Search This Blog

Loading...
Showing posts with label baking. Show all posts
Showing posts with label baking. Show all posts

Wednesday, April 30, 2014

Salted Caramel Cupcake


Hellooooooo....
Ok ok ok.... Janjinya mau rajin baking tapi ternyata sama aja dengan sebelum janji....jarang banget baking... Hiks! Well sebenarnya ada beberapa kali sebelum ini, bikin cupcakes juga, tapi kurang hepi sama hasilnya. Jadinya lamaaaaa banget baru mulai lagi... So sorry deh ya...

Anyway, kemaren bikin salted caramel cupcake ini, ntah kenapa lagi suka banget sama kombinasi karemel plus fleur de sel. Mulai dari macaron, cakes sampe minuman coklat pun pilih yang pake salted caramel. Nah, udah tau donk kalo aku bikin macaron gagal melulu dan lagi gak mood sekale sama yang namanya high risk....*hihihihi*.. jadi aku coba bikin cupcakesnya aja. Aman dan gak pake ribet. O ya, dulu aku pernah bikin coklat cupcake pake salted caramel juga and I'm not a fan! Setelah aku pikir-pikir *sok mikir*, aku suka fleur de sel dipadukan sama caramel yang creamy. Jadi begini, kalo perpaduan antara karamel yg dari gula tok, aku gak begitu suka. Tapi kalo fleur de sel bergabung dengan karamel+cream atau karamel+butter, baru pas! Ribet ya? Mudah-mudahan ngerti maksudku...hehehehe...

Naaah... Ada lagi masalahku dengan karamel, kalo too much juga, aku eneg. Ini yang terjadi dengan cupcake yang aku ceritakan tadi. Beberapa waktu lalu aku bikin salted caramel cupcake pake resep yang aku dapat online. Cara bikinnya gampang banget, gak pake mikser, tinggal di campur aja. Tapi masalahnya, waktu dimakan dengan frosting caramel juga, wuiiih rasanya jadi lebay buatku. Bayangin aja, cake caramel dengan caramel frosting...too over the top! Super jenuh makannya. Satu aja udah full sekalee.... Lalu aku bandingkan dengan makanan yang pake salted caramel yang aku suka. Baru deh aku tau kalo aku suka salted caramel sebagai topping! Rasanya jadi lebih istimewa kalau tidak mendominasi keseluruhannya. Itu sebabnya, kali ini buat cupcakenya aku pake vanilla cake aja, buttercreamnya aja yang salted caramel. Menurutku, ini lebih balance, rasanya jadi lebih simple dan gak too much of everything.


Buttercreamnya aku reka sendiri aja dengan cara membuat buttercream biasa yang sering aku bikin. Biasanya aku bikin buttercream simple dengan perpaduan mentega putih plus susu kental manis (1 :1). Begitu juga kali ini. Cuma untuk mentega putihnya, sengaja aku ganti dengan salted butter, dan susu kental manisnya sudah dikaramel-kan terlebih dahulu. Aku milih pake butter beneran karena suka sama cita rasanya yang menurutku gak tergantikan, so milky dan creamy. Jadi pas kalo dipadukan dengan rasa karamel karena ada aroma butter yang dominan juga. Lagian, buttercream begini lebih fleksible, bisa disimpan kalo mau diolah buat yang lain. seperti buat frosting cake atau filling macaron misalnya...(siapa tau aku mendadak dapat ilham buat nyoba bikin lagi...hehehe)
Untuk karamel, aku bikin seperti bikin  dulce de leche yang duluuuuu banget pernah aku bikin. Gak pake ribet, gak perlu nyari cream dan gak perlu mengira-ngira kalo karamelnya item manis atau gosong... Hasilnya menurutku lumayan enak dan gak eneg. Tinggal menyesuaikan jumlah fleur de sel dengan rasa yang diinginkan, atau tinggal ditaburkan diatasnya tanpa perlu dicampur. Hummm.... Jadi pengen nonton buat beli popcorn...*lho?*.....hihihihi....

Kalo cupcake vanillanya, aku nyoba resep baru yang aku dapat disini. Walaupun aku udah ada resep cupcake vanilla andalan, teteup pengen nyoba resep baru. Sekalian lagi nyari-nyari konsep kue ultah pertama Ava bulan depan...duh, senangnya nyiapin persiapan ultah buat my little angel. Saking semangatnya, ultah masih bulan depan, tapi penak-perniknya udah mulai disiapin dari sekarang...mulai dari undangan, goody bag, menu, sampe balon-balon...aiiihhh....lucu-lucu deeeh...

Nah, dibawah ini resepnya aku tulis ulang, kalo mau detailnya, silahkan aja kunjungi blog sang pemilik resep. Rasanya lumayan, gak beda jauh dari resep cupcake andalanku itu. Walaupun aku harus mengurangi jumlah gulanya next time. Seperti resep luar lainnya, memang kadang gula yang digunakan dalam satu resep jumlahnya gak tanggung-tanggung...

Ini resepnya ya....

VANILLA CUPCAKES
dari Cookies and Cups

Ingredients
  • 1 3/4 cup cake flour 
  • 1 1/4 cup all purpose flour
  • 1 3/4 cup sugar
  • 2 1/2 tsp baking powder
  • 1 tsp kosher salt
  • 1 cup butter, room temperature, cut into 1/2 inch cubes
  • 4 eggs
  • 1 cup milk
  • 2 tsp vanilla
How to Make
  1. Preheat oven to 350°
  2. Line cupcake pan with cupcake liners.
  3. In bowl of stand mixer add the first 5 ingredients and stir together using paddle attachment for about a minute. Enough to get them nice and combined.
  4. With mixer on low, drop in butter, a few cubes at a time continuing until all butter is in and mixer resembles coarse sand.
  5. Add eggs one at a time on low speed.
  6. With mixer still on low slowly pour in milk and vanilla. Turn mixer to medium and beat for 2 minutes until batter is smooth, scraping sides of bowl as needed.
  7. Fill liners 2/3 full (about 1/4 cup batter) and bake for 15-20 minutes until centers are set and toothpick comes out clean.
  8. Allow to cool completely before frosting.


MEMBUAT CARAMEL SAUCE

1 kaleng susu kental manis, buang labelnya. Masukkan ke dalam panci berisi air (jumpah air harus lebih tinggi dari kaleng susu), Didihkan diatas kompor. Hati-hati dan jangan ditinggalkan. Rebus selama paling sedikit 1 jam. Semakin lama di rebus, warnanya nanti akan semakin gelap. Tapi jangan direbus lebih dari 4 jam. Setelah selesai, matikan kompor, biarkan didalam panci hingga dingin. Kaleng jangan dibuka hingga betul-betul suhu ruang, buat sehari sebelumnya bila perlu. Setelah betul-betul dingin, baru buka kalengnya dan siap digunakan.


SALTED CARAMEL BUTTERCREAM
by. Camelia

200 gr salted butter
200 ml saus karamel (seperti yang dibuat diatas)
1 sdt fleur de sel (kurangi kalau nanti juga akan ditaburkan diatas cupcake)

Caranya :
Mikser mentega hingga lembut, masukkan saus caramel dan fleur de sel, kocok terus hingga menjadi buttercream.



Ava n' her first cupcake!








Monday, March 18, 2013

Cheese Brownies Ala Vin


Mumpung masih hot nge-blog (dan mumpung sambungan internet di rumah lagi gak bertingkah *huh!*) kali ini aku posting dua kali. Postingan tertunda ceritanya... Kali ini aku bikin Cheese Brownies Ala Vin yang beberapa waktu lalu sempat bikin hebih milis NCC-ku tertjintah. Ceritanya, milis NCC punya kegiatan rutin, dulunya sih, tahunan, tapi karena acaranya membesar terus, sekarang jadi acara dua tahunan. Ini salah satu acara gathering favoriteku, namanya HMFF. Apa itu? well, silahkan klik linknya, yang pasti acara yang dipenuhi makanan wuenaaak. Aku sendiri bersama temanku yang terkenal sama chocolate curls-nya Widya, pernah jadi panitia HMFF, tahun 2009. Naaah....biasanya, di saat HMFF, ada beberapa makanan yang dibawa anggota menjadi "kenangan manis" bagi yang lainnya. Misalnya waktu HMFF 2009 itu, Melt Brownies Agogo-nya mba' Yenny Agogo bikin heboh milis. Banyak member yang ikutan bikin brownies dengan kejutan chocolate melt ditengahnya. Di HMFF kali ini, brownies yang bikin heboh, ya Cheese Brownies Ala Vin ini.

Aku sendiri HMFF kali ini gak bisa ikutan bantu dan gak bisa menghadiri juga...*whoaaaa...hiiks!*..yah, soalnya perut gendutku bikin gak betah ngapa-ngapain, dan masih suka mual juga. Jadi, yah, kali ini aku cuma bisa baca cerita hebohnya doank. Its ok lah, next time, insya Allah, aku bisa ikutan lagi sambil bawa anakku nanti *kebayang hebohnya...hihihihi*. Tapi baca ceritanya aja udah bikin senang, dan teman-teman gak lupa cerita makanan favoritenya, dan seperti biasa, yang bawa makanan gak keberatan sharing resepnya. Karena yang namanya brownies selalu bikin aku blingsatan, cerita brownies keju ini bikin aku penasaran. Belum lagi cerita-cerita teman milis tentang brownies yang satu ini bikin aku ngiler berat. Sayangnya, aku harus nunggu ke jakarta dulu buat beli cream cheese karena di Jambi yang ada cuma processed creamcheese yang menurutku rasanya beda sama cream cheese biasa. Well, karena aku gak nyicip aslinya, aku pengen bikin brownies yang sesuai sama resepnya. Walaupun beda merk bahan, tapi paling gak, ya sama lah....


Setelah menahan selera lumayan lama dan bela-belain nenteng creamcheese dalam tas *ampuuun dah!*, akhirnya beberapa hari lalu aku mulai bikin, lupa tepatnya kapan. Dari resepnya, keliatannya bahannya banyak banget, sebenarnya gak juga. Keliatan banyak karena menggunakan 2 jenis coklat, dark dan milk. Sementara aku mengganti semua coklat dengan coverture thok, karena aku punya dan memang harus segera aku habiskan sebelum expired. Pas lagi milih-milih loyang, aku ketemu loyang mini cheesecake yang bagian bawahnya bisa di lepas. Loyang ini aku beli udah lama juga, cuma gak sempat-sempat bikin. Beli impulsive nih, nafsu doank, kayaknya lucu aja kalo bikin cheesecake mini yang di dekor imut-imut, padahal, ngebayangin bikinnya aja udah lelah....*hahahaha*. Sekalian deh aku eksperimen sama loyang ini daripada cuma mejeng doank di lemari dapur. Jadi browniesnya aku cetak satu-satu. Suka deh sama hasilnya, apalagi gampang banget ngeluarinnya. Browniesnya keliatan mulus. O ya, buat ngisi adonan creamcheesenya, aku semprotkan pake plastik segitiga supaya hasilnya rapi. Lapisan coklatnya pun aku celupkan aja ke milk chocolate cair. Hasilnya, ada motif coklat  two-tones yang imut...hihihihi....
Rasanya....???? beneran enaaak! Suka deh campuran antara manisnya brownies dan asin-gurih dari creamcheesenya. Ini tipe brownies yang moist, gak kering banget, jadi terasa nyoklat dan lembut di lidah. Pokoknya rasanya unik-enak!! bagi yang belum sempat nyobain, yuk bikiiiin.....buat mba' Vin, makasih udah sharing resepnya ya,....


 CHEESE BROWNIES ALA VIN
by. Vin (Milis NCC)




A. (Lelehkan)
225 gr butter unsalted, sisihkan sampai hangat

B. (Lelehkan semua, sisihkan sampai hangat)
150 gr dark cooking chocolate
150 gr milk cooking chocolate
150 gr whipping cream daairy

Campur A + B

Kocok lepas :
4 btr telur
1 sdm vanilla
90gr gula pasir

Bahan kering :
135 gr terigu protein sedang
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam

Creamcheese filling (campur rata) :
200 gr creamcheese
35 gr gula halus
1 btr kuning telur


Caranya :
  • Masukkan kocokan telur ke adonan butter + coklat.
  • Masukkan bahan kering, aduk rata.
  • Siapkan loyang 24 x 24 x 4 cm, olesi margarin dan taburi coklat bubuk (dasar dan sisi loyang)
  • Tuang 2/3 adonan coklat ke loyang
  •  Tuang adonan keju, tutup dengan sisa adonan coklat
  • Panggang di oven dengan suhu 180 C lebih kurang 35 menit (sering cek setelah 25 menit, jangan over baked).
  • Tes tusuk, sampai ada beberapa crumble dari adonan yang masih menempel, angkat, dinginkan.
  • Setelah dingin, olesi permukaan brownies dengan milk chocolate yang sudah dicairkan.











Best Chocolate Chip Cookies


 Ck... ck...ck.... setelah memaksakan diri buat baking, ternyata ngeblog pun bikin malas. padahal cita-citanya udah banyak banget. Tapi malasnya pun gak kalah heboh. Seperti postingan cookiesku kali ini. Bikinnya semangat banget, mengusir rasa malas dan menerjang baking blues...*duilee* ternyata ujung-ujungnya sami mawon podo ae...*ikut bahasanya si Mas*...masih jelas banget dalam ingatanku *ehem*, hari minggu itu ntah kenapa, pengeeeeeen banget makan chocolate cookies. Gak tau deh, bawaan baby atau emang emaknya yang doyan, pokoknya mesti bikin. Kebetulan memang bahan buat cookies udah standby di rumah. Apalagi senin besoknya, ada teman-teman IWAPI mau rapat di rumah. Klop deh, gak perlu khawatir gak abis, soalnya aku tau banget kalo lagi kepengen begini, paling aku makan cuma satu dua biji, sisanya bakalan dioper ke siapa aja yang ada di rumah...hihihihi...

 Nah, kalo biasanya aku selalu pake resep cookies andalanku, Nestle Tollhouse, kali ini aku mau  nyoba yang lain. Sekali-kali keluar dari comfort zone laaah... so, semua buku cookies yang aku punya aku baca resep chocolate chips cookiesmya, tapi pada akhirnya, aku cari resep di google juga...*haha*... aku tinggal ketik "best chocolate chip cookies"...eh, gak taunya yang keluar judulnya plek sama....hihihihi....pilihanku jatuh sama resep "Best Chocolate Chip Cookies" ini. Judulnya dahsyat banget ya? atau terlalu optimis? sempat ragu buat nyobain, karena judulnya aja rada lebay, tapi karena yang nyobain resep ini lumayan banyak dan reviewnya yang positif juga gak kalah banyak, ya udah, langsung deh di eksekusi...

Pembuatannya lumayan gampang, standarlah seperti bikin cookies biasanya. Kayaknya, bahan yang di gunakan dalam beberapa resep cookies gak jauh beda, udah standar aja. Seperti mengandung brown sugar, chocolate chips, kacang-kacangan (kalo suka), vanilla...yang beda hanya komposisi dan spices atau flavoring yang ditambahkan ke beberapa resep cookies. Perbedaan yang paling nyata beda resep ini dengan yang biasa aku coba,  yaitu juga menggunakan gula pasir biasa selain brown sugar. Anyway, Karena aku emang gak suka cookies yang pake kacang-kacangan, kali ini kacangnya juga aku skip, sebagai gantinya, chocolate chipsnya yang aku lebihkan. Suka deh aroma cookies yang sedang di panggang, apalagi ngeliat adonanya membulat di dalam oven...rasanya gimanaaaa gitu...ini salah satu aroma yang mengundang rasa hepi buat aku....*eheeem*...hahahaha....

Setelah matang, cookies diangin-anginkan diatas rak kawat. Aku selalu melakukan ini tiap kali habis memanggang cookies. Prosesnya terlihat gak penting, tapi percaya deh, ada perbedaan nyata antara cookies yang dianginkan dengan rak kawat, sama yang tidak. Waktu aku cicipi, memang chocolate chips cookies yang ini terasa lebih tasty dari Tollhouse, selain aroma, rasanya pun lebih kaya. Terasa lebih beraroma dan berkaramel gitu. Mungkin penambahan gula pasir yang membuat aroma karamel lebih kentara. Hum...jadi dilematis antara ini dan cookies yang udah lama aku sukai. Tapi satu hal yang next time aku ganti, yaitu jumlah gulanya. Cookies ini jauh lebih manis dari Tollhouse, mungkin jumlah gula pasirnya harus dikurangi.

O ya, di loyang terakhir, dibagian atas cookies aku taburi garam fluer de sel. Ternyataaaaa...aku suka bangeeet. Rasa asinnya mengimbangi cookies yang manies. Hum...jadi ketagihan deh nge-cookies dengan fleur de sel begini. Next time mau nyoba ditaburi diatas cake, pasti enak ya, biar gak eneg. Tapi mungkin ya nanti-nanti, setelah my little baby lahir, kalo sekarang udah dilarang kebanyakan makan garam....hiiiiks!





Ini resepnya ya...

BEST CHOCOLATE CHIP COOKIES

I cup mentega, suhu ruang
1 cup gula pasir
1 cup brown sugar
2 btr telur
2 sdt vanilla extract
3 cup tepung terigu serbaguna (protein sedang)
1 sdt baking soda
2 sdt air panas
1/2 sdt garam
2 cup chocolate chips (aku 2,5 cup)
1 cup walnut cincang (aku gak pake)


Caranya :
1. Panaskan oven hingga 350 F (175 C)
2. Mikser mentega, gula pasir, dan brown sugar hingga rata. Masukkan telur satu per satu, tambahkan vanilla. Larutkan baking soda dalam air panas, masukkan kedalam adonan bersama garam. Masukkan tepung, chocolate chips dan kacang, aduk rata. Cetak di loyang dengan sendok.
3. Panggang di oven lebih kurang 10 menit atau hingga pinggiran cookies mulai kecoklatan.

Saturday, February 9, 2013

Bolu Marmer Jadul



Ok...Ok...
Sekarang kayaknya gak pas banget kalo aku terheran-heran kenapa bisa sebegini lamanya aku gak nge-blog. Semalas itu kah aku sama baking??? hum...well yeah...hihihihihi.... Bukan, apa-apa, sejak hamil...oh yes, belom ngasih kabar ya, kalo aku hamil??? yeap! finally!!! panjang deh ceritanya, nanti aku punya blog sendiri yang di link kesini... pada dasarnya, aku sama si Mas, bahkan keluarga besar kami pada senang banget. Walaupun aku juga telat tau kalo aku hamil. Saking persimisnya kalo kami (aku dan si Mas) bakalan bisa segera diberi momongan, aku cuek aja waktu jadwal menstruasiku telat (biasanya juga sering begitu)...eeeh...gak taunya, udah 12 minggu!!! Anyway, to make the story short, karena aku gak menyadari sudah melalui trismester pertama (ya ampuuuunnn!), gak terasa aja sekarang sudah melalui 5 bulan, menuju 6... menurut dokter, our little angel bakalan lahir end of June....doain semoga aku dan babyku sehat yaaaa.....

So, gak tau deh, apa karena hamil, atau karena aku emang malas seperti biasanya *haha*, hampir gak pernah baking lagi. Udah berkali-kali minta dibeliin telur, ujung-ujungnya jadi telor goreng. Rencana mau bikin aneka bake goods buat teman-temanku yang merayakan natal juga bubar total, karena ternyata aku lebih suka tiduran ditemani bantal dan guling. Blom lagi aku yang kuliah lagi nih, jadi bolak-balik Jambi-Jakarta, walaupun akhirnya, aku memilih cuti di tengah-tengah smester....hiks... yeah, bagaimanapun juga, aku gak mau ambil resiko, kali ini memang harus memilih satu prioritas aja, dan of course, aku memilih kelancaran kelahiran anakku, kuliah nanti bisa di teruskan akhir tahun. 

Tapiiiiiiii....kali ini aku emang harus memaksakan diri. Gimana bisa cuek kalo di milis NCC, para member pada pamer kue bolu marmer jadul yang di posting oleh salah satu member, mba' Mia Indriasari. Katanya, resep ini dari Ibunya, takarannya aja semula masih berdasarkan ukuran gelas. Jadi tambah mupeng liat laporan teman-teman yang udah nyoba resep yang katanya cakenya lembut dan berasa banget jadulnya karena pake full margarin blueband. Kalo di ingat-ingat, lucu juga ya, jaman dulu itu *sok tua bener*, seingatku, kue yang mahal itu kalo pake full blue band. Sekarang, itu malah jadi salah satu opsi bahan cake ekonomis, supaya pemakaian butternya gak banyak....hihihihihi... dunia baking beneran gak kalah sama dunia teknologi (IT) ya, selalu aja ada yang baruu....

Nah, kemaren pagi, rencananya emang blom mau baking, mau ajak si Mas, Papa dan abangku Riri (yang kebetulan lagi di Jambi) ke supermarket. Eeeh...aku lupa kalo hari Jum'at, gagal deh jalannya, karena mereka mesti sholat Jum'at. Akhirnya, dari pada bengong di rumah, aku putusin bikin bolu marmer jadul ini. Selain bahannya gampang, pembuatannya mudah, ntah kenapa aku mendadak jadi pengeeeeeeen banget! Humm....kali ini selera bumil gak tertahankan. Setelah bahan di timbang dan loyang di siapkan, sepupuku Tona nongol baru pulang dari kantor dan bersiap-siap mau bertukar poin buat nonton gratis di bioskop, as usual *hihihihihi*. Waktu aku bilang kalo aku lagi bikin bolu marmer jadul, si Tona langsung menimpali "Hey, bikin Bolu Kik" tuuuh....aku langsung ngakak... bener banget, kalo di dusun Papaku namanya Bolu Kik (bolu maksudnya ya "cake"..dan kik itu, ya ejaan dari "cake" juga. Jadinya cake-cake....*bingung ya?? hihihihi). Di sana memang, semua cake dibilang bolu, nah "bolu" yang mengandung mentega, ya dianggap "kik" atau cake. Jadi gak salah juga kalo Tona bilang namanya "Bolu Kik".

O ya, satu hal lagi yang bikin aku pengen nyoba kue ini, karena memang udah lamaaaaaaa banget aku nyari resep cake marmer yang margarinnya dicairkan. Aku sempat nanya ke milis. Aku ngotot mau nyari resep seperti itu, karena itulah cake yang pertama kali diajarkan tanteku, tante Aini yang aku sayangi. Cerita lengkapnya antara aku dan tante Aini, ada disini ya. Masih keingat jelas tante menyuruhku meletakkan mangkok kaleng yang berisi margarin diatas oven panas yang modelnya diletakkan diatas kompor. Aku sampe kagum ngeliat menteganya mencair...hahaha..Praktis banget ya...hihihihi...Hummmm....kebayang deh, cake lembut dengan aroma margarine yang khas...gak tahaaan, pokoknya harus bikin!

Anyway, karena bahannya simple, bikinnya juga simple banget, semua bahan tinggal dikocok menjadi satu. Kali ini aku ngocoknya rada lama (pake hand mixer biasa aja), sekitar 10 menit lebih, karena aku gak pake emulsifier (SP). Supaya berasa jadulnya, aku batal menambahkan vanilla extract, tapi aku pake vanilli bubuk...hihihihi...Untuk marble coklatnya, aku pake coklat bubuk seperti yang diajarkan tante. Naaaaahh...saat bikin marble itulah aku sempat ngerasa kangen sama suara lembut tante Aini. Karena aku ingat betul beliau bilang, saat adonan coklat dituang, cepat diputar untuk membuat marmernya. Kalo lama, nanti adonan coklatnya turun ke bawah. Aku lupa banget sama pesannya yang ini, baru nyadar setelah bingung ngeliat adonan coklatku turun kebawah semua *telmi*...hihihihi...tapi its ok, masih sempat nge-marmer sedikit....*ngeles*..hahahahaha...

Rasanya???  well, enaaaakkkkkkk banget!!!! pasti ntar bikin lagi! si Tona, Pupun (anak sepupuku), abangku Riri dan si Mas, suka cakenya. Kalo menurut Tona, rasanya sama persis seperti buatan Ibunya dulu. Aku sendiri juga doyan banget, karena manis-gurihnya pas, karena pake full margarin, rasanya jadi gak ngebosenin karena terasa gurih dan gak bikin eneg. Yang pasti, sepotong gak bakalan cukup! Finally! aku ketemu resep yang di ajarkan sama tanteku. Of course, big thanks buat mba' Mia yang udah sharing resepnya di milis. WE LOVE IT!

Yuks cobain!



BOLU MARMER JADUL
By. Ibunya mba' Mia Indriasari (milis NCC)


Bahan :
5 butir telur telur utuh
3 butir kuning telur
150 gr teringu
200 gr gula pasir
1/2 sdt SP (aku gak pake)
300 gr Blue Band, cairkan
1 bungkus (1 gr) Vanilli bubuk (Tambahan dari aku)
Pasta cokelat (aku pake coklat  bubuk)

Caranya :
Semua bahan dikocok, kecuali margarine, hingga putih mengembang. Lalu, tambahkan margarin cair berlahan-lahan sambil di aduk balik. Ambil, satu mangkuk adonan, beri pasta coklat (aku coklat bubuk) aduk rata. Tuang adonan putih kedalam loyang (yang sudah dioles mentega dan ditaburi tepung), lalu tuang adonan coklat sambil diputar dengan garpu (aku ujung sendok) untuk membuat bentuk marmer. Panggang dalam oven hingga matang (aku suhu 160C, atau gas mark 4, lk. 50 menit). Enjoy!

Sunday, October 14, 2012

Financier


Dari kemarin aku udah bikin rencana nyantai aja di rumah. Gak mau ngapa-ngapain dan gak mau mengerjakan hal-hal yang bikin aku mesti mikir berat dan berhubungan dengan orang-orang yang gak begitu menyenangkan *boohoo*.... hihihihi.... well, pagi tadi sama Papa dan si Mas, kita naik mobil ke arah Buluran menuju Aurduri. Tujuannya gak lain dan gak bukan, ya beli ikan sungai yang segar-segar. Ikan yang baru diangkat dari sungai, masih hidup n' fresh banget dijual di sepanjang jalan. Papaku suka banget ngajak kita kesini, kadang kalo ada cucunya, pada ikut semua. Aku sendiri juga suka ngeliatin ikan-ikannya. Karena bukan ikan pelihara/kerambah, di sini ikannya untung-untungan tergantung tangkapan. Kadang dapat ikan patin sungai (yang rasanya jauuuuhhh lebih enak daripada patin kerambah), ikan baung, tebakang, palau, lais...pokoknya ikan-ikan sungai yang enak-enak deh. Sayang, kali ini ikan yang ada tinggal yang ukuran kecil dan sedang. Tapi cukup bikin hepi deh, sampe rumah, ikannya langsung di goreng aja, dimakan sama sambal kecap...humm..yumeeee...kenyangnya sampe siang...eeeh...koq malah ngomongin ikan goreng yaaa....hihihihi...

Anyway, abis beli ikan, si Mas langsung siap-siap berangkat kuliah...doi back to campus tuh buat nambah ilmu dan nambah gelar baru...hehehehe... mudah-mudahan kuliahnya lancar ya Mas, dan cepat lulusnya...Amiiiinnn.....Karena ini hari pertama si Mas mulai kuliah, aku bersiap mau baking aja. Lumayan buat nemanin si Mas minum teh sore hari-nya. Pilihanku jatuh sama kue minum teh-nya orang perancis Financier.... Aku sendiri bisa di kategorikan baru banget kenal sama kue mungil ini. Paling baru setahun terakhir ini aja. Gara-gara kalo ke cafe favorite ku (dan si Mas!), selalu bingung mau beli cemilan apa. Mufin dan cake-nya selalu berukuran besar dan aku juga gak begitu menikmatinya,menurutku rasanya terlalu pas-pas-an. Naaaahhh....baru deh aku ketemu cake mungil yang dibungkus plastik. Suka karena ukurannya kecil, dan keliatan seperti cake biasa aja. Ternyata, aku jadi suka bangeeetttt.... ukurannya pas dan rasanya gak nge-bosenin. Aku nyemil Financier sambil minum kopi, teh, bahkan juice, rasanya cocok aja tuh. Pokoknya aku sempat dilanda demam Financier....*as always*
 
 

So, beberapa waktu lalu, aku mulai deh cari resep Financier ini. Sempat geli juga karena kalo di search "Financier", yang keluar malah termasuk kaitannya dengan keuangan (Finance), ternyata, katanya Financier ini pertama kali di bikin oleh seorang chef perancis yang bakery-nya gak jauh dari gedung stock exchange...hehehe...ada-ada aja ya.....selain itu aku jadi dapat banyak resep dan jadi tau kalo Financier ini di baca Fi-nan-si-ehr  bukan Fai-nan-cier (aku selalu begitu..hehehe). Dari beberapa resep, lebih kurang sama aja, yang paling jelas kesamaannya adalah, bentuknya mungil, menggunakan brown butter, mengandung almond dan putih telur. Ada juga yang bikin Financier ukuran besar, tapi gak banyak. Karena yang di cafe itu bentuknya mungil, maka aku pilih yang mungil juga, aku pakai resepnya joy of baking. Tapi gak aku tambahkan berry atau lainnya, biarin polos aja. Again, supaya mirip sama yang di cafe...*ngotot*

Sayangnya saat udah semangat mau baking, eeehh...baru nyadar stok telur udah abis. Minta tolong si Ina beliin di warung langganan, malah tutup. Ya udah, gak jadi suprise buat si Mas, soalnya malah nitip di beliin telur pas pulang nanti...hihihihi.... Lucu deh ngeliat si Mas pulang kuliah malah ngeluarin telur dari tas laptopnya...kayak tukang sulap...TA DA !!!..hahahaha....maaaaafff ya saaay...*hug hug*. Anyway, aku mulai dengan bikin brown butternya. Brown butter ini cuma unsalted butter yang di masak hingga kecoklatan (tapi gak gosong ya). Tapi ini vital dalam pembuatan Financier, brown butter ini nanti yang akan memberi aroma butter-caramel yang menjadi ciri khas cake mungil ini. Di joy of baking, setelah brown butter jadi, di saring dengan saringan dan kain kasa supaya mendapatkan brown butter yang bening. Tapi di beberapa resep, ada juga yang gak disaring sama sekali, bahkan butiran kecoklatannya ikut di gunakan. Tadi aku ambil jalan tengah, brown butternya aku saring biasa aja, lagi pula aku juga gak punya kain kasanya....*yeeee ngaku ajaaaa*....hahahahaha....



Ternyata bikinnya gampang banget!!!! gak perlu ngeluarin mikser sama sekali karena putih telurnya cukup dikocok dengan whisk kawat sebentar aja dan semua tinggal diaduk dalam satu wadah. Pas matang...duuuh, wanginyaaaa...rasanya juga enaaaakkkkkk.... bakalan sering bikin nih, apalagi kalo kebanjiran putih telur abis bikin lapis legit, tinggal di timbang aja putih telurnya. Sukaaaa banget sama cakenya yang kering di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Almondnya berasa banget dengan manisnya gula dan butternya beneran bikin enak banget. Menurutku, cake ini justru almondnya lebih kentara daripada Financier yang ada di cafe itu. Enyaaakkk....

Sayang banget, giliran Financiernya jadi, si Mas malah tiduuurrrrr....sementara, aku udah abis 3 biji niiihhh.....whoa ha ha ha ha... hum...kayaknya kuliahnya bikin capek banget kali ya. Gak pa pa deh, ntar bangun pasti laper, gak sabar pengen lihat reaksinya nyicipin Financier made by his beloved wife...ehem...*whuekkkk!*...hahahaha...

Niiihhh...resepnya. Sangat di sarankan ngelihat video pembuatannya di websitenya langsung ya...



FINANCIER
Stephanie Jaworski (joyofbaking.com)



Ingredients

1/2 cup (113 grams) unsalted butter
1/4 cup (30 grams) all purpose flour
1/2 cup (55 grams) ground almonds (can use almond meal/flour)
3/4 cup (90 grams) confectioner (powdered or icing) sugar, sifted
1/8 teaspoon salt
3 large (90 grams) egg whites, lightly beaten
1/2 teaspoon vanilla extract
fresh berries (optional)

Method

Preheat the oven to 400 degrees F (200 degrees C) with the oven rack in the center of the oven. Place 12 rectangular or boat shaped tartlet molds (each holds about 2 tablespoons of batter) on a baking sheet. (Can also use mini muffin cups.) 

Place the butter in a small light colored saucepan over medium heat. Once the butter has melted let it come to a boil, swirling the pan occasionally. As it boils you will notice that a foam will appear on the butter's surface. Continue to cook the butter until it looks clear and the milk solids have dropped to the bottom of the pan and have turned golden brown. Remove from heat and immediately pour through a cheesecloth-lined strainer. Let cool to room temperature. You will need 1/3 cup (80 ml) of brown butter. Use the leftover brown butter to butter the molds (use a pastry brush). 

In a large bowl whisk together the flour, ground almonds, confectioners sugar, and salt. Make a well in the center and fold in the lightly beaten egg whites, vanilla, and the brown butter. Fill each mold almost to the rim and bake for about 4 minutes (batter is set around the edges but still soft in the center). Remove from the oven and gently place one or two fresh raspberries on top of each. Bake a further 5-7 minutes or until the Financiers have become golden brown around the edges and are springy to the touch. Remove from oven and let cool on a wire rack. These are best eaten warm from the oven, but they can be covered and stored for a few days at room temperature or in the refrigerator.

Makes about 12 Financiers

Thursday, October 11, 2012

Glazed Lemon Pound Cake


Ok, selama ini aku memang lebih sering ngeluh saat dilanda baking blues. Bawaannya malas baking aja. Tapi honestly, beberapa minggu terakhir ini aku tuh malah pengen banget nge-baking lagi. Kegiatan yang merupakan prioritas malah terasa seperti beban yang membosankan, karena hobi baking-ku terpaksa ditinggalkan untuk sementara waktu. Selain itu mungkin juga karena faktor dapur yang kelamaan jadi (masih bete berat sama tukang bikin lemari dapur yang super lambat). Bayangin aja, kalo tukangnya ngomong sok yakin banget kalo 2 minggu selesai, eh gak taunya di total hampir 5 bulan. Kapok banget deh berurusan sama orang gak jelas gitu. Pokoknya rasanya lamaaaaaaaaa banget sampe aku punya tempat yang bisa baking dengan nyaman. Eeeh...giliran urusan dapur beres, malah kegiatanku yang mulai menumpuk, rasanya gak ada habis-habisnya...*sigh*.

Tapi minggu ini, aku sempat-sempatkan baking, walaupun artinya baru bisa mulai jam 9 malam, yang penting bikin. Beberapa hari lalu, aku sempat bikin cake cherry, hasilnya cake-ku keriiiiing dan keraaaaasss euy. Aku masih belum terbiasa sama ovenku yang pake gas mark. Terpaksa deh cakenya mangkal di tong sampah. Trus aku juga nyoba bikin macaron lagi. Harapanku sih gak muluk-muluk amat, aku cuma mau kenalan aja sama ovenku. Lha, pake oven yang lama aja macaron gagal terus, apalagi oven yang belum aku pahami apa "maunya". Tapi kali ini lumayan hepi sama macaronnya, karena loyang ke-3, hasilnya membaik. Sudah ada "kaki" walaupun pendek banget. Nanti deh ya, aku posting perjuangan bikin si Macs. Rencananya emang aku mau nyiapin beberapa hari buat ngotot bikin macaron doank sampe jadiiiiii!!!!! *ketok meja*

Tadi malam, aku mulai baking lagi. Karena mulainya juga udah malam *ck..ck..ck..*, dan aku juga masih bingung sama si oven, aku menghindari bikin cake yang rumit, ber-layer ataupun yang banyak stepnya (takut ngantuk euy...!). Jadi aku milih bikin pound cake aja. Dapat resepnya dari websitenya Martha Stewart. Sebenarnya, udah lama juga sih aku pengen bikin lemon cake, malah udah berkali-kali beli lemon yang pada akhirnya dipake buat  air putih doank. Selalu gagal karena ada aja resep lain yang menurutku bentuknya lebih menarik, nge-trend dan lebih modern looking *ehem*. 


Yep, lemon cake ini cake yang simple banget. Bikinnya bisa dikatakan mudah, bahannya juga gak sulit sama sekali. Untuk buttermilk-nya aku bikin dari susu yang aku beri perasan jeruk lemon hingga mengental sendiri. Pertama mulai proses nge-mix, memang adonan terlihat berat, tapi setelah dicampur tepung dan buttermilk, adonan mulai terasa ringan dan fluffy. Aku sengaja manggangnya di loyang bunt cake. Suka deh sama loyang Nordicware, panasnya merata. Kalo biasanya cake-ku ada bagian yang terlihat kurang gelap, bahkan ada yang lebih gosong, kali ini cake-ku warnanya terlihat cantik merata. Kayaknya aku bakalan rajin deh beli loyang begini, puas banget sama hasilnya.

Setelah matang, cake aku biarkan sebentar di loyang sebelum di angin-anginkan di rak kawat.  Walaupun namanya pound cake yang terkenal sebagai cake yang padat, tapi resep ini boleh deh di kasih jempol. Hasilnya lembut, light dan moist banget. Waktu di oven, aroma butterynya sampe ke mana-mana. Pokoknya gak nyesel, apalagi rasa lemonnya terasa sekaleee, padahal gak pake essence lemon at all. Love it so much! Si Mas juga suka. Cake simple begini, memang pas buat si Mas yang memang gak begitu suka cake yang dipenuhi cream ataupun frosting. A simple lemon cake aja.

O ya, untuk glaze-nya aku gak ngikut cara yang tertera di website. Aku hanya bikin dikit, jadi icing sugarnya gak nyampe 1 cup. Aku beri sedikit air dan perasan lemon. Sengaja aku campur air supaya gak terlalu asam. Lemon glazenya gak dominan, tapi hanya untuk memperkaya rasa. Jumlah gula dalam resep yang semula 2 cup, aku kurangi hingga 1,5 cup. Manisnya terasa pas, gak overly sweet. Tapi next time, aku bakalan pake 1 cup aja, mengingat aku mesti itung-itungan sama kadar gula dan gak niat ngajak orang-orang jadi terkena diabet juga...hihihihi...be reasonable aja saat makannya kali ya...

Nah, ini resepnya. Sengaja gak aku terjemahin. Bukan apa-apa, kayaknya aku memang gak bakat jadi penerjemah, aku aja kadang bingung baca hasil terjemahanku sendiri. Jadi aku posting apa adanya aja deh...



GLAZED LEMON POUND CAKE
Martha Stewart


"For best results, bring all the ingredients to room temperature before getting started. When zesting and juicing lemons, grate zest first, and then squeeze out juice"

Ingredients

1 cup (2 sticks) unsalted butter plus more for pan-->aku pake salted butter
3 cups all-purpose flour (spooned and leveled), plus more for pan
3/4 cup low fat buttermilk
zest of 2 lemons, finely grated
1/3 cup fresh lemon juice (about 2 lemons)
1 1/2 teaspoon salt-->aku gak pake karena udah pake salted butter
1/2 teaspoon baking powder
1/2 teaspoon baking soda
2 cups sugar --> aku cuma 1 1/2 cup
5 large eggs


Directions
  • Preheat oven to 350 F, with rack in lowest position. Butter and flour two 4 1/2-by-8-inch (6 cups) loaf pans.---> aku pake loyang bunt cake ukuran 12 cup.
  • In a small bowl (or liquid measuring cup), combine buttermilk with lemon zest and juice. In a medium bowl, whisk together flour, salt, baking powder and baking soda.
  • With an electric mixer, cream butter and sugar until light and fluffy. Add egges, one at a time, beating well after each addition.
  • With mixer on low, add flour mixture in three parts alternately with the buttermilk mixture in two, beginning and ending with flour, beat just until smooth (do not overmix).
  • Devide batter evenly between pans, smooth tops. Bake until a toothpick inserted in centers comes out clean, 50 to 60 minutes (tent with foil if browning too quickly). Cool 15 minutes in pan. Turn out cakes onto a rack, cool completely before glazing.
  • Set rack with cakes over a baking sheet lined with waxed paper. Pour glaze over cakes, letting it rundown the sides, let dry, about 30 minutes.
PS : The batter can also baked in a 12 cup buttered and floured nonstick bundt pan, the cooking and cooling times are the same.



LEMON GLAZE

Ingredients
  • 2 cups confectioners' sugar
  • 3 to 4 tablespoons fresh lemon juice
Directions
  1. Place confectioners' sugar in a medium bowl or liquid measuring cup; stir in lemon juice (glaze should be thick, yet pourable). Add more sugar or lemon juice, as necessary, to achieve desired consistency.

Sunday, August 26, 2012

Devil's Food Cake with Swiss Meringue Buttercream


 Haiiiiiiii.....
Buat yang Muslim, gimana lebarannya? Pasti seru ya ketemu sanak saudara, dan buat yang liburan, kebayang deh gimana hebohnya...hihihihi... Maaf lahir batin ya semuanyaaaa....*hug hug hug*. 

Postingan lebaran dirumahku tahun ini nanti menyusul...hummm... Sekarang mau posting cake yang aku bikin kemarin sore. Heboh deh,  sampe si Mas akhirnya menemani Papa-ku berbuka puasa sendirian, soalnya aku masih kasak-kusuk di dapur. Jadi, aku udah gak sabaaaaaarrr....whoa ha ha ha...ok ok ok, I know... koq chocolate cake lagi? coklaaaaat melulu! nah, jujur nih, sebenarnya ini juga gak terencana. Waktu ke supermarket sama Papaku n' si Mas, aku udah borong lemon seabrek-abrek. Ceritanya mau coba bikin lemon cake pake loyang nordic yang belom juga diberdayakan. Tapi ntah kenapa, gara-gara buka-buka bukunya Magnolia Bakery, jadi keingat sama resep ini. Jadi deh, melenceng dari rencana semula (baru nyadar, itu lemon mau diapain yaaaa...hiiiks!!!). Kebetulan ada satu pak coklat couverture yang belum dipake sama sekali, jadi deh resep ini di eksekusi.

Waktu pertama beli bukunya, cake ini yang pertama kali aku coba. Tapi hasilnya kacau balau. Pertama, karena keterangan resepnya gak beraturan. Misalnya, sedang asik-asik ngocok adonan, disuruh masukin putih telur yang udah dikocok. Alhasil, aku kelimpungan ngocok putih telur dulu. Mana waktu itu adanya hand mixer. Blom lagi ovenku masih oven listrik mungil, gak muat masuk dua loyang. Jadi aku panggang dengan loyang besar yang tinggi. Mungkin karena aku emang amatir, atau emang ketinggian, bagian tengahnya gak matang n' ancuuuurrr.... tapi, sempat aku cicipi, rasanya lumayan juga. So, akhirnya cake ini cuma masuk dalam daftar cake yang mau aku coba lagi. Kali ini, resepnya aku baca berkali-kali dan aku ingat urutan langkah yang sebenarnya harus aku lakukan. Teteuuupppp aja, hampir aja putih telurnya lupa masuk...ck...ck...ck..ck...


Di dalam bukunya, Devil's food cake-nya di sajikan dengan seven-minute icing, caramel buttercream, dan chocolate buttercream. Juga tertulis kalo di bakery-nya malah pake mocha buttercream (tapi di buku gak ada resep mocha buttercream...pffhhh..). Tapi ntah kenapa aku kurang yakin sama beberapa resep frosting yang ada dibuku itu. I mean, ok lah Magnolia Bakery terkenal sama cupcakenya yang dimakan sama artis beberapa serial tv di Amrik. tapi aku agak ragu dengan yang lainnya. Bukan ragu dalam arti negatif ya, cuma rasanya terlalu biasa. Jadiiiiii...untuk Devil's food cake-ku kali ini, aku pilih pake Swiss Meringue Buttercreamnya Martha Stewart. Yup, buat aku pribadi, selalu yakin sama resepnya tante Martha, akurat dan rasanya selalu berkelas.

Lagian, emang udah lama aku pengen nyoba bikin buttercream dengan putih telur ini. Aku udah nyoba bikin beberapa jenis buttercream, mulai dari yang pake mentega putih atau shortening, trus buttercream yang pake cream cheese, buttercream dengan whipcream dan buttercream ala American-style cupcake yang pake mentega sama gula icing. Ada beberapa yang aku suka, ada yang gak karena sukses bikin gigiku berasa mau rontok seharian. Nah, ini kesempatan ku buat nyoba bikin buttercream versi lain lagi. Kalo di baca, memang keliatan ribet karena telurnya harus dipanaskan di double-boiler segala, tapi setelah dibikin, ternyata gak sulit dan hasilnya, aku sukaaaaaaaaa banget, so buttery dan lembuuuuttt.... dan yang terpenting gak ngendal di mulut (yeah...pake real butter!).

Tantanganku gak berhenti disaat membuat cake dan menyiapkan frosting aja. Menghias cakenya juga punya tantangan tersendiri...hihihihi... kayaknya aku gak bakat dan emang harus segera ikutan kursus cake decoration deh. Kali ini ngasal banget karena aku juga terburu-buru mau ke kondangan pernikahan adiknya si Maria Wisanty, temanku. Jadi deh cakenya cuma aku oles pake spatula dan diberi bunga seadanya dengan spuit bintang. Si Mas aja heran, dikira ada yang mau ultah, dan ntah karena mba' Dwi (Istri bang Iqbal) nyindir atau emang dia lagi capek baru nyampe dari Yogya, katanya aku justru keliatan dekor cake-nya niat beneeer. Humm...gak pa pa deh, lumayan buat hiburan...hahahaha...



Rasanya...??
Cakenya gak semoist cake coklat lainnya, tapi gak padat dan terasa ringan. Tapi aromanya yang unik, mungkin karena aku pake chocolate couverture yang udah manis dan pake brown sugar ya. Tapi next time, jumlah brown sugarnya aku kurangi supaya gak terasa manis banget. Apalagi akan di beri frosting lagi. Sedangkan buttercreamnya, beneran jadi my favorite buttercream deh, di colek aja enaaaakkk... benar-benar buttery dan gak terlalu manis. Karena rasa butternya yang dominan, sebaiknya saat di jadikan frosting ataupun filling cake, jangan terlalu tebal atau banyak. Btw, frostingku tadi gak semuanya pake unsalted, separuhnya aku pake salted, supaya gak terlalu eneg. Menurutku buttercream ini pasti enak kalo dijadikan isi macaron (sayang sampe sekarang blom sukses juga...whoaaa...hiks!) dan di beri aneka essence, seperti rose, orange atau lychee.. seru!! *kalobisabikinmacaron*

Ini aku posting resepnya setelah aku terjemahkan ala kadarnya. Urutan cara pembuatanpun aku sesuaikan dengan langkah-langkah yang aku lakukan supaya gak bingung. Untuk buttercreamnya, aku baru tau triknya kalo saat wadah berisi putih telur menyentuh panci berisi air panas, segera whisk dan whisk berlahan terus menerus hingga gula larut. Dengan cara ini, gak ada kesempatan buat si putih telur untuk matang. 

Good luck n' have fun!!



DEVIL'S FOOD CAKE
Allysa Torrey and Jeniffer Appel, dari buku The Complete Magnolia Bakery Cookbook

Bahan :

3 cups tepung terigu serbaguna
1 1/2 sdt baking powder
1 1/2 sdt baking soda
3/4 sdt garam
3 btr telur ukuran besar, pisahkan kuning dan putihnya
3/4 cup (1 1/2 stik) mentega tawar, suhu ruang
2 cup brown sugar 
8 oz unsweeted chocolate, cairkan
2 cup susu cair
1 1/2 sdt vanilla extract

Caranya :
  • Cairkan coklat, caranya, letakkan coklat dalam wadah tahan panas, letakkan diatas panci berisi air panas selama lk. 5-10 menit, aduk sesekali hingga semua larut. Angkat dan sisihkan hingga dingin selama lk. 5-10 menit.
  • Panaskan oven 350F
  • Olesi 2 buah loyang bulat ukuran 9x2 Inch dengan mentega, alasi dengan kertas baking (aku olesi lagi dengan mentega)
  • (aku, campur susu dan vanilla extract dalam satu wadah, sisihkan)
  • Dalam wadah besar, ayak tepung, baking soda, baking powder dan garam. Sisihkan.
  • Dalam wadah terpisah, kocok kuning telur hingga kuning pucat, sekitar 2 menit. Sisihkan.
  • Dalam wadah besar, kocok mentega dan gula hingga licin lk. 3 menit. Masukkan kuning telur dan kocok hingga rata. Masukkan coklat, kocok rata.
  • Masukkan campuran tepung dalam 3 tahapan, bergantian dengan campuran susu, kocok hingga rata.
  • Dalam wadah terpisah, kocok putih telur dengan kecepatan tinggi hingga soft peak.
  • Masukkan putih telur kedalam adonan, aduk balik hingga rata.
  • Bagi adonan dalam 2 wadah yang telah disiapkan dan panggang selama 40 - 50 menit atau lakukan test tusuk
  • Setelah matang, keluarkan, biarkan didalam loyang selama 10 menit. 
  • Keluarkan dari loyang dan biarkan dingin keseluruhan diatas rak kawat.
  • Setelah dingin, siap untuk di frosting



SWISS MERINGUE BUTTERCREAM
Martha Stewart dari buku Cupcake


Bahan :

5 btr putih telur (ukuran besar)
1 cup plus 2 sdm gula
sejumput garam
1 pound (4 stik) mentega tawar, suhu ruang, potong-potong ukuran sendok makan
1 1/2 sdt vanilla extract

Caranya :

  •  Campur telur, gula dan garam dalam wadah tahan panas (atau mangkok standing mixer) lalu letakkan diatas panci yang berisi air hampir mendidih. Whisk dengan tangan hingga campuran terasa panas saat disentuh dan gula larut. Campuran ini harus terasa benar-benar licin ketika digosokkan diantara jari tangan.
  • Letakan mangkok keatas mikser yang telah dipasang kocokan whisk. Mulai dari kecepatan rendah dan berlahan naikkan hingga medium-tinggi, kocok hingga kaku (stiff peak, tapi tidak kering). Terus dikocok hingga menkilap dan benar-benar dingin (test dengan menyentuh bagian dasar mangkok) lebih kurang 10 menit.
  • Turunkan kecepatan hingga medium-rendah, masukkan beberapa sendok mentega dalam satu waktu. Setelah tercampur rata, tambahkan lagi mentega, lakukan hingga mentega habis. Tambahkan vanilla. Ganti whisk dengan kocokan "K", lanjutkan kocok dengan kecepatan rendah hingga udara berkurang, sekitar 2 menit. Scrap adonan di pinggir mangkok dengan spatula, lanjutkan kocok hingga adonan terlihat licin dan lembut. Buttercream siap untuk digunakan
Simpan buttercream dalam suhu ruang apabila digunakan dalam hari yang sama atau pindahkan kedalam wadah kedap udara dan simpan di kulkas hingga 3 hari atau bekukan di freezer hingga 1 bulan. Sebelum digunakan biarkan dalam suhu ruang dan kocok lagi dengan kocokan "K" hingga licin lagi.

Buttercream juga dapat diberi warna sesuka hati.

Friday, August 17, 2012

Lidah Kucing Rainbow

Postingan ini aku ikutkan di acara rainbow weeknya NCC,  laporannya bisa dibaca disini. Apaan tuh Rainbow Week?? well, silahkan baca disini. Setiap kali milis NCC bikin acara week-week-an, aku selalu berusaha untuk berpartisipasi, abisnya seru siiih (sekalian koleksi badge buat blog..ehem..) aku juga pernah jadi host salah satu acara week-week-annya NCC tahun jebot *haha* waktu itu week-week-an ke 2 deeh, Donat Week...hihihihi...



Well, gak terasa dalam beberapa hari lagi, udah lebaran. I hope. Mudah-mudahan kali ini gak ada lagi kekacauan tanggal lebaran seperti tahun lalu. Terus terang, Ramadhan kali ini terasa beda buat ku, saking sibuknya sama segala macam kegiatan, aku sampe gak nyadar kalo Idul fitri udah didepan mata. Rasanya kayak...Whaaaattt??!!! langsung deh terserang panic attack. Kue-kue belum di bikin, segala yang di pesan belom dipesan dan sampe lupa blom beli baju lebaran...*gak penting amat ya..hahaha*. Walaupun begitu, periode malas bakingku kayaknya masih blom berakhir, kalo mau baking, adaaaaa aja alasan buat ngerjain yang lain. Kalo gak salah, aku sudah menghabiskan 3 hari sejak pertama aku niat mau baking cuma buat bengong sama jalan-jalan sambil belanja doank. Sampai akhirnya si Mas selalu nyindir karena dapur baru yang dibikinin belum dipake juga, selain bikin nutrijell buat nyobain kompor nya...hehehehe...

Baru kemarin lusa, karena ada Ega (anak sepupuku) dan si Dea yang ngajak bikin kue. Si Dea sekarang pindah ke Malang buat nemenin Ayahnya yang kuliah lagi, jadi aku hepi banget mereka pulang buat liburan lebaran di Jambi. So, gak mungkin aku tolak waktu diajak bikin kue. Mulai dari yang gampang dulu, kue putri salju ala Eyang Uti-nya si Citra yang emang banyak fans-nya di rumah. Si Ega bagian nimbang dan ngaduk, sementara Dea bagian tuang bahan. Senang juga ngeliat mereka ngebuletin adonan berdua. O ya, kali ini puti saljunya pink, soalnya, Dea minta pink!!..hihihihi... Tapi itu juga belum cukup bikin aku semangat baking, setelah satu resep putri salju, aku pun gak niat buat nerusin bikin yang lain lagi. Malah ngajak si Mas ke toko bahan kue, suka jalannya aja. Tapi aku borong juga beberapa loyang kue lidah kucing. Beda banget sama tahun lalu, baru seminggu puasa, aku udah bikin kue dan punya list semua yang mau aku bikin sendiri. Tapi aku sempat tersentuh juga waktu si Mas komen "Humm, aroma kue, ini baru terasa mau lebaran!!!*...hehehehe... 


Anyway, kemarin aku paksakan juga buat baking lagi. Terlalu banyak resep yang mau aku coba dalam kepalaku, bikin aku bingung mau nyoba yang mana. Bolak-balik beberapa resep kue kering, aku putusin bikin lidah kucing aja. Alasannya simple, karena aku emang blom pernah bikin lidah kucing, ever!! Apalagi sekarang segala yang nge-rainbow lagi happening banget, termasuk lidah kucing. Yep, daku selalu telat ngikutin perkembangan trend per-kue-an. Sampe rainbow cake yang bikin heboh, aku blom pernah bikin *makan doank*, hingga muncul lidah kucing rainbow, masih blom bikin juga iih! iih! iih!. Jadi kali ini mesti ngotot bikin. Diantara beberapa resep yang aku pertimbangkan, aku milih resep yang ada dari buku "Kue Kering Klasik Ny. Liem". Karena bahannya terlihat simple dan tetap pakai kuning telur, jadi gak perlu di buang semuanya. Cara pembuatannyapun keliatan gak sulit-sulit amat.

Ternyata, bikinnya emang gampang. Ngewarnain adonan supaya nge-rainbow yang ribet. Blom lagi nge-spuit satu per-satu...whoaaaaa...rasanya mau nangis!!! lamaaaa banget! walaupun terasa setelah beberapa loyang, tanganku lebih steady, tetap aja bikin gregetan. Mana di dapur gak ada kursi, asoy deh berdiri mulai dari nimbang bahan sampe manggang (ok, sebenarnya bisa aja angkut kursi, tapi aku males, gak matching..*Aiissshhh*) hihihihi... karena masih kenalan sama oven komporku, aku masih pake ilmu kira-kira aja. Gak ada temperaturenya, cuma gas mark doank, jadi aku mesti coba-coba dulu. As always, yang namanya oven harus dikenal dan dimengerti cara kerjanya.  Ini juga salah satu alasan kenapa pertama kali nyobain oven,  aku pilih bikin kue kering dulu sebelum bikin cake. Karena resiko gagal saat dipanggang bisa diminimalisir. Setelah di coba, 2 loyang lidah kucing warnanya buram, kepanasan euy! selanjutnya malah ada yang undercook, lidah kucingnya lembut kayak cake...saking takutnya gosong lagi...hahahaha... tapi setelah itu semua aman lancar. Alhamdulillah.

Hasilnya?? suka! suka! suka!  Enak deh, lidah kucingnya empuk-renyah. Gak keras dan gak terlalu crunchy. Pokoknya pas sama lidah kucing yang ada dalam bayanganku. Syukurlah, dalam pembuatan lidah kucing perdana ku ini, gak ada kesulitan yang berarti. Ngelepasnya dari loyang yang udah dioles margarin juga mudah banget, gak pake lengket seperti yang di keluhkan teman-teman milis. Ini bakalan jadi resep andalan buat lidah kucing, kayaknya kemungkinan gagalnya kecil. Untuk pewarna, aku pake pewarna Wilton. Hasilnya cantik banget. Dont worry, pewarna ini udah food grade dan bersertifikasi Halal. So kalo ada tayangan tv yang mendiskreditkan penggunaan pewarna yang aneh-aneh, eits! lihat dulu donk produsennya ya.

Bagi yang mau bikin lidah kucing, cobain deh!


LIDAH KUCING 
Ny. Liem

Bahan I

150 gr mentega
150 gr margarin
1/4 sdt garam
175 gr gula bubuk
1/2 sdt esens susu
1/2 sdt vanilli bubuk
2 kuning telur

Bahan II (campur dan ayak)
25 gr susu bubuk full cream
250 gr tepung terigu protein sedang (misal, segi tiga)

Bahan III
100 ml putih telur, kocok kaku

Cara membuat :

  • Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga mengembang dan putih.
  • Masukkan bahan II sedikit demi sedikit, aduk berlahan dengan spatula hingga tercampur rata. Tambahkan bahan III, aduk rata.
  • Masukkan kedalam kantong plastik segitiga yang telah di beri mata spuit, semprotkan kedalam loyang yang telah diolesi dengan sedikit margarin hingga rata berbentuk memanjang.
  • Panggang ke dalam oven dengan suhu 150C selama 15 menit, kecilkan suhu oven menjadi 100C lalu panggang kembali selama 15 menit hingga matang dan kering. Angkat dan dinginkan.
  • Simpan dalam toples kedap udara.
Make It Rainbow!!

  • Sebelumnya, siapkan 6 wadah yang sama. 
  • Setelah adonan jadi, timbang sekalian dengan wadahnya, lalu dibagi menjadi 6 bagian. 
  • Adonan di tiap wadah, diberi 1 warna, aduk rata. 
  • Masukkan masing-masing warna kedalam plastik segitiga. 
  • Gunting ujung plastik lebih kurang 0.5 cm. 
  • Lalu spuit tiap warna, satu garis dari kiri ke kanan diatas loyang lidah kucing. 
  • Urutan warnanya adalah ungu, biru, hijau, kuning, orange, merah.
Have fun!


Monday, December 26, 2011

Hummingbird Cake


Well, hari ini hari Senin terakhir di tahun 2011. Mesti ngotot nge-blog nih, sebelum pergantian tahun. Beberapa minggu terakhir aku emang terkena baking blues plus blog blues, pokoknya serba nge-blues deh. Pada dasarnya emang malas ngapa-ngapain aja. Kecuali hobi lama koleksi parfum yang mendadak muncul lagi, mengalahkan dunia per-baking-an ku...hehehehe... Buktinya, nih Hummingbird Cake, udah lama banget aku bookmark dari buku "The Complete Magnolia Bakery Cookbook". Cerita di balik cake ini, bikin penasarann berat, katanya, salah satu pelanggan bakery, ngasih resep titipan tante-nya, kata si Tante, cake ini pas banget buat di jual di Magnolia Bakery, dan ternyata emang laris manis. Nah, gimana gak penasaran cobaaa...?????

Rasanya udah beberapa kali mau bikin gak jadi-jadi, padahal bela-belain beli nenas kaleng ke supermarket. Pada akhirnya, tu nenas mangkal doang di pantry. Sampe beberapa hari lalu, kalo gak salah pas hari Ibu lalu (tgl 22) mulai deh aku bikin. Terpaksa nodong si Mas dulu minta dianter beli pisang. Kebetulan, udah punya cream cheese yang stand by di kulkas.

Bikinnya bisa dikatakan mudah. Bahkan menurutku gak perlu banget pake mikser, pake whisk biasa aja juga udah cukup. Paling yang bikin lama ya nyiapin pisang yang di lumatin, dan nenasnya. Untuk nenas, sengaja gak aku bikin halus banget, supaya nanti kentara ada nenasnya. Ternyata ini bener banget, karena rasa cake ini lebih di dominasi sama rasa pisang, nenasnya hanya terasa samar-samar, kecuali pas kegigit potongan nenasnya.

Rasanya?? ya enaklah, mudah di terima siapa aja (kecuali cream cheese frostingnya, gak semua orang juga suka cream cheese...hehehe). Cake ini sederhana banget, mirip cake pisang biasa. Perbedaannya hanya ditambahkan nenas dan kacang pecan cincang (aku gak pake). So, sepertinya kalo punya resep cake pisang andalan, bisa banget di jadiin Hummingbird Cake dengan penambahan kedua bahan tadi. Sayang banget nenas kalengan yang aku pake waktu itu rasanya manis, hampir gak ada asam dari nenasnya. Next time kalo aku bikin lagi, aku bakalan nyoba pake nenas segar untuk memperkaya rasa cakenya. Pasti jadinya lebih enak dan lebih moist.

O ya, dari beberapa resep yang aku baca di internet, ada beberapa yang menggunakan kayu manis, dan ada yang gak. Jadi sepertinya ya sesuai selera aja. Resep nya sendiri sepertinya udah standar, dari beberapa resep, paling yang beda cuma jumlah minyaknya thok, seperti disini dan disini. So, feel free buat eksperimen sesuai selera. Untuk cream cheese frostingnya, aku bikin versiku sendiri. Cara pembuatannya gak beda, tapi jumlah butternya aku tambah dan jumlah gulanya aku kurangi banyak.

By the way, kenapa baru posting sekarang dan ceritanya gak banyak? well, tgl 24 kita ke Muara Jangga (Ibu kota kecamatan kampung Papaku -just in case anyone ask-...hehehe) buat menghadiri pernikahan anaknya Ndek Har (sepupuku dari Papa), si Aal. Aku dan si Mas nginap di rumah mungil keluargaku yang di samping masjid, supaya setelah malamnya ikutan melihat akad nikah, paginya juga bisa ikutan Aal belarak (arak-arakan mengantar pengantin laki-laki). Kita baru pulang tadi malam, sambil bawa para keponakan cilik yang mau nginap di Jambi, libuuur...capek tapi seru banget!!!

Buat Aal : Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah....Amiiiin! *hug*

Ini resep cakenya aku terjemahan ala kadarnya ya...



HUMMINGBIRD CAKE

from The Complete Magnolia Bakery Cookbook

Cake :
3 cup tepung terigu serbaguna
1 sdt kayu manis bubuk
1 sdt baking soda
1 sdt garam halus
1 1/4 cups minyak sayur (aku pake 1 1/2 cup)
2 cup gula
3 telur ukuran besar, suhu ruang (aku pake 4 karena telurnya gak gede)
1 1/2 sdt vanilla extract
2 cup pisang yang di lumatkan
1 cup nenas kaleng yang di hancurkan (saranku, jangan beli yang manis, kalo aku cincang kasar).
1/2 cup kacang pecan cincang (aku gak pake)

  • Panaskan oven hingga 325F
  • Olesi 2 loyang cake bulat ukuran 9 x 2-inch dengan mentega dan taburi dengan tepung. Lalu lapisi bagian bawahnya dengan kertas roti. Sisihkan.
  • Untuk membuat cake, dalam mangkok besar, ayak bersama terigu, kayu manis, baking soda dan garam. Sisihkan.
  • Dalam mangkok besar, kocok minyak dan gula dengan kecepatan sedang hingga terlihat licin sekitar 3 menit.
  • Masukkan telur satu per satu sambil terus di kocok hingga ringan, sekitar 1 atau 2 menit. Tambahkan vanilla. Lalu tambahkan pisang dan nenas (mikser berlahan hingga rata)
  • Masukkan campuran tepung dalam 3 tahapan, kocok hingga halus setiap kali dimasukkan tepung. Masukkan pecan, aduk rata.
  • Bagi rata adonan kedalam 2 buah loyang tadi. Panggang di oven selama 40 - 50 menit atau hingga cake di tusuk tidak lengket. Biarkan cake didinginkan di loyang selama 10 menit sebelum di pindahkan ke rak kawat hingga dingin.
Cream Cheese Frosting
1 pound cream cheese, suhu ruang, potong kecil ( aku : 500 gr)
6 sdm mentega tawar (unsalted butter), suhu ruang, potong kecil (aku : 175 gr)
1 1/2 sdt vanilla extract
5 cup confectioner sugar (gula icing) ayak (aku : 150 gr)



Dalam wadah besar, kocok cream cheese dan mentega dengan mikser kecepatan sedang hingga licin, sekitar 3 menit. Tambahkan vanilla dan kocok rata. Masukkan gula dalam beberapa tahap, kocok hingga licin dan creamy. Totup dan simpan dalam kulkas selama 2 atau 3 jam, tapi jangan lebih dari itu. Hanya untuk mengentalkan sebelum digunakan.









Friday, December 9, 2011

Hazelnut and Chocolate Cupcakes

Ck..ck...ck... gak terasa udah bulan Desember aja ya. Bulan November lalu, nyaris gak ada kemajuan di blog ini...hihihihi... Aku abis jalan-jalan sambil mengunjungi Mertua tercinta di Malang sama si Mas, Papaku, Riri, kak Ika dan Dea. Seru deh, apalagi kita sempat ngeliatin jembatan Suramadu yang cantik banget di waktu malam. Lampunya benar-benar indah! trus di aku sama si Mas juga stay di Jakarta hampir 2 minggu setelah itu, biasaaa...kita cek-cek biar cepat punya baby, doain yaa! Oya, balik ke soal jembatan tadi, sedih juga dengar runtuhnya jembatan di Kutai Kartanegara yang ambruk dan menelan korban jiwa...hiiiks! Mudah-mudahan pemerintah segera menemukan pihak yang paling bertanggung jawab dan di berikan hukuman yang setimpal, and meanwhile, alfatihah buat semua korbannya ya...

Ok, rasanya aku emang kebanyakan bikin cake ataupun cupcake coklat ya. Tapi kali ini aku gatel banget pengen nyobain resep cupcake dari buku "The Hummingbird Bakery Cookbook" yang baru aku beli. Aku gak pernah ke Hummingbird Bakery yang ada di London ini, tapi pernah lihat di acaranya Rachel Allen, dia mengunjungi bakery yang keliatan imut-imut sekalee. Kalo dari bukunya, ide dari berdirinya bakery itu juga dari bakery-bakery yang ada di Amrik. So, gak heran kalo resep-resepnya banyak yang berasal dari sana, seperti red velvet, carrot cake, sampe hummigbird cake. Kali ini aku milih resep Hazelnut and Chocolate cupcakenya. Aku emang cintaaaa banget sama perpaduan hazelnut dan chocolate. Kayaknya emang meant to be together deeh...*sorry, lebay gue kumat..*

Udah beberapa kali mau nyoba bikin cake coklat yang mengandung hazelnut, tapi selalu gagal total. Abisnya susye sih nyari hazelnutnya. Beberapa kali ke Jakarta udah nyatat mesti beli kacang hazelnut, eeeh...aku malah sibuk beli sepatu sama tas baru..ehem...*alasan-sok-nyambung*...hihihihi... nah, kali ini resepnya menarik hatiku karena gak perlu hazelnut (cuma buat garnish doank). Tapi cukup menggunakan selai hazelnut coklat "Nutella" aja. I LOVE NUTELLA! (siapa sih yang gak suka Nutella?) dari jaman esde sampe bangkotan sekarang, selalu cinta Nutella. Waktu ikut pelatihan di Jerman, aku dengan muka tembok ngantongin Nutella yang di pak kecil-kecil dari meja aneka polesan roti buat sarapan. Nutellanya aku comot lumayan banyak, cukup buat cemilan pagi, siang dan malam....itu berlangsung tiap hari sampai pelatihan selesai...enak dan hemat...*cinta gretongan*...whoa ha ha ha...-t e r l a l u-

Selain itu, aku juga penasaran sama frosting Nutellanya. Kalo dari bahannya, ya seperti buttercream yang menggunakan pure butter. Aku masih belum puas sama American style buttercream begini. Dulu kan aku sempat nyobain frostingnya Billy's Cupcake, yang ternyata manisnya ampun-ampunan. Jadi kali ini, kesempatan buat nyobain bikin lagi dengan komposisi yang pas buat seleraku, of course. Kebetulan kemarin aku sama kak Ika mampir ke toko bahan kue baru di Jambi, namanya -Deligold-, sekalian deh beli Nutella disana. Buat yang nyari toko bahan kue di Jambi, aku tau toko ini dari Ika Trisna, temanku. Langsung jadi favorit, karena tokonya bersih, penjualnya juga ramah. Selain disini, aku juga sering belanja di toko Sumsel, lengkap tapi lebih banyak menjual barang ukuran besar. (btw, aku bukan sales Deligold maupun Sumsel...hihihihi).

Well, tadi aku mulai bikin cupcake ini ditemani si Mas yang baiiiikkkk banget mau beliin telur dan susu ke supermarket, love you mas! *suit-suiiitttt*... cara pembuatannya sedikit berbeda dari biasanya, teorinya begini, campur semua bahan kering dan butter hingga rata, hasilnya tentu adonan kering yang bergerindil, lalu masukkan susu, nah, susu ini lah yang bikin adonan menjadi smooth. Baru masukkan satu butir telur...satu butiiiirrrr???? yep, satu butir! Setelah selesai, aku sempat ragu, koq adonannya terlihat cair. Tapi setelah di panggang, oke-oke aja, terlihat membumbung juga. Tapi kalo untuk rasanya, hummm...biasa saja. Mungkin karena telurnya juga gak banyak, rasanya kurang lembut untuk ukuranku. Mungkin memang sengaja dibikin tidak begitu moist untuk mengimbangi filling Nutella-nya. Walaupun manis cupcakenya pas banget.

Untuk frostingnya, jumlah gulanya aku kurangi, karena aku mau rasa Nutella-nya yang lebih dominan. Kebayang kalo aku memperbanyak Nutella tanpa mengurangi gulanya, pasti hasilnya juga maniiiiiissss banget karena Nutella sendiri sudah cukup manis. Hasilnya, aku suka buttercreamnya, karena creamy, buttery dan jelas terasa Nutellanya. Kesimpulannya, aku suka ide cupcake ini yang ditegahnya di beri Nutella sebagai fillingnya. Cara ini jauh lebih mudah daripada membuat cake coklat hazelnut dengan menggunakan hazelnut beneran. Begitu juga buttercreamnya, lembut dan creamy. Tapi next time, aku akan coba cake coklat resep lain yang lebih lembut dan moist, seperti Black Magic Cake atau Black Beauty Cupcake. Setelah itu, baru deh di beri filling Nutella dan di hias dengan buttercream Nutella seperti Hazelnut and Chocolate cupcakes ini.

Info tambahan : Di milis pernah ada yang nanya buttercream frosting yang gulanya terasa "masir" atau "kres kres", aku juga suka buttercream seperti itu, Nah, untuk membuatnya, selalu gunakan gula "icing sugar" atau "Confectioners sugar"......hasilnya, buttercream yang "kres kres".



HAZELNUT AND CHOCOLATE CUPCAKES
from The Hummingbird Bakery Cookbook

100 gr plain flour
20 gr cocoa powder
140 g caster sugar
1 1/2 baking powder
a pinch of salt
40 gr butter, room temperature
120 ml whole milk
1 egg
120 gr gazelnut and chocolate spread (such as Nutella)
about 36 whole, shelled hazelnuts, to decorate (aku gak punya)

Preheat the oven to 170 C (325 F) Gas 3.

Put the flour, cocoa powder, sugar, baking powder, salt and butter in a freestanding electric mixer with a paddle attachment (or use a handheld electric whisk) and beat on slow speed until you get a sandy consistency and everything is combined.

slowly pour the milk into flour mixture, beating well until all the ingredients are well mixed. Add the egg and beat well (scrape any unmixed ingredients from the side of the bowl with a rubber spatula).

Spoon the mixture into the paper cases until two-thirds full and bake in the preheated oven for about 20 minutes, or until the sponge bounces back when touched. Leave the cupcakes to cool slightly in the tray before turning out onto a wire cooling rack to cool completely.

When the cupcakes are cold, hollow out a small section in the centre of each one and fill with a dollop of hazelnut and chocolate spread.



HAZELNUT AND CHOCOLATE FROSTING

250 gr icing sugar, shifted (aku cuma pake 150 gr)
80 gr unsalted butter, at room temperature
25 ml whole milk
80 gr hazelnut and chocolate spread (such as Nutella)

Beat the icing sugar and butter together in a freestanding electric mixer with a paddle attachment (or use handheld electric whisk) on medium-slow speed until the mixture comes together and is well mixed. Turn the mixer down to a slower speed. Slowly pour in the milk, then when it is all incorporated, turn the mixer up to high speed. Continue beating until frosting is light and fluffy, at least 5 minutes. The longer the frosting is beaten, the fluffier and the lighter it becomes.

Stir in the hazelnut and chocolate spread by hand until evenly mixed into the frosting. When the cupcakes are cold, spoon the frosting on top and finish with about 3 hazelnuts per cupcake.


Thursday, November 17, 2011

Old-fashioned Baked Cheesecake




"This is the classic cheesecake, the one which, judging by its ubiquity, we prize above all others. And, at its best, it is small wonder - soft, creamy and set with raisins, begging for a double espresso alongside."


Tuh, intro dari penulis buku "Georgeous Cake" Annie Bell saat memaparkan cheesecake yang satu ini...bener-bener bikin naksir berat ya. Kalo di lihat dari gambarnya, keliatannya biasa saja. Tapi abis baca keterangannya, jadi pengeeeen banget nyoba bikin cheesecake yang katanya termasuk salah satu cheesecake jadul. Aku sendiri beli bukunya udah lama banget, kayaknya waktu itu belom aktif nge-blog deh (atau malah blom punya blog), soalnya dulu aku pernah bikin cheesecake dari buku yang sama, tapi gak ada postingannya. Artinya ini kali kedua aku coba resep cheesecake juga dari buku yang sama. Honestly, hasilnya gak ada yang mengecewakan.

Memang udah beberapa hari terakhir, aku selalu kebayang cheesecake. Gara-gara nonton sitcom jadul "Golden Girls" favoritku. Di sitcom itu, cheesecake selalu ada di dapur mereka. So, ini kesempatanku buat nyoba bikin cheesecake yang selama ini cuma aku lihat gambarnya doang. Tapi tetap aja gak jadi-jadi, abisnya, aku malas banget kalo mesti bikin breadcrumbs sendiri (roti tawar, buang pinggirnya trus blender). Walaupun simple, tapi tetap aja terasa repot. Karena udah pengen banget, aku beli juga roti tawar, tapi gak jadi aku pake, karena nemu tepung panko di pantry. Dengan sok pede-nya (padahal emang pemalas), aku ganti pake tepung panko aja buat crust nya...hehehehe... Alhamdulillah, tetap jadi juga. Memang cheesecake panggang ini rada beda sama cheesecake biasa yang rata-rata pake crust dari cookies atau kacang-kacangan. Bisa dikatakan, kalo yang ini tanpa crust, karena tepung rotinya pun cuma sedikit dan ditaburkan aja di dasar dan pinggiran loyang.

Kemaren, dengan setengah hati (setengah hatinya lagi mikirin CSI di tv...*heehee*) aku bikin juga cheesecakenya. Lagian, aku juga mesti ngabisin cream cheese sekilo yang di bawain sama mba' Dwi sebelum Idul Fitri lalu. Halaaaah...itu cream cheese mangkal aja di kulkas. Untung deh expire nya masih January tahun depan. Kalo meleset dikiiit aja...ih, bisa dibuang sia-sia. Sayang banget kan, mubadzir euy!

Di resepnya memang menggunakan food processor. Tapi aku bikinnya pake mikser aja. Sempat mau pake mikser kitchenaid gara-gara ngeliat Anna Olson bikin cheesecake di tv paginya (ada apa sih gue sama tv?? hihihi). Batal, karena akhirnya aku pake mikser tangan aja yang gak ribet n' gak berat *boohoo*. Anyway, dari acaranya Anna Olson, ada satu tips yang menurutku keliatan sederhana, tapi memang penting buat bikin cheesecake yang smooth and creamy. Selalu scrap adonan cream cheese yang menempel di sisi wadah berkali-kali "just when you think you've scraped enough, scrap again.." kira-kira begitu deh katanya. Untuk pemanggangannya, memang gak sesimple bahannya. Pertama, setelah di panggang di oven, matikan oven, buka tutup oven sedikit. Biarkan cheesecake didalam oven selama 1 jam, setelah itu keluarkan, diamkan hingga suhu ruang. Baru deh masukin ke kulkas semalaman.

Nah, tadi pagi kak Ika datang sama Abangku bawa nasi gemuk buat sarapan. Kak Ika langsung nanyain cheesecake yang aku bikin kemarin. Yep, kemarin sempat bikin heboh gara-gara ditengah-tengah aku baru nyadar kalo persediaan telor abis. Si Mas dan Abangku Riri harus mampir ke toko beli telur doang. Mereka terpaksa beli 30 pcs karena ternyata toko itu agen telur. Padahal aku cuma butuh 2 butir doang...hahahahaha.... kemaren Kak Ika juga ngingatin jangan bikin banyak-banyak, karena di keluargaku gak banyak yang suka cheesecake, ntar gak abis. Maklum deh, rasa cream cheese yang rada asem dan creamy, gak mudah di terima semua orang. Cuma gimana lagi, tetap aku bikin satu resep, karena aku kan emang mau ngabisin cream cheese di kulkas.

Syukurlah waktu kak Ika datang cheesecake udah aku keluarkan dari kulkas dan tinggal di foto aja. Sebagai pencicip pertama, ternyata kak Ika suka banget sama cheesecakenya. Katanya gak asam dan gak eneg....Horeeeee.... cepat-cepat deh aku ikutan nyicip juga (aiiiih...pagi-pagi sarapan cheesecake!) ternyata aku juga suka!!! Creamy tapi gak eneg, tasty dan rasanya gak bikin boring. Saking sukanya sama cheesecake ini, kak Ika nawarin jari buat model foto tuh...hahahaha... sampe abis 2 potong lho. Memang terasa beda, mungkin karena gulanya, kismisnya atau kayu manisnya, atau karena aku pake non-dairy whipped cream (Riche's), rasanya jadi ringan dan gak bikin bleneg. Kita yang tadinya gak yakin bakalan abis, langsung bikin rencana buat bawa separuh cheesecake ke Jakarta supaya bisa dimakan lagi saat kita berangkat ke sana sore ini...hihihihi...

Buat yang selama ini gak doyan American-style cheesecake, coba deh bikin cheesecake yang satu ini. Siapa tau, jadi ketagihan seperti kak Ika...



OLD-FASHIONED BAKED CHEESECAKE
Annie Bell


Base
25 gr butter, softened
25 gr fresh white breadcrumbs (aku pake tepung panko)
1 tsp golden caster sugar

Filling
700 gr full fat cream cheese
225 gr golden caster sugar
2 medium eggs
350 ml whipping cream
40 gr plain flour, shifted
1 1/2 tsp vanilla extract
75 gr raisins
freshly grated nutmeg (aku ganti dengan kayu manis bubuk)

Preheat the oven to 180C fan/200C/gas mark 6 and grease a 20 cm cake tin 9 cm deep with a removeable base using all butter. Mix the breadcrumbs with sugar and press onto the sides and base of the tin.

To make the filling, blend the cream cheese and sugar in a food precessor. Add the eggs and cream, then fold in the flour and the vanilla extract. With the motor off, stir in the raisins. Carefully spoon the mixture into the tin, evenly distributing the raisins. Liberally dust the surface with freshly grated nutmeg.

Bake in the oven for 45 minutes until puffy around the edges and just set. It should be wobble if you move it from side to side. Turn off the oven, leave the door ajar (or pop it open using a wooden spoon) and leave the cheesecake for 1 hour.

Remove the cheesecake and leave to cool completely. Loosely cover with foil and chill overnight. Bring back up to room temperature for 30 minutes or so before serving.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...