Search This Blog

Loading...

Saturday, November 13, 2010

Margherita Pizza

Siapa sih yang gak suka cheese pizza? kalo ke resto pizza, aku selalu pesan cheese pizza, gak perlu lah pake acara baca menu segala, apalagi baca toppingnya yang bikin bingung. Dari dulu aku emang udah suka cheese pizza. Ini gara-gara teman baikku waktu kuliah di Atlanta, Shannon, yang bikin aku selalu milih cheese pizza. Dia paling gak suka pizza nya ada isi macam-macam apalagi daging. Paling jauh, dia pesan vegetarian pizza, padahal, dia gak vegetarian lho (cinta mati sama steak malah..hehehe). Ini cocok sama aku, yang gak bisa makan Pepperoni pizza (yang jadi favorite anak-anak lain), jadi kalo ada pizza night, aku selalu patungan sama Shannon dan Corey (kalo dia pasrah aja..hahahaha). Dengan segala kemampuan si Shannon bernegosiasi dengan warung pizza langganan (waktu itu Pizza franchise yang ngetop itu terasa mahal), kita suka di kasih extra saus garlic buat celup-celup pinggiran pizza...hummm...enyaaaak...

Kemarin abis bongkar-bongkar foto-foto yang mangkal doang di flash disk, ketemu foto lagi jalan-jalan sama gank kuliah di London ke Italy bareng...aku jadi ingat sama pizza margherita yang sering aku beli selama liburan di sana. Selain harganya yang murah dan ukurannya guedeee, juga karena aku gak bisa bahasa Italy, paling aman langsung bilang "margherita" ketimbang harus nanya ada babi apa gak...hehehehe... Yep, margherita pizza termasuk jenis pizza yang paling simple, hanya saus tomat, mozzarella dan daun basil. Katanya, ini pizza favorite ratu Margherita, dan juga, putih dari mozzarella, merah dari saus tomat dan hijau dari basil, seakan-akan menggambarkan bendera Italia.

Untuk crust pizza, aku lebih suka Italian pizza yang tipis dan agak crunchy. Lebih enak karena roti nya gak mendominasi rasa. Kalo di tarik...humm... mozzarellanya bisa ke mana-mana. ..nyam! nyam! So, mulai deh kemarin aku bikin-bikin pizza. Kebetulan semua bahan ada dan bikinnya, simple koq. Gak ribet dan lumayan cepat. Percaya deh, kalo udah nyoba pizza bikinan sendiri, pizza yang ada di resto pizza terasa biasa ajaa.... *gak lebay*...hihihihi.. untuk pizza dough, aku pake resepnya Jamie Oliver. Aku udah cocok sama resep ini, gak masalah mau bikin pizza yang tebal atau yang tipis, sama enaknya. Bikinnya gampang dan kemungkinan gagalnya kecil sekali. Bahan yang di pakai juga gak ada yang ribet, jadi bisa di bikin kapan aja.

O ya, selain aku gak punya loyang pizza dan gak akan muat juga masuk oven listrik mungilku, adonan pizza aku letakkan di atas loyang yang di balik aja. Cara ini lumayan efektif bikin kulit pizza lebih krispy. Jangan heran kenapa pizza ku gak bulat, selain aku gak bisa bikin bulat yang rapi, aku juga ngasal abis kalo ngegilas pizza...yang penting tipis dan enaaaak...*ngeles*...hihihihihi... untuk mozzarellanya, jangan pelit-pelit, dengan topping se-simple ini, mozzarella dan basil, benar-benar berperan menentukan kelezatannya. Untuk saus tomatnya, aku pake caraku sendiri, lebih simple dan cocok sama orang yang malas berurusan dengan kompor seperti aku...*giggles*, olive oil jangan di ganti minyak lain, aromanya bisa beda nantinya. Tomato paste, jangan juga di ganti dengan saus tomat (ketchup), rasanya bisa bedaaaaaaaaaa banget....

Sisa pizza dough nya, aku bulat-bulatkan seukuran 1 pizza (porsiku), lalu aku taburi tepung. Setelah semuanya selesai di bulat-bulatkan dan di beri tepung, aku simpan dalam plastik, 2 dough ball dalam 1 plastik. Masukkan 1 adonan pizza, plintir plastiknya, masukkan satu lagi, supaya gak saling nempel. Setelah itu, masukkan ke freezer. Pagi ini, aku keluarkan satu, biarkan di suhu ruang. Setelah itu di gilas seperti biasa, gak ada perbedaan rasa pizza crust hari ini dengan kemarin. Pizza dough yang di bekukan, bisa tahan lk. 3 hingga 4 minggu.


Ini resepnya :


MARGHERITA PIZZA



PIZZA DOUGH
Jamie Oliver

1kg strong white bread flour or Tipo ‘00’ flour
or 800g strong white bread flour or Tipo ‘00’ flour, plus 200g finely ground semolina flour (aku pake 800 gr tepung terigu protein tinggi aja)
1 level tablespoon fine sea salt
2 x 7g sachets of dried yeast (aku pake 14 gr ragi instant)
1 tablespoon golden caster sugar
4 tablespoons extra virgin olive oil
650ml lukewarm water

Sieve the flour/s and salt on to a clean work surface and make a well in the middle. In a jug, mix the yeast, sugar and olive oil into the water and leave for a few minutes, then pour into the well. Using a fork, bring the flour in gradually from the sides and swirl it into the liquid. Keep mixing, drawing larger amounts of flour in, and when it all starts to come together, work the rest of the flour in with your clean, flour-dusted hands. Knead until you have a smooth, springy dough.

Place the ball of dough in a large flour-dusted bowl and flour the top of it. Cover the bowl with a damp cloth and place in a warm room for about an hour until the dough has doubled in size.

Now remove the dough to a flour-dusted surface and knead it around a bit to push the air out with your hands – this is called knocking back the dough. You can either use it immediately, or keep it, wrapped in clingfilm, in the fridge (or freezer) until required. If using straight away, divide the dough up into as many little balls as you want to make pizzas – this amount of dough is enough to make about six to eight medium pizzas.

Timing-wise, it’s a good idea to roll the pizzas out about 15 to 20 minutes before you want to cook them. Don’t roll them out and leave them hanging around for a few hours, though – if you are working in advance like this it’s better to leave your dough, covered with clingfilm, in the fridge. However, if you want to get them rolled out so there’s one less thing to do when your guests are round, simply roll the dough out into rough circles, about 0.5cm thick, and place them on slightly larger pieces of olive-oil-rubbed and flour-dusted tinfoil. You can then stack the pizzas, cover them with clingfilm, and pop them into the fridge.


SAUS PIZZA
Camelia

5 sdm tomato paste (bukan saus tomat ya..)
8 sdm olive oil
1/2 sdt oregano
1/2 sdt merica hitam (sesuaikan aja rasanya)

Caranya :
Aduk semua bahan hingga benar-benar rata, siap buat dioleskan....simple kaaaaan???

Penyelesaian:
Gilas dough hingga ketebalan yang di inginkan (kalo aku lk, 3 - 4mm), diamkan selama 15 menit, olesi dengan saus pizza. Taburi dengan keju mozzarella, lalu beri daun basil di sana-sini (rada banyak aja, karena daun akan mengkerut nantinya). Panggang lk 10 hingga 15 menit.... keluarkan dari oven (ovenku pake suhu 180 C) enjoy!!!


13 comments:

meinekueche said...

nyummmy bangetttttt....mba,nanya,tomato sauce itu apa ya?apakah pasta tomat?merek apa yang enak?mohon pencerahannya ya

Camelia said...

Beneeer mba', maksudnya tomato paste (udah aku ganti ya) mestinya : untuk membuat tomato sauce, tomato pastenya jangan di ganti saus tomat...hehehehe.... makasih ya udah di ingatin. Aku pake merk apa aja yang ada, kemaren pake merk Leggo's.

it's JULIA said...

Hai Camelia, sesekali juga saya buat piza di rumah. Look yummy pizza cheese mu itu. Kapan - kapan boleh di cobaiin nihh. Thanks for sharing friend!

meinekueche said...

dakuh sudah buat,heheheh baru terealisasi nih buatnya,,,enyaaaaaaak banget,endang gulindang....makasi ya resepnya mba....seneng deh bs makan pizza tipis kaya topping...ga perlu ke resto pizza lah sekarang...jiehhh gaya banget yak'

Rheiny said...

Mbak, tanya dong...KAlo mix nya pake mixer bisa g ya??
Gimana caranya kalo pake mixer? Langsung campur jadi 1 aja ato gimana? Terus apa raginya tetep mesti dicampur air?
Thanks ya...

Camelia said...

@ Rheiny : Bisa saja pake mikser, asalkan miksernya memang di tujukan undtuk adonan roti. Caranya, sama saja dengan di resep. Tapi adonan ini gak berat koq, kan gak perlu ngulen abis2an *haha* seperti roti biasa. Pake tangan aja pasti bisa :-)

Rheiny said...

Hi, mbak Camelia....

Ternyata memang maknyosss, mbak pizza, nya....Sekarang jadi g rela buang duit ke pizza ***.............hahahahaha
Thanks a lot ya, mbak

ciketon fazya said...

hai camelia

saya ini silent reader kamu.. kagum banget dengan hasil dapur puan.. saya juga coba-coba untuk rajin seperti puan..

baru pas nonton masterchef australia.. kelas masakan mereka bikin pizza margarita ..:)

Anonymous said...

dear mb Lia..maaf lahir bathin.
btw mira izin ngintip resep pizzanya ya, buat PR LBT ni mba...perdana bikin pizza, mo tanya 1 resep ini pake 800gr trigu aja gpp , mba? pake cakra bs kan? tks mb Lia. (mira oktavianto)in ngintip resep pizzanya ya, buat PR LBT ni mba...perdana bikin pizza, mo tanya 1 resep ini pake 800gr trigu aja gpp , mba? pake cakra bs kan? tks mb Lia. (mira oktavianto)

Camelia said...

@ Fazya :Terima kasih sudah mampir ke blogku ya.. :-)

Camelia said...

@ Mira : Aku juga pake 800gr tepung cakra koq. My favorite, di gilas tipis with extra cheese...yummeee!

Anonymous said...

Mba Camelia, aku ga ngerti yang namanya adonan kalis elastis itu gimana ya? Resep ini udah aku coba, sekitar 2 jam lebih aku ngulenin dengan tangan sampe gempor tapi koq adonan masih lengket aja di tangan :(. Nekat lah adonan aku bagi2 menjadi 6 bulatan dengan dilapis tepung supaya ga lengket dan disimpan di kulkas. Besok pagi-pagi langsung tes 1 bulatan digilas tipis, kasih topping lalu dioven. Hasilnya?? Hmmm adonannya itu tipis dan renyah,kriuk gitu mba. Walau awal aku sempet sedih dan stress liat adonan koq lengket banget di tangan,kapan kalisnya ini… Ternyata dengan adonan tersebut sukses jadi pizza yang yummy banget… Orang rumah sampai ketagihan,hehe..
Aku kilas balik sedikit ya mba yang aku lakukan,hihi… Setelah semua bahan dicampur jadi satu, lalu diuleni. Nah uleni ini koq tetep lembek dan lengket, sekitar 30 menit aku ulenin. Pasrah dan mikir mungkin ini udah kalis, aku tutup dengan serbet selama 1 jam. Setelah 1 jam memang adonan mengembang besar,tapi ketika diuleni sangat cepat kempes dan tetep lembek lengket2 gitu. Akhirnya aku tambahin tepung sedikit2 tapi tetap hasilnya masih lengket ditangan hanya saja tidak selembek awal. Saya benar-benar pemula yang bermodal nekat, jadi banyak yang dipelajari via web aja, ga pernah ikut kursus baking dan kurang ngerti adonan itu harusnya gimana *malu nih buka rahasia*, nah mba Camelia mungkin bisa bantu saya kira-kira waktu untuk ngulenin adonan pizza ini berapa lama ya mba? Teknik menguleni itu seperti apa? Terima kasih ya mba…… Februari ini saya berencana mau bikin lagi untuk merayakan ultah Ibu saya :).

Phoenix

Camelia said...

Hello Phoenix,
Pada dasarnya, adonan pizza sedikit beda dengan roti biasa, jelas lebih lembut karena akan digilas. Lalu adonan kalis bukan berarti udah gak lengket di tangan lho. Kalo saat menguleni, boleh deh di taburi tepung sedikit-sedikit supaya tidak lengket ditangan, tapi jangan terlalu banyak, nanti adonannya malah keras.

Untuk melihat adaonan sudah kalis atau belum, cukup ambil sedikit adonan, tipiskan sambil di tarik, kalo terlihat transparan dan tidak putus, artinya adonan sudah kalis. O ya, adonan yang dipake buat ngetest tadi jangan di pake lagi ya, karena teksturnya udah rusak. Kalo mau tau apa yang aku maksud tadi, bisa di lihat di website NCC, di sini

http://www.ncc-indonesia.com
/detail.php?aid=790

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...