirim dokter Teo ke ahli nutrisi untuk membantuku mengatasi kadar gula dan juga supaya kuyus, jadi gak gembul lagi, naaaahhhh....pas balik lagi, kadar gulaku tetap tinggi dan berat badanku malah nambahhh....whoa ha ha ha ha ha....(yeah sorry deh doc, efek pasca lebaran...*ngeles*)....Untung deh dokter Teo itu baik banget, orangnya ramah n' soft-spoken gituuu....

So, sempat ragu juga mau bikin manisan kolang kaling. Tapi, pas ke pasar sama si Wiwin n' si Ina (mereka yang sekarang bantu-bantu di rumah) ngeliat tumpukan kolang kaling, jadi mupeng deh. Setelah berjanji sama diri sendiri buat makan dikiiiiitttttttt aja...mulai deh pilih kolang-kaling. Ikut kata mom Elly aja, di pilih satu-satu supaya dapat yang lembut. Pertamanya sih semangat, karena kentara koq ditangan mana yang keras dan mana yang lembut, tapi ampuuuuunnnnnn gak betah!!! apalagi mesti jongkok segala, asoooy banget dilutut...hihihihihi...akhirnya diambil alih sama si Wiwin n' Ina. Yup yup, kali ini bikinnya sekilo aja, setengah dari resep si Mama.



Sampe rumah, crosscheck soal bahan dulu sama mom Elly, trus langsung bikin deh. Bela-belain kebut-kebutan sama jadwal rapat. Sebelum maghrib aku rebus selama sekitar 30 menit, trus aku apinya aku matiin. Pulang rapat sekitar jam 10 malam-an, airnya aku buang dan aku rebus lagi sekitar 30 menit, trus malam-malam juga di temani si Mas, mulai nyampur-nyampur supaya besok paginya bisa di makan....niaaaaaaattttt bangeeeet yaaa....

Besoknya, aku cicipi, sukaaaaa deh, seger gitu. Walaupun udah gak bulan puasa, ternyata asik juga nge-kolang kaling dingin dari kulkas. Makin siang rasanya makin enak (ya iyalah, karena makin lama kerendam air gula). Malamnya ada si Ega, sepupunya Juan, Icha dan sepupuku Tona yang datang dan langsung aku paksa buat nyicipin. Alhamdulillah, responnya positif...hihihihihi...aku sajikan dengan es batu, selain lebih enak dingin, juga supaya gak terlalu manis.Tadinya aku mau eksperimen dengan syrup rose merah kesukaanku, tapi dirumah masih banyak syrup coco pandan dari parcel lebaran, ya akhirnya diberdayakan aja supaya cepat abis. Aku kebayang sih bakalan enak banget kalo bikin kolang kaling seperti ini dengan aneka syrup, supaya lebih banyak variasinya.

Nah, ini aku posting resepnya ya, cara pembuatannya aku sesuaikan dengan caraku aja ya,,,

KOLANG KALING Si Mama
Si Mama-nya mom Elly

Bahan :
1 kg kolang kaling
1/2 kg gula pasir
1/2 botol syrup coco pandan (aku pake 400 ml)
Beberapa lembar daun jeruk dan beberapa butir cengkeh (bila suka)

Caranya :

  • Dalam wadah, masukkan gula pasir, daun jeruk yang sudah diiris dan cengkeh (bila pakai), sisihkan.
  • Rebus kolang kaling minimal 30 menit, tiriskan. Masukkan kedalam wadah yang berisi gula, tambahkan syrup, aduk rata.
  • Diamkan hingga panasnya hilang, simpan dalam kulkas minimal 6 jam.
  • Siap disajikan.
  • Enjoy!




Sunday, August 26, 2012

Devil's Food Cake with Swiss Meringue Buttercream


 Haiiiiiiii.....
Buat yang Muslim, gimana lebarannya? Pasti seru ya ketemu sanak saudara, dan buat yang liburan, kebayang deh gimana hebohnya...hihihihi... Maaf lahir batin ya semuanyaaaa....*hug hug hug*. 

Postingan lebaran dirumahku tahun ini nanti menyusul...hummm... Sekarang mau posting cake yang aku bikin kemarin sore. Heboh deh,  sampe si Mas akhirnya menemani Papa-ku berbuka puasa sendirian, soalnya aku masih kasak-kusuk di dapur. Jadi, aku udah gak sabaaaaaarrr....whoa ha ha ha...ok ok ok, I know... koq chocolate cake lagi? coklaaaaat melulu! nah, jujur nih, sebenarnya ini juga gak terencana. Waktu ke supermarket sama Papaku n' si Mas, aku udah borong lemon seabrek-abrek. Ceritanya mau coba bikin lemon cake pake loyang nordic yang belom juga diberdayakan. Tapi ntah kenapa, gara-gara buka-buka bukunya Magnolia Bakery, jadi keingat sama resep ini. Jadi deh, melenceng dari rencana semula (baru nyadar, itu lemon mau diapain yaaaa...hiiiks!!!). Kebetulan ada satu pak coklat couverture yang belum dipake sama sekali, jadi deh resep ini di eksekusi.

Waktu pertama beli bukunya, cake ini yang pertama kali aku coba. Tapi hasilnya kacau balau. Pertama, karena keterangan resepnya gak beraturan. Misalnya, sedang asik-asik ngocok adonan, disuruh masukin putih telur yang udah dikocok. Alhasil, aku kelimpungan ngocok putih telur dulu. Mana waktu itu adanya hand mixer. Blom lagi ovenku masih oven listrik mungil, gak muat masuk dua loyang. Jadi aku panggang dengan loyang besar yang tinggi. Mungkin karena aku emang amatir, atau emang ketinggian, bagian tengahnya gak matang n' ancuuuurrr.... tapi, sempat aku cicipi, rasanya lumayan juga. So, akhirnya cake ini cuma masuk dalam daftar cake yang mau aku coba lagi. Kali ini, resepnya aku baca berkali-kali dan aku ingat urutan langkah yang sebenarnya harus aku lakukan. Teteuuupppp aja, hampir aja putih telurnya lupa masuk...ck...ck...ck..ck...


Di dalam bukunya, Devil's food cake-nya di sajikan dengan seven-minute icing, caramel buttercream, dan chocolate buttercream. Juga tertulis kalo di bakery-nya malah pake mocha buttercream (tapi di buku gak ada resep mocha buttercream...pffhhh..). Tapi ntah kenapa aku kurang yakin sama beberapa resep frosting yang ada dibuku itu. I mean, ok lah Magnolia Bakery terkenal sama cupcakenya yang dimakan sama artis beberapa serial tv di Amrik. tapi aku agak ragu dengan yang lainnya. Bukan ragu dalam arti negatif ya, cuma rasanya terlalu biasa. Jadiiiiii...untuk Devil's food cake-ku kali ini, aku pilih pake Swiss Meringue Buttercreamnya Martha Stewart. Yup, buat aku pribadi, selalu yakin sama resepnya tante Martha, akurat dan rasanya selalu berkelas.

Lagian, emang udah lama aku pengen nyoba bikin buttercream dengan putih telur ini. Aku udah nyoba bikin beberapa jenis buttercream, mulai dari yang pake mentega putih atau shortening, trus buttercream yang pake cream cheese, buttercream dengan whipcream dan buttercream ala American-style cupcake yang pake mentega sama gula icing. Ada beberapa yang aku suka, ada yang gak karena sukses bikin gigiku berasa mau rontok seharian. Nah, ini kesempatan ku buat nyoba bikin buttercream versi lain lagi. Kalo di baca, memang keliatan ribet karena telurnya harus dipanaskan di double-boiler segala, tapi setelah dibikin, ternyata gak sulit dan hasilnya, aku sukaaaaaaaaa banget, so buttery dan lembuuuuttt.... dan yang terpenting gak ngendal di mulut (yeah...pake real butter!).

Tantanganku gak berhenti disaat membuat cake dan menyiapkan frosting aja. Menghias cakenya juga punya tantangan tersendiri...hihihihi... kayaknya aku gak bakat dan emang harus segera ikutan kursus cake decoration deh. Kali ini ngasal banget karena aku juga terburu-buru mau ke kondangan pernikahan adiknya si Maria Wisanty, temanku. Jadi deh cakenya cuma aku oles pake spatula dan diberi bunga seadanya dengan spuit bintang. Si Mas aja heran, dikira ada yang mau ultah, dan ntah karena mba' Dwi (Istri bang Iqbal) nyindir atau emang dia lagi capek baru nyampe dari Yogya, katanya aku justru keliatan dekor cake-nya niat beneeer. Humm...gak pa pa deh, lumayan buat hiburan...hahahaha...



Rasanya...??
Cakenya gak semoist cake coklat lainnya, tapi gak padat dan terasa ringan. Tapi aromanya yang unik, mungkin karena aku pake chocolate couverture yang udah manis dan pake brown sugar ya. Tapi next time, jumlah brown sugarnya aku kurangi supaya gak terasa manis banget. Apalagi akan di beri frosting lagi. Sedangkan buttercreamnya, beneran jadi my favorite buttercream deh, di colek aja enaaaakkk... benar-benar buttery dan gak terlalu manis. Karena rasa butternya yang dominan, sebaiknya saat di jadikan frosting ataupun filling cake, jangan terlalu tebal atau banyak. Btw, frostingku tadi gak semuanya pake unsalted, separuhnya aku pake salted, supaya gak terlalu eneg. Menurutku buttercream ini pasti enak kalo dijadikan isi macaron (sayang sampe sekarang blom sukses juga...whoaaa...hiks!) dan di beri aneka essence, seperti rose, orange atau lychee.. seru!! *kalobisabikinmacaron*

Ini aku posting resepnya setelah aku terjemahkan ala kadarnya. Urutan cara pembuatanpun aku sesuaikan dengan langkah-langkah yang aku lakukan supaya gak bingung. Untuk buttercreamnya, aku baru tau triknya kalo saat wadah berisi putih telur menyentuh panci berisi air panas, segera whisk dan whisk berlahan terus menerus hingga gula larut. Dengan cara ini, gak ada kesempatan buat si putih telur untuk matang. 

Good luck n' have fun!!



DEVIL'S FOOD CAKE
Allysa Torrey and Jeniffer Appel, dari buku The Complete Magnolia Bakery Cookbook

Bahan :

3 cups tepung terigu serbaguna
1 1/2 sdt baking powder
1 1/2 sdt baking soda
3/4 sdt garam
3 btr telur ukuran besar, pisahkan kuning dan putihnya
3/4 cup (1 1/2 stik) mentega tawar, suhu ruang
2 cup brown sugar 
8 oz unsweeted chocolate, cairkan
2 cup susu cair
1 1/2 sdt vanilla extract

Caranya :
  • Cairkan coklat, caranya, letakkan coklat dalam wadah tahan panas, letakkan diatas panci berisi air panas selama lk. 5-10 menit, aduk sesekali hingga semua larut. Angkat dan sisihkan hingga dingin selama lk. 5-10 menit.
  • Panaskan oven 350F
  • Olesi 2 buah loyang bulat ukuran 9x2 Inch dengan mentega, alasi dengan kertas baking (aku olesi lagi dengan mentega)
  • (aku, campur susu dan vanilla extract dalam satu wadah, sisihkan)
  • Dalam wadah besar, ayak tepung, baking soda, baking powder dan garam. Sisihkan.
  • Dalam wadah terpisah, kocok kuning telur hingga kuning pucat, sekitar 2 menit. Sisihkan.
  • Dalam wadah besar, kocok mentega dan gula hingga licin lk. 3 menit. Masukkan kuning telur dan kocok hingga rata. Masukkan coklat, kocok rata.
  • Masukkan campuran tepung dalam 3 tahapan, bergantian dengan campuran susu, kocok hingga rata.
  • Dalam wadah terpisah, kocok putih telur dengan kecepatan tinggi hingga soft peak.
  • Masukkan putih telur kedalam adonan, aduk balik hingga rata.
  • Bagi adonan dalam 2 wadah yang telah disiapkan dan panggang selama 40 - 50 menit atau lakukan test tusuk
  • Setelah matang, keluarkan, biarkan didalam loyang selama 10 menit. 
  • Keluarkan dari loyang dan biarkan dingin keseluruhan diatas rak kawat.
  • Setelah dingin, siap untuk di frosting



SWISS MERINGUE BUTTERCREAM
Martha Stewart dari buku Cupcake


Bahan :

5 btr putih telur (ukuran besar)
1 cup plus 2 sdm gula
sejumput garam
1 pound (4 stik) mentega tawar, suhu ruang, potong-potong ukuran sendok makan
1 1/2 sdt vanilla extract

Caranya :

  •  Campur telur, gula dan garam dalam wadah tahan panas (atau mangkok standing mixer) lalu letakkan diatas panci yang berisi air hampir mendidih. Whisk dengan tangan hingga campuran terasa panas saat disentuh dan gula larut. Campuran ini harus terasa benar-benar licin ketika digosokkan diantara jari tangan.
  • Letakan mangkok keatas mikser yang telah dipasang kocokan whisk. Mulai dari kecepatan rendah dan berlahan naikkan hingga medium-tinggi, kocok hingga kaku (stiff peak, tapi tidak kering). Terus dikocok hingga menkilap dan benar-benar dingin (test dengan menyentuh bagian dasar mangkok) lebih kurang 10 menit.
  • Turunkan kecepatan hingga medium-rendah, masukkan beberapa sendok mentega dalam satu waktu. Setelah tercampur rata, tambahkan lagi mentega, lakukan hingga mentega habis. Tambahkan vanilla. Ganti whisk dengan kocokan "K", lanjutkan kocok dengan kecepatan rendah hingga udara berkurang, sekitar 2 menit. Scrap adonan di pinggir mangkok dengan spatula, lanjutkan kocok hingga adonan terlihat licin dan lembut. Buttercream siap untuk digunakan
Simpan buttercream dalam suhu ruang apabila digunakan dalam hari yang sama atau pindahkan kedalam wadah kedap udara dan simpan di kulkas hingga 3 hari atau bekukan di freezer hingga 1 bulan. Sebelum digunakan biarkan dalam suhu ruang dan kocok lagi dengan kocokan "K" hingga licin lagi.

Buttercream juga dapat diberi warna sesuka hati.

Selamat Hari Raya Idul Fitri


Selamat Hari Raya Idul Fitri

1433 H

Mohon Maaf Lahir & Batin




- Camelia & Hasyim -


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...