Search This Blog

Thursday, November 17, 2011

Old-fashioned Baked Cheesecake




"This is the classic cheesecake, the one which, judging by its ubiquity, we prize above all others. And, at its best, it is small wonder - soft, creamy and set with raisins, begging for a double espresso alongside."


Tuh, intro dari penulis buku "Georgeous Cake" Annie Bell saat memaparkan cheesecake yang satu ini...bener-bener bikin naksir berat ya. Kalo di lihat dari gambarnya, keliatannya biasa saja. Tapi abis baca keterangannya, jadi pengeeeen banget nyoba bikin cheesecake yang katanya termasuk salah satu cheesecake jadul. Aku sendiri beli bukunya udah lama banget, kayaknya waktu itu belom aktif nge-blog deh (atau malah blom punya blog), soalnya dulu aku pernah bikin cheesecake dari buku yang sama, tapi gak ada postingannya. Artinya ini kali kedua aku coba resep cheesecake juga dari buku yang sama. Honestly, hasilnya gak ada yang mengecewakan.

Memang udah beberapa hari terakhir, aku selalu kebayang cheesecake. Gara-gara nonton sitcom jadul "Golden Girls" favoritku. Di sitcom itu, cheesecake selalu ada di dapur mereka. So, ini kesempatanku buat nyoba bikin cheesecake yang selama ini cuma aku lihat gambarnya doang. Tapi tetap aja gak jadi-jadi, abisnya, aku malas banget kalo mesti bikin breadcrumbs sendiri (roti tawar, buang pinggirnya trus blender). Walaupun simple, tapi tetap aja terasa repot. Karena udah pengen banget, aku beli juga roti tawar, tapi gak jadi aku pake, karena nemu tepung panko di pantry. Dengan sok pede-nya (padahal emang pemalas), aku ganti pake tepung panko aja buat crust nya...hehehehe... Alhamdulillah, tetap jadi juga. Memang cheesecake panggang ini rada beda sama cheesecake biasa yang rata-rata pake crust dari cookies atau kacang-kacangan. Bisa dikatakan, kalo yang ini tanpa crust, karena tepung rotinya pun cuma sedikit dan ditaburkan aja di dasar dan pinggiran loyang.

Kemaren, dengan setengah hati (setengah hatinya lagi mikirin CSI di tv...*heehee*) aku bikin juga cheesecakenya. Lagian, aku juga mesti ngabisin cream cheese sekilo yang di bawain sama mba' Dwi sebelum Idul Fitri lalu. Halaaaah...itu cream cheese mangkal aja di kulkas. Untung deh expire nya masih January tahun depan. Kalo meleset dikiiit aja...ih, bisa dibuang sia-sia. Sayang banget kan, mubadzir euy!

Di resepnya memang menggunakan food processor. Tapi aku bikinnya pake mikser aja. Sempat mau pake mikser kitchenaid gara-gara ngeliat Anna Olson bikin cheesecake di tv paginya (ada apa sih gue sama tv?? hihihi). Batal, karena akhirnya aku pake mikser tangan aja yang gak ribet n' gak berat *boohoo*. Anyway, dari acaranya Anna Olson, ada satu tips yang menurutku keliatan sederhana, tapi memang penting buat bikin cheesecake yang smooth and creamy. Selalu scrap adonan cream cheese yang menempel di sisi wadah berkali-kali "just when you think you've scraped enough, scrap again.." kira-kira begitu deh katanya. Untuk pemanggangannya, memang gak sesimple bahannya. Pertama, setelah di panggang di oven, matikan oven, buka tutup oven sedikit. Biarkan cheesecake didalam oven selama 1 jam, setelah itu keluarkan, diamkan hingga suhu ruang. Baru deh masukin ke kulkas semalaman.

Nah, tadi pagi kak Ika datang sama Abangku bawa nasi gemuk buat sarapan. Kak Ika langsung nanyain cheesecake yang aku bikin kemarin. Yep, kemarin sempat bikin heboh gara-gara ditengah-tengah aku baru nyadar kalo persediaan telor abis. Si Mas dan Abangku Riri harus mampir ke toko beli telur doang. Mereka terpaksa beli 30 pcs karena ternyata toko itu agen telur. Padahal aku cuma butuh 2 butir doang...hahahahaha.... kemaren Kak Ika juga ngingatin jangan bikin banyak-banyak, karena di keluargaku gak banyak yang suka cheesecake, ntar gak abis. Maklum deh, rasa cream cheese yang rada asem dan creamy, gak mudah di terima semua orang. Cuma gimana lagi, tetap aku bikin satu resep, karena aku kan emang mau ngabisin cream cheese di kulkas.

Syukurlah waktu kak Ika datang cheesecake udah aku keluarkan dari kulkas dan tinggal di foto aja. Sebagai pencicip pertama, ternyata kak Ika suka banget sama cheesecakenya. Katanya gak asam dan gak eneg....Horeeeee.... cepat-cepat deh aku ikutan nyicip juga (aiiiih...pagi-pagi sarapan cheesecake!) ternyata aku juga suka!!! Creamy tapi gak eneg, tasty dan rasanya gak bikin boring. Saking sukanya sama cheesecake ini, kak Ika nawarin jari buat model foto tuh...hahahaha... sampe abis 2 potong lho. Memang terasa beda, mungkin karena gulanya, kismisnya atau kayu manisnya, atau karena aku pake non-dairy whipped cream (Riche's), rasanya jadi ringan dan gak bikin bleneg. Kita yang tadinya gak yakin bakalan abis, langsung bikin rencana buat bawa separuh cheesecake ke Jakarta supaya bisa dimakan lagi saat kita berangkat ke sana sore ini...hihihihi...

Buat yang selama ini gak doyan American-style cheesecake, coba deh bikin cheesecake yang satu ini. Siapa tau, jadi ketagihan seperti kak Ika...



OLD-FASHIONED BAKED CHEESECAKE
Annie Bell


Base
25 gr butter, softened
25 gr fresh white breadcrumbs (aku pake tepung panko)
1 tsp golden caster sugar

Filling
700 gr full fat cream cheese
225 gr golden caster sugar
2 medium eggs
350 ml whipping cream
40 gr plain flour, shifted
1 1/2 tsp vanilla extract
75 gr raisins
freshly grated nutmeg (aku ganti dengan kayu manis bubuk)

Preheat the oven to 180C fan/200C/gas mark 6 and grease a 20 cm cake tin 9 cm deep with a removeable base using all butter. Mix the breadcrumbs with sugar and press onto the sides and base of the tin.

To make the filling, blend the cream cheese and sugar in a food precessor. Add the eggs and cream, then fold in the flour and the vanilla extract. With the motor off, stir in the raisins. Carefully spoon the mixture into the tin, evenly distributing the raisins. Liberally dust the surface with freshly grated nutmeg.

Bake in the oven for 45 minutes until puffy around the edges and just set. It should be wobble if you move it from side to side. Turn off the oven, leave the door ajar (or pop it open using a wooden spoon) and leave the cheesecake for 1 hour.

Remove the cheesecake and leave to cool completely. Loosely cover with foil and chill overnight. Bring back up to room temperature for 30 minutes or so before serving.


Saturday, November 12, 2011

Condensed Milk Biscuits

Dulu, waktu aku beres-beres kamar almarhum bang Sadat di rumah Jakarta, aku ketemu majalah keluaran Australia (aku lupa namanya). Didalamnya ada beberapa resep yang mudah untuk dibuat, salah satunya biskuit dari susu kental manis ini. Aku langsung ajak Ibuku buat nyobain resep kuenya, padahal aku masih ogah banget berurusan sama dapur, mau masak kek, bikin kue kek, pokoknya ogah. Kursi roda Ibu, aku dekatkan ke meja makan. Yep, waktu itu aku menemani Ibu mengikuti terapinya di Jakarta. Suka deh kita cari kegiatan buat berdua. Mulai dari shopping, nonton dvd sampe bikin kue. Sambil senyam-senyum Ibu ngasih tau ini-itu buat bikin kue. Sementara aku jadi tukang bikinnya. Aku ingat waktu itu aku juga senang banget karena Ibu sudah bisa senyum dan ngobrol lagi sejak ditinggal bang Sadat. Humm...udah lama memang, tapi rasanya baru kemarin dengar suara Ibu ngasih tau kalo baskomku gak boleh basah...hiks! kangeeeennn! Alfatihah buat Ibuku ya...

Setelah matang, wuiiihhh....kuenya maniiiis banget!! Ibuku cuma aku kasih satu aja (Ibu terkena stroke karena diabetes, jadi gak berani ngasih banyak). Itupun gak habis, kemanisan euy!. Kata Ibuku, memang harus sering nyoba sampai ketemu rasa yang pas. Walaupun kuenya kemanisan, ludes juga dimakan keponakan kecilku yang datang liburan sambil menjenguk Ibu. Resepnya aku salin di buku resepku. Tapi setelah itu, aku gak pernah nyoba bikin lagi. Beda banget sama French macaroon yang pertama kali bikin juga ditemani Ibu, sampe sekarang masih dicoba terus, walaupun hasilnya gagal terus...whoa ha ha..hahahaha...

Anyway, tadi sore aku iseng bikin kue ini lagi. Rasanya aku mulai dilanda baking blues nih. Malaaaasss banget bikin-bikin. Bisa jadi juga karena cuaca mendung terus, bawaannya pengen bobo' aja...hehehehe...*dasar*. Bahan-bahannya senderhana banget, sering ada di dapur koq. Cukup mentega, gula, tepung, susu kental manis dan baking soda. Sukaaaa banget sama resep yang bahannya bisa di beli di warung...hihihihi... Peranan telur di dalam kue ini sudah diganti dengan susu. Kayaknya cookies ini pas buat cemilan anak-anak yang alergi telur. Tapi tentu saja tetap gak pas buat anak-anak yang alergi susu.

Saat dipanggang, kuenya akan mengembang, tapi gak akan melebar seperti bikin choco chips cookies. Bagian atasnya akan keluar retak-retak cantik. Untuk varian, kali ini sebagian adonan aku tambahkan permen coklat yang mini. It works! jadi ada rasa coklat crunchy saat di gigit. Jumlah gulanya pun aku kurangi hingga separuhnya. Rasanya udah pas, gak terlalu manis gila-gilaan, tetap terasa milky dari susunya. Tapi kalo masih ragu sama jumlah gulanya, silahkan dicicipi aja adonannya sebelum menambahkan gula, kan bebas telur mentah...hehehehe...Setelah matang, kue akan terasa lembut banget, biarkan aja di loyangnya selama beberapa menit supaya bisa diangkat dan gak patah, baru setelah itu baru di pindahkan ke rak kawat.

Yang terpenting, saat memanggang, jangan terlalu lama. Jangan tergoda untuk menambah waktu pemanggangan karena memang cookies ini terasa lembut saat keluar dari oven, tapi setelah dingin, akan mengeras sendiri. Kalau bagian bawahnya terlihat kuning keemasan, angkat. Saat di makan, bagian luarnya akan terasa crunchy, tapi bagian dalamnya, lembut dan chewy.

So, met nyobain ya, ini resepnya yang aku terjemahkan ala kadarnya...




CONDENSED MILK BISCUITS

Bahan :
250 gr mentega
1 cup gula kastor (aku cuma pakai 1/2 cup)
3 cup tepung terigu (aku pake terigu protein rendah 3 1/2 cup)
200 ml susu kental manis putih
2 sdt baking powder

Caranya :

  • Campur tepung dengan baking powder, ayak, sisihkan.
  • Mikser mentega dengan gula hingga pucat dan ringan dalam wadah besar.
  • Masukkan susu kental manis, kocok rata.
  • Tambahkan campuran tepung, aduk dengan spatula hingga rata.
  • Bulat-bulatkan adonan (sekitar 1 sdm), letakkan dalam loyang yang telah dialas kertas baking. Beri jarak.
  • Panggang dalam oven suhu sekitar 180 C selama lebih kurang 10 menit atau hingga kuning keemasan. Keluarkan.
  • Biarkan dalam loyang selama 5 menit, lalu pindahkan ke rak kawat hingga dingin. Simpan dalam wadah kedap udara.

Wednesday, November 2, 2011

Masuba


Masih ingat gak sama temanku Ika Trisna?? well, kalo lupa atau blom sempat kenal si Ika yang satu ini, boleh lihat resep lapis legitnya di sini. Waktu bikin lapis legit itu, aku udah nodong si Ika minta diajarin bikin salah satu kue lapis tradisional Jambi, kue masuba. Sayangnya waktu itu udah mepet, jadi gak sempat lanjut ke masuba. Akhirnya, hari Sabtu lalu, kita bisa ngumpul buat bikin kue bareng lagi *cihuuuy!*, tapi kali ini pesertanya nambah, ada Nur dan Della keduanya teman dekatku dari SMA juga. Setelah semua ngumpul, apes banget, PLN matiin lampu *of course!!*, sedangkan aku kan pake oven listrik. Terpaksa deh bikin kue yang mestinya siang, jadi nya sore banget baru mulai. Syukurlah emang pada dasarnya kita suka ngumpul sambil ngobrol kesana kemari, gak bosen juga. Apalagi, setelah itu kita iseng nyobain tempat totok wajah di dekat rumah. Asyiiiikkkk..... abis di totok kepala rasanya ringan banget. Kebetulan yang punya totok wajah ini mba' Wari, kakaknya si Dian, teman SMA juga (kalo aku malah dari SMP) yang jago nyanyi itu.

By the way, sebelum ngomong soal bikin kue-nya, aku yakin pasti ada yang bertanya-tanya, koq mirip kue Palembang ya??? well, emang iya, di Palembang pasti ada. Banyak banget masakan maupun makanan di Jambi yang sama dengan di Palembang. Selain dekat, mungkin karena dulunya sama-sama Sumatera Bagian Selatan, jadi gak beda jauh. Di Jambi sendiri, namanya lain-lain, walaupun kedengarannya sama, ada yang bilang Maksuba, Masubah dan di keluargaku namanya Masuba. Kalo di Jambi, kue jenis ini selain untuk sajian hari-hari besar, juga buat hantaran pengantin bersama kue lain yang sama manisnya. Kue yang pake telur banyak dan jumlah gula yang ampun-ampunan juga banyaknya. Misalnya kue Putri Kandis, kue Senting, kue 8 jam dan Engkak Ketan....humm...jadi pengen koleksi semua resepnya!

Karena manis, potongan kuenya gak tebal dan gak besar. Kata sodaraku, memang fungsinya untuk manis-manis aja. Makannya dikit, gak banyak-banyak. Jadi jangan coba-coba di potong seperti cake, bisa keblenger yang makannya, kasian...hahahaha...

So, kembali ke cerita aku dan temanku tadi, abis totok wajah kita balik lagi kerumahku. Trus aku ada ide pinjam oven tangkringnya kak Ika supaya tetap bisa dibikin. Jadi deh, kita bikin masuba bareng, walaupun udah sore. Kalo ngeliat si Ika mencampur bahan, kelihatannya bikin kue ini gak susah-susah amat. Semua cukup di aduk pake whisk aja sampe gula larut (gak perlu mengembang). Manggangnya juga gak lama, lapisannya lumayan cepat matang, apalagi gak lama setelah kita ngelapis 3 lapisan, lampu hidup, langsung deh pindah ke oven listrik pake api atas. Ini jauh lebih cepat daripada oven tangkring. Kacian deh, teman-temanku yang pulang udah hampir jam 8.30 malam...mana kuenya gak bisa dibawa karena belum dingin...hihihihihi...

Anyway, kue masuba ini memang sejenis kue lapis, tapi jangan disamakan dengan lapis legit. Masuba teksturnya lebih lembut banget dan egg-y karena gak pake tepung atau pake tepung dengan jumlah yang sedikit sekali. Yep, ada banyak resep masuba yang sering digunakan. Ada yang pake mentega cair, ada yang pake tepung, ada juga yang cuma suka masuba pake telor bebek. Tapi diantara semua resep itu, pasti ada kesamaan, telur dan gulanya banyak!. Kalo resep Ika ini, gak pake tepung sama sekali dan menteganya gak perlu di cairin. Karena (nyaris) gak ada tepung, lapisan masuba gak bisa lurus rapi banget seperti kue lapis biasa ataupun lapis legit. Saat dipanggang, adonan akan membentuk gelembung, biarkan saja sampai ada bercak kecoklatan, lalu keluarkan. Gelembungnya tinggal ditusuk-tusuk dengan tusuk gigi atau garpu, tekan dengan alat perata kue lapis (waktu kita bikin, pake gelas aja...hahaha...), baru deh tuang adonan lapisan berikutnya. Lakukan hal yang sama sampe adonan abis. Beres.

Rasa masubah Ika ini udah pas menurutku, apalagi jumlah gulanya dikurangi jauh lebih sedikit dari ukuran sebenarnya (aslinya hampir satu kilo lho!). Bau telurnya udah gak terlalu kentara karena waktu bikin gak nemu vanilli, jadi pake vanilla extract *haha*. Karena aku suka (dan terbiasa) sama kue manis-berlemak begini, menurutku masuba ini enak. Tapi buat si Mas, dia cuma sanggup makan secukupnya aja alias dikiiiiit banget....hehehehe....


MASUBA
Ika Trisna


Bahan :

20 btr telur
200 gr margarin
500 gr gula pasir (aslinya 1 kg, sesuaikan aja dengan manis yg diinginkan)
1 kaleng susu kental manis
1/2 sdt vanilli ---> kita pake 1 sdt vanilla extract

Caranya :

  • Siapkan loyang ukuran 22 x 22 cm, olesi bagian bawahnya saja dengan mentega, lapisi kertas baking, olesi lagi dengan mentega. Sisihkan.
  • Whisk telur dan gula dalam wadah cukup hingga tercampur dan gula larut. Saring. Masukkan vanilli, susu kental manis, whisk hingga rata, masukkan mentega, aduk hingga mentega berbutir. Mentega gak akan larut, but dont worry, mamang begitu koq.
  • Tuang sekitar 1 cup adonan ke loyang, ratakan. Masukkan ke dalam oven yang telah di panaskan.
  • Apabila permukaannya ada kecoklatan, keluarkan, tusuk gelembungnya dengan tusuk gigi atau garpu. Lalu ratakan dengan alat untuk meratakan adonan lapis legit yang telah diolesi mentega. Tuang lagi adonannya. Lakukan terus hingga adonan habis.

Tuesday, October 25, 2011

Ayam Lemon

Sebelum telat, mesti buru-buru setor laporan buat ikutan Chinese Food Week-nya milis NCC tercinta nih. Apalagi udah bertebaran resep-resep Chinese food setoran teman-teman, waaah, tambah semangat mesti nyobain masak juga. Apaaaa??? Masaaaak??? hahahaha...yep! kali ini aku pilih masakan, walaupun aku malas banget kalo disuruh masak. Abisnya, nyiapin bahan aja udah ribet gitu, blom lagi aku suka bingung nentuin asin manis-nya. Tapi kalo masakan Chinese kan beda, bikinnya lumayan praktis, tapi rasanya enak-enak lho. Ini salah satu jenis makanan favoritku, apalagi restoran Cina emang ada hampir di seluruh dunia (masih kebayang, aku cuma bengong aja ngeliat Chinese resto di Lahore yang dibanjiri pembeli..hihihihi). Dulu jaman kuliahan, dikulkas udah tertempel menu dari resto Cina langganan. Selain delivery-nya cepat, harganya-pun murah. Kalo untuk rasa, jangan di tanya deh, udah pasti uenak apalagi kalo ayam schezuan-nya pake nasi hangat....hajaaaarrr...

Nah, buat Chinese Food Week, aku pilih Ayam Lemon. Kebetulan semua bahannya ada di rumah. Biasaaa....punya stok lemon banyak buat diminum pake air putih setiap pagi...*mestinya*... Resepnya aku ambil dari buku Masakan Cina Populer-nya Yasaboga. Aku dapat bukunya waktu beres-beres barang-barang peninggalan Almarhum abang Sadatku dulu. Dia emang suka banget masak sendiri selama di rantau, kalo pulang ke Indonesia, ya suka beli-beli buku masakan gitu. Bukunya aku simpan karena dikasih nama sama bang Sadat. Senang deh, akhirnya datang juga kesempatan buat nyobain resep-resepnya. Apalagi rata-rata resepnya mudah buat dibikin. Alfatihah buat abangku ya...*hug*

Pagi tadi, mulai deh aku potong-potong ayam. Tinggal campur bahan-bahannya, udah siap buat di goreng. Dalam campurannya, aku tambahkan bawang putih bubuk, selain untuk memperkaya rasa, kebetulan juga aku punya, biar abis maksudnya...hehehe... setelah itu langsung goreng. Alhamdulillah kali ini urusan goreng menggorengnya gak pake lari tunggang langgang, semua berjalan lancar...hahaha... Bikin sausnya juga cepat. Di resep memang tertulis menggunakan 3 buah lemon, tapi aku kebayang pasti asem banget soale lemon yang aku punya gede-gede, so aku pake 2 butir aja. Jumlah gulanya pun aku tambah untuk mengimbangi kecutnya lemon. O ya, gak sia-sia deh aku dibikinin si Mas kebun mini di samping rumah. Aku nanam kunyit, jahe, basil, kencur, kemangi...pokoknya macam-macamlah. Semua ditanam di dalam pot. Jadi tadi, pas butuh jahe, aku tinggal ambil. Suka ih!..hihihihihi...

Setelah selesai, aku cicipi ayamnya dulu...humm..enak deh, so tasty! trus aku celupin ke sausnya, pertama terasa asamnya lemon, lalu terasa manis dan segarnya... I like it!!! Kayaknya, pada dasarnya ini seperti saus asam manis, tapi karena asamnya diganti lemon, jadinya lebih segar. Untuk ayamnya, selain saus lemon kayaknya juga bisa dikasih saus macam-macam buat nambah varian lauk. Pokonya, resep ini bakalan jadi andalan aku deh kalo kepepet mesti masak.

Ini resepnya yaaa....


AYAM LEMON
Yasaboga

Bahan :

2 bh dada ayam
1 sdm kecap ikan ---> aku pake kecap asin biasa
1/4 sdt merica bubuk
1 btr putih telur, kocok
2 sdm tepung maizena
---> aku tambah 1/4 sdt bawang putih bubuk

Campur semua bahan diatas.

Saus :

3 bh jeruk lemon, ambil airnya-->aku hanya pake 2, karena lemonnya besar
1 sdt jahe muda parut
1 sdm jahe iris bentuk korek api
250 cc kaldu ayam
2 sdm gula pasir ---> aku 4 sdm
1 sdm daun bawang iris halus
1 sdm tepung maizena dicairkan dengan sedikit air

Caranya :

  • Goreng irisan daging ayam satu persatu hingga kecoklatan, tiriskan.
  • Campurkan air jeruk lemon, jahe parut, irisan jahe dan kaldu, didihkan. Masukkan gula dan ketalkan dengan tepung maizena, masukkan gorengan ayam dan daun bawang. Angkat dari api. Sajikan.
PS : Saranku, untuk mendapatkan keasaman yang pas, sebaiknya air lemon dimasukkan sedikit-sedikit sambil dicicipi. Sebelum maizena di masukkan, saus masih bisa di utak atik, bisa di tambah air lemon atau pun gula sesuai selera. Setelah terasa pas, baru masukkan maizena yg telah di larutkan dengan air.






Sunday, October 23, 2011

Lime Soda Cake


Resep yang satu ini, tepat banget deh buat "pemanasan" aku yang udah lumayan lama gak baking. Padahal banyak banget resep yang mau aku cobain. Tapi emang gak sempat juga, ya terpaksa dilupakan dulu. Aku sama si Mas nemanin Papa konvensi di Melaka, trus aku sendiri lanjut ke Makassar. Duuuh...betah deh di Makassar, walaupun panas sekali, tapi semuanya baru n' exciting! sayang, karena jadwalnya penuh jadi gak bisa mampir ke Tanah Toraja, padahal kabarnya cantiiik banget....whoaaa...hiks...hiks... Harus cukup puas nyicipin makanannya yang lezat (masih kebayang konro bakar dan otak-otaknya yang bikin nagih...hiks!) dan belanja sutra yang cantik-cantik bikin kalap..aahhh..senaaang banget. Next time aku mesti bikin list tempat liburan di Indonesia yang mesti di kunjungi. Jujur deh, aku jadi lebih suka liburan di Indonesia. Selalu ada yang baru, alami dan benar-benar asyik buat ditelusuri. Daripada liburan ke negara tetangga yang asli ngebosenin (itu-itu aja), liburan di Indonesia jauh lebih menarik.... (next trip : Bangka Belitung, Bunaken, Lombok, Pulau Komodo, Dieng...etc...etc...*mupeng*).

So, as I said before, cake yang satu ini pas buat pemanasan bagi yg udah lama gak baking, karena emang pembuatannya cenderung mudah. Kayaknya cake ini anti gagal deh. Pada dasarnya, semua bahan tinggal di campur sesuai urutannya aja. Asik banget karena pantry jadi gak penuh sama baskom kotor...hahaha...Suka banget ngeliat adonan yang semula terasa berat, jadi ringan banget setelah di tuang minuman bersoda-nya. Bikin kue dengan minuman bersoda sepertinya udah biasa ya kalo di Amerika, apalagi di bagian selatannya. Gak cuma kue, buat masakan juga sering di gunakan. Humm....jangan di tanya ini sehat atau gak, karena aku juga gak tau tuh. Lha, minuman bersoda sendiri disarankan untuk gak di konsumsi terlalu sering. Selain berkalori tinggi juga kandungan gulanya gak tanggung-tanggung. Jadi menurutku, asalkan sesekali dan dalam jumlah yang wajar, mungkin oke aja kali yaaa....

Eh, kali ini aku bakingnya nyobain salah satu loyang Nordicware yang aku titip beli sama Bibi Rina dan Paman Chris. Udah lama mau nyobain gak jadi-jadi, kali ini yang pertama di cobain loyang "Aloha"-nya. Puas sama loyangnya, selain beratnya terasa mantap, panasnya juga merata banget. Karena tebal, loyang seperti ini bisa dipakai puluhan tahun. Suka deh beli sesuatu yang bisa di pake anak cucuku nanti (kalo mereka suka baking juga...hehehehe), kayak aku lompat-lompat kesenangan waktu si Mas ketemu koleksi loyang kuningan Ibu-ku dulu...hihihihihi.... Anyway, hasilnya lumayanlah. Walaupun sepertinya belum sempurna, keliatan dibagian atas bunganya masih berlubang, mungkin karena adonannya belum turun sempurna ke dasar loyang sebelum di panggang. Mungkin juga karena loyang ini buat bundt cake yang cenderung padat seperti butter cake, jadi kalo di pake buat adonan cake yang ringan, hasilnya kurang mulus. Gak sabar pengen nyoba bikin cake lain dengan loyang yang ini. Mesti ngotot nih, abisnya pesan loyang 6 biji, yang bisa masuk oven mungilku ya cuma satu ini...hahahahah...cuciaaaannn deh gue...*nyolek si Mas nanyain kabar oven impian*

Nama asli cake ini adalah 7-up cake, tapi karena aku gak pake merk itu, jadi aku ganti jadi Lime Soda Cake, karena pake minuman bersoda yang sama tapi beda merk...hehehehe...Nah, gimana rasa cakenya??? enak!! rasanya seperti makan buttercake yang moist banget. Hanya sedikit kemanisan aja. Aku sendiri sempat kaget sama jumlah gula yang banyak banget, apalagi ditambah soda yang udah manis. Jadi tadi jumlah gulanya kemarin aku kurangi menjadi 2 cup aja, itupun masih terasa manis. Lain kali aku pake gulanya 1,5 cup aja supaya gak membuat orang yang makan cake ini menderita diabet dengan sukarela...hehehe.. Aku juga menambahkan air jeruk dari 1 bh jeruk lemon dan serutan kulit lemon plus essence lemon. Jadi saat dimakan, aroma lemonnya terasa sayup-sayup gitu. Sepertinya kalo di ganti air jeruk nipis plus kulit jeruk nipis, cake-nya bisa lebih seger lagi.

Ini resepnya yaaa....


SEVEN-UP CAKE
Allrecipes


Bahan :
1 1/2 cup mentega
3 cup gula pasir--->aku pake 2 cup
5 btr telur
3 cup tepung terigu serba guna
2 sdt lemon extract (kalo aku pake air jeruk dari 1 bh lemon dan 1 sdt lemon essence)
3/4 cup minuman bersoda rasa jeruk nipis


Caranya :

  • Kocok rata mentega dan gula selama 20 menit. Tambahkan telur satu per satu. Tambahkan tepung, lemon extract dan aduk minuman bersoda.
  • Tuang ke dalam loyang yang telah diolesi mentega.
  • Panggang dalam oven suhu 325 F (165 C) selama 60 hingga 75 menit.


Monday, October 3, 2011

Lapis Legit a la Ika Trisna


Gile bener, badanku rasanya pegeeel banget, kayak abis lari berkilo-kilo meter. Padahal aku cuma duduk di mobil doang. Hari Sabtu lalu, aku dan beberapa teman dari organisasi ku pergi ke Bangko (Kabupaten Merangin) rame-rame untuk menghadiri suatu acara. Waaah...seru deh, ngobrol sambil cekikikan di mobil selama 5 jam perjalanan, terasa singkat. Semalam baru balik lagi kerumah, dan baru terasa capeknya sampe sekarang. Sayang banget waktu di Bangko gak sempat beli gelamai-nya yang ueanaak banget. Gelamai itu sejenis dodol lembut (gak padat), dikemas dalam wadah anyaman hingga tertutup rata. Rasa manisnya pas dan lembut banget...Huuuh...nyesel nyesel nyesel deh...

Well, sebelum berangkat ke Bangko, paginya aku, dan teman SMA-ku dulu, Gusreni (dengan keponakan mungilnya yang cantiiik banget) dan Ika Trisna datang kerumah. Rencananya kita mau belajar bareng bikin lapis legit sama Ika. As you know, aku kayaknya banyak di kelilingi sama yang namanya Ika deh. Iparku Ika, teman kuliahku Ika dan ini teman SMA ku juga Ika...hihihihi... Supaya gak bingung, Ika yang dari SMA aku panggil Ika Trisna aja ya. Nah, Ika Trisna ini hebat lho, selain kerja kantoran, dia juga terima orderan aneka kue lapis, termasuk lapis khas Jambi, seperti Maksuba dan Engkak Ketan. Udah berkali-kali janjian mau bikin lapis bareng tapi tertunda terus. Baru terwujud Sabtu lalu, itu pun rencana bikin Maksuba-nya tertunda karena aku harus berangkat ke Bangko...hiiiiiks!!!

Semula si Ika udah ngasih tugas supaya aku ngocok margarin dan butter malam sebelum dibuat. Tujuannya agar aromanya menyatu dan rada berminyak. Konon katanya, ini bakalan bikin kuenya super-moist n' wangi. Tapi, aku penasaran sama cara Ika bikin lapis legit, sepertinya rada beda sama caraku. Jadi, margarin dan mentega di kocok sama Ika pagi itu aja. Salut deh ngeliat Ika dengan telatennya mengocok dan mencampur bahan. Kocokannya benar-benar sampe putiiiih...dan lamaaa.... Karena aku paling malas misahin putih dan kuning telur, sama Ika aku diajarin cara yang lebih praktis yaitu semua telur di pecahkan seperti biasa (berlahan-lahan of course, supaya kuningnya gak pecah) di dalam baskom besar. Setelah itu, baru deh kuningnya di angkat dengan tangan satu per satu, jadinya lebih cepat lho. Ika juga ngasih tau kalo loyang lapis legit, gak perlu di oles mentega semuanya dan gak perlu ditaburi tepung sama sekali supaya hasilnya bisa rata. Cukup olesi bagian bawahnya dengan margarin, lapisi kertas lalu olesi lagi dengan margarin, sisi-sisi loyang di biarkan polos tanpa olesan. Ika pun ngeliatin ke aku di saat lapis legit mulai dingin di loyang, pinggirnya melepas sendiri dari loyangnya. I love this tips!!!!

Untuk bumbu spekoeknya, si Ika bawa sendiri. Dia beli dari langganannya yang emang giling bumbu sendiri. Aromanya emang wangiii banget karena according to Ika, bumbu spekoeknya lebih dominan aroma kayu manisnya. Senang deh kita bertiga bikin kue lapis sambil cerita-cerita, terutama masa sekolah dulu. Memang, aku SMA di Jambi cuma setahun sebelum cabut ke Amrik, tapi terkesan sekali karena kelas kita dulu (SMA 5, kelas 1.4) muridnya kompak banget!! seperti punya best friend sekelas...hahahaha... makanya sampe sekarang, kalo di Jambi, aku pasti ngumpul-ngumpul sama teman-teman SMA-ku dulu. Karena bertiga ngerjain kuenya, gak kerasa aja udah selesai. Cihuuuy!!!!....

Karena aku udah gak sabar dan emang harus siap-siap berangkat ke Bangko, kue lapisnya aku potong saat kuenya belum dingin sempurna. Jadinya gak rapi deh saat di foto. Tapi waktu di cicipi...YUMMMEEE!!!!! lapisnya lembuuut dan gak terlalu manis. Lembutnya sama dengan lapis legit Bibi Jun-ku, tapi yang ini terasa lebih ringan. Termasuk resep lapis legit yang sesuai dengan harapanku niiih....horeeeee!!!! Langsung deh beberapa potong aku bawa untuk bekal di jalan. Potongan yang besar aku tinggalkan di ruang makan. Tadi malam, tinggal potongan kecil banget di atas meja. Garis-garisnya terlihat lebih cantik dari pada waktu panas-panas di potong (ya iyalaaah...). Potongan nya langsung aku makan...hummm...tetap moist!!!. Waktu aku tanya si Mas, siapa yang ngabisin lapis legit, katanya di makan abang-abangku waktu mereka ngobrol di ruang makan. Yipeeeee.....berarti mereka juga suka!!!!

Thank you Ika udah ngasih resep plus ngajarin bikin lapis legit *hug hug* n' jangan lupa, gak sabar nih nunggu belajar bikin Maksuba dan Engkak ketannya....hihihihihi....



LAPIS LEGIT ala Ika Trisna
By. Ika Trisna

Bahan :

30 btr kuning telur
325 gr gula halus (untuk manis sedang)
400 gr margarine blue band
200 gr mentega wisjman
150 gr tepung terigu (aku pake protein rendah)
1 sdm bumbu spekoek
1/4 kaleng susu kental manis

Caranya :

  • Dalam wadah besar, kocok margarin, mentega dan susu kental manis hingga benar-benar kembang, pucat dan terasa ringan. (Sebaiknya dibuat sehari sebelum di gunakan).
  • Dalam wadah, kocok kuning telur dan gula hingga kembang dan pucat, sisihkan.
  • Campur tepung dan bumbu spekoek, aduk rata, sisihkan.
  • Dengan sendok kayu, campur berlahan adonan kuning telur dengan kocokan mentega, campur hingga rata.
  • Masukkan campuran tepung dan spekoek, aduk lagi hingga benar-benar rata.
  • Adonan siap untuk di lapis.
PS :
  • Dipanggang menggunakan api atas dari pertama, suhu 150 C
  • Bila ingin terasa buttery atau milky, ganti margarin dengan wisjman juga.

Tuesday, September 27, 2011

Pengumuman Pemenang Giveaway 2

Pengumuman....pengumuman....*ketok ketok mic*

Senang banget deh, ternyata lumayan banyak juga teman-teman yang mau ikutan ngeramein event giveaway ke-2 blog ku ini...thank you so much for your support guys...*kiss kiss*. Total yang sharing tentang ada acara adat yang mereka sukai di comment box postingan Jum'at lalu ada 26 orang. Maaf banget, buat teman-teman yang kirim ke email, udah aku balas ya supaya di tulis di comment box, bagi yang tidak, terpaksa gak di ikutkan karena susah menentukan nomer undiannya dan rasanya gak fair sama yang lain yang udah ikutan aturan mainnya.

Dibawah ini nama para peserta undiannya *cieee* dan nomer undiannya sesuai dengan nomer urut keluarnya comment....

1. Elly Zein
2. Krisna
3. Annie Salma
4. Lita
5. Melissa
6. Irma
7. Shila
8. Wanti
9. Yumi
10. Anies
11. Manggi
12. Ika
13. Yunita Manurung
14. Diyan
15. Novie Sri Wardhani
16. Ita
17. Diyah Purnamasari
18. Carolina Maya Maharani
19. Shinta Citra
20. Ine Tresnasari
21. Erdi
22. Vensy
23. Sari
24. Wundari Dini P
25. Dwi Rahayu
26. Rieska Hidayat

Naaah....Inilah pemenangnya....*jreng..jreeeng*.. Congrats ya!

5. Melissa


9. Yumi


7. Shila


2. Krisna


19. Shinta Citra


20. Ine Tresnasari


11. Manggi


16. Ita


26. Rieska Hidayat


12. Ika

Selamat buat yang menang, silahkan kirim alamat pengirimannya ke emailku :
cameliahome@gmail.com

Bagi yang belum menang, dont worry, akan ada lagi giveaways yang lain, apalagi si Mas juga udah ngasih ide supaya di lakukan rutin...so, better luck next time ya...

*big big hug @ all*
Camelia

Thursday, September 22, 2011

Jejeringan


Sudah beberapa hari terakhir ini, kota Jambi bersolek dengan cantiknya untuk menyambut kedatangan rombongan Presiden Republik Indonesia. Gak tanggung-tanggung, kali ini Pak Presiden akan berkantor di Jambi selama tiga hari...horeeeee.... *proud to be the citizen of Jambi* Nah, salah satu agendanya, tadi malam, Presiden Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dianugrahi gelar kehormatan adat Melayu Jambi "Sri Paduko Maharajo Notonegoro" dan Ibu Ani Yudhoyono mendapatkan gelar "Karang Setio". Seru deh, aku, si Mas, Abang-Abangku, Ipar dan para Sepupu, rame-rame ke gedung lembaga adat buat menghadiri acara penganugrahan tersebut. Senang banget ngeliat yang datang semuanya berpakaian adat Jambi, plus diiringi suara kompangan, rasanya seperti menghadiri acara di masa kejayaan kerajaan Melayu Jambi di masa lampau. Pokoknya meriah deh!

Anyway, yang paling hepi tentu Papa-ku, sekarang bisa bernafas lega karena acaranya berjalan lancar. Waktu aku nemanin beliau sarapan, senang deh dengar Papa cerita detail acaranya dengan wajah berseri-seri...hihihihi... aku dan si Mas pun ikutan hepi, karena selama beberapa Minggu terakhir ini, aku dan si Mas kebagian sibuk juga, mulai dari jadi tukang nyiapin teh tarik kalo Papa rapat di rumah sampe tengah malam, jadi supir kalo Papa menghadiri rapat mendadak, sampe jadi tukang buka tutup pagar rumah karena kalo pulang rapat, gak jelas jam berapa. Nah, setelah sarapan tadi, aku jadi pengen bikin makanan khas Jambi kesukaan Papa buat makanan sore-nya hari ini, namanya Jejeringan.

Abis acara, mejeng dulu di tangga...hihihihi....

Penganan ini lumayan populer di kampung Papa di Matagual. Nama "Jejeringan" sendiri cukup lucu. Jejeringan (e-nya di baca seperti kata "kelapa"), berasal dari kata "Jering" yang bahasa Jambi artinya jengkol. Jadi kata Je-jering-an maksudnya jengkol-jengkolan...hehehehe... padahal tidak mengandung, berasa maupun mirip jengkol sama sekali lho *whueeek!*. Mungkin di sebut begitu karena bentuknya yang kecil-kecil. Kalo di rumahku, jejeringan ini paling sering muncul di bulan puasa, seperti kolak yang menemani saat berbuka, tapi kadang juga ada di hari biasa buat nemanin minum sore.

Waktu aku kecil dulu, di rumah kami banyak saudara dan keponakan Papa dan Ibuku yang tinggal di rumah. Bibi-Bibiku itu kalo sore suka ngumpul buat nyipin makanan sore, dan aku kecil paling suka kalo mereka bikin jejeringan ini. Suka deh ngeliat mereka membulat-bulatkan adonan, menekan tengahnya, lalu di susun diatas nampan bulat yang besar. Nampan yang semula kosong, jadi penuh sama jejeringan yang baru di bentuk. Biasanya aku suka ngerecokin para Bibi-ku dengan ikut-ikutan ngebuletin, tapi gede-gede banget, jadi malah menambah kerjaan mereka aja mesti ngebulatin ulang...hahahaha...

Pada dasarnya, makanan ini sederhana banget. Hanya adonan tepung beras, yang dimakan dengan kuah kolak (santan + gula merah). Pembuatannya juga mudah, tinggal gunakan aja resep membuat kuah kolak andalan, jadi deh. Yang gak mudah, ya ngebentuknya satu persatu. Lumayan menghabiskan waktu. Tadi aku bikin di ruang makan dengan pintu terbuka dan angin semilir...duuuh...hampir aja aku ketiduran di meja saking bosennya *heehee*, padahal aku bikinnya dikit lho. Jadi ngerti deh kenapa dulu para Bibi di rumah selalu bikinnya rame-rame. Lha, adonan yang mesti dibuletin ada sebaskom coy!....hihihihi...

Aku sendiri ngerasa makin sering bikin, makin cepat membuatnya. Aku ikut cara salah satu Bibiku (lupa Bibi yang mana) membentuk adonan setiap kali membuat jejeringan. Caranya, adonan di bentuk memanjang, lalu dipotong dengan tangan dengan jarak yang sama, baru deh dibulat-bulatkan. Dengan cara ini, ukurannya jadi lumayan sama dan memang lebih cepat. O ya, lupakan saja kalo kepengen bentuknya yang benar-benar sama, karena emang gak bakalan..hihihihi... setelah di bulat-bulatkan, tekan bagian tengahnya dengan jari untuk membuat kawah mungilnya. Setelah dibentuk, setiap biji jejeringan, harus di susun di wadah (jangan menumpuk) karena adonan akan lengket dengan yang lainnya.

Untuk cara pembuatannya, ada yang adonan tepung berasnya langsung di masukkan ke dalam kuah dan di masak bersama. Kalo aku caranya beda, karena aku suka ragu adonannya udah matang apa belum, maka di masak terpisah. Jejeringannya dimasukkan kedalam air yang hampir mendidih, lalu adonan yang mengapung aku angkat dan tiriskan. Setelah itu, baru deh aku nyiapin kuahnya. Naaah...saat kuahnya mulai mendidih, baru aku masukkan jejeringan yang udah matang tadi. Tunggu beberapa menit, angkat, jadi deeh....

Ini resepnya ya....


JEJERINGAN
Camelia


Bahan Jejeringan :

150 gr tepung beras
100 ml air (sesuaikan)
1/2 sdt garam
air untuk merebus

  • Larutkan garam dengan air. Dalam wadah, campur tepung beras dengan larutan air berlahan-lahan hingga rata dan menjadi adonan yang licin dan dapat di bentuk.
  • Buat bulatan kecil (lk. diameter 1 cm), tekan di tengahnya dengan jari sehingga membentuk kawah kecil. Susun di atas nampan/wadah. Usahakan adonan tidak saling menempel ataupun menumpuk.
  • Panaskan air hingga hampir mendidih, masukkan adonan yang telah di bentuk berlahan-lahan. Setelah adonan mengapung, angkat, tiriskan dan sisihkan.
Bahan Kuah :

800 ml santan sedang
150 ml gula merah sisir halus
50 ml gula pasir (sesuaikan dengan manis yg di kehendaki)
1 lbr daun pandan, sobek-sobek, ikat.

  1. Dalam panci, tuang santan, masukkan daun pandan, gula pasir dan gula aren yang telah di sisir. Panaskan sambil di aduk hingga gula larut.
  2. Ketika mulai mendidih, masukkan jejeringan yang telah di siapkan tadi, aduk. Biarkan selama beberapa menit, lalu matikan api. Sajikan.


Saat lagi duduk-duduk sebelum bikin jejeringan, eeeh...si Mas nongol pakai baju kaos pemberian kak Ika beberapa hari lalu. Hum...gambarnya pas banget sama postinganku kali ini. Jadi ada ide nih buat bagi-bagi kaos seperti ini buat teman-teman yang udah meluangkan waktu baca blogku. Waktu aku cerita ke si Mas, beliaupun setuju, bahkan nurut aja waktu aku foto-foto buat jadi model kaosnya...hehehehe... setelah berfikir seharian (lebayyyy...boro-boro mikir!...hahahaha), aku nyiapin 10 lembar baju kaos seperti yang di pakai si Mas tadi.

Tapiiiii......

Gak seru juga ya kalo hadiahnya baju kaos doank, tapi gak ada the best of Jambi yang bisa di icip-icip, kurang brasa gitchuu.... Jadii...aku tambahkan juga deh teh dan kopi Jambi. Kopi AAA (100gr) yang memang udah jadi bagian dari keseharian masyarakat Jambi dan teh Kajoe Aro (25 bags) yang berasal dari pohon teh peninggalan Belanda dan tumbuh di dataran tinggi pergunungan Kerinci. Cukuplah buat nemanin cemilan pagi ataupun sore hari.



Caranya gampang koq :

Tinggal jawab pertanyaan yang di berikan di comment box postingan ini. Formatnya seperti ini :

Nama :
email :
ukuran kaos :
Jawaban pertanyaan :

Apa bila tidak menyertakan data lengkap diatas, dianggap gak ikutan yaaa....

Pertanyaannya adalah :

Di saat menghadiri acara adat tradisional berbagai suku di Indonesia (baik perkawinan, khitanan, kematian...etc), bagian apa sih yang paling menarik perhatian mu? Adat mana dan mengapa? sharing donk!

Karena comment di blog ini di moderated, cukup klik satu kali aja. Kalo ada 2 atau lebih, nanti akan diambil satu dan yang lainnya akan di hapus. Setiap comment akan di beri nomer sesuai urutannya di blog dan di tunggu hingga hari Senin, 26 September 2011 hingga jam 24.00. Pemenangnya akan di tentukan dengan cara diundi melalui random.org, pengundian akan dilakukan 10 kali untuk mendapatkan 10 orang pemenang. Hasilnya akan di umumkan di blog ini hari Selasa, 27 September 2011. So...stay tune!

PS :
  • Hanya berlaku untuk pengiriman dengan alamat di Indonesia, apabila pemenangnya berada di luar Indonesia, silahkan kirim alamat kemana hadiahnya mau di kirimkan di Indonesia...biasa, supaya daku gak dilanda bokek berat setelah bayar ongkos kirimnya..hihihi....
  • Untuk ukuran kaosnya tersedia ukuran S, M, XL, XXL, XXXL
  • Warna tidak dapat di pilih dan tergantung persediaan
  • Gambar kaos juga tergantung persediaan (kalo gak salah gambarnya ada yang pake masker dan ada yang gak, jadi apa yang ada aja nantinya, yang penting ukurannya ya).

Have fun and good luck!
*big big hug*





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Anniversary

Daisypath Anniversary tickers

Ava

Lilypie Kids Birthday tickers

Eijaz

Lilypie Fourth Birthday tickers