Search This Blog

Wednesday, July 25, 2012

Classic Vanilla Marshmallow


Iiiih, sebel. Ribet deh pake blogger dengan format yang baru. Ini prasaan aku aja atau emang membingungkan yaaa.... hum, mudah-mudahan ntar aku terbiasa juga.

Nah, kali ini aku mau posting marshmallow made by me!! Whaaaattt...marshmallow??? yup yup! I love this little piece of fluffy stuff! Udah dari kapan-kapan pengen nyoba bikin sendiri. Mungkin lebih dari dari 5 tahun yang lalu kaliiii....*ya ampuuuun*. Dulu gara-gara ngeliat cara pembuatannya di Youtube. Kayaknya gampang bangeeet. Tapi gak jadi-jadi karena blom punya standing mixer yang gede... *alasaaaan* soalnya banyak juga video cara membuat marshmallow dengan hand mixser biasa.... eheemm...kayaknya emang malas doang siiih...hihihihihi.....mungkin dulu gak jadi-jadi bikin karena keliatannya ribet, mesti pake candy thermometer segala. Padahal pengen banget bikin sendiri, apalagi waktu itu, gak gampang nyari marshmallow. Biasanya cuma ada yang pake filling buat cemilan dan masih import segala. Sementara, aku sukanya yang  polos aja, yang bisa di jadiin topping minuman coklat hangat...hummm...yummy...

Aku suka banget hot cocoa dengan marshmallow. Ini kebiasaan dari host Mom ku dulu, Kendra Schulte. Di saat dinginnya winter di Minnesota, kita selalu bikin hot cocoa. Trus diatasnya diberi marshmallow mini, kalo diaduk, ikutan melted sama minuman coklatnya....yummeee... kebiasaan itu terus aku lakukan sampe jaman kuliah. Naaaah....setelah kuliah baru aku tau kalo marshmallow dibuat dari gelatine yang berbahan dasar hewani. Beberapa marshmallow yang dijual di pasaran mengandung gelatine babi *Masya Allah...* jadinya lama banget baru aku beli marshmallow lagi. Baru setelah kembali ke Indonesia, banyak dijual marshmallow dari gelatine sapi dan ada label halalnya. Apalagi sejak ikutan milis makanan dan bikin kue sendiri, aku mulai mengerti dan aware dengan gelatine yang aku gunakan. So, buat teman-teman sesama muslim, jangan ragu-ragu buat nanya kemasannya ke penjual gelatine yang menjual gelatine re-pack. Dulu aku milih gak jadi beli karena gak enak ngerepotin yang jual. Tapi sekarang gak lagi, tiap kali beli, aku selalu nanya merk dan kemasan untuk melihat label halalnya. Gak masalah itu dari majelis ulama Australia, Malaysia, Africa atau dari manapun, yang penting ada label halalnya.


So...beberapa bulan lalu, iseng ngeliat fb fondant tools-nya Dee Narin. Langsung mupeng abis ngeliat buku Marshmallow Madness. Gak pake nunggu, beberapa hari setelah nyolek Dee buat pesan buku di fb, bukunya sampe di Jambi dengan manisnya. Itu buku beneran lucu banget, gambar marshmallow warna-warni dan sampulnya pun empuuuk...hihihihi... Setelah di pelototin, di baca-baca dan dibawa tidur selama beberapa hari, kemarin aku mutusin buat nyoba bikin marshmallow dengan resep yang ada di buku. Kebetulan, waktu nemanin Papa ke Melaka, aku juga borong beberapa kotak gelatin halal, pas deh. Sebelum mulai, aku juga kasak-kusuk di Youtube, pengen liat gimana cara bikinnya secara live *duilee*.. nah! ternyata, Shauna Sever yang nulis buku, juga ada videonya disini. Selain itu, aku juga bandingin dengan beberapa video yang ada disini dan disini. 

Pada dasarnya, semua cara di video-video itu gak jauh beda. Cuma kalo versinya Shauna, gelatine setelah di kembangkan dengan air, dilarutkan lagi hingga cair dengan microwave atau uap panas. Sementara di video yang lain, cukup dikembangkan dengan air aja. Kali ini aku ikut exactly seperti yang tertera di buku, setelah di kembangkan, di cairkan lagi (aku pakai wadah tahan panas diatas panci berisi air mendidih). Tapi next time aku mau coba tanpa di larutkan, karena setelah itu akan dimasukkan syrup panas. Logikanya, itu gelatine setelah di siran syrup panas dan di kocok akan larut juga...so, next time aku coba dengan cara itu. Di salah satu video itu, juga ada yang gak pake candy thermometer sama sekali. Apabila gelembung mendidihnya sudah merata, dianggap cukup. Kali ini, aku ikut semua sesuai buku, aku hanya disaat kocokan terakhir, aku menambahkan beberapa tetes pewarna makanan (gel based) dan vanilla bean paste untuk membuat aroma vanilla nya lebih terasa.


Saran yang benar-benar berguna banget buat aku *hehe* yaitu menyiapkan semua alat dan bahan. Letakkan semua diatas meja supaya mudah diambil. Walaupun marshmallow disukai anak-anak, tapi karena membuatnya bakalan bikin kita berurusan dengan syrup panas, sebaiknya jangan libatkan anak-anak dalam proses pembuatannya. Semula aku sempat persimis karena adonan memang berubah menjadi putih susu setelah dimasukkan syrup panas dan di kocok, ternyata setelah dikocok lebih kurang 10 menit, adonan mulai mengembang dan kental. Aku rada nyesel juga gak jadi beli loyang silicone berbentuk standar. Aku punya yang bentuk mini cakes, itupun aku jarang pake karena aku agak ragu faktor safetynya. Jadi emang gak minat buat nambah koleksi loyang silikon. Tapi setelah melihat salah satu video tadi, kayaknya asik juga kalo nyetaknya di loyang silikon, pas mau di keluarin dari loyang, tinggal dorong doang. 

Anyway, caraku kemarin juga not bad koq, loyang aku olesi butter, trus aku lapisi kertas anti lengket yang sengaja aku sisakan beberapa senti disisi-sisi nya. Lalu aku olesi lagi dengan butter dan ditaburi campuran gula icing dan maizena. Hasilnya, gak kalah mudah mengeluarkan marshmallow dari cetakan. Setelahdi tuang dalam cetakan, ada yang bilang dibiarkan selama 3 jam dan ada juga 6 jam. Gak tau deh, mungkin karena di Indonesia suhunya lembab, aku sendiri baru bisa mengeluarkannya dari cetakan setelah dibiarkan hampir 12 jam.  Supaya cantik, marshmallownya aku potong-potong dengan cookie cutter lucu. Cara lain, bisa menggunakan gunting dapur dan pizza cutter. O ya, saat di keluarkan, jangan lupa alasi meja dengan koran bekas, baru deh angkat marshmallow dengan kertas pelapis loyangnya, letakkan diatas koran (bersama kertas pelapisnya ya, jangan langsung keatas koran, gak bersin n' lengket), potong-potong. Alas koran itu bergunaaa banget supaya gak berantakan, karena mashmallow lengket, bakalan sering ditabur dengan bahan taburan. setelah selesai, korannya tinggal di buang aja.

Rasanyaaa...??? enak! gak beda dengan marshmallow yang dijual. Lebih lembut dan lebih mudah lumer di mulut. Bikin aku penasaran dan ingin eksperimen dengan rasa yang lain. Kebayang deh vanilla extractnya aku ganti dengan essence orange atau leci...pasti seru! mau ikutan bikin??? ini resepnya yang aku terjemahkan ala kadarnya dan aku tambahkan cara yang aku gunakan yaaa....

CLASSIC VANILLA MARSHMALLOW
Shauna Sever

Bahan :

4 1/2 sdt gelatine bubuk tanpa rasa (gelatine yang aku gunakan, pas 1 sachet, 21 gr)
1/2 cup air dingin

3/4 cup gula pasir
1/2 cup corn syrup, bagi dua
1/4 cup air
1/8 garam halus

2 tsp vanilla extract
1/2 cup classic coating (cara membuatnya ada dibawah)

Cara Pembuatan :

  • Campur gelatine dan air dingin dalam mangkok kecil tahan panas dan biarkan selama 5 menit.
  • Aduk gula, separuh corn syrup (1/4 cup), air dan garam dalam panci ukuran sedang. Biarkan mendidih sambil sesekali diaduk hingga suhu mencapai 240F. 
  • Sementara itu, tuang separuh dari corn syrup (1/4 cup) kedalam mangkok mikser yang telah dipasang whisknya. Lalu microwave gelatine tadi selama 30 detik hingga larut dan mencair (kalo aku, letakkan mangkok berisi gelatine diatas panci berisi air panas, whisk hingga larut). Tuang kedalam mangkok mikser. Hidupkan mikser dengan kecepatan rendah.
  • Ketika larutan syrup sudah mencapai 240F, berlahan dan hati-hati, tuang syrup kedalam mangkok mikser. Setelah semua dituang, tambah kecepatan mikser hingga medium selama 5 menit, lalu tambah lagi hingga medium-high selama 5 menit lagi.  Matikan sebentar, masukkan vanilla extract (aku tambah pewarna pink dan vanilla bean paste) Lalu kocok dengan kecepatan paling tinggi selama 1 atau 2 menit. 
  • Bentuk akhir dari marshmallow adalah berwarna opaque putih, fluffy dan volumenya 3 kali lipat dari semula. Tuang kedalam loyang yang telah disiapkan, gunakan spatula untuk meratakan hingga ke sudut loyang. Ayak bahan campuran coating diatasnya. Biarkan set selama 6 jam (aku 12 jam) ditempat yang dingin dan kering (diatas meja aja...)
  • Gunakan pisau disisi loyang untuk melepaskan marshmallow dari loyang. Keluarkan marshmallow keatas tempat yang telah ditaburi bahan coating. Potong-potong (gunakan pizza cutter untuk bentuk kotak) atau sesuai keinginan. Lumuri lagi dengan coating hingga semua tertutupi coating. Sajikan.

CLASSIC COATING

1 1/2 cups gula confectioners (gula icing)
1 cup tepung maizena

Ayak dan campur rata kedua bahan. Siap digunakan. Simpan diwadah kedap udara.



Sunday, July 22, 2012

Buku : Sarabeth's Bakery, From My Hands to Yours

Haii...haiii...haiiii.... *hugs hugs*
Sedih banget deh ngeliat blog ku ini terbengkalai. Padahal udah beberapa kali berjanji sama diri sendiri akan segera baking n' update blog, tapi teteeeeeeppp aja gak jadi-jadi, adaaaaaa aja yang mesti di kerjain. Well, beberapa bulan ini emang bener-bener habis waktuku disita segala macam kegiatan dan keluargaku. Dimulai dari aku menemani Papaku check-up ke Melaka yang hasilnya Papa ternyata harus pasang cincin satu lagi di jantungnya *hiiks*..lanjut dengan si Mas dan Abang-abang ku sekeluarga yang kemudian nyusul, lanjut dengan tambahan perjalanan ke Singapore, trus nyampe Jakarta, liburan belum selesai, para keponakan dari sepupu nyusul juga dan lanjut liburan di Jakarta. Beberapa minggu lalu juga penutupan pengajian di rumah, Alhamdulillah, jamaahnya labih dari seribu-an. Memang sebelum Ramadhan, pengajian di rumah akan di tutup dulu, nanti dimulai lagi setelah lebaran haji.


Deuuuh...serba salah deh, Papaku memang orangnya aktif, gak betah di rumah. Padahal, aku sengaja ajak Papa stay agak lama di Jakarta sebelum pulang ke Jambi. Tapi yaaah, gitu deh, di Jakarta pun Papa gak bisa diam, hingga sekarang udah di Jambi lagi, tapi Papa tetap menyibukkan diri. Yah, aku bersyukur karena di usianya yang ke 73, Papa masih mau membuat dirinya bermanfaat bagi orang lain, tapi memang kadang aku harus memaksa beliau untuk beristirahat. Hum...doakan Papaku agar selalu sehat yaa...


Anyway...
Karena ingin melakukan "pemanasan" buat daku supaya mulai rajin nge-blog lagi, aku milih posting buku dulu aja deh. O ya, makasih ya buat teman-teman yang bela-belain mengingatkan ku untuk ngeblog lagi, baik via comments, fb maupun email...*big big hugs*.Ini niih, akubat menunda kerjaan melulu, gak terasa aja lusa udah mau Ramadhan lagi. Tadi pemerintah memutuskan puasa pada hari Sabtu, 21 July 2012, karena aku ikut keputusan pemerintah, mudah-mudahan besok aku ada waktu untuk baking sebelum puasa dimulai.


So, buku yang mau aku review kali ini yaitu bukunya Sarabeth Levine, judulnya "Sarabeth's Bakery, From My Hands to Yours". Udah lama banget aku mau review buku ini, sejak aku nyoba bikin Black Beauty Cupcakesnya yang mengandung mayonnaise itu. Hasilnya benar-benar memuaskan, cakenya lembut walaupun gak pake telur sama sekali. Gak ada bagian dari isi buku yang aku gak suka. Terdiri dari 305 halaman (yep, beraaattt...), wajar kalo isi-nya sangat variatif, mudah dibuat dan keterangannya cukup jelas. Gak berlebihan kalo seandainya aku hanya bisa meilih satu buku saja, maka bukunya Sarabeth Levine ini akan menjadi pilihanku. I love it so much!

Aku mengenal nama Sarabeth gara-gara nonton acara-nya David Tutera. Waktu itu, David cerita kalo dia suka banget blueberry crumb pies dari Sarabeth's Bakery. Trus Sarabethnya diminta ngajarin cara bikinnya. Aku langsung suka banget ngeliatnya, naksir berat sama crumb pies yang dibikin. Udah di catat, tapi as always, aku gak bikin-bikin. Tapi aku selalu ingat kalo suatu saat, aku mesti coba bikin. Kebetulan aku mau minta tolong di orderin beberapa buku sama Bibi Rina waktu masih di Amrik (sekarang beliau pindah ke Canada...hiks!), sekalian deh nitip bukunya Sarabeth. Sempat kecewa karena gak ada blueberry crumb piesnya. Eeeh...ternyata ada, hanya di buku pake peach, tapi di bagian bawah ada cara konversi jadi blueberry. Mantaaaapppp....!!!


Ok, memang banyak buku resep di luar sana, bahkan di tulis oleh celebrity chef atau walaupun gak nge-chef banget tapi ngetop..*hihi* tapi aku akan tetap memilih buku ini karena semua ada didalamnya. Of course, walaupun semua ada, setiap resep di sajikan dengan sempurna. Jauh dari kata baking kue "masal". Resep yang di susun lebih berkelas namun sangat mungkin di applikasikan untuk hari-hari biasa. Tidak ada gambar dengan mesin maupun gadget keren di dalamnya. Hanya ada petunjuk dan keterangan yang sangat mudah dimengerti. Cerita singkat yang menjelaskan asal usul resep, membuat buku ini lebih menarik. O ya, Sarabeth's Bakery, juga terkenal dengan aneka selai-nya. Naah...suka deh ternyata di buku ini juga disertai beberapa resep selai, lengkap dengan cara pembuatannya.

Daftar isinya emang jempolan banget, terdiri dari beberapa kategori. Dimulai dari pengenalan aneka alat dan bahan yang digunakan. lalu beberapa chapter yang didalamnya ada beberapa resep yang mencakup aneka jenis. Mulai dari aneka pastry buat sarapan, cookies, sampe sorbet juga ada. Bagi yang suka bete sama resep yang pake bahan yang jarang ada atau pake self-raising flour (karena gak pernah punya stok di rumah) kayak aku, bisa lega. Karena hampir semua resep dibuku ini dibuat dengan bahan-bahan biasa aja. Gak ada yang terlalu aneh-aneh atau bahan yang susah dicari. Penasaran sama isinya?? nih, aku kasih tau kategori setiap chapternya. Masing-masing chapter minimal ada 10 resep.

-Foreword
-Introduction
-The Baker Pantry
Chapter 1 : Morning Pastries
Chapter 2 : Muffins and More
Chapter 3 : Bautiful Breads
Chapter 4 : Everyday Cakes
Chapter 5 : Party Cakes and Company
Chapter 6 : Paies and Tarts
Chapter 7 : Plain and Fancy Cookies
Chapter 8 : Spoon Desserts
Chapter 9 : Frozen Desserts
Chapter 10 : Spreadable Fruits
Chapter 11 : Frostings, Fillings and Sweet Sauces
-Sources
-Conversion Charts
-Index
-Acknowledgements



Lengkap kaaan......enjoy!



Thursday, July 19, 2012

Selamat Jalan Abah...

Hari Rabu, tanggal 11 Juli 2012...

Sore itu, aku dan si Mas menuju supermarket yang lumayan besar di Jambi untuk membeli segala kebutuhan rumah. Ketika naik ke mobil, aku sempat heran melihat si Mas yang memakai kopiah haji berwarna hitamnya, karena kami hanya ke supermarket saja. Tapi aku diam saja, lagi gak mood godain si Mas dengan kopiahnya. Di perjalanan aku "memaksa" si Mas untuk mampir dulu buat jajan pempek di dekat rumah Om-ku di Talang Banjar (Om Icot). Pas pesanan datang, si Mas menjawab panggilan di hp-nya. Aku baru mencicipi satu pempek, langsung berhenti karena bingung melihat mata si Mas yang berkaca-kaca. Dengan suara lirih, si Mas bilang..."Bapakku meninggal..."


Aku sempat terdiam selama beberapa detik mendengar kabar tersebut, sementara si Mas hanya menunduk menahan tangis. Segera Aku ajak si Mas menuju bandara yang kebetulan tinggal separuh perjalanan lagi. Jam di tanganku menunjukkan waktu jam 5.45, sepengetahuanku, pesawat terakhir dari Jambi-Jakarta jam 6 sore. Hanya ada waktu 15 menit untuk mengejar pesawat terakhir itu. Walaupun dalam hati aku merasa persimis, karena tanpa tiket, rasanya tidak mungkin, tapi aku tetap memberi semangat ke si Mas untuk menuju bandara. Bagaimanapun juga, Suamiku harus berangkat, Suamiku harus melihat Abahnya untuk yang terakhir kalinya, bagaimanapun caranya.

Di bandara, aku sedikit lega karena sahabat kami, Sandi yang sempat di telfon si Mas di perjalanan sudah terlebih dahulu ada di bandara. Seperti perkiraanku, pesawat terakhir penuh, tidak ada satupun kursi yang tersisa. Aku gak mau nyerah, aku berjalan memperhatikan siapapun yang berangkat dan berharap ada yang aku kenal yang bisa aku ganti tiketnya untuk si Mas. Sandi yang tetap berusaha di counter tiket, berhasil mendapatkan satu tiket dari penerbangan yang jadwal keberangkatannya delay dari yang mestinya berangkat sebelum pesawat terakhir tersebut. Walaupun hanya ada satu tiket, yang tentu saja saat itu hanya untuk si Mas, aku sangat bersyukur sekali. Alhamdulillah, suamiku yang hanya membawa baju dibadan, berkopiah hitam dan memakai sandal bisa berangkat ke Jakarta.

Di perjalanan pulang, aku hanya berdoa semoga si Mas dilancarkan perjalanannya, karena sampai di Jakarta, si Mas dan Mas Imron (Mas-nya si Mas) yang sedang berada di Jakarta harus melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dan melanjutkan dengan mobil menuju Sampang, Madura, tempat Abah berada dan dimakamkan. Sampai di rumah, Papa, Abang dan sepupuku sudah menunggu, setelah Isya', kami membaca Yasin dan Tahlil untuk Abah. Malam itu juga, Aku dan Papaku memesan tiket untuk besok paginya menyusul suamiku. Papa yang aku sarankan untuk tidak ikut karena masih harus istirahat setelah pemasangan cincin di jantungnya tetap ngotot mau ikut takziah besannya itu. Akhirnya diputuskan untuk mengajak Zirin, keluarga kami yang akan mendampingi Papa hingga kembali ke Jambi karena aku akan tinggal bersama si Mas di Malang, hingga 7 hari meninggalnya Abah.



H. Abdul Hamid Ma'roef

Itu nama mertuaku. Ayah dari suamiku yang aku sayangi. Nama yang baru aku ketahui saat kami akan mencetak undangan pernikahan kami. Sebelum itu, aku hanya mengenal nama beliau sebagai -Pak Hamid-, Ayah dari Mas Hasyim, calon suamiku. Yep, hubunganku dan si Mas memang unik. Dari kenal biasa menjadi sahabat, kami menikah. Gak ada istilah pacaran lama. Karena si Mas bekerja di Jakarta, sementara keluarganya berada di Malang, aku tidak begitu mengenal orang tuanya. Aku hanya mengenal Mas Imron dan Istrinya, Mba' Anisa, karena mereka keluarga si Mas yang ada di Jakarta. Mas Imron dan Istrinya-lah yang mewakili keluarga si Mas datang ke Jambi menemui Papa untuk melamarku. 

Pertama kali aku bertemu kedua mertuaku saat mereka datang ke Jambi untuk menghadiri pernikahan kami. Pertama kali aku bicara dengan Abah, aku langsung merasa akrab. Abah orangnya ramah dan penyayang, tidak kaku seperti bayanganku. Di hari pernikahan kami, diatas pentas, Abah terlihat segar dan terus tersenyum hingga acara berakhir. Padahal, semula aku khawatir Abah akan kelelahan mengingat usianya (saat itu, usia Abah 81 tahun). Bahkan Abah sesekali mendatangi kami memberi semangat untuk aku yang mulai kelelahan menyalami para tamu.

Selama kami menikah, setiap kali si Mas menelfon Abah, beliau selalu menanyakan keadaan ku. Terakhir kali aku bicara dengan Abah via telfon, Abah mengajakku berdoa bersama agar kami segera di berikan momongan. Aku sangat terharu mendengar doa Abah, seakan beliau mengerti kegalauanku. Tepat 3 hari setelah 2 tahun kami menikah, didalam sujud sholatnya, Abah pergi meninggalkan kami untuk selamanya.


Abah, terima kasih untuk doa-doamu yang selalu mengiringi pernikahan kami, walaupun sekarang Abah sudah tidak bersama kami lagi, kami yakin doamu akan selalu ada untuk kami.

Selamat jalan Abah...semoga kebaikan hati dan amal ibadahmu mengantarkanmu untuk mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT....Amiiin...



Alfatehah ya untuk Abah...








Sunday, April 29, 2012

First Hello in 2012!

Aiiihhh aiiihhh.... sadis banget ya judul postnya. Ampuuuuunnnn....dah lama banget nget ngeeettt gak nge-blog. Yeah, sama artinya dengan udah lama banget juga gak nge-baking. Sooo....why! why! why!...udah berkali-kali punya niatan nge-baking and nge-blog lagi, tapi adaaaaa aja halanganya. Disamping emang banyak kegiatan baru yang lumayan menyita waktuku, juga emang ntah kenapa aku seperti gak interest bikin-bikin lagi....paraaaaah bangeet! si Mas aja berkali-kali nanya koq udah mulai jarang bikin kue, sampe si sayang ku itu nawarin kalo aku mau beli-beli loyang dan kawan-kawannya...hihihihi...huuum...jangan-jangan, itu juga alasannya kenapa dia mulai bikinin dapur baru (padahal aku udah hampir lupa lho...*hihihi*)..hahahahha....

Well, kayaknya emang gak bagus ya kalo ninggalin hobby begitu aja. Hobby is a MUST! gak kebayang deh kalo seseorang itu gak punya hobi yang menyenangkan. Tapi memang asli kali ini aku betul-betul kewalahan mengatur jadwalku. Kegiatanku walaupun menyenangkan sekali karena aku jadi banyak kenalan dan teman baru, tapi bener bener menyita waktu dan bikin aku capek berat. Jadi kalo aku ada waktu luang seharian di rumah, aku lebih suka bermalas-malasan aja di rumah atau maksa si Mas nyetir beli jajanan sambil keliling-keliling Jambi tercinta. Padahal kadang bahan kue udah dibeli, acara bakingnya tetap aja gagal total. Beberapa kali beli telur, selalu berakhir jadi campuran mie instant atau dibikin dadar telur kesukaan si Mas dan Papa-ku di rumah.

Trus ada apa aja donk sejak tahun baru lalu??? (aiih, maksa banget ya, mundurnya jauuuh...hahahaha). Of course, ada sepupu n' keponakan (dari sepupu) yang menikah, dan ada juga yang baru ketauan kalo ternyata udah nikah...whoa ha ha ha ha...*Ssshhhh*. Ada ulang tahun keponakkan tercintaku si Abel dan Arel, waktu ultah meraka, Aku sama si Mas buka soda float stand, laris maniiiis....kita sedia-in minuman soda warna-warni ada yang merah, biru, orange, root beer dan favorite ku, Fanta ijoo...trus tinggal di kasih es krim vanilla. Jadi deeeh... karena untuk anak-anak, semua disajikan di gelas mungil dan es krimnya pake ukuran scoop es krim mungil yang biasa aku pake buat bikin cookies...hehehehe....o ya, yang paling awal sih (12 January) ultah Papaku. Dirayakan di hari Selasa sebelumnya supaya waktunya bareng sama pengajian Selasa di rumah. Pada hari itu, kak Ika bikin tumpeng lengkap dan aku bikin mini cupcakes seabrek-abrek buat peserta pengajian. Lumayan, bikin aku jadi mengerti manajemen bikin lebih dari 350pcs mini cupcakes....kesimpulannya....yep, aku mesti beli oven gede....pake oven miniku, hasilnya...gempooorrrr...!!! tapi semua terbayar ngeliat Papa-ku yang senyum-senyum happy waktu potong tumpeng sama cucu-cucunya. Doa kami supaya Papaku selalu sehat dan panjang umur tentunya. Amiiiin....doain Papa-ku juga ya... *hug*



 

Pokoknya, tahun ini aku emang udah niat untuk memulai perubahan pada diriku sendiri, harus mulai sabar dan gak meladeni hal-hal yang baik disengaja maupun tidak menganggu fikiran ku. Pokoknya kali ini FOKUS! juga mulai belajar cuek kalo ada yang sengaja memancing-mancing permasalahan. Gak bakalan aku tanggapin, karena mereka gak ada artinya buat ku, Absolutely NOTHING!! so.. go away rese' people....eheeeemmm....hihihihihi.... o ya, disamping hobby baking ku yang terbengkalai, tanaman-tanaman ku juga kurang mendapatkan perhatian...hiks! padahal biasanya aku sengaja untuk selalu menyiram sendiri tanamanku. Untung deh ada bang Jon (sepupuku yang tinggal di rumah kami) yang suka nyiramin juga, walaupun kadang kadang, bang Jon pun lupa....whoaaaa...paraaaah...

Eits, sebelum lupa, aku sempat juga beli kucing lucu, aku kasih nama Fluffy, sempat di bawa pulang ke rumah lebih kurang 4 hari, trus sama si Mas di titipkan ke petshop hampir 2 minggu, trus pada akhirnya di kembalikan sama si Mas ke pet shopnya....hiiiiikkkssss!!!! tega beneeeeerrr.....padahal si Fluffy udah mulai ngerti lho, udah ngerespon kalo dipanggil namanya. Beteeeee deh! tapi ada benernya juga sih, waktu aku beli itu aku lupa kalo kami memang lagi berencana untuk punya anak. So, memelihara kucing bukan pilihan yang bijak....bubbye Fluffy!!!!

Humm....so far, itu dulu deh, buat "menghidupkan kembali" blog kesayanganku ini. Saking lamanya gak nge-blog, sampe bingung sama setting blogger yang baru...hihihihi...Nanti foto-fotonya aku tambah lagi di post ini. Gak sempat ngedit foto, buru-buru ngeblog aja mumpung masih hot...hehehehe... Aku juga berencana mau nambah kategori lagi nih, yang gak  melulu masalah kuliner aja, seperti "My Choice" pokoknya apa aja yang menjadi kesukaanku, bisa tempat, toko, kota, cemilan, kosmetik, majalah, apa aja deeeh...yang penting aku gak bosen dan blog ku bisa kayak majalah, semuanya ada...hahahahaha.... Just wait n' see....

Have fun ya!
*hug hug*

Monday, December 26, 2011

Hummingbird Cake


Well, hari ini hari Senin terakhir di tahun 2011. Mesti ngotot nge-blog nih, sebelum pergantian tahun. Beberapa minggu terakhir aku emang terkena baking blues plus blog blues, pokoknya serba nge-blues deh. Pada dasarnya emang malas ngapa-ngapain aja. Kecuali hobi lama koleksi parfum yang mendadak muncul lagi, mengalahkan dunia per-baking-an ku...hehehehe... Buktinya, nih Hummingbird Cake, udah lama banget aku bookmark dari buku "The Complete Magnolia Bakery Cookbook". Cerita di balik cake ini, bikin penasarann berat, katanya, salah satu pelanggan bakery, ngasih resep titipan tante-nya, kata si Tante, cake ini pas banget buat di jual di Magnolia Bakery, dan ternyata emang laris manis. Nah, gimana gak penasaran cobaaa...?????

Rasanya udah beberapa kali mau bikin gak jadi-jadi, padahal bela-belain beli nenas kaleng ke supermarket. Pada akhirnya, tu nenas mangkal doang di pantry. Sampe beberapa hari lalu, kalo gak salah pas hari Ibu lalu (tgl 22) mulai deh aku bikin. Terpaksa nodong si Mas dulu minta dianter beli pisang. Kebetulan, udah punya cream cheese yang stand by di kulkas.

Bikinnya bisa dikatakan mudah. Bahkan menurutku gak perlu banget pake mikser, pake whisk biasa aja juga udah cukup. Paling yang bikin lama ya nyiapin pisang yang di lumatin, dan nenasnya. Untuk nenas, sengaja gak aku bikin halus banget, supaya nanti kentara ada nenasnya. Ternyata ini bener banget, karena rasa cake ini lebih di dominasi sama rasa pisang, nenasnya hanya terasa samar-samar, kecuali pas kegigit potongan nenasnya.

Rasanya?? ya enaklah, mudah di terima siapa aja (kecuali cream cheese frostingnya, gak semua orang juga suka cream cheese...hehehe). Cake ini sederhana banget, mirip cake pisang biasa. Perbedaannya hanya ditambahkan nenas dan kacang pecan cincang (aku gak pake). So, sepertinya kalo punya resep cake pisang andalan, bisa banget di jadiin Hummingbird Cake dengan penambahan kedua bahan tadi. Sayang banget nenas kalengan yang aku pake waktu itu rasanya manis, hampir gak ada asam dari nenasnya. Next time kalo aku bikin lagi, aku bakalan nyoba pake nenas segar untuk memperkaya rasa cakenya. Pasti jadinya lebih enak dan lebih moist.

O ya, dari beberapa resep yang aku baca di internet, ada beberapa yang menggunakan kayu manis, dan ada yang gak. Jadi sepertinya ya sesuai selera aja. Resep nya sendiri sepertinya udah standar, dari beberapa resep, paling yang beda cuma jumlah minyaknya thok, seperti disini dan disini. So, feel free buat eksperimen sesuai selera. Untuk cream cheese frostingnya, aku bikin versiku sendiri. Cara pembuatannya gak beda, tapi jumlah butternya aku tambah dan jumlah gulanya aku kurangi banyak.

By the way, kenapa baru posting sekarang dan ceritanya gak banyak? well, tgl 24 kita ke Muara Jangga (Ibu kota kecamatan kampung Papaku -just in case anyone ask-...hehehe) buat menghadiri pernikahan anaknya Ndek Har (sepupuku dari Papa), si Aal. Aku dan si Mas nginap di rumah mungil keluargaku yang di samping masjid, supaya setelah malamnya ikutan melihat akad nikah, paginya juga bisa ikutan Aal belarak (arak-arakan mengantar pengantin laki-laki). Kita baru pulang tadi malam, sambil bawa para keponakan cilik yang mau nginap di Jambi, libuuur...capek tapi seru banget!!!

Buat Aal : Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah....Amiiiin! *hug*

Ini resep cakenya aku terjemahan ala kadarnya ya...



HUMMINGBIRD CAKE

from The Complete Magnolia Bakery Cookbook

Cake :
3 cup tepung terigu serbaguna
1 sdt kayu manis bubuk
1 sdt baking soda
1 sdt garam halus
1 1/4 cups minyak sayur (aku pake 1 1/2 cup)
2 cup gula
3 telur ukuran besar, suhu ruang (aku pake 4 karena telurnya gak gede)
1 1/2 sdt vanilla extract
2 cup pisang yang di lumatkan
1 cup nenas kaleng yang di hancurkan (saranku, jangan beli yang manis, kalo aku cincang kasar).
1/2 cup kacang pecan cincang (aku gak pake)

  • Panaskan oven hingga 325F
  • Olesi 2 loyang cake bulat ukuran 9 x 2-inch dengan mentega dan taburi dengan tepung. Lalu lapisi bagian bawahnya dengan kertas roti. Sisihkan.
  • Untuk membuat cake, dalam mangkok besar, ayak bersama terigu, kayu manis, baking soda dan garam. Sisihkan.
  • Dalam mangkok besar, kocok minyak dan gula dengan kecepatan sedang hingga terlihat licin sekitar 3 menit.
  • Masukkan telur satu per satu sambil terus di kocok hingga ringan, sekitar 1 atau 2 menit. Tambahkan vanilla. Lalu tambahkan pisang dan nenas (mikser berlahan hingga rata)
  • Masukkan campuran tepung dalam 3 tahapan, kocok hingga halus setiap kali dimasukkan tepung. Masukkan pecan, aduk rata.
  • Bagi rata adonan kedalam 2 buah loyang tadi. Panggang di oven selama 40 - 50 menit atau hingga cake di tusuk tidak lengket. Biarkan cake didinginkan di loyang selama 10 menit sebelum di pindahkan ke rak kawat hingga dingin.
Cream Cheese Frosting
1 pound cream cheese, suhu ruang, potong kecil ( aku : 500 gr)
6 sdm mentega tawar (unsalted butter), suhu ruang, potong kecil (aku : 175 gr)
1 1/2 sdt vanilla extract
5 cup confectioner sugar (gula icing) ayak (aku : 150 gr)



Dalam wadah besar, kocok cream cheese dan mentega dengan mikser kecepatan sedang hingga licin, sekitar 3 menit. Tambahkan vanilla dan kocok rata. Masukkan gula dalam beberapa tahap, kocok hingga licin dan creamy. Totup dan simpan dalam kulkas selama 2 atau 3 jam, tapi jangan lebih dari itu. Hanya untuk mengentalkan sebelum digunakan.









Friday, December 9, 2011

Hazelnut and Chocolate Cupcakes

Ck..ck...ck... gak terasa udah bulan Desember aja ya. Bulan November lalu, nyaris gak ada kemajuan di blog ini...hihihihi... Aku abis jalan-jalan sambil mengunjungi Mertua tercinta di Malang sama si Mas, Papaku, Riri, kak Ika dan Dea. Seru deh, apalagi kita sempat ngeliatin jembatan Suramadu yang cantik banget di waktu malam. Lampunya benar-benar indah! trus di aku sama si Mas juga stay di Jakarta hampir 2 minggu setelah itu, biasaaa...kita cek-cek biar cepat punya baby, doain yaa! Oya, balik ke soal jembatan tadi, sedih juga dengar runtuhnya jembatan di Kutai Kartanegara yang ambruk dan menelan korban jiwa...hiiiks! Mudah-mudahan pemerintah segera menemukan pihak yang paling bertanggung jawab dan di berikan hukuman yang setimpal, and meanwhile, alfatihah buat semua korbannya ya...

Ok, rasanya aku emang kebanyakan bikin cake ataupun cupcake coklat ya. Tapi kali ini aku gatel banget pengen nyobain resep cupcake dari buku "The Hummingbird Bakery Cookbook" yang baru aku beli. Aku gak pernah ke Hummingbird Bakery yang ada di London ini, tapi pernah lihat di acaranya Rachel Allen, dia mengunjungi bakery yang keliatan imut-imut sekalee. Kalo dari bukunya, ide dari berdirinya bakery itu juga dari bakery-bakery yang ada di Amrik. So, gak heran kalo resep-resepnya banyak yang berasal dari sana, seperti red velvet, carrot cake, sampe hummigbird cake. Kali ini aku milih resep Hazelnut and Chocolate cupcakenya. Aku emang cintaaaa banget sama perpaduan hazelnut dan chocolate. Kayaknya emang meant to be together deeh...*sorry, lebay gue kumat..*

Udah beberapa kali mau nyoba bikin cake coklat yang mengandung hazelnut, tapi selalu gagal total. Abisnya susye sih nyari hazelnutnya. Beberapa kali ke Jakarta udah nyatat mesti beli kacang hazelnut, eeeh...aku malah sibuk beli sepatu sama tas baru..ehem...*alasan-sok-nyambung*...hihihihi... nah, kali ini resepnya menarik hatiku karena gak perlu hazelnut (cuma buat garnish doank). Tapi cukup menggunakan selai hazelnut coklat "Nutella" aja. I LOVE NUTELLA! (siapa sih yang gak suka Nutella?) dari jaman esde sampe bangkotan sekarang, selalu cinta Nutella. Waktu ikut pelatihan di Jerman, aku dengan muka tembok ngantongin Nutella yang di pak kecil-kecil dari meja aneka polesan roti buat sarapan. Nutellanya aku comot lumayan banyak, cukup buat cemilan pagi, siang dan malam....itu berlangsung tiap hari sampai pelatihan selesai...enak dan hemat...*cinta gretongan*...whoa ha ha ha...-t e r l a l u-

Selain itu, aku juga penasaran sama frosting Nutellanya. Kalo dari bahannya, ya seperti buttercream yang menggunakan pure butter. Aku masih belum puas sama American style buttercream begini. Dulu kan aku sempat nyobain frostingnya Billy's Cupcake, yang ternyata manisnya ampun-ampunan. Jadi kali ini, kesempatan buat nyobain bikin lagi dengan komposisi yang pas buat seleraku, of course. Kebetulan kemarin aku sama kak Ika mampir ke toko bahan kue baru di Jambi, namanya -Deligold-, sekalian deh beli Nutella disana. Buat yang nyari toko bahan kue di Jambi, aku tau toko ini dari Ika Trisna, temanku. Langsung jadi favorit, karena tokonya bersih, penjualnya juga ramah. Selain disini, aku juga sering belanja di toko Sumsel, lengkap tapi lebih banyak menjual barang ukuran besar. (btw, aku bukan sales Deligold maupun Sumsel...hihihihi).

Well, tadi aku mulai bikin cupcake ini ditemani si Mas yang baiiiikkkk banget mau beliin telur dan susu ke supermarket, love you mas! *suit-suiiitttt*... cara pembuatannya sedikit berbeda dari biasanya, teorinya begini, campur semua bahan kering dan butter hingga rata, hasilnya tentu adonan kering yang bergerindil, lalu masukkan susu, nah, susu ini lah yang bikin adonan menjadi smooth. Baru masukkan satu butir telur...satu butiiiirrrr???? yep, satu butir! Setelah selesai, aku sempat ragu, koq adonannya terlihat cair. Tapi setelah di panggang, oke-oke aja, terlihat membumbung juga. Tapi kalo untuk rasanya, hummm...biasa saja. Mungkin karena telurnya juga gak banyak, rasanya kurang lembut untuk ukuranku. Mungkin memang sengaja dibikin tidak begitu moist untuk mengimbangi filling Nutella-nya. Walaupun manis cupcakenya pas banget.

Untuk frostingnya, jumlah gulanya aku kurangi, karena aku mau rasa Nutella-nya yang lebih dominan. Kebayang kalo aku memperbanyak Nutella tanpa mengurangi gulanya, pasti hasilnya juga maniiiiiissss banget karena Nutella sendiri sudah cukup manis. Hasilnya, aku suka buttercreamnya, karena creamy, buttery dan jelas terasa Nutellanya. Kesimpulannya, aku suka ide cupcake ini yang ditegahnya di beri Nutella sebagai fillingnya. Cara ini jauh lebih mudah daripada membuat cake coklat hazelnut dengan menggunakan hazelnut beneran. Begitu juga buttercreamnya, lembut dan creamy. Tapi next time, aku akan coba cake coklat resep lain yang lebih lembut dan moist, seperti Black Magic Cake atau Black Beauty Cupcake. Setelah itu, baru deh di beri filling Nutella dan di hias dengan buttercream Nutella seperti Hazelnut and Chocolate cupcakes ini.

Info tambahan : Di milis pernah ada yang nanya buttercream frosting yang gulanya terasa "masir" atau "kres kres", aku juga suka buttercream seperti itu, Nah, untuk membuatnya, selalu gunakan gula "icing sugar" atau "Confectioners sugar"......hasilnya, buttercream yang "kres kres".



HAZELNUT AND CHOCOLATE CUPCAKES
from The Hummingbird Bakery Cookbook

100 gr plain flour
20 gr cocoa powder
140 g caster sugar
1 1/2 baking powder
a pinch of salt
40 gr butter, room temperature
120 ml whole milk
1 egg
120 gr gazelnut and chocolate spread (such as Nutella)
about 36 whole, shelled hazelnuts, to decorate (aku gak punya)

Preheat the oven to 170 C (325 F) Gas 3.

Put the flour, cocoa powder, sugar, baking powder, salt and butter in a freestanding electric mixer with a paddle attachment (or use a handheld electric whisk) and beat on slow speed until you get a sandy consistency and everything is combined.

slowly pour the milk into flour mixture, beating well until all the ingredients are well mixed. Add the egg and beat well (scrape any unmixed ingredients from the side of the bowl with a rubber spatula).

Spoon the mixture into the paper cases until two-thirds full and bake in the preheated oven for about 20 minutes, or until the sponge bounces back when touched. Leave the cupcakes to cool slightly in the tray before turning out onto a wire cooling rack to cool completely.

When the cupcakes are cold, hollow out a small section in the centre of each one and fill with a dollop of hazelnut and chocolate spread.



HAZELNUT AND CHOCOLATE FROSTING

250 gr icing sugar, shifted (aku cuma pake 150 gr)
80 gr unsalted butter, at room temperature
25 ml whole milk
80 gr hazelnut and chocolate spread (such as Nutella)

Beat the icing sugar and butter together in a freestanding electric mixer with a paddle attachment (or use handheld electric whisk) on medium-slow speed until the mixture comes together and is well mixed. Turn the mixer down to a slower speed. Slowly pour in the milk, then when it is all incorporated, turn the mixer up to high speed. Continue beating until frosting is light and fluffy, at least 5 minutes. The longer the frosting is beaten, the fluffier and the lighter it becomes.

Stir in the hazelnut and chocolate spread by hand until evenly mixed into the frosting. When the cupcakes are cold, spoon the frosting on top and finish with about 3 hazelnuts per cupcake.


Thursday, November 17, 2011

Old-fashioned Baked Cheesecake




"This is the classic cheesecake, the one which, judging by its ubiquity, we prize above all others. And, at its best, it is small wonder - soft, creamy and set with raisins, begging for a double espresso alongside."


Tuh, intro dari penulis buku "Georgeous Cake" Annie Bell saat memaparkan cheesecake yang satu ini...bener-bener bikin naksir berat ya. Kalo di lihat dari gambarnya, keliatannya biasa saja. Tapi abis baca keterangannya, jadi pengeeeen banget nyoba bikin cheesecake yang katanya termasuk salah satu cheesecake jadul. Aku sendiri beli bukunya udah lama banget, kayaknya waktu itu belom aktif nge-blog deh (atau malah blom punya blog), soalnya dulu aku pernah bikin cheesecake dari buku yang sama, tapi gak ada postingannya. Artinya ini kali kedua aku coba resep cheesecake juga dari buku yang sama. Honestly, hasilnya gak ada yang mengecewakan.

Memang udah beberapa hari terakhir, aku selalu kebayang cheesecake. Gara-gara nonton sitcom jadul "Golden Girls" favoritku. Di sitcom itu, cheesecake selalu ada di dapur mereka. So, ini kesempatanku buat nyoba bikin cheesecake yang selama ini cuma aku lihat gambarnya doang. Tapi tetap aja gak jadi-jadi, abisnya, aku malas banget kalo mesti bikin breadcrumbs sendiri (roti tawar, buang pinggirnya trus blender). Walaupun simple, tapi tetap aja terasa repot. Karena udah pengen banget, aku beli juga roti tawar, tapi gak jadi aku pake, karena nemu tepung panko di pantry. Dengan sok pede-nya (padahal emang pemalas), aku ganti pake tepung panko aja buat crust nya...hehehehe... Alhamdulillah, tetap jadi juga. Memang cheesecake panggang ini rada beda sama cheesecake biasa yang rata-rata pake crust dari cookies atau kacang-kacangan. Bisa dikatakan, kalo yang ini tanpa crust, karena tepung rotinya pun cuma sedikit dan ditaburkan aja di dasar dan pinggiran loyang.

Kemaren, dengan setengah hati (setengah hatinya lagi mikirin CSI di tv...*heehee*) aku bikin juga cheesecakenya. Lagian, aku juga mesti ngabisin cream cheese sekilo yang di bawain sama mba' Dwi sebelum Idul Fitri lalu. Halaaaah...itu cream cheese mangkal aja di kulkas. Untung deh expire nya masih January tahun depan. Kalo meleset dikiiit aja...ih, bisa dibuang sia-sia. Sayang banget kan, mubadzir euy!

Di resepnya memang menggunakan food processor. Tapi aku bikinnya pake mikser aja. Sempat mau pake mikser kitchenaid gara-gara ngeliat Anna Olson bikin cheesecake di tv paginya (ada apa sih gue sama tv?? hihihi). Batal, karena akhirnya aku pake mikser tangan aja yang gak ribet n' gak berat *boohoo*. Anyway, dari acaranya Anna Olson, ada satu tips yang menurutku keliatan sederhana, tapi memang penting buat bikin cheesecake yang smooth and creamy. Selalu scrap adonan cream cheese yang menempel di sisi wadah berkali-kali "just when you think you've scraped enough, scrap again.." kira-kira begitu deh katanya. Untuk pemanggangannya, memang gak sesimple bahannya. Pertama, setelah di panggang di oven, matikan oven, buka tutup oven sedikit. Biarkan cheesecake didalam oven selama 1 jam, setelah itu keluarkan, diamkan hingga suhu ruang. Baru deh masukin ke kulkas semalaman.

Nah, tadi pagi kak Ika datang sama Abangku bawa nasi gemuk buat sarapan. Kak Ika langsung nanyain cheesecake yang aku bikin kemarin. Yep, kemarin sempat bikin heboh gara-gara ditengah-tengah aku baru nyadar kalo persediaan telor abis. Si Mas dan Abangku Riri harus mampir ke toko beli telur doang. Mereka terpaksa beli 30 pcs karena ternyata toko itu agen telur. Padahal aku cuma butuh 2 butir doang...hahahahaha.... kemaren Kak Ika juga ngingatin jangan bikin banyak-banyak, karena di keluargaku gak banyak yang suka cheesecake, ntar gak abis. Maklum deh, rasa cream cheese yang rada asem dan creamy, gak mudah di terima semua orang. Cuma gimana lagi, tetap aku bikin satu resep, karena aku kan emang mau ngabisin cream cheese di kulkas.

Syukurlah waktu kak Ika datang cheesecake udah aku keluarkan dari kulkas dan tinggal di foto aja. Sebagai pencicip pertama, ternyata kak Ika suka banget sama cheesecakenya. Katanya gak asam dan gak eneg....Horeeeee.... cepat-cepat deh aku ikutan nyicip juga (aiiiih...pagi-pagi sarapan cheesecake!) ternyata aku juga suka!!! Creamy tapi gak eneg, tasty dan rasanya gak bikin boring. Saking sukanya sama cheesecake ini, kak Ika nawarin jari buat model foto tuh...hahahaha... sampe abis 2 potong lho. Memang terasa beda, mungkin karena gulanya, kismisnya atau kayu manisnya, atau karena aku pake non-dairy whipped cream (Riche's), rasanya jadi ringan dan gak bikin bleneg. Kita yang tadinya gak yakin bakalan abis, langsung bikin rencana buat bawa separuh cheesecake ke Jakarta supaya bisa dimakan lagi saat kita berangkat ke sana sore ini...hihihihi...

Buat yang selama ini gak doyan American-style cheesecake, coba deh bikin cheesecake yang satu ini. Siapa tau, jadi ketagihan seperti kak Ika...



OLD-FASHIONED BAKED CHEESECAKE
Annie Bell


Base
25 gr butter, softened
25 gr fresh white breadcrumbs (aku pake tepung panko)
1 tsp golden caster sugar

Filling
700 gr full fat cream cheese
225 gr golden caster sugar
2 medium eggs
350 ml whipping cream
40 gr plain flour, shifted
1 1/2 tsp vanilla extract
75 gr raisins
freshly grated nutmeg (aku ganti dengan kayu manis bubuk)

Preheat the oven to 180C fan/200C/gas mark 6 and grease a 20 cm cake tin 9 cm deep with a removeable base using all butter. Mix the breadcrumbs with sugar and press onto the sides and base of the tin.

To make the filling, blend the cream cheese and sugar in a food precessor. Add the eggs and cream, then fold in the flour and the vanilla extract. With the motor off, stir in the raisins. Carefully spoon the mixture into the tin, evenly distributing the raisins. Liberally dust the surface with freshly grated nutmeg.

Bake in the oven for 45 minutes until puffy around the edges and just set. It should be wobble if you move it from side to side. Turn off the oven, leave the door ajar (or pop it open using a wooden spoon) and leave the cheesecake for 1 hour.

Remove the cheesecake and leave to cool completely. Loosely cover with foil and chill overnight. Bring back up to room temperature for 30 minutes or so before serving.


Saturday, November 12, 2011

Condensed Milk Biscuits

Dulu, waktu aku beres-beres kamar almarhum bang Sadat di rumah Jakarta, aku ketemu majalah keluaran Australia (aku lupa namanya). Didalamnya ada beberapa resep yang mudah untuk dibuat, salah satunya biskuit dari susu kental manis ini. Aku langsung ajak Ibuku buat nyobain resep kuenya, padahal aku masih ogah banget berurusan sama dapur, mau masak kek, bikin kue kek, pokoknya ogah. Kursi roda Ibu, aku dekatkan ke meja makan. Yep, waktu itu aku menemani Ibu mengikuti terapinya di Jakarta. Suka deh kita cari kegiatan buat berdua. Mulai dari shopping, nonton dvd sampe bikin kue. Sambil senyam-senyum Ibu ngasih tau ini-itu buat bikin kue. Sementara aku jadi tukang bikinnya. Aku ingat waktu itu aku juga senang banget karena Ibu sudah bisa senyum dan ngobrol lagi sejak ditinggal bang Sadat. Humm...udah lama memang, tapi rasanya baru kemarin dengar suara Ibu ngasih tau kalo baskomku gak boleh basah...hiks! kangeeeennn! Alfatihah buat Ibuku ya...

Setelah matang, wuiiihhh....kuenya maniiiis banget!! Ibuku cuma aku kasih satu aja (Ibu terkena stroke karena diabetes, jadi gak berani ngasih banyak). Itupun gak habis, kemanisan euy!. Kata Ibuku, memang harus sering nyoba sampai ketemu rasa yang pas. Walaupun kuenya kemanisan, ludes juga dimakan keponakan kecilku yang datang liburan sambil menjenguk Ibu. Resepnya aku salin di buku resepku. Tapi setelah itu, aku gak pernah nyoba bikin lagi. Beda banget sama French macaroon yang pertama kali bikin juga ditemani Ibu, sampe sekarang masih dicoba terus, walaupun hasilnya gagal terus...whoa ha ha..hahahaha...

Anyway, tadi sore aku iseng bikin kue ini lagi. Rasanya aku mulai dilanda baking blues nih. Malaaaasss banget bikin-bikin. Bisa jadi juga karena cuaca mendung terus, bawaannya pengen bobo' aja...hehehehe...*dasar*. Bahan-bahannya senderhana banget, sering ada di dapur koq. Cukup mentega, gula, tepung, susu kental manis dan baking soda. Sukaaaa banget sama resep yang bahannya bisa di beli di warung...hihihihi... Peranan telur di dalam kue ini sudah diganti dengan susu. Kayaknya cookies ini pas buat cemilan anak-anak yang alergi telur. Tapi tentu saja tetap gak pas buat anak-anak yang alergi susu.

Saat dipanggang, kuenya akan mengembang, tapi gak akan melebar seperti bikin choco chips cookies. Bagian atasnya akan keluar retak-retak cantik. Untuk varian, kali ini sebagian adonan aku tambahkan permen coklat yang mini. It works! jadi ada rasa coklat crunchy saat di gigit. Jumlah gulanya pun aku kurangi hingga separuhnya. Rasanya udah pas, gak terlalu manis gila-gilaan, tetap terasa milky dari susunya. Tapi kalo masih ragu sama jumlah gulanya, silahkan dicicipi aja adonannya sebelum menambahkan gula, kan bebas telur mentah...hehehehe...Setelah matang, kue akan terasa lembut banget, biarkan aja di loyangnya selama beberapa menit supaya bisa diangkat dan gak patah, baru setelah itu baru di pindahkan ke rak kawat.

Yang terpenting, saat memanggang, jangan terlalu lama. Jangan tergoda untuk menambah waktu pemanggangan karena memang cookies ini terasa lembut saat keluar dari oven, tapi setelah dingin, akan mengeras sendiri. Kalau bagian bawahnya terlihat kuning keemasan, angkat. Saat di makan, bagian luarnya akan terasa crunchy, tapi bagian dalamnya, lembut dan chewy.

So, met nyobain ya, ini resepnya yang aku terjemahkan ala kadarnya...




CONDENSED MILK BISCUITS

Bahan :
250 gr mentega
1 cup gula kastor (aku cuma pakai 1/2 cup)
3 cup tepung terigu (aku pake terigu protein rendah 3 1/2 cup)
200 ml susu kental manis putih
2 sdt baking powder

Caranya :

  • Campur tepung dengan baking powder, ayak, sisihkan.
  • Mikser mentega dengan gula hingga pucat dan ringan dalam wadah besar.
  • Masukkan susu kental manis, kocok rata.
  • Tambahkan campuran tepung, aduk dengan spatula hingga rata.
  • Bulat-bulatkan adonan (sekitar 1 sdm), letakkan dalam loyang yang telah dialas kertas baking. Beri jarak.
  • Panggang dalam oven suhu sekitar 180 C selama lebih kurang 10 menit atau hingga kuning keemasan. Keluarkan.
  • Biarkan dalam loyang selama 5 menit, lalu pindahkan ke rak kawat hingga dingin. Simpan dalam wadah kedap udara.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Anniversary

Daisypath Anniversary tickers

Ava

Lilypie Kids Birthday tickers

Eijaz

Lilypie Fourth Birthday tickers